Rumah Tangga

Rumah Tangga
PERTEMUAN


__ADS_3

"Raja kali ini kamu bisa dengarkan Ibu tidak?" suara Ibu Raja yang sedikit meninggi


"Dengarkan Ibu yang seperti apa lagi... Raja belum mau menikah Bu" jawab Raja sambil berdiri di pinggir jendela distronya.


Hari ini Raja tidak ikut serta dalam sarapan pagi dengan keluargnya ia langsung pergi ke distro karena Dio menyuruh untuk segera datang sedangkan Ibu Raja ingin berbicara serius dengan anak pertamanya itu.


Setelah bertemu dengan Rania akhir pekan kemarin, Ibu Raja berfikir dengan keras dan matang begitu yakinnya Ibu Raja mereka bisa kembali seperti dahulu dan bahkan bisa membina rumah tangga dengan baik, secara Raja dan Rania sudah terlihat begitu siap dalam hal materi.


Raja mengakhiri paksa panggilan suara dari Ibunya lalu kembali fokus dengan keadaan yang ada di distro. Sehubungan dengan baju edisi dua minggu lagi akan di perjual belikan Raja dan team distro sedang


melakukan persiapan dan mencoba mencari model untuk foto katalog. Raja sibuk dengan ponselnya mencari model untuk bajunya itu


"Bos lo kan punya banya ceweekk..."


"Diem lo ini juga gue lagi usaha cari cewek" jawab Raja dengan sedikit emosi. Maksud Dio, Raja punya banyak


cewek bayaran yang seharusnya bisa ia gunakan untuk menjadi modelnya. Raja sibuk dengan panggilan masuk sana sini dan begitu juga dengan team yang lainnya. Hari ini distro tampak lumayan ramai Raja sebagai pemilik distro juga menjadi sorotan penggunjung dan tidak sedikit yang ingin berfoto dengan Raja.


...


*Pesan dari Raisa.


"Lo sibuk nggak?" yang diawali pesan oleh Raisa


"Lumayan kayaknya lembur si gue, emangnya kenapa Kak?"


"Di deket kantor lo ada depot makan yang baru buka katanya si enak" Raisa telah memancing Adiknya untuk menemani Raisa makan disana


"Ya gue udah tahu bahasa lo yang kayak gitu"


"Jam tujuh bisa nggak Dek?"


"Bisa.. langsung kesana aja ya Kak"


"Okay... selamat bekerja Adik ku sayang" Raisa memberi pujian untuk Adiknya sebagai tanda terima kasih


"Dihh kebiasaan"


Rania hari ini tidak bekerja di kantin kantor karena matahari di pagi ini tidak begitu terik dan cuacanya sedikit sendu


mendung gitu pas sekali Rania sedang banyak kerjaan dengan dokument yang sudah menggunung jadi Rania bisa bekerja dengan tenang hingga pulang kerja nanti. Karyawan lainnya sedang merayakan kembalinya Rania di tempat bekerjanya setelah dua minggu bahkan lebih Rania bekerja tidak di tempatnya itu. Rania juga lumayan


kaget ia bisa duduk di tempat itu lebih lama. Semua tertawa senang dan satu persatu datang ke meja Rania sambil membawa sepotong kue dan minuman kemasan botol.


Sampai bertemu nanti dengan Raisa..


Kembali dengan Raja...


Raja sudah menemukan model yang pas untuk baju edisi barunya itu dan sekarang mereka sudah berada di salah satu studio foto yang tidak jauh dari distro itu. Distro Raja terletak di pusat kota yang semua orang bisa melihat dan mengetahui bahwa ada distro milik warga lokal yang tidak kalah kerennya dengan distro milik warga luar.


"Lo bayar berapa Bos?" Dio mendekati Raja yang ikut serta dalam pemotretan itu


"Gue minta setengah hari aja di kamar hotelsama sebotol anggur merah cukup lah untuk kita berdua"


"Ibu sudah minta buat lo nikah kan? Emang udah waktunya Bos... " jawab Dio yang membuat hati Raja tergugah lalu diam sejenak


"Ahh lo juga kemakan sama omongan ibu-ibu, nikah kan juga nanti ada saatnya" Dio memasang muka yang tidak


enak dan meninggalkan Raja. Raja terdiam dan berfikir ini pasti ada sesuatu hal yang mengganjal sampai Ibu Raja tiba-tiba membicaran tentang pernikahan. Raja bertanya-tanya kepada dirinya sendiri membingungkan dirinya sampai akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Zena...


