
Pesta sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga dekat berlangsung dengan sangat meriah. Anika melihat sekeliling rumah yang bersih dan normal, tak ada keanehan. Dia kemudian diperkenalkan kepada istri Yuri yang bernama Jane, wanita cantik yang sederhana.
Dia kelihatan sangat normal, batin Anika lega.
Sejak melangkah masuk ke rumah keluarga Dragunov, Anika menjadi sangat waspada. Terutama ketika dia melihat makanan yang dihidangkan di atas meja makan. Kairi yang menyadari hal itu tak melepaskan genggaman tangannya dari istrinya. Tapi perasaan waspada Anika langsung tersapu bersih begitu melihat bayi gemuk seperti malaikat kecil di hadapannya.
"Imut sekali! Siapa namanya??"
"Irina," jawab Jane tersenyum lembut pada putrinya yang bak boneka. Dia menyodorkannya kepada Anika karena berpikir mungkin Anika ingin menggendongnya, tetapi Anika menjadi ragu.
"Ma ... maaf, saya tak bisa." katanya tak percaya diri. Anika bukan benci anak-anak, dia hanya takut traumanya akan kambuh. Tanpa sadar Anika mulai memegang perutnya seolah sakit.
Melihat itu, Kairi mempererat genggamannya tangannya. Dia kemudian meminta ijin untuk pergi dan membawa Anika yang bingung ke kamar kecil. Di dalam dia tiba-tiba mengambil wajah Anika dan menciumnya dengan penuh gairah yang membuat Anika malu.
"Kenapa tiba-tiba?!" tanya Anika saat dia melepaskan bibirnya.
Kairi kemudian menyentuh perut istrinya dan bertanya, "Apa masih sakit?"
Anika berkedip beberapa kali sebelum paham apa maksudnya. Kenapa dia bisa tahu padahal aku nggak pernah cerita?
"Hanya kebiasaan saja. Aku nggak apa kok." jawab Anika tapi Kairi tetap menatapnya tajam. "Jadi tadi kamu menghiburku dengan ciuman?" lanjutnya sekarang tertawa kecil berpikir Kairi jadi paranoid hanya dari hal sepele.
Kairi tahu trauma Anika yang tak sengaja dibuka oleh Yaslan dulu. Trauma terbesarnya yang dihamili ayah sendiri sampai mengaborsi janin malang yang membuat Anika selalu memegang perutnya kalau teringat.
Untuk memastikannya, Kairi membuka resleting belakang gaun beludru Anika sampai bisa melihat perutnya tanpa terhalang gaunnya tadi.
"Kamu ngapain?!" tanya Anika tambah malu berusaha menutup pakaian dalamnya yang terlihat dengan kedua tangannya. "Ini di rumah orang!"
Kairi berlutut di hadapannya dan mencium perut Anika yang terekspos. Dia kemudian menempelkan telinganya ke perut istrinya seolah mendengar sesuatu.
Melihat itu Anika menjadi salah tingkah. Dia rajin minum pil KB karena belum siap hamil, tapi tingkah Kairi ini seolah membuatnya berharap ingin mengandung anaknya.
__ADS_1
Kairi menatap Anika dari bawah. "Kalau kamu siap aku juga akan siap." katanya tersenyum sekarang kembali mencium perutnya. "Istriku pasti akan menjadi ibu terhebat di dunia kalau bersamaku."
Anika terharu mendengar itu. Kairi sama sekali tak memaksanya. Dia malah memujinya yang membuatnya tambah percaya diri untuk memiliki anak.
Mungkin suatu hari .... batin Anika berpikir untuk tak minum pil KB lagi.
Kairi kemudian membuka celana dalm Anika dengan mulutnya dan mulai menjilati bagian sensitif wanitanya. Dengan wajah memelas dia minta ijin untuk melakukan kegiatan lebih intim yang membuat Anika tak bisa menolaknya, dan mereka pun bercinta di kamar mandi rumah orang.
Keluar dari kamar mandi Anika bertekad untuk tak terkecoh manipulasi mesumnya. Kairi pasti akan membuatnya senang lalu minta untuk berhubungan badan seolah Anika objek s*xnya yang bisa dia cumbui setiap saat.
Untungnya isi rumah sepi sehingga tak ada yang curiga mendengar keresahan yang mereka buat tadi. Semua tamu undangan telah berpindah keluar karena jamuan makan bersama akan diadakan di halaman belakang rumah keluarga Dragunov.
