Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
79


__ADS_3

Tepat sesaat sebelum Xian Ji mengatakan sesuatu, Yue Jian dan Xian Ji sontak menoleh ke samping kala mendengar suara ledakan. Benar saja, dinding tanah sudah dihancurkan, dan dari sana muncul Zhang, mengganggu percakapan mereka.



“Xian Ji?” Zhang tampak sedikit heran melihat pemuda gemuk yang berbicara dengan Yue Jian.



“Lama tidak bertemu, Zhang,” jawab pemuda bernama Xian Ji.



“Kenapa kau ada di sini?” tanya Zhang, mendekat pada Yue Jian dan Xian Ji.



“Aku baru saja menanyakan pertanyaan sama beberapa detik lalu,” sahut Yue Jian, sedikit kesal dengan kedatangan Zhang yang begitu mendadak, “tapi sebelum Xian Ji dapat menjawab, kau datang dan memotong percakapan kami.”



“Hahaha, maaf, aku tidak tahu.” Zhang menggaruk kepala.



Yue Jian mengabaikan itu, kembali melirik ke arah Xian Ji. “Jadi, mengapa kau bisa ada di sini, Xian ji?”



Xian Ji mengembuskan napas panjang. “Ceritanya sederhana, aku hanya membantu keluargaku saja. Aku tidak menyangka kalau kalian berpihak pada keluarga Ling.”



“Aku tidak tahu bahwa kau adalah orang yang cukup patuh?” Sepertinya Zhang sedikit paham bahwa Xian Ji memang bukan orang yang mudah patuh.



“Aku melakukan ini karena terpaksa.” Xian Ji tidak menyembunyikan raut wajahnya yang tidak senang. “Aku juga tidak suka dengan Raja Daratan baru itu, tetapi keluargaku sangat mendukungnya. Pada akhirnya aku harus pergi ke medan perang untuk membantu mereka. Ini tidak menyenangkan.”



Yue Jian berpikir sejenak, merangkai kata-kata dalam kepala. Setelah menyusun kalimat dengan hati-hati di dalam kepala, pemuda itu berkata, “Aku rasa kau sangat tidak ingin berada dalam kekangan keluargamu sekarang. Apakah aku salah?”



“Sedikit pun tidak salah!” jawab Xian Ji dengan tegas. Dia kemudian terpikir akan sesuatu. “Apakah kalian memang orang-orang dari keluarga Ling atau bagaimana? Tapi aku tidak pernah tahu kalian berada di keluarga Ling.”



Yue Jian menggelengkan kepala. “Kami bukan orang-orang mereka. Hanya saja, ada teman kami di keluarga ini. Namun, dia sudah dibunuh oleh Mu Lan sialann itu!”



“Mu Lan ….” Sejenak Xian Ji terdiam. “Maksudmu Mu Lan si Raja Daratan itu?”


__ADS_1


“Ya.” Yue Jian mengepal erat kedua tangan. “Kami pasti akan membunuh brengsekk itu yang berani membunuh adik seperguruan kami!”



Mendadak Xian Ji tersenyum lebar, berkata, “Kalau tujuan kalian adalah Mu Lan, aku akan ikut bersama kalian! Aku memiliki beberapa informasi terkait dengan keberadaan mereka dan informasi lainnya!”


...*** ...


Aku melayang tinggi, melihat Zhang menerobos masuk ke sebuah kotak tanah besar di mana Yue Jian berada. Apakah mereka menemukan sesuatu? Kurasa aku harus memeriksanya. Namun sebelum itu ….



Tanpa ragu aku menghabisi semua pendekar yang mencoba menerobos kotak tanah besar itu. Mereka semua kubakar menggunakan bola api yang sudah tercampur dengan sedikit kekuatan energi. Kobaran api itu jauh lebih destruktif dibandingkan kobaran api biasa.



Beberapa saat kemudian, setelah semua pendekar tewas, aku mendarat, lalu menerobos masuk ke dalam kotak tanah besar. Di sini aku menemukan Yue Jian dan Zhang sedang berbicara dengan seorang pemuda gemuk. Mungkinkah itu teman lama mereka?



“Guru!” Mendadak Yue Jian berlari padaku. “Dia adalah Xian Ji, teman lama kami.”



“Lalu?” Aku ingin tahu apakah dia berlari ke sini hanya untuk mengatakan itu.



