Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 80 - Kepercayaan -


__ADS_3

Albiru menceritakan semua informasi yang dia tahu kepada Binar. Informasi yang berhasil membuat Binar terkejut. Binar sendiri tidak tahu mengenai rencana Mila dulu yang ingin menjebak Albiru.


“Terus siapa yang malam itu tidur sama dia?” Tanya Binar penasaran setelah mendengar cerita Albiru.


“Aku lupa namanya, yang jelas dia salah satu senior juga. Aku juga nggak tahu kabar selanjutnya, sudah muak berurusan sama dia.” Jawab Albiru sambil mencoba mengingat siapa nama pria malam itu.


“Di kantor dia masih buat ulah setelah kamu tegasin?” tanya Binar lagi.


“Ya seperti yang kamu tahu gimana nggak tahu malunya dia. Karyawan yang lain sudah bergosip tentang dia yang nggak tahu malu dan dia tetap dengan percaya diri berusaha mendekati aku.” Albiru menghela napas, sungguh dia lelah dengan sikap tidak tahu malu Mila.


“Dia benar-benar nggak tahu malu, tadi ... aku juga sempat permaluin dia di depan umum.”


“Permaluin gimana?” Albiru bertanya penasaran, dia sangat mengenal karakter Binar.


“Aku bilang dia mau coba rebut suamiku di depan pengunjung restoran. Hasilnya dia disoraki dan memutuskan untuk pergi. Padahal, tadi aku sudah berusaha bersikap baik sama dia. Aku nggak ngerti deh kenapa dia tergila-gila banget sama aku.”


“Aku juga bingung apa yang sebenarnya dia mau. Dia sudah menikah kemudian bercerai dan sekarang datang berharap bisa merebut aku dari kamu.”


Binar menghela napas, ada satu hal yang dia pikirkan saat ini.


“Gimana sama anaknya ya? Orang-orang yang tahu sikap Mila pasti akan bergosip dan suatu saat anaknya mengerti. Kasihan kalau anaknya harus menanggung malu.”


“Benar, anaknya suatu saat pasti akan tahu sikap Ibunya.” Ucap Albiru membenarkan perkataan Binar.


“Aku harap mantan suaminya tahu dan segera ngambil anaknya kembali.” Binar berucap penuh harap, setidaknya anak Mila bisa dididik dengan baik oleh Ayahnya.


...****************...


Beberapa hari tanpa gangguan dari Mila membuat Binar sedikit lega. Binar pikir Mila mungkin saja sudah sadar akan sikap tidak tahu malunya. Namun, siapa sangka Mila justru kembali merecoki Binar dengan dengan pesan-pesan tidak bermutunya.


Binar, asal kamu tahu


5 tahun yang lalu aku dijebak dan hamil, ini semua gara-gara Albiru.


Mungkin kamu nggak percaya, tapi itulah kenyataannya.

__ADS_1


“Lihat ini Fay,” Binar menyerahkan ponselnya pada Fay agar sahabatnya itu membaca pesan yang dikirmkan oleh Mila.


“Gila wanita satu ini!” Fay berseru marah, tidak habis pikir dengan sikap Mila yang semakin menjadi.


Sebuah pesan dari Mila kembali muncul.


Kali ini berisikan foto seorang anak laki-laki berusia 4 tahun.


Ini anak aku, dia hidup tanpa kasih sayang Ayahnya.


Apa kamu nggak kasihan sama aku?


^^^Saya tahu cerita pastinya.^^^


^^^Saya harap kamu nggak mengumbar ^^^


^^^cerita bohong kamu itu.^^^


Binar segera membalas pesan Mila dengan harapan tidak ada lagi gangguan dari wanita itu. Sayangnya, Mila tentu saja tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia mau.


Apa kamu bisa setega itu?


Biarkan Albiru bertanggung jawab atas ulahnya.


^^^Jangan berkata seolah-olah kamu yang tersakiti.^^^


^^^Apapun cerita yang keluar dari mulut^^^


^^^kamu nggak akan saya percaya.^^^


^^^Saya hanya percaya pada suami saya!^^^


Binar segera memblockir nomor Mila. Binar merasa Mila benar-benar sudah gila, entah apa yang sebenarnya wanita itu inginkan dari Albiru.


Tidak lupa Binar mengirim bukti percakapannya dengan Mila pada Albiru. Dia berharap Albiru segera mengambil tindakan atau Mila akan semakin berbuat nekad.

__ADS_1


Abaikan dia, biar aku yang mengurusnya.


Apapun yang dia katakan, cukup percaya sama aku.


Jangan dipikirin ya sayang, aku nggak mau kamu stress.


^^^Aku percaya sama kamu, Bi.^^^


^^^Apapun yang dia katakan nggak akan aku percaya.^^^


^^^Tapi, tolong segera urus dia.^^^


^^^Aku nggak mau dia terus ganggu rumah tangga kita.^^^


Binar benar-benar berharap Albiru bisa segera menangani Mila. Dia tidak ingin rumah tangganya kembali kacau karena orang luar. Sudah cukup drama dengan adik angkat Albiru, dia tidak mau ada drama lainnya.


Binar sangat percaya betapa besar cinta Albiru untuknya. Pria itu setia dan selalu berada disisinya, menemani dan menjaganya dengan sepenuh hati.


Entah mengapa cobaan yang mereka hadapi selalu dari wanita-wanita yang menginginkan cinta Albiru. Mungkin karena suaminya adalah pria idaman bagi kaum hawa.


...****************...


Kali ini Albiru langsung mengambil tindakan tegas. Pria itu segera meminta bantuan Raka untuk menyampaikan keluhan terhadap Mila.


Beruntung Raka dengan sigap membantunya dengan melaporkan hal ini pada HRD disertai bukti dan juga saksi. Hari itu juga Mila segera dimutasi tanpa bisa memberikan perlawanan.


“Makasih ya Mas, lo sudah bantuin gue lagi.” Ucap Albiru saat urusannya dengan Mila selesai.


“Gue sudah bilang, lo itu sudah gue anggap Adik gue sendiri. Apapun masalah lo kalau gue bisa bantu pasti akan gue bantu. Sekarang lo pulang dan kasih tahu istri lo untuk nggak perlu mikirin soal Mila lagi.” Raka tersenyum hangat layaknya seorang Kakak yang bahagia sudah berhasil membantu Adiknya.


“Kalau gitu gue pamit ya Mas, sekali lagi makasih atas bantuannya.” Ucap Albiru yang segera bersiap untuk pulang.


Raut wajah pria itu tampak lebih bersemangat. Beban yang beberapa minggu ini menghantuinya kini sudah lepas membuat Albiru kembali bersemangat. Albiru berharap tidak ada lagi pengganggu rumah tangganya, dia hanya ingin hidup bahagia bersama istri dan anak-anaknya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2