Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia
50


__ADS_3

Petir menyambar ke segala arah, aku dan para muridku pun menjaga jarak dari makhluk rakus yang adalah seekor Hewan Agung perigkat 5. Hewan ini sungguh bijak dalam mengendalikan kekuatan elemen petir yang dimilikinya.



“Raja kecil!” seru Bocah ingusan yang kemudian maju selangkah. “Aku akan menahannya dengan kekuatan elemen tanahku! Kalian semua harus menyerangnya dengan serangan jarak jauh!”



Tanpa memedulikan tanggapan dariku atau dari teman-temannya, Bocah ingusan melesat ke depan, lalu menciptakan dinding tanah tinggi yang membentuk kotak dan mengurung Too Tie. Dia tampak begitu percaya diri pada kemampuannya.



“Si ceroboh itu selalu saja seenaknya!” Yue Jian melepaskan satu anak panahnya ke atas. “Jangan salahkan aku bila kau tak sanggup menahannya, Zhang!”



Sebatang anak panah tadi pun segera berubah menjadi hujan anak panah yang terbuat dari angin. Semua anak panah itu pun lantas melesat menghujani Too Tie yang sedang terkurung.



“Kita tidak boleh kalah, Huo Lin!” Ling Qian melapisi kedua tangannya dengan sisik keras berwarna emas.



“Ayo kita lakukan!” Tanpa ragu Huo Lin berubah menjadi seekor naga.



Ling Qian segera melompat ke punggug Huo Lin, lalu kedua gadis itu pun terbang. Mereka kemudian turut menghujani Too Tie dengan serangan jarak jauh seperti Yue Jian. Aku harus akui bahwa mereka semua sangat kompak.



“Sepertinya aku tidak harus bertindak sekarang.” Aku pun memutuskan untuk mengurung niat bertarungku. Aku ingin tahu seberapa banyak Bocah ingusan, Yue Jian dan juga Huo Lin berkembang selama aku pergi.



“Zhang! Bertahanlah sedikit lebih lama!”



“Serangan kalian lemah sekali!” Bocah ingusan berusaha mempertahankan dinding tanahnya. “Cepat habisi dia segera!”



“Monster ini melindungi dirinya dengan pelindung petir, Kak Yue Jian!”



“Aku akan menyerangnya lagi!” Yue Jian melompat, naik ke punggung Huo Lin.



“Gawat!” Bocah ingusan menjadi sedikit panik.



“Rawr!” Too Tie berhasil menghancurkan dinding tanah, segera melesat ke depan dan menanduk Bocah ingusan hingga terhempas jauh ke belakang.



Yue Jian melompat dari punggung Huo Lin, menarik tali busurnya, melepaskan serangan panah angin dengan kecepatan tinggi. Tidak sampai di sana saja, dia juga menyerang Too Tie menggunakan peluru angin berkecepatan tinggi yang keluar dari mulutnya.


__ADS_1


Serangan itu berhasil menarik perhatian Too Tie, bahkan Yue Jian sanggup membuat pelindung petir Hewan Agung itu retak. Akan tetapi, itu masih belum cukup untuk mengalahkan monster ini.



“Haa!!!” Ling Qian melompat, menyerang Too Tie dengan pukulan beruntun. “Rasakan ini!” Pukulan beruntun tersebut menambah kerusakan pada pelindung petir si monster.



“Ling Qian, giliranku!” Huo Lin berseru, lalu menyemburkan api yang begitu panas.



Ling Qian menyingkir, mendarat tepat di sebelah Yue Jian. Kedua remaja itu tetap terlihat waspada kala serangan api Huo Lin menyelimuti sekujur tubuh Too Tie. Mereka sepertinya tidak mau kehilangan fokus sedikit pun.



“Uhuk ….”



Aku mengalihkan pandangan ke arah lain, terlihat Bocah ingusan yang terhempas ke sebatang pohon, tengah berdiri kembali. Dia terlihat memuntahkan sesuatu, tetapi kemudian pandanganya fokus ke depan, tepatnya kea rah monster yang sedang mereka lawan. Pemuda ini sepertinya sangat yakin kalau mereka bisa memenangkan pertarungan ini.



“Sialan! Serangan itu pun masih belum cukup!”



Aku memalingkan pandangan lagi ke sumber suara, sepertinya Ling Qian baru saja mengumpat. Wajar sih, karena setelah semua serangan mereka, Too Tie masih baik-baik saja. Meski memang pelindung petirnya mengalami kerusakan parah. Namun, pelindung tersebut bisa kembali menjadi kokoh lagi hanya dalam beberapa saat.



