Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 65 - Belajar Bersama -


__ADS_3

Menginjak usia kehamilan tujuh bulan, Binar mengalami beberapa ketakutan. Salah satunya adalah takut jika tidak bisa menjadi Ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak.


Albiru merasakan hal itu. Binar yang terus menerus mengatakan apa yang harus dia lakukan nantinya.


Karena itulah Albiru meminta saran dari Bunda Ina yang jauh lebih berpengalaman. Bunda Ina yang mendengar cerita Albiru sangat paham akan hal tengah dirasakan Binar.


Dan saat ini dengan kembar Bunda Ina meminta Binar untuk menceritakan kegelisahannya.


"Binar harus gimana, Bun?" tanya Binar setelah selesai menceritakan kegelisahannya.


"Apa yang kamu rasakan itu hal yang sering dialami Ibu hamil. Apalagi ini adalah anak pertama kamu. Sama seperti saat menjelang pernikahan, pasti kamu merasakan kegelisahan juga."


Binar mengangguk, membenarkan ucapan Bundanya. Ya, dulu dia merasakan takut jika nantinya tidak bisa menjadi istri yang baik.


"Binar ingat nggak kata-kata Bunda dulu sebelum kamu menikah?" tanya Bunda Ina.


"Iya, Bun." Jawab Binar pelan, dulu nasihat dari Bunda Ina berhasil membuatnya percaya diri.


"Semua Ibu di dunia ini nggak ada yang langsung jadi Ibu yang hebat, nak. Semua mulai dari awal, belajar pelan-pelan. Bunda dulu juga merasakan hal yang sama, tapi Ayah bilang kalau Bunda sudah hebat karena berhasil melahirkan putri cantik kami."


Bunda Ina mengelus lembut punggung Binar. Menenangkan kegelisahan putrinya itu.


"Dengar, setiap hari kita belajar menjadi istri dan ibu yang hebat. Bunda sampai sekarang selalu belajar menjadi istri dan ibu yang hebat untuk kedua orang yang Bunda cintai. Misalkan saja, Bunda kemarin melakukan kesalahan dan hari ini Bunda mengerti apa yang seharusnya tidak Bunda lakukan. Dari kesalahan itu Bunda sadar ada hal yang bisa Bunda ambil hikmahnya."


Apa yang dikatakan Bunda Ina benar. Semua Ibu memulai dari awal, belajar menjadi Ibu yang hebat.


"Iya Bunda, Binar ngerti. Biru juga bilang kalau nanti kita akan belajar sama-sama menjadi orang tua yang baik."


"Iya nak, peran suami sangat penting dalam mendampingi istri. Yang belajar itu bukan hanya Ibu, tapi Ayah juga. Karena orang tualah yang berperan penting dalam pertumbuhan anak."


Binar tersenyum, merasa beruntung memiliki Albiru yang selalu mendukungnya.


Lega, itulah yang Binar rasakan saat ini. Nasehat Bunda Ina selaku berhasil menenangkan hatinya.


Melihat Binar tersenyum membuat Bunda Ina ikut tersenyum. Bunda Ina merasa bersyukur ada Albiru yang selalu berada disisi Binar.


Rasanya dulu dia sangat jahat karena sempat meminta Albiru melepaskan Binar. Beruntung Albiru memiliki cinta yang kuat, dan karena cinta itulah anak dan menantunya itu berada dititik ini.


...****************...


Ella menghilang. Ibu Siti tampak begitu panik saat sadar Ella tidak terlihat belakangan ini. Pertengkaran mereka waktu itu membuat Ibu Siti menjaga jarak agar tidak menyakiti hati Ella lagi.

__ADS_1


Dan sekarang barulah Ibu Siti sadar Ella tidak pulang ke rumah beberapa hari ini.


Ibu Siti sudah menanyakan keberadaan Ella pada teman-teman kerja Ella dan jawaban mereka sama, Ella tidak masuk kerja beberapa hari ini.


Takut terjadi sesuatu pada Ella, Ibu Siti segera menghubungi Fadli untuk meminta bantuan.


"Fadli, boleh Ibu minta bantuan?" tanya Ibu Siti setelah Fadli menjawab salamnya.


"Ada apa, Bu?"


"Ella menghilang, dia nggak pulang ke rumah. Ibu sudah tanya teman kerjanya dan mereka bilang Ella nggak masuk kerja beberapa hari ini."


Fadli terdiam sesaat, rasanya ragu untuk membantu. Namun, dia tidak tega jika Ibunya khawatir seorang diri dan malah membuat kesehatan Ibunya menurun.


"Fadli bantu sebisanya ya, Bu. Nanti Fadli hubungi Ibu kalau ada perkembangan. Fadli mohon sama Ibu jangan cemas berlebihan, Fadli nggak mau kalau Ibu sampai jatuh sakit karena hal ini."


