Rumah Tangga

Rumah Tangga
Bab 34 - Siapa Yang Jahat? -


__ADS_3

Intan memutuskan untuk melupakan perasaannya pada Albiru. Fadli berhasil membuatnya jera, memukul mundur dirinya hingga tidak berani melakukan perlawanan. Bahkan bujukan Ella yang mengatakan akan mengatasi Fadli tidak berhasil.


Intan sudah benar-benarnya menyerah terlebih lagi dia belum bisa membersihkan nama baiknya di kampus. Dan satu-satunya cara yang saat ini ada dibenaknya adalah dengan meminta maaf secara pribadi pada Binar. Intan yakin jika Fadli akan membersihkan namanya jika dia tidak lagi mengganggu rumah tangga Albiru dan Binar.


Intan baru saja akan menelpon Binar namun panggilan masuk dari Ella mengurungkan niatnya. Entah apalagi yang akan dilakukan sahabatnya itu sekarang.


“Kenapa lagi Ella?” tanya Intan langsung tanpa berniat basa basi.


“Lo kenapa jadi dingin begini Intan? Lo masih marah sama gue gara-gara ulah mas Fadli?”


“Untuk saat ini gue nggak mau bahas itu.” Jawab Intan singkat, terlihat sekali dia ingin menghindari Ella.


“Gue sudah bilang sama lo, gue bakal urus mas Fadli. Lo tenang aja,” Ella terdengar membujuk.


“Dan gue sudah bilang sama lo kalau gue sudah mundur. Gue nggak mau berharap sama mas Biru yang jelas-jelas nggak akan nerima gue.”


“Lo nggak boleh menyerah, percuma bertahun-tahun lo berusaha mendekati mas Biru kalau akhirnya memilih menyerah begitu saja.” Sekali lagi Ella membujuk Intan.


“Terserah lo mau bilang apa, yang jelas gue sudah nggak mau mengganggu rumah tangga mas Biru. ”


“Dengar Intan...”


Intan segera memotong ucapan Ella yang terdengar memuakkan,“lo yang dengar gue! Apapun yang lo tawarin ke gue saat ini sudah nggak akan mempan. Gue sudah punya keputusan sendiri. Dan sekarang gue mau ketemu mbak Binar untuk meminta maaf secara langsung.”


“Gue harap lo nggak akan menyesal sama keputusan lo ini.” Ella berucap pelan penuh peringatan namun Intan sama sekali tidak mau mendengarkan.


Intan segera memutuskan panggilan tidak mau mendengar apapun ucapan Ella. Baginya ucapan Ella adalah racun yang siap menghancurkannya. Sudah cukup selama ini dia menuruti semua ucapan Ella hingga membuatnya berada disituasi seperti ini. Meski dalam hati dia masih membenci Binar yang dianggap telah merebut Albiru, Intan akan berusaha berdamai dengan perasaannya.


...****************...


Sejak bangun entah mengapa Binar merasa ada yang salah dengannya. Binar tidak tahu apa yang terjadi  tetapi rasa tidak nyaman itu benar-benar mengganggunya. Binar ingin memberitahu Albiru namun karena tidak ingin membuat suaminya itu khawatir maka Binar memutuskan untuk memendam sendiri. Untuk menenangkan kegelisahannya Binar memutuskan untuk mencari kesibukkan dengan membuat makan siang untuk diantar ke kantor Albiru.


Binar segera menelpon Albiru mengatakan niatnya untuk mengantar makan siang ke kantor. Dan dengan sedikit bujukan akhirnya Albiru mengizinkannya untuk datang ke kantor dengan syarat tidak boleh membawa mobil sendiri.


Binar sudah akan meletakkan ponselnya ketika sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal mengalihkan perhatiannya.


Mbak Binar, ini Intan.


Mbak, boleh Intan bertemu? Intan ingin meminta maaf secara langsung atas semua kesalahan Intan selama ini.

__ADS_1


Binar membaca berulang kali pesan itu, dia pikir salah melihat karena hal mustahil melihat Intan mengirimkan pesan seperti ini.


Karena penasaran Binar segera menelpon nomor tersebut.


“Halo mbak, ini Intan.” Suara Intan terdengar menyapa membuat Binar yakin pesan tersebut memang dari Intan.


“Saya sudah baca pesan kamu,” Binar berucap ragu.


