Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 79 - Pelajaran Berharga -


__ADS_3

Mila dengan gilanya terang-terangan ngomong di depan yang lain. Dia bilang berusaha mendekati Pak Albiru dan ngaku-ngaku bilang kalau Pak Albiru itu miliknya.


Binar merasa begitu marah saat mendapat pesan dari Fay yang dikirimkan oleh teman gadis itu. Binar tidak menyangka Mila bisa senekad itu dengen mempertaruhkan harga dirinya sendiri.


Binar akan menemui wanita itu dan memberinya pelajaran karena berbuat hal memalukan seperti itu. Binar merasa begitu kasih pada Albiru yang pasti menanggung malu di hadapan karyawan yang lain. Belum lagi jika beritanya tersebar sampai ke divisi lain dan parahnya jika sampai ke atasan Albiru.


Dengan segera Binar menghubungi Fay, meminta tolong gadis itu untuk mencari tahu nomor telepon Mila. Dia akan segera menemui Mila dan membuat perhitungan.


Binar segera mengirim pesan, mengatakan ingin segera bertemu dengan Mila dan Mila dengan santainya meneria ajakan itu. Mereka akan bertemu dijam makan siang, Binar yang akan menentukan tempatnya.


Disinilah mereka sekarang. Binar duduk dengan tenang seorang diri, dia sudah meminta izin Albiru dan mengatakan niatnya menemui Mila.


“Hai, Binar.” Mila menyapa dengan senyum manisnya seolah tidak ada yang salah dengan dirinya.


“Silahkan duduk, saya mau langsung ngomong sama kamu.” Ucap Binar tegas, tidak ada raut ramah yang biasa dia tampilkan.


“Mau ngomong apa? Kamu nggak usah terlalu serius seperti itu, meski kita ini saingan nggak perlu juga terlihat seperti musuh.” Mila duduk dengan santai, tersenyum tanpa beban.


Binar pikir, Mila ini benar-benar sakit jiwanya.


“Apa yang sudah kamu lakukan hari ini di kantor sudah melewati batas! Saya ingatkan sama kamu bertindak seperti wanita yang memiliki harga diri!” Tegas Binar membuat Mila menghilangkan senyum diwajahnya.


“Maksud kamu, aku nggak punya harga diri?” tanya Mila tersinggung.

__ADS_1


“Apa sebutan yang pantas untuk wanita yang secara terang-terangan berniat merebut suami orang lain? Seharusnya kamu sadar diri, nggak malu dengan penolakan Biru beberapa tahun yang lalu?” Binar melirik sinis, tidak memedulikan Mila yang semakin tersinggung.


“Kamu takus aku berhasil merebut Albiru? Karena itukan kamu menemui aku dan mengungkit masa lalu? Dengar Binar, aku nggak akan mengalah sama kamu. Albiru harus bertanggung jawab atas apa yang pernah dia perbuat!”


“Saya kasih kamu peringatan, mundur sekarang atau terus bersikap tidak tahu malu? Kamu harusnya tahu lawan yang kamu hadapi ini siapa, saya bisa dengan mudah menyingkirkan tikus seperti kamu!”


“Kamu pikir aku takut sama ancaman kamu!” Mila berteriak dengan keras, mengundang perhatian orang-orang di restoran.


“Kalau begitu, saya akan pastikan kamu menanggung akibat perbuatanmu.” Binar berucap dengan pelan, kemudian wanita itu berdiri menatap pengunjung yang kini memperhatikan keduanya.


“Apa sebutan untuk wanita yang ingin merebut suami orang lain?” Tanya Binar dengan suara keras membuat pengunjung lain semakin heboh.


Mila merasa Binar akan mempermalukannya, dengan segera Mila berdiri dan menarik tangan Binar.


“Wanita ini secara terang-terangan ingin merebut suami saya. Tolong katakan pada wanita ini untuk menjauh dari suami saya.” Binar kembali berbicara dengan suara keras, dia bahkan tidak memedulikan Mila yang semakin merasa malu.


“Aduh Mbak, jangan jadi pelakor atuh. Emangnya sudah nggak laku lagi sampai mau rebut suami orang?” Salah satu pengunjung kembali berteriak mengundang tawa yang lainnya.


“Cantikan istri sah sih kalau kata saya. Sadar diri dong Mbak, minimal harus lebih cantik dari istri sah.”


“Pelakor sekarang semakin nggak tahu diri ya!”


Sorak-sorakan semakin ramai, meneriaki Mila dan terus mempermalukan wanita itu. Mila yang tidak tahan segera pergi diiringi dengan berbagai teriakan.

__ADS_1


Binar sendiri sebenarnya tidak ingin berbuat sejauh ini. Akan tetapi sikap Mila benar-benar tidak bisa dia toleri lagi.


“Terima kasih semua, maaf sudah mengganggu.” Ucap Binar sopan dan segera pamit pada pengunjung yang lain.


Binar berharap setelah kejadian ini Mila benar-benar menyerah. Jika Mila tidak menyerah, entah apa yan ada dipikiran wanita itu.


...****************...


Albiru sedikit terkejut saat melihat pesan dari Rio yang sudah menyelidiki tentang Mila. Informasi yang disampaikan Rio benar-benar berita baru bagi Albiru.


Wanita itu hamil diluar nikah 5 tahu yang lalu. Pria yang hamili dia mau nggak mau bertanggung jawab dan setelah setahun mereka akhirnya bercerai. Awalnya Mila nggak mau merawat anaknya, tapi beberapa bulan belakangan ini dia mengambil anaknya dengan alasan kesepian.


Menurut gue, Mila tahu keberadaan lo beberapa bulan ini. Sepertinya dia menggunakan anaknya untuk membuat hubungan lo dan Binar memburuk.


Itulah isi pesan dari Rio. Pesan yang cukup mengejutkan, meski Albiru tahu apa yang pernah terjadi 5 tahun yang lalu.


Saat itu Mila ingin menjebak Albiru di tempat mereka camping. Mila memasukkan obat kedalam minuman Albiru, beruntung saat itu Albiru merasa ada yang aneh dengan sikap Mila. Albiru tidak menerima minuman itu dan dengan sialnya salah satu peserta camping malah meminumnya.


Mila yang mengira sudah berhasil menjebak Albiru sudah menunggu di dalam kamar. Paginya, Mila begitu terkejut saat melihat siapa yang tidur dengannya semalam.


Albiru hanya tahu sampai disitu, dia tidak tahu jika Mila hamil dan menikah. Albiru berpikir mungkin Mila akan menggunakan anaknya agar Albiru merasa bersalah. Padahal, kenyataannya Albiru tidak merasa bersalah karena menurutnya itu kesalahan Mila sendiri.


TBC

__ADS_1


__ADS_2