
Binar tidak tenang. Sosok Mila tidak bisa dianggap remeh. Dulu wanita itu berhasil merusak hubungan Binar dan Albiru. Kehadiran Mila tentu ancaman tersendiri untuk Binar.
Kegelisahannya itu membuat Binar memutuskan untuk menghubungi Fay. Binar sangat tahu bagaimana Fay membenci Mila.
"Assalamu’alaikum, Fay. Gimana kabar lo? Lagi sibuk ya?" Ucap Binar memulai percakapan.
"Waalaikumsalam... Alhamdulillah gue baik. Gimana kabar lo sama si kembar? Gue lagi senggang nih, ketemuan yuk."
Ajakan itu bagai angin segar untuk Binar. Dengan semangat Binar menyetujui ajakan Fay. Dia benar-benar tidak sabar untuk mengatakan keluh kesahnya pada Fay.
...****************...
Binar baru saja masuk ke dalam cafe dan langsung disambut lambaian tangan dari Fay. Gadis itu tampak sangat bersemangat.
"Duh... kangen banget sama si kembar!" Fay berseru senang menatap Nevan dan Nessa yang juga menatapnya.
"Nevan sama Nessa juga kangen sama aunty Fay." Binar berucap dengan meniru suara anak kecil.
Keduanya tertawa, sudah lama mereka tidak bergurau seperti ini.
"Gimana kabar lo, Bi?" tanya Fay saat melihat wajah Binar yang sedikit pucat.
"Alhamdulillah baik, cuma lagi ada beban pikiran aja." Binar menjawab dengan jujur, hanya dengan Fay dia bisa menceritakan keluh kesahnya.
"Ada apa, Bi?"
Binar menghela napas sebelum menjawab.
"Lo ingat Mila? Kakak tingkat kita waktu kuliah." Binar memulai ceritanya.
Menceritakan pertemuanya dengan Mila, tidak lupa juga menceritakan Mila yang saat ini bekerja di kantor yang sama dengan Albiru.
"Serius lo? Wah, gila sih manusia satu itu." Fay tampak begitu kesal setelah mendengar cerita Binar.
"Gue takut dia berbuat nekad lagi, Fay. Gue percaya sama Biru, tapi gue nggak percaya sama Mila. Lo tahu sendiri apa yang dia perbuat dulu."
"Gue ngerti kekhawatiran lo. Untuk saat ini kita pantau dari jauh apa yang dia lakuin. Kebetulan gue punya teman satu divisi sama Biru, nanti gue minta bantuan buat pantau si Mila."
"Makasih banget, Fay. Lo selalu bantuin gue, dengan begini gue jadi lebih tenang."
__ADS_1
"Gue hubungi teman gue dulu. Dia pasti sudah tau asal usul Mila." Dengan cepat Fay mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu.
Tidak lama ponsel Fay berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk.
Mila si anak baru? Centil banget dia, katanya sih jendes anak 1. Lo kenal dia, Fay?
Fay membaca dengan keras pesan dari salah satu temannya. Binar yang mendengar tentu saja cukup terkejut.
"Gue nggak tau harus bilang apa sih, Bi. Yang jelas status Mila sekarang bisa jadi ancaman. Gue percaya sama Biru, tapi Mila jelas nggak akan bisa dipercaya. Mengingat apa yang sudah pernah dia lakukan untuk merusak hubungan kalian."
Binar ingat itu, sangat mengingat jelas. Mila dan segala obsesinya untuk mendapatkan Albiru. Bahkan hubungan Binar dan Albiru saat itu hampir kandas.
...****************...
5 tahun yang lalu
Hubungan Albiru dan Binar mulai merengggang sejak kehadiran Mila. Kakak tingkat mereka yang dengan terang-terangan mengaku jatuh cinta pada Albiru.
Kehadiran Mila benar-benar menguras emosi Binar. Mila yang terkenal centil dan memiliki teman-teman centil juga, mereka biasa disebut sekumpulan penggosip.
"Kenapa sih kamu ikut organisasi bareng dia?" tanya Binar kesal saat mengetahui Albiru bergabung dengan organisasi pencinta alam, salah satu organisasi yang diikuti oleh Mila.
"Terserah kamu, kamu tahu dengan jelas segala resiko yang berhubungan dengan Mila." Binar berkata dengan marah, gadis itu segera beranjak meninggalkan Albiru.
Albiru menghela napas lelah, hubungan dengan Binar saat ini benar-benar diuji oleh gadis lain. Albiru ingin Binar menaruh kepercayaan padanya, sayangnya Binar tidak bisa melakukan hal itu.
Binar dan segala ketakutannya.
*
*
2 bulan setelah bergabung dengan organisasi pencinta alam, hubungan Albiru dan Binar semakin renggang.
Binar merasa Albiru semakin sibuk dengan segala kegiatannya. Belum lagi berita simpang siur yang mengatakan hubungan Albiru dan Binar kandas karena kehadiran Mila.
"Biru, bisa kita bicara sebentar?" tanya Binar melalui telepon.
Karena kesibukan Albiru, keduanya bahkan tidak punya waktu untuk bertemu.
__ADS_1
"Maaf sayang, aku ada rapat. Minggu depan ada acara camping *menyambut anggota baru." Jawaban Albiru membuat Binar semakin kecewa.
*
*
Yang lebih mengejutkan, seminggu setelah camping itu berita tidak menyenangkan tersebar. Berita bahwa Albiru dan Mila sudah resmi menjalin hubungan. Ditambah foto-foto kedekatan mereka*.
Binar sakit hati, kecewa dan terluka. Sayangnya, Albiru masih sulit dihubungi. Satu-satunya yang berada disisi Binar hanya sahabatnya, Fay.
Fay yang begitu marah langsung mendatangi Albiru di kampus. Gadis itu dengan berani menapar Albiru di hadapan teman-teman pria itu.
"Brengsek lo!" Maki Fay setelah puas menampar Albriu.
"Apa-apaan sih lo?" Albiru berusaha untuk tidak terpancing. Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian.
"Kalau lo sudah nggak cinta sama sahabat gue, setidaknya putusin dia baik-baik. Bukan malah main belakang sama cewek nggak tau malu itu!"
Bukan hanya Albiru yang terkejut, semua teman-teman pria itu juga tampak terkejut. Mila yang baru datang segera menghampiri Fay.
"Maksud lo apa?" tanya Mila yang merasa dihina.
"Oh, lo merasa? Bagus deh, setidaknya lo sedikit sadar diri!" Fay menjawab dengan sinis.
"Tunggu Fay, maksud lo apa?" Albiru bertanya tidak mengerti.
Dia benar-benar tidak paham kearah mana pembicaraan ini.
Fay menjelaskan dengan singkat berita yang beredar diluar sana. Albiru jelas saja terkejut, dia tidak mungkin mengkhianati Binar.
"Lo yang nyebar berita sampah itu?" Albiru bertanya dengan marah pada Mila yang terlihat ketakutan.
Mila tidak bisa menjawab karena jelas dia adalah dalang dari semua ini. Mila menjebak Albiru dengan segala cara dan membuat berita tidak menyenangkan itu.
Albiru marah dan sangat merasa bersalah. Albiru sadar bawah kesibukan membuat hubungan mereka memburuk ditambah kehadiran Mila.
Karena itulah Albiru dengan terang-terangan mengatakan tidak memiliki perasaan apapun pada Mila, melainkan hanya rasa muak yang tersisa.
Sejak hari itu Mila menghilang entah kemana. Gadis gila itu tidak pernah lagi muncul dan mengganggu hubungan Albiru dan Binar.
__ADS_1
TBC