
Angin berembus pelan, awan terlihat cerah menghiasi langit biru. Di sebuah lapangan luas, aku berdiri sambil memasukkan kedua tangan dalam saku celana sembari menatap ke atas. Sejenak aku menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan.
“Ini adalah pertama kalinya aku mengajari kalian.” Aku berbalik, mengamati Ling Tian dan Shi Li yang berdiri sejajar, mengarah padaku. “Namun, karena kita tidak memiliki banyak waktu, aku tidak akan memberikan kalian istirahat yang cukup. Aku yakin kalian memiliki cukup bakat untuk bisa mengejar ketertinggalan dari murid-muridku yang lain.”
“Ya, aku mengerti!” Ling Tian melirik tangan kanannya yang terangkat, mengepal erat. Dia kemudian menatap tajam mataku, memperlihatkan tekadnya yang sudah bulat. “Aku tidak memiliki keraguan sedikit pun, Luo Xiao. Aku akan mengejar ketertinggalan sesegera mungkin!”
“Aku tidak begitu mengerti tentang apa yang kalian bicarakan, tapi ….” Shi Li masuk dalam percakapan. “Aku juga ingin meluncurkan satu pukulan pada Mu Lan!”
Tekad mereka memang kuat, tetapi itu saja tidak cukup. Memang bisa aku akui bahwa Ling Tian memiliki pondasi yang kuat, yakni Chi Emas. Namun, hal tersebut justru sangat kontras dengan Shi Li yang hanya memiliki Chi Biasa. Apakah gadis ini bisa menyamai kemampuan Huo Lin dalam waktu singkat?
Menggelengkan kepala sejenak, aku tidak ingin terlihat ragu di sini. “Pertama-tama,” kataku, mengambil jarak beberapa langkah, “aku ingin tahu seberapa kuat kalian saat ini. Itu akan sangat memengaruhi cara kalian berlatih setelahnya, jadi jangan ragu untuk menunjukkan semuanya.”
“Ya!” Ling Tian segera paham, melapisi dirinya dengan zirah petir.
Sepertinya dia sangat sering menggunakan zirah petir, apakah dia pikir dia titisan dewa petir? Sudahlah, aku tahu serangan petir terkuat tidak akan bisa melukai diriku yang sekarang, tetapi mari lihat seberapa kuat serangannya!
“Kau memang sangat cepat dalam menanggapi.” Aku hanya berdiri tegak, tidak melapisi tubuh menggunakan apa pun. “Kau tahu apa yang harus dilakukan setelahnya, kan?”
“Jangan salahkan aku bila kau menyesalinya!”
Ling Tian mengumpulkan energi petir ke tangan kanan, kemudian pria tersebut tanpa ragu mengarahkan telapak tangan kanannya padaku. Cahaya putih bergerak lurus, mengarah tepat pada kepalaku. Akan tetapi, tanpa bergerak sedikit pun dari posisi, aku menerima serangan tersebut.
Seperti yang diharapkan dari Ling Tian, dia sedikit pun tak terkejut dengan aksiku ini, berbeda dengan Shi Li yang berdiri di sebelahnya. Menurut Shi Li, serangan Ling Tian pasti sudah sangat kuat karena berada di kekuatan elemen, tetapi semua itu percuma pada diriku.
“Seranganmu cukup cepat, tetapi daya rusaknya benar-benar jauh di bawah ekspektasi,” aku berbicara setelah cahaya yang menyerang telah menghilang. “Namun, untuk menghemat waktu, kau akan langsung kuajari menggunakan kekuatan energi.”
__ADS_1
“Tunggu!” Shi Li sepertinya masih belum paham pada situasi. “Serangan tadi bahkan tidak melukaimu sedikit pun?”
“Dia memang sekuat itu,” kata Ling Tian.
“Aku tidak percaya!” Segera Shi Li melapisi dirinya menggunakan aura ungu. Gadis itu menatap tajam ke depan, kemudian membentuk kuda-kuda kokoh. Dia lantas melepaskan pukulan ke depan sambil berteriak, “Pukulan kepala naga!”
Memang benar bahwa aura ungunya berubah menjadi bentuk naga berwarna ungu dan melesat cepat ke arahku, tetapi dia tidak perlu berteriak seperti itu untuk melakukannya. Aku lantas mengembuskan napas panjang, menghancurkan serangan Shi Li menggunakan tangan kiri.
