
Aku sudah tak menghitung hari lagi semenjak perpisahan dengan tiga muridku. Sekarang, aku tidak tahu bagaimana keadaan mereka, tetapi aku harap mereka baik-baik saja. Yue Jian pasti dapat menjaga mereka seperti yang aku minta padanya.
Perlahan aku membuka mata. Kegelapan adalah apa yang pertama kali kulihat. Jelas, sebab sekarang aku berada di dalam gua, mengisolasi diri dan fokus berkultivasi. Semua ini demi ambisi baru yang sudah kudapatkan.
Persetan dengan apa yang terjadi di Alam Dewa, aku sama sekali tidak tertarik. Namun, jika perkataan Chi Ling benar, maka sekarang keberadaan Ling Chen pasti sangat mengenaskan. Aku harus memastikan keadaannya dengan kedua mataku sendiri!
“Baiklah, ayo kita mencari makan terlebih dahulu.”
Aku keluar dari gua. Melihat cahaya matahari lagi setelah sekian lama, aku merasa sedikit aneh. Akan tetapi, tidak perlu waktu lama hingga akhirnya mataku bisa beradaptasi dengan cahaya.
“Mungkin seekor babi hutan cukup untuk merayakan sedikit pulihnya kemampuanku?”
Telah kuputuskan, saatnya untuk berburu dan mengisi perut. Aku hanya berharap bahwa kemampuan berburuku tidak memburuk.
***
Usaha yang sangat melelahkan, kurasa? Bagaimana caranya Yue Jian dan Bocah ingusan bisa mendapatkan daging buruan dengan cepat, sedangkan aku perlu waktu lama? Bukankah ini tidak adil? Yue Jian, Bocah ingusan, aku sangat merindukan kalian untuk membawakanku makanan enak.
“Sudahlah, kurasa apa pun hasilnya harus aku syukuri.”
Seorang diri di tengah hutan, tepat di seberang sungai, aku menyalakan api untuk membakar seekor babi hutan yang kudapat. Mungkin karena auraku yang kuat secara tidak sengaja keluar, jadi ketika matahari hampir terbenam, aku baru dapat seekor hewan buruan.
Menggelengkan kepala beberapa kali, aku akhirnya menyantap makanan yang sudah susah payah kudapat. Sudah lama tidak makan, karena sibuk berkultivasi, aku merasa puas dengan apa yang aku makan.
Ketika aku telah selesai makan, tidak terasa hari sudah gelap. Sejenak aku menengadah, memikirkan apa yang harus kulakukan selanjutnya? Apakah aku harus mencari lawan dulu untuk mencoba kekuatanku? Namun, di zaman ini, orang yang paling mungkin dapat bertahan cukup lama dari seranganku mungkin hanya Chi Ling?
“Benarkah?”
“Siapa itu?” Aku berdiri, menerawang sekitar, tetapi tidak menemukan siapa pun. Bagaimana bisa aku tidak menyadari kehadirannya?!
“Ke mana kau melihat?”
“Tunjukkan dirimu!” Aku masih belum dapat menemukannya? Tidak mungkin!
“Masih belum saatnya, Luo Xiao. Aku menyapamu hari ini agar kau tidak terlalu sombong, itu saja.”
“Huh! Aku mengatakan dan melakukan apa yang aku bisa lakukan. Apanya yang sombong?!”
“Sikapmu itu saja yang sombong. Kau bahkan belum dapat mengetahui keberadaanku. Tapi, kau bilang tidak ada yang bisa menyaingimu?”
“Katakan padaku, dari mana kau mengirimkan telepati ini?”
“Akhirnya kau sadar?”
“Cih!”
__ADS_1
“Kau mencoba melacakku? Itu tidak akan bisa. Tapi, karena aku sangat baik hati, aku akan memberimu peringatan. Lawanmu selanjutnya jauh lebih kuat dari yang kau bayangkan.”
“Jika kekuatanku sudah pulih sepenuhnya, aku akan mengubur mereka semua!”
“Omong kosong.” Suara itu diam selama beberapa saat. “Aku hampir lupa, kau sebaiknya lebih berhati-hati pada muridmu itu.”
“Aku jauh lebih tidak bisa memercayaimu! Jangan mencoba untuk mengadu domba.”
“Terserahlah, aku hanya memberikan peringatan. Kalau begitu, aku akan pergi sekarang. Semoga harimu selalu suram. Hahahaha.”
“Doa buruk kembalilah pada yang mengirim!”
“Hahaha.”
