
Seleksi Perguruan Tanah Merah tahap kedua akhirnya resmi dimulai. Ketika sang pengawas ujian telah mengeluarkan perintah untuk berangkat, Yue Jian dan Zhang segera bergegas menaiki tangga.
Sesuai dengan yang dikatakan tetua Yi Xian, tarikan gravitasi di setiap anak tangga semakin ke atas semakin kuat. Namun, sepuluh tangga pertama ini bukan apa-apa bagi kedua murid Luo Xiao itu. Mereka dapat dengan mudah lewat dari sana, kemudian masuk ke dalam gapura.
Yue Jian melirik ke sekitar kala memasukki gapura. Dia sadar bahwa dirinya seorang diri di sini. Jelas dia tak tahu ke mana Zhang yang sebelumnya berada di sampingnya, kini menghilang.
Tidak lama berselang, mendadak muncul sekawanan kupu-kupu yang kemudian berkumpul di depan Yue Jian. Kawanan kupu-kupu tersebut lantas menyatu, lalu berubah menjadi papan berwarna hitam.
“Papan apa ini?” gumam Yue Jian, mengamati dari jauh, tidak asal menyentuh benda yang tidak dia ketahui itu.
“Selamat datang di Gapura Pertama!” kata papan hitam itu.
“Dia berbicara?” Yue Jian tampak tertarik dengan papan hitam ini. “Menarik ….”
“Kau harus menyelesaikan sebuah tes dariku untuk bisa lolos di tahap ini!”
“Tes? Baiklah. Aku pasti bisa melaluinya dengan mudah.”
“Mari kita mulai!”
“Ya!”
Sesuai dengan apa yang diucapkan Yue Jian. Pemuda itu sungguh mampu menyelesaikan tes kali ini dengan mudah, karena dia hanya perlu menjawab berbagai pertanyaan yang berdasarkan pada pengetahuan umum. Dengan menyelesaikan semua pertanyaan tersebut, Yue Jian berhasil menjadi orang yang pertama kali lolos di Gapura Pertama.
“Menjawab dua puluh pertanyaan itu sangatlah mudah,” gumam Yue Jian sembari melangkah masuk ke dalam papan hitam yang berubah menjadi pintu keluar. Kini dia berada di anak tangga ke sebelas. Anak tangga ini dirancang dengan gravitasi normal, sehingga dia dapat beristirahat sejenak.
***
Zhang terlihat sangat berpikir keras untuk menjawab sebuah pertanyaan yang tertera pada papan berwarna hitam. Dia benar-benar takt ahu harus menjawab apa pada soal pertama ini.
“Aaaa. Kenapa pertanyaan ini sangat susah?!” keluh Zhang sembari meluncurkan satu pukulan ke depan, tepat ke arah papan hitam. Akan tetapi, papan hitam itu berhasil menghindar. “Siapa yang tahu kehidupan pertama di bumi itu berada di mana!”
“Apa kau akan menyerah pada pertanyaan pertama?” tanya papan hitam. “Kau masih memiliki kesempatan untuk menjawab sepuluh soal dengan benar dari sembilan belas soal.”
“*Pass*! Aku menyerah!”
__ADS_1
“Permintaan diterima,” ucap papan hitam. “Pertanyaan kedua: Untuk menjadi pendekar hebat, seorang pendekar harus mampu ….”
“Huh! Pertanyaan ini sangat mudah!” Zhang tampak percaya diri. “Seorang pendekar harus mampu melatih otot dan jago bertarung!”
“Salah!”
“*Why*? Apa yang salah dari jawabanku?!”
“Karena jawabannya adalah mengontrol Chi dengan baik hingga dapat menggunakan kekuatan elemen.”
“Kau curang! Kau sama curangnya seperti Raja kecil itu!”
“Baik. Pertanyaan berikutnya.”
“Jangan abaikan aku!”
Tes masih berlanjut, walaupun Zhang sangat kesusahan di sini. Namun, pemuda itu tidak mau menyerah begitu saja. Dia tetap berusaha agar dapat lolos.
“Aku siap!” ucap Zhang, bersemangat. Dia tampak fokus supaya bisa lolos dari Gapura Pertama.
“Pertanyaan: Siapa Raja Daratan terkuat sepanjang sejarah?”
“Hm?” Zhang diam sejenak, berpikir, “Ini pasti si Raja kecil ….”
