
Mereka di pertemukan di sebuah tempat bimbel
yang sedang ramai-ramainya di kota Raja dan Rania. Fakta yang semua orang belum
tahu termasuk Ibu dan Ayah Raja bahwa Raja dan Rania ini terpaut usia yang
begitu jauh dan disini Rania lebih tua tiga tahun dari usia Raja. Teman-teman
Rania waktu itu melihat Rania aneh dan bingung kenapa Rania bisa mau berkencan
dengan lelaki yang usianya lebih muda darinya mereka menyebutnya brondong.
"Lagi pula Raja juga nggak keliatan
banget kalau dia brondong" jawab Rina saat nunggu jemputan sepulang mereka
bimbel.
Setelah tidak bimbel di tempat itu, Raja dan
Rania tetap menjalani hubungan seperti biasa selayakanya pasangan berkencan dan
semenjak tidak bimbel di tempat itu Rania sering bermain kerumah Raja dan
bertemu dengan keluarga Raja. Rania senang mendapat keluarga baru bahkan Rania
sudah dianggap sebagai anak Ibu Raja sendiri.
Waktu masih satu tempat bimbel, Rania dan Raja
beda sekolah mereka hanya mengandalkan pertemuan di tempat bimbel. Rania waktu
itu benar-benar tidak mendengarkan perkataan teman-temannya bahkan guru bimbel
pun sudah mengatakan jika berkencan dengan lelaki yang lebih muda dari kita
pasti banyak saja cobaannya. Pikir Rania waktu itu memang sesuatu hal yang
wajar jika dalam suatu hubungan ada yang namanya masalah.
Tapi...
Ini masalahnya memang beda.
Rania tahu dan terus sadar diri jika usianya
dengan Raja terpaut lumayan jauh dan itu juga yang membuat pemikiran Raja susah
di samakan dengan pemikiran Rania saat itu. Masalah awal muncul ketika mereka
pertama masuk ke dunia pendidikannya masing-masing dimana Raja masuk SMA dan
Rania harus masuk di bangku perkuliahan. Kalian bisa bayangkan sejak kapan
mereka mulai berkencan dan memulai hubungan yang dianggap orang-orang ini tidak
biasa.
Rania begitu memahami keadaan Raja yang baru
saja menjadi anak putih abu-abu dan mencoba untuk membantu disetiap kesuliatan
yang ditemui oleh Raja pada mata pelajaran tertentu. Raja yang masih anak
bawang ia sedang senangnya bertemu dan menggoda wanita putih abu-abu juga.
Banyak alasan saat itu yang diberikan oleh Raja kepada kekasihnya saat malam
minggu tiba, mereka yang biasanya saling berkunjung atau menghabiskan waktu
__ADS_1
melalui ponsel semenjak menjadi anak putih abu-abu Raja berubah hampir 100%.
Meski begitu Rania masih tetap membanggakan
kekasihnya yang dipandang sama dengan teman bimbelnya, lelaki brondong yang
masih suka main hati sana-sani. Raja pernah berkata kepada Rania jika ada yang
berkata seperti itu biarkan itu memang persepsi orang dan mereka harus tetap
mempertahankan hubungan itu.
Kurang lebih tiga tahun Rania dan Raja harus
menjalani hubungan dengan terpaut oleh usia yang jauh. Yang pada akhirnya Raja
mengahiri dengan alasan
"Kamu sudah terlalu sibuk dengan
kegiatanmu Ibu juga selalu menanyakanmu tapi kamu tidak ada usaha untuk
datang"
Alasan begitu luas yang akhirnya bisa
diberikan kepada Rania untuk mengakhiri hubungan mereka selama tiga tahun ini.
Sulit sekali Rania untuk menerima ini, tiga tahun bukan waktu yang sebentar
banyak hal konyol hal menyedihkan hal menyenangkan yang Raja berikan untuk
Rania lalu Rania kembalikan juga kepada Raja.
Saat dijalanan yang sepi sepulang ia pulang
kuliah, Rania kembali memikirkan omongan orang-orang tentang berkencan dengan lelaki yang lebih muda dari
wanita putih abu-abu yang lebih baik dari pada Rania.
Air mata Rania tidak bisa terkendali hingga ia
tiba dirumah dan mengakhiri hari yang lelah itu dengan mendarat ke kasur yang
empuk di tambah air mata yang membasahi bantal kesayangan Rania.
Saat itu yang dipikirkan oleh Raja adalah
mendapat pengalaman cinta baru di tingkat
sekolahnya itu dan disisi lain ia juga sedang memikirkan usaha clothing bajunya
itu. Selama bersama Rania, Raja tidak pernah
membicarakan tentang rencana usaha clothing bajunya Raja tidak mau mantan
kekasihnya itu ikut campur dalam keinginannya. Di usia seperti Raja saat itu
egois dan ambisi yang begitu besar sehingga Raja tidak ingin satu orangpun ikut
turun tangan tidak terkecuali kekasih Raja yang baru itu.
Tidak ada
selang berapa lama Raja dan Rania menyudahi hubungan mereka Raja sudah
mendapatkan perempuan pengganti Rania yang baru jelasnya ia satu sekolah dan
sepantaran dengan Raja. Ketika itu dunia maya sudah mulai berkembang pesat dan
__ADS_1
Raja mulai rajin mengumbar kemesrahan dengan perempuan barunya hingga di ketahui
oleh salah satu teman kuliah Rania.
“Ya emang
begini kan kalau elo pacaran sama brondong”
“Ya mungkin
dia ingin mendapatkan wanita yang setara dengannya, termasuk usianya”
“Lagian lo
ketika bimbel itu mata lo lagi ketutup sama mata pelajaran apa si Ran sampai
bisa-bisanya mau jadian sama Raja ini” tanya teman Rania yang masih fokus
memandangi ponselnya.
“Males gue
bahas Raja, tutup aja ponselnya” suasana hati Rania langsung berubah dan ia
memutuskan untuk tidak mengikuti mata kuliah hari itu.
Berkencan dengan
lelaki yang usianya jauh dibawah Rania membuat ia hampir gila, bukan Rajanya
tapi omongan teman-teman barunya ini membuat ia harus menyendiri dan
menghilangkan bayangan wajah Raja dengan kekasihnya yang baru itu. Mendengar
usainya hubungan Rania, teman Rania semasa bimbel tidak heran karena saat
mereka terkahir bimbel di tempat itu teman Rania sudah memprediksi hubungan
Rania akan berhakhir di saat Raja menjadi anak putih abu-abu.
Dari sinilah
Rania tidak atau bisa dibilang belum berkencan lagi dengan lelaki siapapun
hingga ia lulus kuliah dan sekarang Rania sudah bekerja di salah satu
perusahaan ekspedisi di kotanya.
Dan Raja?
Dia sudah
duduk di kursi kebesarannya dan masih saja dengan pergaulan yang masih melekat
di dirinya sejak ia menjadi anak putih abu-abu.
Tidak ada
yang bisa tahu bagaimana cara kerja semesta untuk mereka, memberi keajaiban
atau mentakdirkan mereka berdua.
Rania dan
Raja
Pasangan
yang bertemu di tempat bimble dan terpaut usia yang begitu jauh.
__ADS_1
***