
Mila itu gila, begitulah pikir Binar. Menghadapi sikap Mila yang sudah melewati batas benar-benar menguji kesabaran Binar. Terlebih melihat sikap santai Mila seolah-olah yang dikatakan bukan hal besar.
“Maksud kamu apa?” tanya Binar berusaha untuk sabar.
“Aku sudah bilang, mulai saat ini aku nggak akan menyerah untuk dapatin Albiru lagi. Aku dulu terlalu bodoh menyerah begitu saja.” Mila berucap dengan santai tidak peduli jika ucapannya terdengar gila.
“Saya nggak tahu maksud kamu apa ngomong seperti ini. Kalau kamu bilang anak kamu itu anak Biru, maaf tapi saya nggak akan percaya ucapan kamu.” Binar menjawab dengan santai, dia merasa tidak perlu terprovokasi dengan ucapan Mila.
“Aku cuma mau ngasih kamu peringatan, sebaiknya kamu bersiap-siap dari sekarang. Siapkan hati kamu agar tidak kecewa dan sakit hati.”
“Kamu wanita paling gila yang pernah saya temui. Kamu bangga mau jadi pelakor? Saya perlu ingatkan kamu, kehidupan saya dan Biru bahagia dan wanita gila seperti kamu nggak akan bisa merusaknya!” Tegas Binar yang disambut tawa meremehkan dari Mila.
“Terserah kamu, aku sudah ngasih kamu peringatan secara baik-baik. Kalau kamu lupa saya dan Albiru satu kantor, bahkan satu divisi.”
Binar tahu dia harus berhenti sekarang. Menghadapi sikap tidak tahu malu Mila benar-benar membuang waktu. Binar percaya pada Albiru, dia percaya suaminya itu setia dan tidak akan tergoda dengan Mila.
Binar tersenyum sinis, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Mila yang melotot tidak percaya karena diabaikan. Dalam hati Mila berjanji akan membuat Binar menangis karena ditinggalkan oleh Albiru.
...****************...
Meski Binar sore tadi bersikap baik-baik saja, kenyataannya dia tetap dihantui rasa takut. Bukan dia tidak percaya pada Albiru, hanya saja Mila bukan wanita biasa. Mila itu terkenal gila sejak kuliah, wanita itu pasti akan menghalalkan segala cara termasuk membuat gosip tidak benar.
__ADS_1
Albiru yang masuk ke dalam kamar menatap bingung pada Binar yang terlihat melamun. Albiru yakin ada hal yang mengganggu pikiran istrinya itu.
“Kenapa melamun?” tanya Albiru hati-hati membuat Binar segera tersadar.
Binar tersenyum kecil sebelum menjawab, “tadi aku ketemu sama Mila.”
“Ketemu di mana?” tanya Albiru lagi.
“Di jalan, nggak tahu kenapa aku merasa dia diam-diam mengawasi. Buktinya dia bisa tahu aku tinggal disekitar sini.”
Albiru menghela napas, tidak percaya rumah tangganya kembali diuji. Kali ini ujian datang dari masa lalu mereka yang cukup mengganggu.
“Abaikan dia,” ucap Albiru santai.
“Wanita itu gila, kamu nggak usah pikirin apa yang dia katakan. Untuk apa dia berjuang demi anaknya, jelas-jelas itu nggak ada hubungannya denganku. Nanti aku minta orang untuk selidiki masa lalunya, pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan.”
Albiru merasa butuh bantuan Rio, dia tidak yakin bisa mengatasi Mila seorang diri karena ada Binar yang harus dia lindungi. Albiru hanya perlu memastikan
Mila tidak mendekati Binar lagi, dia sangat tahu wanita gila itu akan terus memprovokasi Binar.
Albiru harus tahu apa maksud dan tujuan Mila kembali hadir. Dia sangat yakin Mila akan melakukan berbagai hal gila lainnya, misalkan saja dengan terang-terangan menyatakan perasaannya.
__ADS_1
...****************...
Di kantor, Mila kembali membuat ulah. Seperti yang Albiru prediksi sebelumnya, wanita itu dengan tidak tahu malunya menyatakan berusaha mendekati Albiru. Dia mengatakan hal itu di depan teman-teman satu divisinya.
Albiru jelas marah, meski karyawan yang lain tidak menanggapi ucapan Mila karena menganggap wanita itu sedang mencari perhatian yang lainnya.
“Berhenti membuat ulah, saya nggak akan segan-segan melaporkan kamu jika terus membuat ulah memalukan seperti ini!” Ucap Albiru dengan tegas yang sayangnya tidak anggap serius oleh Mila.
“Aku nggak membuat ulah, aku cuma mengatakan yang sebenarnya. Nggak ada yang salah dengan ucapanku, aku mengatakan hal itu agar karyawan yang lain sadar kalau kamu itu punya aku.” Mila tersenyum manis berusaha membuat Albiru terpesona, sayangnya Albiru justru memandang jijik padanya.
“Saya hanya milik Binar dan anak-anak saya!” Albiru berkata dengan tegas kemudian pergi begitu saja meninggalkan Mila yang kali ini mendapat tatapan cemooh dari karyawan lain.
Albiru mengatakan hal itu di depan karyawan yang lain, dia dengan sengaja ingin membuat Mila malu. Albiru berharap Mila akan sadar jika perilaku memalukannya sangat tidak pantas.
Namun, tentu saja Mila tidak akan menyerah. Wanita itu tidak peduli dengan pandangan mengejek karyawan yang lain, dia hanya ingin merebut Albiru dari Binar.
TBC
**Maaf baru bisa update lagi.. 🙏🏻
author usahain terus update.. novel ini sudah mendekati ending.. terus dukung author ya 😊
__ADS_1
ada novel baru yang siap launching bulan depan 😁😊**