Suara itu pun pergi, tidak lagi terdengar dalam kepalaku. Aku kecewa pada diriku karena pada akhirnya tetap tidak bisa mengetahui siapa orang yang mengirimkan suara tadi. Selain itu, dia menantangku, maka aku akan membuatnya merasakan kekuatanku yang sesungguhnya.
“Baik! Aku akan memulihkan kekuatanku sampai maksimal! Akan kuhancurkan siapa pun kau jika kau menggangguku lagi!”
Tekadku sudah bulat, aku memutuskan untuk berkultivasi lagi. Namun, sebelum itu aku harus sedikit melatih otot-ototku yang kaku. Kuharap aku tidak mengeluarkan kekuatan yang berlebihan.
Akan tetapi, sebelum aku mendapatkan ide tentang apa yang harus kulakukan, mendadak di depanku muncul sesosok yang berlapiskan warna hitam. Wajahnya tidak terlihat, dia tampak mengeluarkan aura yang menyala-nyala bagaikan api berwarna hitam.
“Oh iya, aku lupa, aku sudah menyiapkan hadiah kecil untukmu. Semoga kamu suka!”
“Omong-omong, dia sangat kuat.”
“Tidak jauh lebih kuat dariku, suara aneh!”
“Itukah julukan yang kau berikan?”
“Berisik!!!”
“Dia datang. Haha!”
“Akan kuhancurkan dengan satu pukulan!”
Satu, tidak, dua atau tiga pukulan tetap tidak dapat menghancurkan makhluk ini? Apa kekuatanku sekarang memang selemah ini?
“Hahaha. Sudah kubilang, dia sangat kuat!”
“Tapi masih belum bisa sebanding denganku.”
Aku melesat cepat, melapisi lenganku menggunakan elemen angin, sementara kakiku dengan elemen petir. Pukulan keras dengan tangan kanan kuluncurkan, tepat ke wajah makhluk itu, tetapi pukulanku malah menembusnya. Itu seperti aku sedang memukul asap.
Sejenak aku mundur, menjaga jarak sembari tetap memerhatikan gerak-gerik makhluk aneh itu. Kurasa pukulan biasa tidak akan bisa untuk menghancurkan makhluk ini, tetapi apa yang harus kulakukan?
__ADS_1
“Bagaimana? Apa kau mau menyerah, Luo Xiao?”
“Menyerah?” Aku tertawa pelan. “Seorang Raja Daratan—Luo Xiao, menyerah padamu? Jangan bermimpi.”
“Aku ingin melihat apa yang bisa kau lakukan padanya!”
“Itu bukan hal sulit.” Aku menarik napas sejenak, megembuskannya, lalu menjentikkan jari. “Jika dia hanya berupa asap, maka aku hanya perlu menyerangnya dengan air.”
Tubuh makhluk tadi pun seketika dibungkus oleh air. Aku tidak akan membiarkan dia lepas begitu saja.
“Kau terlalu meremehkannya.”
“Huh?”
Ternyata dugaanku benar, makhluk itu tidak sesederhana hanya terbuat dari asap yang dipadatkan. Dia memiliki kemampuan untuk mengubah tubuhnya menjadi kuat seperti baja atau pun tidak dapat dihancurkan seperti asap. Sekarang, aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku akan menjadikannya samsak tinju!
“Hei, suara aneh. Aku memiliki satu permintaan, apakah boleh?” tanyaku, untuk pertama kalinya aku yang membuka percakapan dengan orang yang mengirimkan suaranya ke dalam pikiranku.
“Apa sekarang kau sadar harus meminta pertolonganku?”
“Aku tidak peduli, tetapi aku ingin kau mengubah makhluk ini menjadi bentuk terkuat yang dia bisa!”
“Oh … aku paham apa yang kau maksud.”
“Kalau begitu, cepat lakukan. Ini adalah perintah Raja!”
“Lebih tepatnya mantan raja yang telah kehilangan semua kekuasaannya.”
“Jadi kau mau atau tidak?”
“Tidak masalah.”
Aku menunggu sejenak, sampai akhirnya makhluk tadi berubah. Namun, aku tidak begitu familiar dengan wujudnya. Dia berubah menjadi semacam logam? Kurasa ….
“Ini adalah tungsten,” kata suara aneh. “Kau pasti baru tahu dariku, kan? Hahaha!”
“Ya, ya, ya. Terserah padamu!”
Tungsten, ya ….
Logam jenis baru? Mungkin. Aku tidak tahu.
baru bisa up, baru balik
__ADS_1