Zena bungkam tentang pertemuannya dengan Rania akhir pekan kemarin semua itu atas permintaan Ibu karena dibalik itu semua Ibu memang mempunyai rencana untuk mereka berdua.


Berulang kali Zena berkata tidak tahu sampai Raja memberi suapan make up mahal tas terkenal pun Zena tetap bungkam. Raja kesal tidak bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan Raja sendiri itu. Raja mengalihkan semua pikiran tidak jelas itu dan kembali bekerja melihat model yang sedang bergaya membuat Raja ingin cepat datang ke kamar hotel.


"Selesai cukup banyak fotonya setelah itu akan di edit dan ditunggu publish dua minggu lagi"


Perempuan itu menghampiri Raja yang sedang menikmati teh hangatnya dengan laptop yang ada di depan Raja di ruang tunggu.


Wanita yang begitu menggoda menurut Raja. Ia kenal dengan wanita ini saat mereka tidak sengaja bertemu di bar&club ketika teman Raja sedang merayakan bertambah usia. Lumayan kenal lama dan saat itu hampir saja mereka masuk kedalam kamar hotel berdua sambil meminum anggur merah tapi terhalang dengan urusan yang lebih penting.


"Kamu lagi sibuk?" tanya perempuan itu kepada Raja


"Lumayan lagi periksa pendapatan, gimana udah selesai?" jawab Raja sambil meneguk teh hangatnya

__ADS_1


“Sudah kok makanya aku buru-buru cari kamu” jawab perempuan itu yang sedang membelai manja


pundak Raja


Tidak menunggu lama lagi Raja meninggalkan laptop dan teh yang masih berisi setengah cangkir diruang tunggu. Bersama perempuan itu, Raja berjalan melewati kerumunan karyawan studio lainnya dan melewati Dio juga. Melihat hal seperti itu mereka terdiam dan ada juga yang berbisik membicarakan Raja betapa dekatnya dengan perempuan model itu.


Raja membukakan pintu mobil untuk perempuan model itu dan disusul Raja yang masuk kedalam mobil mereka siap melaju menuju hotel yang sudah Raja pesan saat menunggu perempuan itu melakukan sesi pemotretan.


Dio yang melihat dari jendela studio hanya menggeleng-gelengkan kepala berserta helaan nafas panjang, berbalik badan dan melanjutkan pekerjaannya. Karyawan yang lain masih sibuk membicarakan Raja dan ketika Dio kembali ke tempat semua membubarkan kerumunan lalu kembali bekerja seperti biasa.


...


Kantin kantor Rania sudah lumayan ramai di kunjungi karyawan lainnya untuk segera menyantap makan siang. Sebelum jam istirahat tiba Rania sudah duduk di tempat favoritnya dan sudah ditemani teh hangan di sisi kanannya.


“Udah cepet aja si lo nyampek sini perasaan masih ada di ruangan” ucap Dimas yang tiba-tiba duduk di hadapannya sambil membawa mie kuah


“Ahhh kemarin gue habis makan mie kuah masa iya hari ini makan lagi” jawab Rania yang matanya tertuju kepada mie kuah milik Dimas


“Perasaan lo tiap hari makan mie kuah deh” jawab Dimas yang perlahan menyantap mie kuahnya


“Tumben banget sih Dim lo nyamperin gue”


“Nggak ada tempat kosong rame banget hari ini kayaknya orang-orang lagi bokek dehh makan siang aja pada ke kantin”


“Orang-orang itu termasuk lo?” ledek Rania yang setelah itu meneguk teh hangatnya


“Diem lo, makan sana gih kerja mulu”


“Sok perhatian banget deh lo”


Berlalu... Dimas tidak menanggapi perkataan Rania lagi dan melanjutkan makan siangnya sambil bermain ponselnya.


