Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 87 - Keluarga Kecil -


__ADS_3

Mila dinyatakan bersama dan mendapat hukuman 3 tahun penjara. Meski begitu, tentu saja tidak membuat Binar dan Albiru merasa senang. Mereka merasa hukuman itu tidak sebanding dengan apa yang diterima oleh Binar.


Untuk Ella sendiri, Rio sudah mengurus gadis itu tentunya tanpa sepengetahuan Binar. Menurut Rio, Binar cukup tahu siapa yang menabraknya. Dia tidak ingin menambah beban untuk Binar.


Binar sendiri sudah mulai menerima kenyataan pahit yang dia hadapi dan kini kondisi kesehatannya mulai membaik.


Albiru sangat bersyukur akan hal itu. Dia berharap kedepannya tidak ada lagi mengganggu keluarga kecil mereka.


"Gimana kabarnya hari ini?" Tanya Albiru yang baru selesai mandi. Pria itu baru pulang kerja dan segera membersihkan diri agar bisa berkumpul dengan Binar dan si kembar.


"Sudah lebih baik. Hari ini lumayan capek, Nevan sama Nessa benar-benar aktif." Jawab Binar sembari mengawasi si kembar yang sedang bermain.


"Alhamdulillah, tapi jangan terlalu capek ya. Kamu belum benar-benar pulih." Albiru mendekat memeluk Binar dengan hangat.


"Aku senang dibuat capek sama mereka. Rasanya rumah ramai dan aku nggak kesepian." Binar berbalik membalas pelukan hangat Albiru.


Albiru tersenyum hangat, menatap Binar dengan tatapan penuh cinta. Saat-saat seperti ini membuat Albiru merasa bersyukur telah memiliki Binar.


"Kamu Mama yang hebat," bisik Albiru.


"Kamu Papa yang hebat," Binar balas berbisik lirih.


"Nevan dan Nessa hebat sudah berhasil membuat Mamanya nggak kesepian lagi." Albiru mengalihkan perhatiannya pada si kembar.


"Ya, aku bersyukur ada mereka. Dengan begini, aku merasa ada sesuatu yang menyita perhatianku dan membantu melupakan kesedihanku." Binar tersenyum hangat, menatap kedua anak kembar penuh dengan rasa syukur.


"Kalau mereka besar nanti, mereka pasti bersyukur punya Mama yang hebat dan kuat seperti kamu."


"Mereka juga bersyukur memiliki Papa yang hebat, Papa yang bisa menjaga dan menyayangi Mama mereka."

__ADS_1


Kedua sama-sama terdiam, menikmati setiap momen si kembar. Melihat tawa polos dan bahagia si kembar membuat Binar menyelipkan harapan agar tawa itu tidak terampas.


...****************...


5 bulan berlalu.


Binar cukup terkejut melihat kedatangan Rio. Pasalnya selama beberapa bulan ini Rio menghilang tanpa kabar. Binar yakin pertemuannya dengan Gabby adalah penyebab utamanya.


Rio tampak berbeda, lebih kurus dan tampak lesuh. Terlihat tidak terurus. Ini jelas bukan Rio yang selama ini Binar kenal.


"Rio?" Binar menatap tidak percaya pada sosok Rio yang tengah duduk di teras rumahnya.


"Hai," sapa Rio disertai senyum manisnya.


"Kamu apa kabar? Kenapa hilang tanpa kabar?" Tanya Binar penasaran setelah mempersilahkan Rio untuk masuk ke dalam rumah.


"Aku baik, beberapa bulan ini ada banyak hal yang aku urus." Jawab Rio santai, seolah tidak ada yang salah dengan kepergiannya selama 5 bulan ini.


"Dia baik," Rio menjawab dengan singkat.


"Kalau Kak Gabby?" Binar kembali bertanya membuat Rio menghela napas.


"Dia pergi setelah pertemuan terakhir kalian." Rio menjawab santai, meski tatapan matanya terlihat berbeda.


"Maaf," Binar berbisik lirih.


Rio menggeleng pelan, tidak merasa Binar memiliki kesalahan. Bagi Rio, apa yang sudah dilakukan oleh Binar adalah hal yang benar dan wajar. Disini Rio yang bersalah, Rio yang berdosa.


"Aku mau ketemu Biru, ada hal yang mau aku sampaikan." Rio segera mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin Binar terus bertanya.

__ADS_1


"Aku panggilkan," Binar bangkit menuju kamar.


Tidak lama Albiru keluar kamar seorang diri. Sepertinya Binar tahu ada hal pribadi yang ingin disampaikan oleh Rio.


"Gimana kabar, lo?" Tanya Albiru berbasa basi.


"Cukup buruk," Rio menjawab apa adanya.


Berbeda dengan Binar tadi, kini Rio terlihat lebih terbuka.


"Gue tahu apa yang lo rasain. Gue minta maaf atas nama Binar." Ucap Albiru penuh sesal, namun Rio jelas menolak permintaan maaf itu.


"Nggak ada yang salah disini selain gue," jawab Rio singkat.


"Oke, sekarang apa yang mau lo bicarakan?" Albiru bertanya, kembali pada inti permasalahan.


"Gue butuh bantuan lo. Tapi, tolong rahasiakan ini dari Binar." Pinta Rio dengan sungguh-sungguh.


Albiru mengangguk yakin. Kali ini giliran Albiru yang membalas perbuatan baik Rio. Albiru akan membantu Rio dengan sungguh-sungguh.


Setelah ini hanya akan menjadi rahasia kedua pria itu. Cukup mereka yang tahu, tidak dengan orang lain.


TBC


**Akhirnya menuju ending..


tinggal 1 bab lagi dan setelah itu author fokus ke My Beautiful Venus dulu ya


Jangan tanya Ella ya, dia akan ada kisahnya sendiri 😁😅

__ADS_1


cerita Rio, Gabby dan Ellq dipandang dulu 😅😁**


__ADS_2