"Iya, nak. Terima kasih sudah mau membantu Ibu, Ibu harap Ella segera ketemu."


Usai mengatakan beberapa hal, Fadli mengakhiri percakapan.


Ibu Siti berusaha untuk tetap tenang seperti yang Fadli katakan. Namun, rasa bersalah karena sempat mengabaikan Ella menghantui Ibu Siti.


Jika saja dia tidak mengabaikan gadis itu, mungkin Ella tidak akan hilang seperti ini. Ibu Siti takut jika Ella diculik dan disakiti oleh orang yang selama ini meneror Ella.


...****************...


Albiru sangat menyukai saat-saat seperti ini. Rasanya dia tidak sabar untuk menggendong bayi kembarnya.


"Hari ini si kembar aktif?" tanya Albiru sambil mengelus dan sesekali mengecup perut Binar.


"Aktif seperti biasa, aku sampai kewalahan." Binar tersenyum lembut, ikut mengelus perutnya.


Satu tendangan Albiru dan Binar rasakan. Seketika mereka tersenyum lebar, rupanya si kembar ingin bermain.


"Wah, anak Papa tendangannya kuat banget. Pelan-pelan nak, kasian Mama kamu tuh." Ucap Albiru dengan senyum lebarnya.


Satu tendangan kembali mereka rasakan. Sepertinya si kembar menyukai suara Papanya.


"Mereka aktif banget ya Bi, tapi aku senang jadi ada yang bisa diajak main." Binar berucap senang, seperti mendapat mainan baru.


Albiru menatap wajah Binar yang sudah kembali ceria tidak seperti beberapa hari lalu. Sepertinya Binar sudah bisa mengatasi ketakutannya.

__ADS_1


"Senang bisa liat kamu senyum seperti ini lagi." Ucap Albiru mengelus lembut kepala Binar.


"Aku sudah sedikit tenang, tadi Bunda banyak kasih nasehat."


"Tetap seperti ini ya sayang, jangan takut lagi. Ada aku yang akan selalu nemenin kamu. Kita sama-sama belajar jadi orang tua yang baik."


Binar mengangguk, menatap Albiru dengan haru.


"Makasih selalu ada buat aku, makasih selalu pengertian. Aku bersyukur banget dapat suami seperti kamu, Bi."


Albiru memeluk Binar, menyalurkan rasa sayangnya lewat pelukan hangat.


"Tugasku sebagai suami, sayang. Aku juga bersyukur punya istri seperti kamu yang selalu sabar. Aku sayang kamu, Bi."


"Aku juga sayang kamu. Bantu aku belajar jadi Ibu yang baik ya."


"Kita sama-sama belajar, Bi. Saling membantu menjadi orang tua yang baik. Peran kita penting dalam pertumbuhan si kembar, karena itu kita harus berperan menjadi orang tua yang bisa dijadikan contoh yang baik."


"Iya, kita belajar pelan-pelan. Ada Ayah dan Bunda yang siap membantu kita juga."


Albiru tersenyum hangat, betapa dia bersyukur memiliki mertua hebat seperti orang tua Binar. Banyak hal yang bisa dia pelajari selama tinggal bersama Ayah Ibra dan Bunda Ina.


Ayah Ibra begitu bijak dan tegas. Sedangkan Bunda Ina begitu lembut dan keibuan. Sungguh pasangan yang serasi, pasangan yang menjadi panutan Albiru dan Binar.


Keduanya berharap bisa menjadi orang tua yang baik dan hebat untuk anak-anak mereka nantinya. Orang tua yang bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak mereka.


Albiru selalu berdoa agar keluarga kecilnya bisa selalu harmonis dan bahagia.


TBC


**Rekomendasi novel menarik karya author Nezha Ageha.


Yuk mampir dan dukung karyanya 😊**



Seorang bayi perempuan dibuang dan beruntung di adopsi oleh keluarga yang baik hati.


Nama gadis itu Kasih, dia tumbuh dengan baik dan menjadi gadis tercantik di desanya, namun naas saat berusia 17 tahun ada insiden penyiraman air keras yang mengakibatkan wajahnya rusak.


Entah ini berkat atau kesialan, tetapi secara tak terduga dia malah menemukan fakta yang membuatnya mengubah tujuan hidupnya.

__ADS_1


Kasih bukanlah bayi yang sengaja di buang. insiden tragis di masa lalu menjadi penyebab meninggalnya orangtuanya juga terpisahnya dia dari saudara kandungnya.


Mampukah Kasih melawan para serigala dan rubah licik yang siap menerkam hidup dia juga saudaranya? Bagaimana caranya pulang? Apakah keluarganya masih mengenali dia dengan wajah baru?


__ADS_2