
Albiru menatap nanar Binar yang sedang tidur disisnya. Tadi setelah Binar tenang dengan segera Albiru membawanya kembali ke rumah. Orang tua Binar hanya tahu bahwa putrinya hamil dan sekarang membutuhkan waktu istirahat.
Begitu banyak yang Albiru pikirkan saat ini. Kondisi mental Binar, lalu kedua orang tua Binar yang tidak belum mengetahui keadaan putrinya dan terakhir mengenai keberadaan Ella. Gadis itu sudah seperti wabah penyakit yang harus Binar hindari untuk saat ini.
Tidak lama dering ponsel Albiru berbunyi, panggilan masuk dari Rika. Albiru melirik Binar sejenak, memastikan istrinya itu tidak terganggu.
"Assalamu’alaikum, Mbak." Ujar Albiru mengucapkan salam.
“Waalaikumsam, gimana keadaan Binar?” tanya Rika langsung.
“Binar sudah tenang dan sekarang lagi tidur, Mbak.”
“Alhamdulillah, gue khawatir banger sama Binar. Tolong untuk sementara jangan ada yang menyinggung tentang kehamilannya. Setidaknya sampai dia bisa lebih tenang dan menghilangkan ketakutannya.”
“Apa yang harus gue lakuin, Mbak?” Albiru bertanya frustasi, pikirannya kacau.
“Bersikap sewajarnya saja Biru, gue akan usahan untuk menemui Binar besok sore. Tapi gue mau kita bertemu di luar dan pastikan pertemuan kita tidak disengaja. Gue sama suami gue biar lo ada alasan untuk ninggalin Binar berdua sama gue.”
“Baik Mbak, makasih banger Mbak bersedia membantu gue.”
“Gue senang kalau bisa membantu lo dan Binar. Gue berdoa semoga Binar bisa ceria seperti dulu dan melupakan semua rasa takutnya.”
“Aaamiin.. sekali lagi makasih Mbak.”
Pembicaraan mereka berakhir. Albiru sedikit lega karena Rika bersedia membantunya dan untuk masalah kedua orang tua Binar dia akan membicarakan hal ini pelan-pelan.
...****************...
Setelah berbagai pertimbangan akhirnya Albiru memutuskan untuk membicarakan tentang kondisi Binar pada kedua orang tuanya.
Albiru terus berdoa agar orang tua Binar bisa menerima kenyataan ini. Dengan membulat tekad pria itu menghampiri kedua mertuanya yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Ayah.. Bunda.. boleh minta waktunya sebentar." Albiru hati-hati.
Ayah Ibra dan Budan Ina menoleh. Keduanya mengangguk dengan senyum hangat. Meski dalam hati Bunda Ina mulai merasa tidak nyaman.
"Ada apa Biru?" tanya Bunda Ina.
__ADS_1
"Ini tentang kondisi Binar, Bunda." Jawab Albiru pelan, tiba-tiba dia merasa takut jika kedua orang tua Binar marah.
Dengan hati-hati Albiru menceritakan secara singkat tentang ketakutan Binar akan kehamilannya kali ini. Albiru juga menceritakan tentang Rika yang berusaha membantu Binar agar bisa melupakan semua ketakutan dan kekhawatirannya.
"Astaghfirullah, Ayah.. kasihan sekali Binar." Bunda Ina menangis mengetahui fakta mengejutkan tentang kondisi putrinya.
"Maaf Ayah..Bunda.. maafkan Biru." Ucap Albiru penuh sesal dan rasa bersalah.
Ayah Ibra menggeleng, "bukan salah kamu Biru. Semua bukan salah kamu, berhenti menyalahkan diri sendiri."
"Tapi bagaimana kondisi Binar? Apa yang harus kita lakukan, Yah?" Bunda Ina menangis dalam pelukan Ayah Ibra yang dengan hangatnya terus berusaha menenangkan sang istri.
"Apapun akan kita lakukan demi Binar, tolong bersikap sepeti biasanya. Berhenti menyalahkan diri sendiri karena yang paling penting adalah kesembuhan Binar." Ucap Ayah Ibra menenangkan Bunda Ina dan Albiru.
