Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 86 - Hukuman -


__ADS_3

Albiru dan Rio bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk menjerat pelaku tabrak lari Binar.


Semua bukti mengarah pada Mila yang sampai saat ini menghilang entah kemana. Albiru yakin, Mila pasti bersembunyi karena ketakutan.


"Biru, ada titik terang dimana Mila berada!" Rio berseru memanggil Albiru yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Dimana?" tanya Albiru.


"Dia di puncak. Sepertinya dia sembunyi di vila salah satu kerabatnya." Jawab Rio sembari menunjukkan foto keberadaan Mila.


"Gue langsung kesana, gue harus bawa dia ke kantor polisi dengan tangan gue sendiri." Albiru segera bersiap menuju tempat persembunyian Mila.


"Gue temani," Rio ikut bersiap.


Keduanya tidak sabar menemukan Mila dan menyeret perempuan jahat itu ke kantor polisi.


"Kalian mau kemana?" Pertanyaan Binar menghentikan langkah kedua pria itu.


Mereka lupa dengan keberadaan Binar. Terlalu bersemangat ingin menyeret Mila, hingga lupa ada Binar yang tidak tahu menahu mengenai orang yang menabraknya.


"Ada hal penting yang mau kami urus, kamu disini sama Bunda dan Ibu ya. Istirahat yang banyak, kamu belum benar-benar sehat." Albiru mendekat, mengajak Binar untuk kembali ke kamar.


Binar hanya menurut meski hatinya bertanya-tanya. Binar tahu ada hal penting yang dirahasiakan oleh Albiru dan Rio.


Rio menunggu Albiru yang berusaha meyakinkan Binar bahwa semua baik-baik saja. Saat ini belum tepat memberitahu Binar siapa yang sudah menabraknya.


"Gimana?" Tanya Rio ketika Albiru keluar dari kamar.

__ADS_1


"Kita pergi sekarang, gue yakin Binar masih penasaran." Albiru segera keluar menuju mobil Rio yang terpakir di halaman.


Kedua segera pergi menuju persembunyian Mila. Yang mereka tidak sadari, ada Binar diam-diam melihat dari jendela kamar.


...****************...


Albiru dan Rio akhirnya sampai ditempat persembunyian Mila. Diam-diam mereka memantau dari jauh.


Terlihat Mila yang keluar dari salah satu vila. Wanita itu terlihat santai, seolah tidak sedang bersembunyi dari orang lain.


"Lo tunggu disini, gue yang akan buat dia lengah." Ucap Rio yang segera keluar mobil dan menghampiri Mila.


Dari dalam mobil, Albiru melihat Rio yang tengah berbincang dengan Mila. Albiru menunggu kode dari Rio, setelah itu dia akan menangkap Mila.


Rio memberi kode, sengaja menghela pandangan Mila agar tidak melihat kearah Albiru.


Mila terlihat bingung sesaat, namun saat melihat Albiru sudah berdiri di hadapannya wanita itu memucat.


Mila bersiap melarikan diri, sayangnya Rio dengan cepat menarik tangan wanita itu.


"Lo nggak bisa lari!" Albiru menatap Mila dengan penuh dendam.


Jika saja Albiru bisa membunuh Mila saat ini juga, mungkin sudah dia lakukan.


"Lepas! Tolong! Tolong ada orang jahat!" Mila berteriak meminta tolong.


Akan tetapi, situasi dan kondisi tidak berpihak pada Mila. Tidak ada siapapun yang datang menolong wanita itu.

__ADS_1


Rio dan Albiru menyeret Mila dengan paksa. Membawa wanita itu menuju kantor polisi.


...****************...


Tiba di kantor polisi, Albiru dan Rio langsung menyerahkan Mila pada polisi. Tidak lupa, mereka memberikan bukti-bukti yang mereka miliki.


"Tolong, Pak. Mereka ini jahat, mereka menculik saya!" Mila berteriak histeris meminta pertolongan.


"Ini bukti-bukti yang kuat dan ini rekaman para saksi yang ada di tempat kejadian." Rio menyerah bukti-bukti yang ada membuat Mila semakin ketakutan.


"Bohong, Pak! Mereka sengaja memfitnah saya!" Mila masih berteriak tidak terima dengan tuduhan kedua pria di hadapannya itu.


Polisi dibuat bingung dengan Mila yang tidak mau berhenti berteriak. Kesempatan itu segera digunakan Mila untuk berlari.


Namun, baru beberapa langkah Mila dibuat kaget dengan kehadiran Binar.


Binar menatap Mila dengan marah, kemudian mengangkat tangannya dan menampar Mila dengan keras.


"Penjahat! Tangkap dia, Pak! Dia yang sudah menabrak saya dan membuat saya menderita!" Tanpa ampun Binar menarik tangan Mila, menyerahkan gadis itu kehadapan polisi.


Albiru dan Rio begitu terkejut melihat kehadiran Binar. Mereka tidak menyangka Binar berada disini.


"Bi, kenapa disini? Pulang ya, biar aku dan Rio yang mengurus ini semua." Bujuk Albiru yang dijawab gelengan tegas dari Binar.


"Aku akan disini sampai wanita itu mendapat hukuman yang setimpal!" Ucap Binar tegas tanpa mau dibantah.


Baik Albiru dan Rio terpaksa mengalah, mereka membiarkan Binar berbuat sesuka hatinya. Mungkin memang tepat jika Binar berada disana. Binar akan melihat sendiri bagaimana Mila akan berada dibalik jeruji besi.

__ADS_1


TBC


__ADS_2