Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 17 Kairi


__ADS_3

Lima tahun lalu di rumah lusuh yang penuh sampah, terlihat seorang pemuda yang tergeletak di lantai dengan darah segar yang mengalir dari kepala.


"Gila Mon! Kalau dia mati gimana?!"


Tiga orang pemuda sedang berdiri mengelilingi tubuh yang tak bergerak itu. Seorang di antara mereka membawa balok kayu besar yang ujungnya telah berlumuran darah.


"Biar aja, nggak ada yang bakal tahu dia disini. Lihat aja rumahnya yang seperti rumah hantu!" Raymon menuju keran air yang tersambung selang dan membilas darah segar dari permukaan balok kayunya.


"Kalau ternyata ada teman ato kerabatnya gimana?! Mampus deh kita!"


"Sejak kapan kau jadi pengecut? Nggak usah pikirin dia! Sudah ketemu belum cewek itu?!"


"Belum. Teman kosnya semua juga nggak ada yang tahu."


"Pokkonya dia harus ketemu! Atau kubunuh kalian semua!"


Mereka bertiga pun pergi meninggalkan pemuda itu begitu saja. Keadaan rumah yang gelap tanpa penerangan dan bau menyengat yang keluar dari sampah membuat mereka tak betah berada disitu terlalu lama. Bukti keberadaan gadis yang mereka cari terluput dari pandangan mereka.


Beberapa jam dari waktu kejadian, Kairi perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa sangat sakit membuat penglihatannya terbatas. Matahari telah terbit menandakan esok hari.


Anika? adalah orang yang terlintas pertama kali di kepalanya.


"Kamu kembali kepadaku, istriku?" Dengan senyuman di wajahnya, dia melihat bayangan Anika yang mendekati dan mencium dirinya.


Kenyataannya seekor anjing berhasil lolos masuk ke rumah yang pintunya dibiarkan terbuka, menjilati bekas darah yang mulai mengeras di kepalanya.


Seluruh badannya babak belur membuatnya sulit bergerak. Kairi kembali tak sadarkan diri karena kekurangan darah.


Beberapa saat setelah siuman lagi, dia mulai sadar bahwa tak ada lagi Anika di sisinya.


"Kamu seorang pembunuh. Anika tak mungkin mencintaimu. Kamu ditelantarkan sendirian. Takdirmu sampai mati hanya hidup bersama ibumu!"


"PERGI!!" Kairi berusaha mengusir suara yang dari tadi mengisi kepalanya. "Pergi!"


"Anika bukan seperti itu, dia berbeda..." Dia terus menerus mengulang kata-katanya, beratus-ratus kali.

__ADS_1


Anjing kampung yang tadi menjilatinya ternyata masih berdiri di dekatnya. Lama menatap kosong ke arah anjing itu, membuatnya merasa haus. Dia menyeret tubuhnya ke genangan air bekas yang sebelumnya digunakan oleh Raymon untuk membilas darah yang menempel di balok kayunya, dan meminumnya seperti hewan.


Hidup jadi manusia susah. Aku nggak mau berpikir, aku nggak mau melakukan apapun, aku mau hidup seperti hewan.


Sepanjang hari dia hanya terbaring di halaman belakang rumahnya.


Kadang dia tertawa sendirian, terkadang dia menangis sejadi-jadinya.


Kairi sudah putus asa untuk hidup.


Harapannya untuk hidup dulu adalah Anika, tapi dia sudah pergi meninggalkannya.


Sejak pertama melihat senyuman manisnya, Kairi sudah memutuskan untuk menjadikan Anika miliknya. Walau caranya itu tidak normal, tapi dia telah berhasil memilikinya.


Dia tidak menyangka gadis itu ternyata memberinya cinta yang tulus, yang selama ini belum pernah dia rasakan, yang selama ini dia idamkan. Dia tidak menyangka dengan hidup bersamanya, traumanya itu bisa hilang.


Dulu setelah ibunya bunuh diri di usianya yang ke 20 tahun, dia jadi merasa seperti orang hilang.


Satu-satunya orang yang dia pikir bisa mengerti dirinya dan memberinya cinta serta kepuasan seksual palsu, pergi begitu saja meninggalkan dirinya sendirian di dunia yang asing.