Anika sebenarnya ragu untuk memakan steak yang ada di hadapannya itu padahal dirinya sudah lapar.
"Ini daging sapi," kata Kairi setelah mengunyah dan merasakannya terlebih dahulu untuk Anika. Karena merasa aman Anika pun langsung melahapnya membuat Kairi tersenyum senang.
Ting ting ting ting
Pertama dia mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang hadir yang sebagian besar merupakan keluarga dari pihak ibunya. Kemudian tak terduga Kairi diperkenalkan kepada mereka.
"Ini adalah kakak tercintaku, Kairi Evans." katanya bangga yang membuat seisi tamu malah berbisik dan mencemooh nama keluarga Evans yang sepertinya tak disambut dengan baik oleh mereka.
"Dia juga anak dari pria tak bertanggung jawab."
"Anak dari istri pertama yang katanya gila."
Dari awal sebenarnya Kairi tak suka menghadiri tempat meriah. Apalagi sekarang dia jadi pusat perhatian dan bahan cemooh.
"Kairi Evans telah banyak membantu kepolisian dengan keahliannya yang hebat, karena itu aku ingin agar kita semua memberinya tepuk tangan yang meriah dan berterima kasih pada pahlawan kita!" Semua tamu undangan bertepuk tangan dengan wajah heran seolah tak percaya kehebatan Kairi.
Gantian Anika yang terus menggenggam tangan Kairi, berusaha menenangkannya. Dari tadi dia sudah melihat rahang Kairi yang mengeras, seolah ingin membantai semua orang yang ada di sini.
__ADS_1
"Karena itu aku ingin menghadiahkan lencana kehormatan untuknya." Seorang pria tua berdiri membawa kotak beludru ke depan tempat Yuri berdiri.
Dari tampangnya yang kelihatan berwibawa, Anika bisa menebak dia kakek Yuri yang seorang direktur jenderal kepolisian. Mereka tampaknya berharap Kairi untuk maju dan menerima hadiahnya. Karena dia tak juga bergerak Anika berdiri dan menarik tangannya melangkah ke depan. Kairi tak akan bisa menolak kalau istrinya itu yang menyuruhnya.
Lencana disematkan ke atas saku kemeja putih Kairi dan seluruh tamu yang hadir mulai bertepuk tangan lagi. Yuri terus menerus memujinya bahkan menceritakan pengorbanannya melawan gangster sampai harus kehilangan tangan dan menghancurkan wajahnya, membuat semua tamu berdecak kagum dan mulai menghormati Kairi.
Dalam hati Kairi ingin sekali membunuh adiknya itu.
Anika yang berdiri agak jauh di antara kerumunan tamu ikut berdiri dan tersenyum bangga pada suaminya. Selama ini Kairi seperti pahlawan di balik layar, dia patut mendapatkan banyak pujian.
"Suami Anda sangat hebat." ucap Jane menyelamati Anika yang sebenarnya merasa masih asing dibilang suami oleh orang lain.
"Suami Anda juga hebat," balas Anika tiba-tiba menyadari jari Jane yang janggal.
Dua jari di tangan kirinya hilang.
Anika mulai membayangkan yang tidak-tidak. Masa suaminya yang makan?!
Menyadari itu Jane tertawa ringan. "Saya sangat ceroboh kalau memasak, sampai dilarang Yuri."
Anika mengangguk seolah paham, tapi curiga melihat jam tangan yang dipakai di tangan kanannya. Anika yakin Jane bertangan kidal karena oran. Kalau dia memasak dengan tangan kiri, gimana caranya jari kirinya terpotong?
Jane menikahi seorang psikopat kanibal, apakah dia sadar akan hal itu? Atau dia korban yang tak tahu apa-apa? Anika ingin menolongnya, tapi dia juga takut. Dia terus memandangi Jane sambil berpikir untuk menolongnya, apalagi pasangan itu telah memiliki anak.
"Apakah .... Apakah Anda mengetahui sesuatu tentang suami Anda?"
Jane hanya terdiam. Dia kemudian terlihat sedikit tertekan melihat suaminya yang sedari tadi berdiri di belakang Anika, memandangnya dengan tatapan mencekam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih atas dukungannya selalu 🤗
__ADS_1
Menurut kalian seperti apa ya adik dari Kairi ini??