“Bisa kita bertemu hari ini mbak?”


“Kenapa harus bertemu langsung?” Binar balik bertanya.


“Intan ingin meminta maaf secara langsung mbak, Intan merasa sangat bersalah.”


Binar terdiam sejenak, terlihat menimbang-nimbang apakah harus menyetujui keinginan Intan.


“Oke, kita ketemu jam makan siang. Di restoran dekat kantor mas Biru, kebetulan saya mau mengantar makan siang.”


“Baik mbak, Intan benar-benar senang mbak mau bertemu Intan... makasih mbak.”


Meski sedikit ragu Binar tetap mengiyakan permintaan Intan. Yang Binar tidak tahu adalah dia akan menyesal setelah ini.


...****************...


Terlihat Intan sudah menunggu, gadis itu duduk dengan nyaman sambil bermain ponsel.


"Intan," Binar menyapa membuat Intan segera mengalihkan perhatiannya.


Intan tersenyum mempersilahkan Binar untuk duduk. Setelahnya Intan segera menyodorkan menu, berniat untuk membuat Binar nyaman.


"Kita makan siang dulu ya mbak," ucap Intan ramah.


"Saya mau minum aja, orange jus cukup." Binar hanya memilih minuman, entah mengapa dia masih belum nyaman dengan Intan.


Intan tersenyum berusaha memaklumi jika Binar belum terlihat nyaman.


Tidak lama pesanan mereka datang, keduanya masih belum bersuara. Suasana terlihat jelas begitu canggung.


Binar memilih meminum minuman pesanannya sedangkan Intan sedang berusaha menenangkan diri. Gadis itu sedikit malu dengan Binar mengingat perilakunya.

__ADS_1


"Mbak, seperti yang Intan bilang. Intan mau minta maaf sama mbak atas perlakukan Intan selama ini." Intan membuka percakapan demi membuat suasana diantara mereka sedikit nyaman.


"Saya maafin kamu, tapi saya harap kamu nggak mempermainkan saya." Binar menjawab pelan, wanita itu tampak semakin tidak nyaman.


"Mbak saya.." ucapan Intan terhenti ketika melihat Binar begitu pucat. Wanita itu bahkan berkeringat dingin.


"Kenapa mbak?" tanya Intan panik.


Binar tidak menjawab, wanita itu tampak kesakitan sambil meremas perutnya.


"Intan... kamu... sa... sakit..." Binar berucap sambil menahan sakit yang luar biasa diperutnya.


Intan semakin panik melihat Binar begitu lemah dan pucat.


"Tolong... mas..mbak tolong bantu kami!" Intan berteriak meminta pertolongan.


Intan terlihat begitu takut, beberapa orang datang membantu Binar.


Intan meremas jemarinya, terlihat begitu takut. Apalagi ketika melihat kearah kaki Binar, Intan semakin dibuat shock.


"Darah... mbak Binar berdarah!"


Kalimat itulah yang terakhir Binar dengar sebelum pandangan menggelap. Binar pingsan dan Intan semakin ketakutan.


TBC


**Kira-kira apa yang terjadi sama Binar?


Siapa yang jahat?


Yuk, pantengin terus novel ini. Jangan lupa dukunganya ya biar author tambah semangat update 😊**


Sambil menunggu novel ini update, yuk mampir ke novel menarik karya Hesti Rofiah.


Judul : Cinta untuk Arista



Setelah tidak bertemu untuk waktu yang cukup lama, untuk pertama kalinya Arista bertemu dengan seseorang yang dulu pernah ia sukai dalam diam, laki-laki dulunya memiliki arti tersendiri di hatinya sekaligus menjadi cinta pertamanya di SMA kala itu. Tanpa Arista ketahui jika laki-laki itu juga menyukainya secara diam-diam, bahkan sejak pertama kali bertemu. Namun tidak ada dari keduanya yang mengungkapkan perasaan dan isi hati mereka, keduanya memilih diam dan memendam perasaan masing-masing. Sehingga keduanya tidak pernah mengetahui perasaan satu sama lain hingga saat ini. Disaat laki-laki itu ingin mendekati dan berusaha mendapatkan hati Arista, ternyata salah satu sahabatnya juga menyukainya dan berusaha ingin melindungi gadis itu dari orang-orang yang ingin menyakiti nya.

__ADS_1


 


__ADS_2