Kairi sempat menjalankan kehidupannya seperti biasa, bekerja serabutan tapi tanpa tujuan hidup yang jelas. Kegiatan s*x terlarang dengan ibunya dulu adalah satu-satunya cara untuk lari dari kenyataan hidup yang berat, seperti obat-obatan terlarang yang menstimulasi otak. Tapi sudah tidak bisa dia lakukan setelah ibunya mati.


Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita yang sedang berjalan sendirian di malam hari. Dia merasa bisa mendapatkan lagi tujuan hidupnya bila berhasil memiliki wanita itu. Akhirnya Kairi menculiknya, memperkosa dan mengurungnya di dalam rumahnya. Dengan ini dia mulai kembali semangat menjalani hidupnya.


Kairi merasakan kenikmatan setiap kali memperkosa dan menyiksa wanita itu. Moralnya sudah rusak. Dia berpikir seperti ini caranya mencintai seseorang.


Dia hanya melakukan apa yang pernah dilakukan oleh ibunya pada dirinya.


Saat korban pertamanya bunuh diri karena tidak sanggup dengan curahan 'cinta' yang dia dapat dari Kairi, lagi-lagi dia merasakan tujuan hidupnya hilang.


Setelah memutilasi bagian tubuhnya untuk dijadikan koleksinya, kali ini Kairi mengamati dulu korbannya sebelum menjalankan aksinya.


Korban keduanya ini pun berhasil bertahan cukup lama. Kairi merasa berhasil mendidiknya menjadi 'peliharaan' yang taat pada majikannya. Dia juga telah memotong kedua tangan dan kakinya, mencabuti semua rambutnya dan beberapa giginya.


Benar-benar seperti 'hewan peliharaan'.

__ADS_1


Tapi tak ada manusia yang bisa bertahan hidup dengan banyaknya siksaan yang dia terima setiap hari. Akhirnya 'peliharaannya' itu mati begitu saja saat dia pulang kerja.


Kairi yang sudah mendapatkan pekerjaan tetap di sebuah pabrik, kembali merasakan hidup yang hampa. Di tempat kerjanya pun tak ada yang berani mendekati dirinya karena aneh dan jijik.


Hingga suatu hari tak sengaja Kairi bertemu dengan Anika yang saat itu tersenyum padanya sambil menawarkan produk minuman serbuk. Anika sempat menjadi SPG keliling menawarkan produk minuman serbuk di kawasan industri tempat Kairi bekerja.


Sejak itu Kairi mulai menguntit dirinya, melacak rumah dan kampusnya.


Kairi mulai terobsesi pada Anika secara tidak normal. Dia mengambil fotonya diam-diam, menduplikat kunci kosnya dan mencuri pakaian dalam wanita yang disukainya.


Dia bahkan berfantasi dengan pakaian dalam dan pembalut bekas dengan darah milik Anika, yang dia jadikan objek pemuas nafsunya.


Di lain sisi dia beberapa kali melindungi Anika dari balik layar bila melihatnya dalam bahaya. Dia juga yang membantu Anika membeli banyak produk untuk meningkatkan angka penjualannya, dan banyak lagi.


Kairi benar-benar sudah jatuh cinta pada Anika.


Dari pengalamannya dulu, dia tahu tidak mungkin ada orang yang sungguh-sungguh mencintai cowok sepertinya.


Tapi melihat Anika yang memiliki luka yang sama seperti dirinya, melihat Anika yang menangis untuk dirinya, dia mulai merasakan kasih sayang. Emosi yang selama ini tak pernah ia dapatkan, akhirnya bisa dia rasakan.


Dia berhasil mengendalikan hawa nafsunya demi Anika, dia bahkan berhasil tidak memukul dan menyiksanya. Dia bisa benar-benar merasa bahagia dengannya.


Hanya dengan Anika dia bisa begitu.


"Anika... Anika... Anika..." Berkali-kali dia memanggil nama gadis itu.


Tapi sekarang 'istrinya' telah pergi.


Perbuatan bejatnya di masa lalu tidak termaafkan. Tak ada gunanya dia hidup.


Menjadi hewan itu lebih mudah. Tanpa akal manusia tak perlu susah-susah berpikir.


Kairi hanya berbaring tak bergerak di atas lantai yang kotor.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pembaca setiaku, tanpa dukungan dari kalian aku tak mungkin bisa sampai sini😇


Apakah kalian merasa bisa memaafkan seorang penjahat? Setelah mengetahui masalah apa yang sebenarnya dia alami di masa lalu?


__ADS_2