
Kehamilan Binar menginjak usia 3 bulan. Binar sudah mulai mengalami perubahan, wanita itu semakin sensitif dan Albiru harus banyak-banyak bersabar.
Untuk kondisi mental Binar pun sudah banyak kemajuan. Binar sudah menerima kehamilannya dengan senang hati, ketakutan akan terulangnya masa lalupun perlahan sudah bisa Binar atasi.
Sayangnya kehamilan Binar belum diketahui orang tua Albiru. Pria itu sengaja untuk merahasiakan sampai kandung Binar membesar. Dia tidak ingin Binar merasa tertekan lagi.
Rika yang melihat perubahan pada Binar ikut berbahagia. Dia merasa Binar benar-benar luar biasa.
"Hai Binar, apa kabar?" Tanya Rika saat tidak sengaja bertemu dengan Binar disalah satu restoran dekat kantor Albiru.
"Mbak Rika? Alhamdulillah baik, Mbak sendiri apa kabar?" Binar bertanya balik, terlihat sekali dia menyukai kehadiran Rika.
"Alhamdulillah baik. Saya senang bisa lihat kamu sebaik ini." Ucap Rika yang terdengar begitu tulus hingga Binar merasa hangat.
Memang sejak beberapa minggu yang lalu Binar menghentikan konsutasinya pada Rika. Dia merasa ingin melawan ketakutan sendirian.
"Semua berkat Mbak Rika. Semua nasehat Mbak sangat berarti buat saya. Oh iya, Mbak Rika baru datangkan? Yuk makan bareng, sebentar lagi Biru nyusul kesini."
Dengan penuh semangat Binar menggandeng Rika menuju salah satu meja yang masih kosong.
Binar baru saja duduk ketika matanya melihat sosok yang sangat dia kenali baru masuk ke dalam restoran. Rasa takut seketika menyergap Binar, namun sekuat tenaga dia melawan ketakutan itu.
Disana berdiri sosok Ella yang juga tampak terkejut melihat Binar. Kebetulan yang sangat tidak diharapkan keduanya.
"Kenapa Binar?" tanya Rika saat menyadari keterkejutan Binar.
Binar baru akan menjawab ketika Ella tiba-tiba sudah berdiri di belakang Rika.
"Apa kabar, Mbak Binar?" tanya Ella tersenyum sinis.
Rika menoleh dan terkejut mendapati sosok gadis asing yang kini menatap Binar dengan sorot kebencian.
"Anda siapa ya?" Rika balik bertanya sengaja mengalihkan perhatian gadis di hadapannya.
Ella menatap Rika tidak suka.
"Anda yang siapa? Saya ini adik ipar dia." Ella berucap kasar, bahkan dengan tidak sopan Ella menunjuk Binar.
Rika mengangguk paham, dia sangat tahu siapa sosok gadis sombong ini.
"Tolong menjauh dari adik saya!" Dengan kasar Rika menepis tangan Ella yang menunjuk Binar.
"Adik?" tanya Ella tidak percaya.
__ADS_1
"Iya, Binar adik saya dan karena itu saya melindunginya dari orang-orang jahat seperti anda."
Ella melotot marah, tidak suka dengan wanita asing di hadapannya ini.
Binar sendiri masih dalam keterkejutannya. Tanpa disadari, Binar memeluk perutnya seolah melindungi anak dalam kandungannya. Naluri Ibu dalam diri Binar bekerja mengingat moment pahit yang pernah dia alami.
"Pergi Ella!" Binar mengusir Ella tanpa mau menatap wajah gadis itu.
Ella semakin marah namun sadar tidak bisa berbuat banyak. Terlebih sekarang dia mendapati sosok Albiru yang sedang berjalan kearah mereka.
Dengan tergesa-gesa Ella berbalik pergi, demi menghindari Albiru. Albiru sendiri tetap berjalan santai, pria itu bahkan melewati Ella begitu saja tanpa mau menoleh.
Albiru mendekati Binar, memeluk istrinya itu dengan singkat. Pelukan yang seolah-olah mengatakan maaf karena datang terlambat.
"Nggak apa-apa, Bi." Ucap Binar seolah paham arti pelukan Albiru.
"Makasih, Mbak sudah berada disisi Binar." Albiru menoleh menatap Rika dengan penuh rasa terima kasih.
"Jangan sungkan," balas Rika santai.
Albiru segera mengalihkan perhatiannya pada Binar. Menatap Binar seolah memastikan keadaan sang istri.
"Aku nggak apa-apa, cuma sedikit kaget." Ujar Binar dengan senyum kecilnya.
Ya, Ella diam-diam menyaksikan semua perlakuan Albiru pada Binar. Hatinya begitu sakit dan cemburu, dia ingin berada diposisi Binar yang begitu dicintai Albiru sepenuh hati.