“Dim bentar gue ambil makan dulu”


“Laper juga kan Ibu dokument handal ini”


“Gue juga manusia ya pasti laper lahhh”


Rania berjalan ke meja makanan dan segera mengambil makanan, penjaga kantin pun terseyum dengan Rania lalu bertanya kepada Rania apa yang terjadi hari ini sehingga Rania tidak bekerja di kantin. Penjaga katin mendengar penjelasan dari rekan Rania yang ada di belakangnya, sedikit sedih penjaga kantin mendengar hal tersebut ia


“Ran.. Baju ini bagus nggak?” Dimas yang mengarahkan ponselnya kearah wajah Rania


“Bagus, kesukaan gue itu warna dan tulisan di bajunya tidak begitu norak”


“Yang edisi ini aja aku belum bisa beli Ran dua minggu lagi bakal keluarin edisi baru”


“Emang itu baju punya warga lokal?”


“Jelas dong... gue kan pencinta barang lokal”


“Habis gajian ajak gue kesana ya”


“Ahahaha kita satu pikiran Ran. Ehh lo tau nggak yang punya distro ini cakep banget Ran sapa tahu lo bisa jadi pendampingnya”


“Dim nggak usah ketinggian deh kalau menghayal gue siapa dia siapa”


Dimas langsung menunjukan foto pemilik distro yang Dimas maksud. Dengan wajah yang jelas dan pose pemilik distro itu membuat Rania tersedak saat melahap makananannya. Rania terkejut dengan wajah pemilik distro yang memang begitu tampan tapi wajah itu wajah yang Rania kenal.


...


Hari yang cepat berganti Raja sekarang berhenti di depan apartement perempuan yang sudah menemaninya hampir seharian itu. Raja melihat senyum perempuan dan lekuk tubuh yang sudah ia jajah tadi, puas Raja sudah puas dan mereka sekarang impas.


Perempuan itu masuk kedalam lobby apartement sudah hampir seharian perempuan itu bekerja untuk Raja. Senyum nakal Raja tiba-tiba hadir di bayangan Rania saat tadi di kantin bersama Dimas. Raja dan Rania yang sudah lama tidak bertemu lalu mereka harus teringat kembali melalui orang-orang terdekat mereka.


Makan malam pun harus di lakukan oleh Raja ia mencari tempat makan yang enak dan sesuai dengan keadaan perut Raja. Ia tidak mengajak perempuan tadi karena Raja ingin menikmati makan malam yang sendiri dan tenang. Ibu Raja sudah berulang kali menelfonnya tapi Raja tidak ingin merespon biarkan nanti menjadi urusan dirumah.


Menemukan tempat makan yang seperti ini belum Raja ketahui, dengan segera ia memarkirkan mobilnya di halaman parkir depot makanan tersebut.


Tidak salah pilih Raja berjalan ke kasir untuk memesan makanan yang begitu cocok di perut Raja dengan satu porsi makanan dan dua minuman jumbo yang sekarang sedang dibawa Raja untuk mencari tempat duduk.


Sebelum mulai makan malammnya ia berkata kepada Dio jika ia sedang menikmati makan malam yang nikmat jangan sekalipun Dio mengirimi pesan atau telfon dengan alasan apapun itu. Waktu berharga Raja terkadang terdapat di saat ia makan.


...

__ADS_1


“Dek... Maaf banget kayaknya kita nggak jadi makan malam bareng ini tiba-tiba aja Kakak ada rapat sama pimpinan beliau baru aja datang” suara Raisa yang terdengar jelas di telinga Rania membuat Rania ingin marah kepada Kakaknya.


“Gue take away aja nih makanannya buat elo?” masih ada sisi baik hatinya nih Rania.


“Nggak usah disini juga lagi disiapin makan malam kayaknya bakal ada makan malam juga sama pimpinan” jawab Raisa yang masih merasa bersalah


“Yadehhh... Semoga lo aman-aman aja ya sama pimpinan”


“Maksud lo?”


“Ahahaha nggak papa, yaudah gue turun aja deh bye Raisaaa” Rania menutup telfonnya dan segera turun dari mobil. Seandainya Raisa bisa datang kesini sebagian menu makanan disini adalah makanan favorit Raisa sayang Raisa harus menunda kehadirannya disini.


Rania mengambil barisan untuk mengantri di kasir ini tempat memang terlihat baru buka lampu depotnya begitu terang dan banyak juga pengunjung yang sudah mendapatkan potongan harga untuk sekali makan di tempat ini.