“Tidak ada Raja Daratan yang bernama Raja kecil!”
“Diam! Kau terlalu berisik! Aku sedang berpikir!” Zhang menengadah sembari menutup mata. “Kalau tidak salah …, namanya Ling Chen!”
“Tepat!” jawab papan hitam. “Selamat, Anda berhasil lolos di tes Gapura Pertama! Silakan keluar setelah aku berubah menjadi portal!”
“Ternyata memang si Raja kecil!” Pemuda itu tampak girang kala jawabannya benar.
__ADS_1
“Silakan melanjutkan ke tes selanjutnya.”
Zhang masuk ke dalam pintu, tetapi dia malah bertanya-tanya, sedikit meragukan jawabannya. “Tapi, apakah nama Raja kecil itu sungguh Ling Chen? Entah kenapa aku menjadi tak yakin.”
Akhirnya, setelah berusaha keras dan mengandalkan keberuntungannya, Zhang berhasil mencapai anak tangga ke sebelas. Sayangnya, dia adalah orang terakhir yang berhasil lolos, sehingga tak ada waktu baginya untuk beristirahat sejenak.
“Aku akan lolos di seleksi tahap kedua ini!” Pemuda itu pun mendaki tangga dengan cepat, meskipun orang-orang yang berhasil keluar terlebih dahulu dari dirinya, masih kesusahan bergerak. Ini seperti yang diharapkan dari seorang pendekar yang hanya menggunakan ototnya.
***
Aku keluar dari Gapura Pertama dan melihat Yue Jian sudah kembali mendaki tangga. Sepertinya dia orang pertama yang berhasil keluar, sedangkan aku adalah orang kedua. Meskipun aku di sini sebagai penyusup dan bukannya peserta sih.
Kemudian, setelah beberapa saat berlalu, semakin banyak peserta lolos dari Gapura Pertama. Sedangkan Yue Jian sudah terlebih dahulu memasukki Gapura Kedua dengan tenang. Dan aku, harus menunggu cukup lama di sini sambil berdoa Bocah ingusan juga berhasil lolos.
Akhirnya, setelah menunggu dengan penuh kesabaran, Bocah ingusan berhaslil keluar dari Gapura Pertama. Aku sedikit lega melihat ini, kendati pemuda itu adalah orang paling terakhir yang keluar dari Gapura Pertama.
“Baiklah, saatnya naik ke Gapura Kedua.” Aku yang sengaja berhenti pada anak tangga ke enam belas, kini kembali mendaki. Tentunya aku berpura-pura lemah, berbeda dari Bocah ingusan yang berjalan dengan cepat, mendahului aku masuk ke Gapura Kedua.
“Pendekar misterius ini memang hebat,” kata salah seorang pendekar sembari berusaha keras melangkah ke anak tangga yang ke delapan belas.
“Aku tidak akan kalah!” sahut pendekar lain yang juga berusaha naik satu anak tangga.
Mengabaikan kedua pendekar itu, aku berpura-pura kesusahan, tetapi dapat naik satu demi satu anak tangga, hingga akhirnya mencapai Gapura Kedua. Tanpa menunggu lebih lama, aku segera masuk ke sana.
Sama seperti Gapura Pertama, Gapura Kedua juga mengirimku ke dimensi yang tidak aku ketahui. Dan tentu saja, setiap peserta memasukki dimensi yang berbeda juga, tidak bersama.
“Mari kita lihat, tes macam apa yang ada dalam Gapura Kedua ini!” Aku sedikit antusias untuk melihat tes yang ada, sehingga aku dapat menebak apakah Yue Jian dan Bocah ingusan akan sanggup melewatinya.
Akan tetapi, baru sedikit kemudian, aku langsung muntah melihat apa yang muncul di hadapanku. Ini pasti bohong ….
“Kenapa mereka lagi-lagi memberikan tes yang akan membuat Bocah ingusan didiskualifikasi?!”
“Selamat datang di Gapura Kedua, peserta,” kata papan hitam yang melayang di depanku. “Kali ini kalian akan diuji untuk membuat strategi dalam pertarungan.”
__ADS_1
“Hoek!” Aku muntah untuk kedua kalinya. Kali ini aku sangat yakin kalau Bocah ingusan pasti gagal. Namun, semoga saja dewi keberuntungan kembali menyelamatkannya sehingga dia dapat lolos!