...****************...
Fadli begitu lama memendam rahasia keluarganya sendiri. Terasa begitu menyiksa dan menyakitkan. Ingin mengungkapkan semuanya namun takut menyakiti banyak hati.
Ayah Latif sendiri menyadari perubahan Fadli. Putranya itu tampak sering melamun dan terlihat begitu banyak pikiran. Seperti saat ini Ayah Latif mendapati Fadli sedang melamun.
"Kenapa Fadli? Ayah perhatikan kamu sering melamun." Ayah Latif mendekat, menepuk singkat pundak Fadli.
Fadli menoleh, terlihat ragu untuk menjawab.
"Ayah, menurut Ayah kenapa selama ini Ibu selalu membela Ella meski tahu Ella berbuat salah?" tanya Fadli apada akhirnya.
Ayah Latif terlihat terkejut mendengar pertanyaan itu.
"Karna dia putri bungsu Ibu, kamu tahukan dari bayi kami merawat Ella jadi wajar Ibu merasa begitu menyayangi Ella." Jawab Ayah Latif yang terdengar tidak masuk akal bagi Fadli.
"Tapi kenapa Fadli ragu dengan alasan itu. Mas Biru juga anak Ibu bahkan anak kandung Ibu, tapi Ibu malah memihak Ella bukannya mas Biru."
__ADS_1
"Dari perkataan kamu dan sikap kamu belakangan ini, Ayah yakin kamu pasti mengetahui sesuatu."
Tebakan yang benar, Fadli sendiri tidak tampak terkejut. Mungkin inilah saatnya dia mengatakan pada Ayah Latif tentang apa yang dia ketahui.
"Siapa Ayah kandung Ella?" tanya Fadli langsung.
Ayah Latif terlihat tenang membuat Fadli yakin Ayahnya itu sudah tahu rahasia ini.
"Salim, mantan pacar Ibu kamu. Dan Ayah yakin, kamu pasti tahu siapa Ibu kandung Ella."
"Tante Eva, adik Ibu. Tapi apa yang sebenarnya terjadi, Yah? Kenapa Fadli merasa ada yang aneh."
Ayah Latif menarik napas dalam-dalam. Terlihat begitu berat menceritakan masa lalu.
"Ayah dan ibu dijodohkan. Saat itu Ibu sudah memiliki pacar bernama Salim. Singkat cerita hubungan Ibu dan pacarnya tidak direstui dan dengan terpaksa mereka putus. Kemudian Ayah dan Ibu menikah karena dijodohkan. Sampai beberapa tahun Biru dan kamu lahir semua baik-baik saja. Meski tanpa cinta kami menjalankan pernikahan dengan ikhlas."
Ayah Latif terdiam sejenak, merasa begitu berat mengingat masa lalu yang penuh liku.
"Lalu kenapa Tante Eva bisa menikah dengan mantan Ibu?" tanya Fadli penasaran.
"Salim menikahi Eva untuk mendekati Ibu dan ternyata rencananya sukses. Salim berhasil mendapatkan cinta Ibu lagi, mereka bermain api sampai kemudian semua terungkap dan saat itu Eva sedang hamil. Ayah membawa Ibu pergi menjauh agar Ibu bisa melupakan Salim tapi ternyata tidak sesuai apa yang Ayah harapkan. Eva pergi meninggalkan Ella karena sakit hati dan Ibu dengan menerima Ella dengan alasan bertanggung jawab."
"Jadi itu semua karena rasa bersalah Ibu?" Fadli kembali bertanya.
Ayah Latif menggelengkan kepalanya, "semua tidak sesederhana itu Fadli."
"Maksud Ayah?"
Ayah Latif hanya diam, tidak ingin menjawab pertanyaan Fadli. Dia merasa Fadli sudah tahu terlalu banyak rahasia masa lalu orang tuanya.
Ayah Latif pikir akan ada saatnya semua dia ceritakan pada Albiru dan Fadli untuk mereka jadikan pembelajaran. Dia hanya berharap semoga Albiru dan Fadli tidak membenci Ibu mereka.
TBC
**Sambil menunggu novel ini update, yuk mampir kenovel keren karya kak Dhevy Yuliana..
Jangan lupa mampir dan dukunganya ya 😊**
Judul :STORY OF YULIANIKA
Perjuangan Seorang wanita bernama Aracelia Daneen Gunawan untuk meluluhkan hati seorang karyawan di kantor ayahnya. Hingga Ia mengubah penampilan demi menutupi identitas sebenarnya, bahwa ia pernah ada dalam kejadian masa kelam pria itu. Ali Danish Mahendra, nama pria yang terpaksa menikahi gadis culun. Putri sang bos tempatnya bekerja. Lalu bagaimana perjuangan Ara untuk meluluhkan hati Danish??
__ADS_1