Albiru mengangguk, menyetujui apa yang Ayah mertuanya ucapkan.
"Kata Mbak Rika untuk sementara kita tidak boleh membahas kehamilan Binar terlebih dahulu." Ujar Albiru yang disetujui Ayah Ibra.
Malam itu mereka habiskan dengan berdoa untuk Binar dan bayi yang berada dalam kandungannya. Ketiganya juga terus berpikir apa yang akan mereka lakukan agar Binar bisa melupakan traumanya dan kembali cerita serta bisa menerima kehamilannya.
...****************...
Binar yang sedang melihat-lihat pakaian wanita seketika tersenyum lebar saat mendapati Rika di hadapannya.
"Mbak Rika!" Binar berseru memanggil Rika dengan penuh semangat.
Rika menoleh dan berpura-pura terkejut mendapati Binar berdiri di depannya.
"Binar?" ucapnya.
"Mbak, Rika sendirian?" tanya Binar melihat sekeliling dan tidak mendapati siapapun.
"Sama suami, tapi lagi nyoba beberapa baju. Binar sama Biru?"
"Iya Mbak, Biru juga lagi nyobain beberapa kemeja."
Tidak lama kedua pria itu datang bersamaan. Rika tersenyum, semua sesuai rencana.
__ADS_1
"Kalau gitu mungkin kita bisa jalan masing-masing. Biarkan para suami menikmati waktu mereka." Usul Rika yang langsung disetujui Binar.
Setelah persetujuan para suami, Binar dan Rika memilih untuk bersantai di cafe yang berada di Mall sedang para suami entah pergi kemana.
Setelah cukup lama berbasa-basi dan menceritakan berbagai hal, akhirnya Binar memberanikan diri bercerita mengenai kegelisahannya.
"Mbak, menurut Mbak apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan ketakutan dalam diri saya?" tanya Binar meminta usul.
"Ketakutan seperti apa?" Rika balik bertanya sengaja memancing Binar.
"Takut hal buruk yang pernah terjadi akan terulang lagi."
"Ketakutan itu didasari beberapa hal, salah satunya untuk kasus kamu ini. Itu bisa disebut trauma, dan trauma bukan hal mudah untuk ditangani."
"Terus apa yang harus saya lakukan, Mbak?"
"Berusaha untuk melawan ketakutan kamu itu. Pikiran berbagai hal positif, misalkan dengan berpikir bahwa kamu akan menjaga diri kamu dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu." Rika tersenyum melihat Binar yang menatapnya kaget.
"Mbak Rika tahu?" tanya Binar bingung.
Rika hanya tersenyum, memilih untuk tidak menjawab.
"Sebenarnya Mbak Rika itu siapa?"
TBC
Halo readers setia..terima kasih sudah mendukung karya receh author 😁
sambil menunggu novel ini update author ada rekomendasi novel menarik karya kak EuRo40
yuk mampir dan jangan lupa dukungannya..😉😁
Judul : CINTA SUCI YANG TERNODA
Suci yang ingin bunuh diri karena diperkosa, ditolong oleh seorang pria bernama Alby. Dia tinggal dan bekerja di rumahnya sebagai seorang koki. Namun, nasib malang selalu mengikutinya dia diperkosa kembali oleh Alby. Pria itu dalam pengaruh obat perangsang yang sengaja dimasukkan ke dalam minumannya oleh sang adik ipar. Alby bersedia bertanggung jawab dan menikahinya. Tetapi pernikahan mereka tidak cukup kuat untuk menahan angin yang datang. Suci di fitnah selingkuh dan di ceraikan oleh Alby, padahal saat itu Suci ingin mengatakan kalau dia hamil anak Alby. Suci pergi tanpa pernah mengatakan tentang kehamilannya. Dia pingsan di jalan dan di tolong oleh orang yang memfitnahnya seorang pria bernama Adit. Mereka semakin dekat. Ada juga Bayu tetangga mereka yang menyukai Suci. Pada siapa hati Suci berlabuh? Mantan suami, atau pria yang membuatnya bercerai dengan suaminya atau Bayu pria yang juga menolongnya saat dia jatuh.
__ADS_1