“Ayam katsu pakai sause keju ya Mbak sama minumnya soda merah” Rania memasan makanan yang


sudah Rania riset dari pengunjung yang datang. Makanan sudah ada di hadapan Rania kini ia berjalan mencari meja yang kosong semua penuh pengunjung yang datang rata-rata berpasangan, Rania terus berjalan sampai ujung masih tidak menemukan tempat duduk sampai..


“Permisi... Boleh join nggak tempat duduknya”


“Yaa sihlakan”


Rania mendapat tempat duduk tapi harus berbagi dengan salah satu pengunjung lainnya. Rania tidak akan lama setelah menyelesaikan makannya ia langsung beranjak dari sana dan istirahat sejenak di mobil, begitu rencana Rania. Ingin menikmati makanan ini lebih lama tapi apa daya jika tempat ini butuh tempat yang silir berganti.


“UHUUKKK UHUUKKK” orang yang berada di depan Rania sepertinya tersedak dan dengan sigap Rania menyodorkan minuman milik orang tersebut. Orang tersebut tersedak bukan karena makanannya melainkan karena ia mengetahui jika itu...


“Raniaa...”


“Ka...kamu...” nafsu makan Rania langsung hilang ia bergegas untuk meninggalkan tempat itu dan berjalan dengan cepat menuju parkiran. Orang itu mengejar Rania dan mendapati tangan Rania.


“Makasih tadi sudah di beri kesempatan buat join tempat duduk” kata Rania dengan tegas. Seseorang itu malah berganti menarik Rania hingga ke mobilnya


“Kita bisa bicara sebentar?”


“Apa lagi yang harus di bicarakan Ja?” Seseorang itu adalah Andhika Raja, masalalu dari Rania. Mereka sekarang sudah di dalam mobil Raja dengan nafas yang terengah-engah.


“Pertemuan yang luar biasa” kata Raja sambil mengatur nafasnya


“Apanya yang luar biasa? Lo mau banggain kenakalan lo?” jawab Rania yang ketus.


“Masih nyimpan dendam banget sama gue?”


“Bukannya itu yang membuat lo sekarang terkenal selain distro baju lo?” Rania meningingat tentang wajah yang diberi tahu oleh Dimas saat di kantin tadi.


“Kenapa lo makin cantik sekarang?” Raja yang lebih mendekat kepada Rania


“Bukan gue yang makin cantik elonya yang nggak pernah nganggap gue ada” Rania mencoba turun dari mobil tapi pintu mobil Raja terkunci dengan otomatis.


Dengan nafas yang sudah tidak terengah-engah lagi Rania dan Raja kembali berbicara dengan tenang setelah helaan nafas panjang mereka. Mereka berbicara tentang bagaimana mereka sekarang dengan siapa mereka sekarang dan jalan yang bagaimana mereka ambil untuk kedepannya.


“Gue minta maaf ya Ran” kata Raja yang menatap Rania begitu dalam


“Nggak ada yang perlu dimaafin gue juga udah lupain kok tadi cuma belum siap aja ketemu lo


dikeadaan seperti ini”


“Tapi jika harus menjalani hubungan untuk kali kedua gue belum siap Ran”


“Hah? Ahahahah lo kok mikir gue bakal minta balikan? Raja... Umur kita lo paham kan untuk sekarang pun gue juga tidak akan membuang waktu dengan laki-laki yang masih bermain-main kayak elo”


“Gue nggak nyangka lo bakal jual mahal kayak gini”


“Kecuali...”


“Kecuali apa?”


“Nggak papa, udah malem gue pulang aja” Raja membuka kunci pintu mobilnya dan membiarkan mantan kekasihnya turun untuk kembali ke mobilnya”


Kembali Raja menghelakan nafas panjang jantung yang masih berdegup kencang hanya kepada Rania Raja masih merasakan seperti ini dan ia memukul jidadnya karena sudah berfikir lebih Rania akan kembali kepadanya. Sama halnya dengan Rania yang masih tidak percaya dengan pertemuannya ini singkat tapi mengagetkan mulai dari


foto yang Dimas tunjukan cengkraman tangan Raja yang kuat semua masih terbayang dan tidak menyangka hal ini terjadi.


Mereka berdua tampak bersamaan keluar dari depot makan tersebut dan kembali kerumah dengan perasaan

__ADS_1


yang masih tidak percaya terutama Rania.


***


__ADS_2