Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
13


__ADS_3

Sekali lagi aku ingin kalian untuk menebak. Meski kalian menolak aku tetap akan mengatakannya!



Ketika kalian melihat Yue Jian dan Bocah ingusan berhadap-hadapan dengan bocah gendut dengan antek-anteknya, apa yang kalian pikirkan? Mereka sedang bertengkar?



Ya, itu tepat seperti apa yang aku pikirkan. Tentu sebelum akhirnya aku mendengarkan percakapan di antara mereka.



“Kalian adalah Yue Jian dan Zhang yang berselisih dengan Fang Chu kemarin, kan?” tanya bocah gendut.



“Ya.” Bocah ingusan mengangguk pelan. “Apa kau memerlukan sesuatu dari kami? Jika kau ingin balas dendam untuknya, kami akan dengan senang hati menghadapi kalian.”



Bocah gendut lantas menggelengkan kepala beberapa kali. “Kalian salah. Kami tidak memiliki niat untuk melakukan itu.” Dia diam sejenak. “Namaku Xian Ji, salam kenal!”



“Mm … ya ….” Terlihat jelas Bocah ingusan tak membayangkan jawaban si bocah gendut bernama Xian Ji itu. “Aku Zhang, dan dia adalah Yue Jian. Salam kenal …, kupikir ….”



“Hahaha! Tidak perlu seterkejut itu.” Kali ini Xian Ji mengusungkan dadanya ke depan. “Walau terlihat seperti ini, aku sebenarnya peringkat 100 di Perguruan Tanah Merah! Keturunan Ras Manusia Hou!”



“Oh … seperti itu ….” Bocah ingusan sepertinya tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Aku sangat paham dengan situasimu itu, Bocah ingusan! Turut berdukacita untuk itu!



“Ayo, Zhang, kita pergi,” ajak Yue Jian sudah tak tertarik untuk melanjutkan percakapan mereka dengan Xian Ji.



“Tunggu sebentar!” Xian Ji tidak membiarkan mereka segera pergi. “Aku sebenarnya ingin mengatakan kalau aku ingin menjadi teman kalian. Bagaimana?”



“Sangat mencurigakan.” Itu jawaban langsung dari Yue Jian. “Aku tidak dapat percaya kau tulus mengatakannya. Maaf sekali.



“Ugh! Itu cukup menyakitkan!” Tentu Xian Ji tidak benar-benar merasakan sakit. “Aku tahu kalau kalian akan curiga dengan tawaran ini, tetapi aku yakin Fang Chu akan melakukan apa saja untuk membunuh kalian karena kalian telah berani menyinggungnya.”



“Apa kami takut padanya?!” Rasa percaya diri Bocah ingusan memang patut diapresiasi. “Dia bisa datang kapan saja! Kami tidak akan kalah!”



Entah kenapa ucapannya membuat aku merasa geli. Apakah ada sesuatu atau maksud tersembunyi dari ucapannya? Kuharap dia tidak melibatkanku dalam masalahnya! Aku sedang dalam masa pencarian jati diri, tidak sempat untuk melakukan hal lain!



“Kalau begitu, aku tidak dapat memaksa.” Xian Ji kini menyerah untuk meyakinkan kalian. Dia lantas berbalik sembari melambaikan tangan. “Sampai jumpa lagi, Zhang, Yue Jian. Aku menantikan pertunjukan kalian di babak seleksi Perguan Tanah Merah!”


__ADS_1


Bocah ingusan memiringkan kepala. “Pada akhirnya, apa tujuan dari anak orang kaya itu? Hanya ingin menyapa? Entah mengapa aku tidak bisa menganggapnya seperti itu ….”



“Kau hanya terlalu memikirkannya.” Yue Jian tetap tenang dan mulai berjalan pergi. “Ayo pergi mencari penginapan jika tak ingin menginap di hutan lagi!”



“Baik!” Kali ini Bocah ingusan menjadi sangat antusias. Apakah dia sudah bosan tidur beralaskan dedaunan kering?



Dua muridku itu pun segera pergi. Aku masih bersembunyi di belakang mereka, mengawasi dalam kegelapan agar tidak ketahuan.



