Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 81 - Tragedi -


__ADS_3

Mila benar-benar membenci Binar. Dulu dia harus mengalah dari Binar dan sekarang dia juga harus mengalah. Semua karena Binar merebut Albiru darinya 5 tahun yang lalu, sekarang dia harus dipaksa berjauhan dengan Albiru.


“Binar benar-benar beruntung bisa memiliki Albiru. Wanita itu nggak pantas untuk pria sebaik Albiru, harusnya aku yang ada diposisinya sekarang.”Ucap Mila menatap penuh dendam pada Binar.


Mila sekarang berada di depan rumah Albiru dan Binar. Wanita itu tengah mengintai kegiatan sepasang suami istri yang tengah bermesraan di depan rumah. Mila iri, dia pikir seharusnya dia yang ada diposisi Binar saat ini.


Binar sendiri tengah mengantar Albiru yang akan pergi bekerja. Kebiasaan ini Binar terapkan sejak melihat betapa romantisnya hubungan Ayan dan Bundanya.


“Aku berangkat dulu ya, sayang. Jaga diri di rumah, jangan terlalu capek, assalamualaikum.” Albiru dengan hangat mengecup kening Binar.


“Waalaikumsalam, kamu hati-hati ya. Yang semangat kerjanya, sayang.” Ucap Binar setelah menyalimi Albiru.


Albiru segera berangkat kerja, meninggalkan Binar yang masih setia berdiri di depan teras rumahnya. Sekilas Binar melihat sebuah mobil yang tampak tidak asing dimatanya. Binar pernah melihat mobil itu tapi, dia lupa siapa pemiliknya.


Sedangkan Mila yang melihat Binar tengah memperhatikan mobilnya segera pergi. Dia tidak mau sampai Binar tahu bahwa selama ini Mila memata-matainya.


...****************...


Albiru tahu ada yang mengikutinya karena itulah dia sengaja menepika mobilnya. Beruntung masih ada cukup waktu untuk sampai ke kantor.


Albiru segera keluar dari mobilnya, menunggu siapa yang dengan berani mengikutinya dipagi hari seperti ini. Ternyata orang yang mengikutinya adalah Mila, wanita itu dengan tidak tahu malunya berjalan mendekat ke arah Albiru.


“Ternyata lo.” Ucap Albiru muak, pria itu bergegas kembali ke dalam mobil.


Mila dengan sigap menahan Albiru membuat pria itu segera menepis tangan lancang Mila. Albiru merasa jijik dengan sentuhan Mila, wanita yang tidak tahu malu.

__ADS_1


“Tunggu sebentar, aku cuma mau ngomong sebentar.” Ucap Mila memohon, dia mungkin rela bersujud agar Albiru mau mendengarkannya.


“Menjauh dari gue!” Tegas Albiru membuat Mila sakit hati.


“Kamu sejahat ini Albiru? Kenapa kamu sejahat ini? Kamu bahkan buat aku dimutasi jauh dari kantor pusat.” Mila berucap dengan suara bergetar menahan tangis, hatinya sakit dengan perilaku Albiru.


“Lo yang buat gue mengambil tindakan itu. Lo nggak sadar sama tingkah nggak tahu malu lo itu?” Albiru melirik sinis.


“Aku cuma berusaha mengambil hati kamu. Nggak ada yang salah dengan orang yang sedang jatuh cinta. Kenapa kamu bisa sejahat ini?”


“Salah! Jelas salah karena gue pria beristri dan gue punya anak! Dimana otak lo itu?”Ucap Albiru dengan nada tinggi, dia benar-benar sudah muak dengan Mila.


“Kamu tahu gara-gara malam lima tahun yang lalu aku harus menerima semua hal buruk. Aku hamil diluar nikah dan harus menikah dengan pria yang nggak pernah aku cintai.” Mila mulai membuat drama dengan air matanya.


“Bukan urusan gue!” tegas Albiru.


“Sekali lagi gue bilang, itu semua bukan urusan gue!” Albiru menatap Mila dengan muak, kemudian bergegas kembali ke dalam mobilnya.


“Kamu akan menyesal memperlakukan aku seperti ini Albiru!” Teriak Mila penuh ancaman sebelum Albiru masuk ke dalam mobil.


Albiru mengabaikan ancaman Mila, menganggap angin lalu ucapan wanita itu. Sudah cukup Albiru membuang waktunya untuk wanita tidak tahu malu itu.


Mila segera masuk ke dalam mobilnya dan menangis seorang diri. Untuk kedua kalinya dia gagal mendapatkan Albriu, pria yang dia cintai selama bertahun-tahun.


Awalnnya Mila sudah tidak berharap dengan Albiru, sampai suatu hari seseorang yang tidak dia kenal mengiriminya pernikah foto Albiru dengan Binar.

__ADS_1


Foto yang berhasil membuat Mila mengingat kembali masa lalunya. Dia tidak rela jika Binar bisa mendapatkan hati Albiru, sedangkan dia harus menyandang status janda 1 anak dan hidup menderita tanpa cinta.


“Kamu jahat Albiru! Kamu jahat!” Mila berteriak marah dengan air mata yang terus mengalir.


Dalam hati Mila berjanji akan membuat perhitungan dengan Binar. Menurut Mila, jika dia tidak bisa mendapatkan Albiru maka, Binar tidak boleh hidup bahagia dengan Albiru.


“Tunggu pembalasanku Binar,” ucap Mila penuh dendam.


...****************...


Beberapa hari ini hidup Binar dan Albiru tampak damai tanpa gangguan dari Mila. Mereka pikir mungkin saja Mila sudah benar-benar menyerah setelah peristiwa pagi itu. Binar merasa lebih aman dan nyaman tanpa gangguan dari Mila.


Hari ini Binar memutuskan bertemu dengan Fay sekaligus makan siang bersama. Sudah lama dia tidak saling curhat dengan sahabatnya itu.


Binar tidak memiliki firasat apapun, wanita itu merasa semua berjalan normal dan sebagaimana mestinya. Namun, siapa sangka peristiwa mengerikan akan terjadi.


Saat Binar keluar dari dalam taksi, sebuah mobil tidak dikenal melaju dengan cepat dan menabrak Binar tanpa ampun. Kejadian yang begitu cepat dan mengerikan mengundang teriakan orang-orang yang menjadi saksi.


Fay yang baru sampai terkejut melihat kerumunan orang-orang. Firasatnya mulai tidak enak, dia takut sesuatu yang buruk terjadi.


“Ada apa ya Mbak, kok ramai sekali?” Tanya Fay pada salah satu wanita yang berlari menjauh dari kerumunan.


“Itu Mbak, ada korban tabrak lari.” Jawaban itu membuat firasat Fay semakin tidak enak.


Dengan ragu Fay berjalan mendekati kerumunan dan betapa terkejutnya dia saat mendapati tubuh Binar yang sudah berlumuran darah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2