Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 85 - Pelaku Utama -


__ADS_3

Setelah tangis yang menyesakkan, perlahan Binar kembali tenang. Albiru dengan setia menggenggam tangan Binar, memberinya kekuatan.


"Aku harus apa, Bi?" tanya Binar pelan.


"Kita bersama-sama menghadapi ini. Pelan-pelan, kita harus bisa menerima ini semua." Bisik Albiru sembari mengecup kening Binar dengan lembut.


"Rasanya sakit, Bi. Kenapa aku harus mengalami hal menyakitkan ini?"


"Kita sama-sama terluka, percayalah seiring berjalannya waktu kita bisa menyembuhkan luka ini. Ingat sayang, ada Nevan dan Nessa yang menunggu kamu."


Binar termenung, perkataan Albiru benar. Ada kedua anak kembar mereka yang menunggu. Seharusnya Binar bisa menerima ini semua dengan lapang dada. Namun, duka dan rasa kecewa itu tidak bisa dicegahnya.


"Temani aku hadapi kenyataan pahit ini, Bi. Tetap disampingku ya." Pinta Binar lirih.


Albiru mengangguk kemudian memeluk Binar dengan erat. Menyalurkan rasa cintanya lewat pelukan hangat yang sangat dibutuhkan Binar.


"Kita berjuang bersama-sama, aku akan selalu disamping kamu. Ada Allah yang akan terus bersama kita." Bisik Albiru sembari mengeratkan pelukannya.


*


*


Binar baru saja keluar dari rumah sakit. Ketika melihat senyum kedua anak kembarnya, semua rasa sakit yang Binar rasakan seolah lenyap tak bersisa.


Binar memeluk kedua anaknya dengan erat, menyalurkan rasa rindu. Albiru yang melihat hal itu tersenyum bahagia, setidaknya Binar sudah mulai bangkit dari rasa sakitnya.

__ADS_1


"Nevan sama Nessa kangen ya? Maaf ya Mama terlalu lama sakitnya. Mama kangen banget sama kalian." Dengan gemas Binar mengecup pipi chubby kedua anaknya. Nevan dan Nessa kompak tertawa dengan lucu.


Albiru merasa sedikit lega melihat Binar yang bisa kembali tersenyum ceria. Terdengar klakson mobil dan tidak lama datanglah Rio dengan senyum hangatnya.


"Assalamu’alaikum, maaf ya baru datang sekarang. Gimana keadaan kamu, Bi?" Rio mendekat, menatap Binar dengan lembut.


"Alhamdulillah, sudah lebih baik. Makasih Rio sudah mau datang." Jawab Binar dengan senyum manisnya meski masih ada duka dimata indah itu.


"Bi, kamu istirahat dulu ya. Biar aku yang menemani Rio, kamu sama si kembar ke kamar ya." Albiru segera menyela, dia tahu pasti maksud kedatangan Rio hari ini.


Rio mengangguk, membenarkan ucapan Albiru. Binar yang merasa tidak bisa melawan akhirnya menuruti ucapan Albiru dan Rio.


Setelah Binar masuk ke dalam kamar, Albiru segera mengajak Rio ke halaman belakang. Ada pembicaraan rahasia yang ingin mereka bicarakan.


"Gue sudah cek cctv dan sudah minta keterangan beberapa saksi mata. Ini plat mobil pelaku, gue rasa ditutup pintar karena menggunakan plat mobil luar Jakarta."


Rio menyerah sebuah foto berisikan gambar plat mobil yang menabrak Binar. Tidak lupa Rio memberikan rekaman keterangan para saksi mata.


"Menurut lo, siapa dalangnya?" Tanya Albiru, dia masih buntu untuk menebak.


Kondisi kesehatan Binar menyita perhatiannya. Albiru tidak bisa berpikir jernih untuk saat ini.


"Gue mengantongi satu nama," Rio menjeda sebelum melanjutkan perkataannya dengan suara lirih.


"Mila. Gue yakin dia dalangnya dan lo harus tahu kenapa Milla bisa kembali mengganggu kalian." Lajut Rio membuat Albiru cukup terkejut.

__ADS_1


Albiru tidak menyangka Mila bisa berbuat sejahat ini. Wanita itu benar-benar sudah gila rupanya.


"Kalau benar-benar Mila, gua nggak akan lepasin dia dengan mudah. Gue yakin ada campur tangan orang lain." Albiru mengepalkan tangannya, menaruh dendam tak kasat mata.


"Adik angkat lo itulah yang membuat Mila kembali mengusik kehidupan lo dan Binar." Kembali Albiru dibuat terkejut oleh Rio.


"Ella? Gimana bisa dia berhubungan dengan Mila?" Tanya Albiru tidak habis pikir.


"Gue nggak tau gimana mereka bisa bertemu. Tapi, satu hal yang pasti bahwa kedatangan Mila ada campur tangan adik angkat lo itu."


Albiru menghela napas berat, tidak menyangka Ella akan kembali berbuat onar. Albiru pikir setelah pembalasan yang diterima Ella sudah bisa membuat gadis itu sadar. Namun, ternyata Ella tidak pernah bisa tobat.


"Lo tenang aja, kedua wanita itu urusan gue. Gue akan cari bukti kuat untuk menghukum Mila dan untuk adik angkat lo itu, gue sudah menyiapkan hukuman khusus." Ucap Rio dengan senyum sinisnya.


"Gue percaya sama lo. Sekali lagi thanks, gue benar-benar berterima kasih sama lo untuk semua bantuan lo." Albiru berucap dengan tulus mengubah senyum hangat dari Rio.


Rio sudah memikirkan berbagai macam rencana untuk menjerat Mila. Dia akan membuat wanita itu membayar atas luka yang diterima Binar.


Untuk Ella, sudah ada hukuman yang menantinya. Hukuman yang akan membuat gadis itu memohon ampun.


Rio tidak akan melepaskan orang yang sudah membuat air mata Binar mengalir. Dia tidak akan memaafkan orang yang sudah membawa luka dikehidupan Binar.


Tunggu dan lihat saja, semua akan mendapat balasannya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2