Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 53 - Perlahan -


__ADS_3

Rio begitu terkejut mendengar tentang kondisi Binar saat ini. Dengan sangat terpaksa dia memutuskan untuk menunda balas dendamnya pada Ella sampai Binar sembuh.


Rio hanya tidak ingin Binar shock jika mendengar berita mengejutkan dari Rio. Karena itulah dia menunda balas dendam yang sudah di depan mata.


"Sorry, Rio gue baru bisa ngabarin lo sekarang." Ucap Albiru penuh sesal.


Rio tersenyum kecil, "gue maklum karna lo pasti sibuk mengurus Binar."


"Gue tertekan tapi beruntung ada sahabat gue yang membantu." Albiru terdiam sejenak sebelum melanjutkan pembicaraan, "lo tahu pemicu Binar seperti sekarang? Semua karna dia lihat Ella di taman."


Rio tampak terkejut, tidak menyangka jika Ella sudah berani keluar dari persembunyiaanya.


"Lo lihat dia sama siapa?" tanya Rio penasaran.


Albiru menggeleng pelan, "gue nggak lihat dia. Binar yang lihat dan saat gue berbalik dia sudah hilang."


Rio diam, tampak berpikir mengenai rencananya. Saat ini Ella sudah tidak takut dan Rio jelas tidak suka hal itu. Ingin menjalankan rencananya, tapi keadaan Binar saat ini sangat riskan.


"Gue saat ini belum bisa jalankan rencana gue. Gue cuma nggak mau Binar akan terkejut dan semakin terpuruk mendengar berita mengejutkan."


"Sebenarnya apa rencana lo?" tanya Albiru penasaran.


Rio hanya tersenyum, kemudian pria itu nyerahkan sesuatu dari kanton jasnya. Sesuatu yang membuat Albiru begitu terkejut.


"Lo gila!" hanya itu yang bisa Albiru ucapkan.


Sedangkan Rio hanya tertawa, dalam benaknya dia bisa membayangkan akan semenderita apa hidup Ella nantinya. Ya, gadis itu memang pantas menderita karena perbuatan jahatnya pada Binar.


...****************...


Binar tampak melamun, mengingat kembali pembicaraannya dengan Rika beberapa hari yang lalu. Dimana dia menanyakan siapa Rika sebenarnya.


"*Sebenarnya Mbak Rika itu siapa?"


Rika kembali tersenyum mendengar pertanyaan Binar.


"Saya cuma orang yang membantu orang lain yang sedang dalam fase sulit." Rika menjawab misterius membuat Binar semakin penasaran.


"Maksud Mbak? Apa Mbak psikolog?"

__ADS_1


Rika tidak menjawab, membiarkan Binar menebak-nebak seorang diri.


"Apa saya gila Mbak?" tanya Binar membuat Rika menoleh menatapnya tidak suka.


"Kamu tidak gila Binar. Kenapa kamu bicara seperti itu?"


"Saya terus dihantui rasa khawatir dan takut akan hal yang tidak terjadi. Apa saya benar-benar gila?"


Rika menggeleng dengan tegas, "kamu nggak gila Binar. Hampir setiap manusia akan berada dalam fase yang sekarang ini kamu lalui. Kekhawatiran dan ketakutan adalah hal biasa terlebih setelah semua yang kamu alami."


"Saya takut Mbak, saya bingung harus bersikap seperti apa."


"Percaya sama diri kamu Binar. Ada suami kamu, ada orang tua kamu dan ada saya yang akan membantu kamu. Dan jangan lupakan Allah yang akan selalu melindungi kita semua*."


Sejak hari itu Binar secara berkala menghubungi Rika dan berkonsultasi. Rika menoleh Binar untuk ke rumah sakit, dia tidak ingin Binar berpikir bahwa dirinya benar-benar gila.


"Melamunin apa sayang?" tanya Albiru mendapati Binar yang duduk melamun di atas ranjang.


Binar menoleh kemudian tersenyum kecil.


"Aku lagi ngelamunin Mbak Rika. Masih kaget profesi dia sebenarnya."


"Maafin aku ya nggak jujur sama kamu." Ucap Albiru penuh sesal.


"Kita pelan-pelan ya, sayang. Percaya aku akan selalu mendukung kamu dan menemani kamu."


Binar menatap Albiru dengan mata berkaca-kaca, hatinya menghangat mendengar perkataan Albiru yang terdengar begitu tulus.


"Makasih kamu selalu ada di samping aku, makasih kamu bersabar menghadapi aku. Dan maaf aku sempat ngeraguin kamu."


"Nggak sayang, kita suami istri yang sudah berjanji untuk selalu saling mendampingi apapun keadaan pasangan kita. Apa yang aku lakukan adalah kewajibanku sebagai suami kamu. Dan maaf karena keluargaku kamu harus menderita seperti ini."


"Aku sakit Bi, tapi kamu selalu ada disisiku. Itu sudah cukup untukku, jangan meminta maaf untuk hal yang tidak kamu lakukan."


Albiru menarik Binar kedalam pelukannya. Menyalurkan rasa cinta dan kasihnya lewat pelukan. Tidak lupa memberikan kecupan hangat dikening Binar.


"Kita lakukan ini perlahan, kamu nggak perlu takut apapun. Bersama-sama kita melewati ini semua, untuk kita dan calon anak kita." Albiru berbisik lirih, dalam hatinya dia terus berdoa semoga Allah melancarkan semuanya.


...****************...

__ADS_1


"Intan!" Intan menoleh kaget mendengar seseorang memanggil namanya.


Mendapati sosok yang telah lama tidak dia lihat kini berdiri di hadapannya, siapa lagi kalau bukan Ella.


"Ella? Lo kok bisa disini?" tanya Intan terkejut.


"Lo ada waktu?" tanya balik Ella.


" Ngomong disini, gue masih ada urusan." Intan menjawab cepat, terlihat sekali gadis itu menghindari Ella.


"Gue butuh bantuan lo." Ujar Ella dengan percaya diri.


"Sorry, gue sudah memutuskan untuk nggak ikut campur urusan lo." Intan menolak dengan halus.


"Sekali ini, tolongin gue. Gue nggak tahu harus minta bantuan siapa, gue yakin lo punya kuasa."


Intan tampak berpikir, menimbang-nimbang apa yang harus dia lakukan.


"Bantuan apa? Gue nggak mau ikut campur terlalu dalam, sudah cukup gue dipermalukan sama mas Fadli."


Ella mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah foto yang membuat Intan terkejut.


"Bantu gue untuk cari dalang dari semua ini. Gue sudah benar-benar frustasi nggak tahu harus berbuat apa." Ella memohon dengan sangat menyedihkan.


Intan sendiri masih diam, terlalu kaget melihat foto ditangannya. Dia yakin hal ini akan begitu rumit, Intan tidak ingin ikut campur tapi Ella tampak sangat menyedihkan.


TBC


**Double up yaa..doakan semua besok bisa double up lg 😁


sambil menunggu novel ini update yuk mampir kenovel menarik karya kak Susi Similikity**


Judul : ISTRI KECIL DOSEN MUDA



*Seoarang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya dan ternyata pria yang akan di jodohkan dengan dia, tak lain adalah Dosen nya sendiri yang sikapnya teramat dingin. Namun siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan tentang rahasia jati dirinya yang sebenarnya.


Bagaimanakah sikap mereka di kampus?

__ADS_1


Akankah mereka saling mencintai?


Apa sang Dosen akan menerima jika dia mengetahui tentang jati diri gadis itu yang sebenarnya*?


__ADS_2