“Seranganmu ini tidak pantas disebut pukulan kepala naga,” kataku, merasa benar-benar kecewa pada dunia yang sekarang. “Ah sudahlah, aku rasa sudah saatnya memulai latihan hari ini.”
“Dia sungguh hebat …,” gumam Shi Li.
“Apa yang harus kami lakukan, Guru?” Sepertinya Ling Tian benar-benar mengabaikan ucapan Shi Li.
“Hm?” Shi Li menaikkan salah satu alis, lalu mendekat.
“Apa kau sudah merasa dirimu sangat kuat?” tanyaku.
Shi Li menggelengkan kepala. “Setelah melihat kalian tadi, aku tidak bisa mengucapkan hal itu.”
“Baguslah.” Aku menghentakkan kaki, membuat sebuah lobang besar di belakang. “Masuklah ke dalam sana dan berkultivasi seperti biasa. Aku akan segera menyusulmu.”
“Bahkan tanpa mengatakan apa pun?” Shi Li terlihat keheranan, tetapi langsung masuk ke dalam lubang besar sesuai perintahku.
__ADS_1
“Sekarang giliranmu.” Kali ini aku mendekat ke arah Ling Tian yang masih mengenakan zirah petir. Perlahan aku menyentuh pundak sebelah kiri pria tersebut, lalu mengalirkan kekuatan energi ke telapak tangan. “Ini sangat rapuh.”
Tanpa perlu waktu satu menit, zirah petir Ling Tian langsung hancur terkena kekuatan energiku. Pria ini jelas membelalakkan mata, melihat aku sanggup menghancurkan pelindung andalannya hanya dengan satu sentuhan tangan.
“Aku tidak tahu harus mengatakan apa,” gumam Ling Tian, melirik tanganku yang menyentuh pundaknya.
Aku menarik kembali tanganku. “Zirah ini mungkin bisa bertahan sedikit lebih lama dari serangan Yue Jian atau pun Zhang, tetapi bagi pengguna kekuatan energi sepertiku, itu tidak lebih dari hanya kertas.”
Ling Tian tidak menjawab, hanya mendengarkan aku berbicara. Seperti yang sudah dia perlihatkan, tujuan dan tekadnya sudah bulat untuk menjadi kuat dalam waktu singkat. Aku akan sedikit berusaha untuk membuatnya puas, lalu bergerak seorang diri ketika informasi keberadaan Mu Lan sudah diketahui.
“Sebelumnya aku ingin memastikan, apakah tubuhmu sudah siap untuk menerima banyak serangan kuat?” Aku sudah tahu jawabannya, tapi mari kita pastikan lagi.
“Ya! Walaupun tubuhku hancur, aku akan tetap bergerak!” Tekad Ling Tian memang bagus, tetapi tidak logis.
“Aku akan segera menghancurkan pikiranmu.” Aku kembali mengalirkan kekuatan energi ke telapak tangan kanan. “Duduk, tutup matamu, lapisi sekujur tubuh dengan kekuatan energi, berkultivasi.”
“Baik!” Tanpa basa-basi Ling Tian duduk di tanah dan melakukan apa yang kuperintahkan.
Sekarang saatnya untuk memaksa kekuatan energinya segera berkumpul. Cara ini sangat menyakitkan, tetapi selain dengan berlatih keras secara teratur menggunakan panduan tepat, ini adalah cara satu-satunya.
Tanpa memberikan aba-aba apa pun pada Ling Tian, aku menempelkan telapak tangan kananku ke kepalanya. Dia pasti merasakan sakit ke sekujur tubuh, tetapi dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit tersebut.
Aku mundur beberapa langkah, menarik kembali tangan kanan dan memasukkannya ke saku celana. “Tetaplah berkultivasi sampai kau merasakan kekuatan elemen di dalam dirimu menjadi padat, kemudian hancur.” Aku menjeda kalimatku selama beberapa saat. “Aku tahu itu akan sangat menyakitkan, tetapi bertahanlah di sana. Tunjukkan tekadmu mampu membuatmu melampaui kondisi tubuhmu, Ling Tian.”
__ADS_1
Ling Tian tentu tidak menjawab, karena aku juga tak mau mendengar jawabannya. Sekarang saatnya aku melatih murid yang satu lagi. Mungkin aku akan memberinya pila tau apa pun itu agar dapat berubah menjadi naga. Lagipula, setelah aku mengalahkan Mu Lan nanti, mereka juga tetap akan berkonflik dengan keluarga Ling, kan?