“Ini tidak aka nada habisnya!” Nada bicara Bocah ingusan tiba-tiba berubah. Dia pun berjalan ke depan. “Yue Jian, ayo lakukan itu!”




Aku bertanya-tanya, apakah mereka sebelumnya pernah membuat suatu formasi sebagai senjata rahasia? Apa pun itu, aku akan segera mengetahuinya!



Yue Jian pun segera mendekat ke Bocah ingusan dengan diikuti oleh Ling Qian. Akan tetapi, tentu saja Too Tie tidak membiarkan mereka berkeliaran dengan bebas. Makhluk itu menyerang mereka dengan sambaran petir yang begitu ganas.



“Kau sudah berakhir, monster!” Bocah ingusan menghentakkan kaki, membuat pelindung berbentuk setengah lingkaran yang memanjang membentuk lorong untuk dilewati Yue Jian dan Ling Qian.



Akhirnya, baik Yue Jian mau pun Ling Qian berhasil berkumpul dengan Bocah ingusan. Tidak hanya itu, Huo Lin lantas berubah kembali menjadi wujud manusia dan ikut berkumpul.



“Apa rencana kalian?” Aku berjalan mendekat, langsung menanyakan apa yang hendak mereka lakukan. “Sebenarnya, kalau kalian mau, aku bisa mengalahkan makhluk itu sekarang juga.”



“Tidak, Guru!” Yue Jian menolak. “Kami akan memperlihatkan betapa kekuatan kami sudah berkembang jauh meski guru tak bersama kami!”



Aku menghadang sepuluh sambaran petir berturut-turut dengan pelindung energi, menjawab, “Kalau itu yang kalian inginkan, maka apa boleh buat.”

__ADS_1



“Kau memang hebat, Raja kecil!” Bocah ingusan melapisi tangan dan kakinya dengan elemen tanah. Tidak hanya itu, dia juga menambahkan elemen petir di telapak kakinya. “Tapi kami tidak akan kalah!” Dia lantas menutupi kepalanya dengan helm yang terbuat dari petir.



Kau tampak seperti ksatria aneh ….



“Haaah ….” Yue Jian mengembuskan napas panjang. Dia membuat sepasang sayap dengan kekuatan elemen angin, lalu menutupi wajahnya dengan topeng api. Tak hanya itu, dia juga menggunakan elemen petir di telapak kakinya. “Formasi Perisai dan Tombak!”



Mungkin lebih cocok jika namanya Formasi Duo Ksatria Aneh!



“Sebaiknya kita menjauh, Ling Qian,” ajak Huo Lin.



“Apa yang mau mereka lakukan, Huo Lin?” tanyaku sembari menjauh dari Yue Jian dan Bocah ingusan.



“Itu adalah formasi baru mereka, Guru Luo ….”



Baiklah, kau sangat menjawab pertanyaanku!



Setelah berada cukup jauh, aku berhenti dan mengarahkan pandangan pada Yue Jian dan bocah ingusan. Sepertinya mereka langsung diserang dengan sundulan si kepala besar!



“Jangan harap bisa menyerangku dengan serangan yang sama!” Bocah ingusan melepaskan pukulan keras dengan tangan kanannya. Benturan antara kepala Too Tie dan kepalan tangan Bocah ingusan pun terdengar, bahkan sampai menciptakan sebuah gelombang udara.



Apa-apaan … itu?



Selagi Bocah ingusan menahan Too Tie selama beberapa saat, Yue Jian melompat, melepaskan pukulan keras ke bahu Hewan Agung itu. Pukulan pemuda tersebut membentuk sebuah anak panah besar yang berhasil merusak pelindung petir dengan sekali serang.



“Ha!!!”



Kali ini Bocah ingusan melepaskan serangan beruntun, membuat Too Tie terdorong ke belakang. Akan tetapi, monster itu malah sempat melesatkan satu sambaran petir dari tanduknya, ke arah Yue Jian.



Dalam satu gerakan cepat, Bocah ingusan berada di depan Yue Jian. Dia menyilangkan kedua lengannya, menahan serangan Too Tie, sementara Yue Jian kini berada di depan Hewan Agung itu.



Dari mulutnya, Yue Jian melepaskan tembakan berubah bola api berukuran kepala Too Tie. Serangan itu lagi-lagi membuat Too Tie secara paksa melangkah mundur. Akan tetapi, langkahnya terhenti kala Bocah ingusan sudah berada tepat di belakangnya, menahan agar makhluk itu tidak bergerak.

__ADS_1



Hanya dalam beberapa detik, aku bisa melihat Yue Jian menciptakan tiga buah anak panah raksasa dari angin. Dia kemudian melepaskan anak panah itu tepat di wajah Too Tie.


__ADS_2