“Dia juga memiliki tujuan untuk membunuh Mu Lan, dan dia memiliki banyak informasi tentang si brengsekk itu!”



...*** ...


“Apa kita akan meratakan kediaman ini, Mu Lan?” tanya sosok berjubah di sebelah kanan Mu Lan yang sudah tidak diperban. Mereka melayang di atas kediaman Ling selama beberapa saat. Dan bukan mereka berdua saja, melainkan ada tiga sosok berjubah lainnya.



Angin berembus pelan, kemudian Mu Lan mengeluarkan perintah, “Tangkap gadis yang bisa berubah menjadi naga, lalu bumi hanguskan sisanya!”



“Itu perintah yang indah,” sahut salah satu sosok berjubah.



Empat sosok berjubah segera melesat ke bawah, tentu mereka segera diserang oleh para pendekar keluarga Ling. Akan tetapi, perbedaan besar di antara mereka terlihat begitu kontras.



Pada siang hari yang cerah dengan diiringi oleh embusan angin pelan, jeritan pendekar keluarga Ling menggema. Para pendekar tersebut menyerang dengan serangan terkuat menggunakan kekuatan aura, serta mengayunkan pedang, tetapi tidak satu pun di antara mereka berhasil, sampai akhirnya seorang pria tua keluar dari bangunan terbesar di area kediaman keluarga Ling.



“Brengsek!” seru pria tersebut, membuat petir menyambar ke segala arah. “Aku, Ling Hai, tidak akan memaafkan perbuatan kalian!” Dia tanpa ragu menyerang semua penyusup dengan sekuat tenaga.

__ADS_1



“Lihat kakek tua itu!” kata salah satu sosok berjubah pada rekannya. “Dia terlihat sangat menyedihkan! Hahaha.”



“Jangan lengah,” tegur rekan sosok berjubah itu yang kemudian pergi.



“Aku tidak lengah!” Sosok berjubah hitam itu melesat cepat pada Ling Hai, sengaja menerima semua serangan petir pria tersebut. “Petir lemah ini tidak bisa melukaiku!”



“Brengsek!” Ling Hai mengumpulkan segenap kekuatan ke kedua tangan, menyerang sosok berjubah dengan sambaran petir yang begitu hebat. Petir tersebut menghujam tinggi, hingga menggapai petir.



Sosok berjubah tetap tidak menghindar, sadar bahwa dirinya tidak akan bisa dilakai menggunakan serangan tersebut. “Itu percuma!”



Sebelum sosok berjubah tersebut membunuh Ling Hai menggunakan satu pukulan, mendadak seorang gadis mendekat cepat, menangkis pukulan tersebut. Gadis tersebut berdiri membelakangi Ling Hai sambil memasang kuda-kuda kokoh.



“Huo Lin!” kata Ling Hai, sedikit terkejut. “Apa yang kau lakukan di sini?”



“Menyelamatkanmu!” jawab Huo Lin, segera mengubah dirinya menjadi seekor naga.



“Ternyata kau gadis naga yang dimaksud Mu Lan?” gumam sosok berjubah. “Terima kasih karena sudah menampakkan diri!”



Huo Lin segera mengembuskan napas api pada sosok berjubah, lalu mengibaskan ekornya pada sosok berjubah yang tidak menghindari serangannya. Sosok berjubah tetap tenang, menahan semburan api menggunakan kekuatan energi di sekujur tubuh, lalu menahan ayunan ekor naga Huo Lin dengan tangan kanan.



Sosok berjubah melompat, lalu melesat cepat ke depan. Tendangannya pun langsung menghantam kepala Huo Lin, membuat naga tersebut jatuh ke tanah. Akan tetapi, Ling Hai tidak tinggal diam, segera menyerang sosok berjubah menggunakan sambaran petir. Sayangnya, sosok berjubah bosan bermain, langsung membunuh Ling Hai menggunakan anak panah yang terbuat dari kekuatan energi.



“Tenanglah,” kata sosok berjubah, mendekat pada sosok naga Huo Lin, “aku tidak akan membunuhmu.” Segera sosok berjubah tersebut menendang kepala naga itu, membuatnya langsung berubah menjadi sosok manusia.



Huo Lin terbaring, tak sadarkan diri, lalu sosok berjubah hitam tandi mengangkat tubuh gadis tersebut di punggungnya. Dia pun segera melayang, kembali ke samping Mu Lan.


---


Seni adalah petir⚡

__ADS_1


__ADS_2