Sebelum itu, biar aku ingatkan! Sekali lagi aku katakan aku bukan seorang stalker! Aku ini seorang guru terbaik yang mengawasi muridnya dalam bayang-bayang!



\[Kau hanya mencari-cari alasan, kan, *stalker* menjijikan?!\]



Berani sekali kau menuduh Raja Daratan terkuat sepanjang masa sedang mencari-cari alasan! Aku dapat meratakanmu dengan bumi menggunakan satu serangan saja!



\[Aku dapat menghapusmu dalam sekali tekan.\]



Itu sih ….




Namun, tak berselang lama, akhirnya mereka berdua berhenti di depan sebuah bangunan yang cukup besar. Itu terlihat seperti sebuah penginapan mewah. Aku yakin harganya pasti sangat mahal! Apa mereka memiliki banyak uang?



“Yue Jian, bagaimana jika kita menginap di sini mala mini?” Bocah ingusan tampak sangat antusias. Mungkin dia sedang membayangkan dirinya tidur di tempat tidur mewah atau semacamnya?



“Kau harus lebih realistis, Zhang.” Berbeda dengan Bocah ingusan, Yue Jian malah melangkah menuju penginapan yang berada tidak jauh dari penginapan mewah itu. “Kita hanya dapat menginap di sana dengan uang yang kita miliki.”



“Ba—” Bocah ingusan mendadak menghentikan langkah. “Penginapan reyot? Kita sungguh akan menginap di penginapan yang terlihat akan segera rubuh itu?!”



“Menurutmu?!"



Bhahahaha! Aku tidak tahan lagi. Ini sangat lucu, aku sangat ingin menertawakan Bocah ingusan itu sekarang! Ekspekstinya sangat-sangat tinggi, hingga tidak berpikir dengan realistis!



Ah … aku sangat puas tertawa!

__ADS_1



“Saatnya untuk pergi.”



Setelah memastikan bahwa dua muridku itu masih baik-baik saja, aku pun memutuskan untuk pergi ke penginapan. Aku sedikit merasa bersalah telah meninggalkan Huo Lin sendirian, tetapi aku harus melakukannya. Aku tak ingin dia tahu kalau aku memiliki murid. Itu akan jadi sangat merepotkan.



Awalnya aku ingin pulang dengan tenang, tetapi kemudian terjadi sesuatu yang berada di luar ekspekstasi. Kejadian itu terjadi ketika aku sedang berjalan di jalan kosong di sebelah sungai yang cukup besar. Dia datang seperti mengikuti angin yang sedang berhembus.



“Raja Daratan, Luo Xiao ….”



Suara itu, aku sama sekali tidak mengenalinya. Namun, aku dapat dengan jelas mengatakan bahwa orang yang memanggil namaku itu, berdiri tepat di depanku. Dia menutupi wajahnya dengan kain hitam dan kepalanya dengan tudung yang menyatu dengan jubah hitamnya.



Mungkinkah dia orang yang bereinkarnasi sepertiku juga? Tapi siapa? Kenapa aku tidak dapat mengenalinya?



“Katakan. Siapa dirimu?” Aku mengeluarkan aura intimidasi, sudah siap dengan pertarungan.



“Aku bukan siapa-siapa.” Tubuh orang berjubah itu tampak seperti asap yang perlahan memudar karena tertiup embusan angin. “Tapi, Tuanku adalah orang yang sangat penting. Di kehidupanmu yang dulu, atau pun yang sekarang. Dia tidak terkalahkan.”



“Hei!”



Tubuh orang itu segera menghilang setelah memberi peringatan. Siapa ‘tuan’ yang dia maksud? Jangan bilang kalau ‘tuan’ itu adalah Ling Chen?



“Haah … lebih baik aku segera kembali ke penginapan dan tidur.”



Aku tidak peduli apakah itu Ling Chen atau bukan. Aku sudah bertekad untuk tidak mendaki puncak lagi. Aku hanya ingin hidup tenang dan puas tanpa memikirkan hal-hal besar.



Ling Chen, jika itu adalah kau, apa kau masih menganggapku sebagai ancaman? Tenang saja, aku sudah tak mau lagi menjadi Raja Daratan. Kau ambil saja takhta itu. Namun, aku merasa ingin bertemu lagi denganmu.



\[Selesai ….\]



Tapi ….



Tunggu! Masih ada!

__ADS_1



Ketika aku masuk ke kamar penginapan, Huo Lin langsung mengintrogasiku. Tentang ke mana aku pergi atau bagaimana caraku menghilang dari pandangannya, tanpa dia ketahui. Itu cukup merepotkan sebenarnya.


__ADS_2