
Keesokan harinya Anika terbangun dengan Kairi di sampingnya.
Sudah dua hari dia tidak bermimpi buruk lagi. Ini membuatnya bisa tidur dengan nyenyak. Walau begitu dia masih memikirkan Yaslan yang pasti khawatir mengetahui istrinya hilang.
Anika membalikkan badannya, mengamati Kairi yang masih terlelap. Walau dia kelihatan sangat tampan saat tidur, seperti orang normal bukan orang dengan gangguan jiwa atau seorang psikopat, tapi bukan itu yang menarik perhatiannya.
Bekas lukanya yang selalu dia sembunyikan.
Anika menyentuh bagian pergelangan tangannya dengan bekas luka itu. Di rumah ini Kairi masih menutupinya dengan pakaian lengan panjang. Dulu di rumah sampah, dia sangat terbuka padanya. Setelah Anika diberitahu tentang masa lalu kelam bersama ibunya, Kairi tak pernah lagi menutupinya. Dia kelihatan nyaman walau kulit yang penuh luka dilihat oleh dirinya.
Tapi di sini dia menutupinya lagi.
"Berpikir untuk mencumbuiku ya?"
Anika memalingkan wajahnya, malu karena telah terlalu lama mengamati Kairi.
Pria itu kemudian mengulurkan tangannya dan mengelus pipi Anika.
"Tidurmu nyenyak?" tanya Kairi yang mendapat respon anggukan.
"Bagus. Sejak kamu disini, aku juga bisa tidur." Dia maju untuk mencium cintanya tapi Anika langsung menghindar. Walau perkataan dan tindakan Kairi selalu membuat hatinya goyah, Anika masih pegang teguh pada janji sucinya dengan suaminya.
Atas permintaan Anika, pagi ini mereka makan di teras belakang rumah. Samar-samar Anika kadang bisa mencium bau amis tak sedap, tapi ketika Kairi hendak menjawab, dia dipotong oleh Lia salah satu pelayannya.
"Itu pasti bau dari pupuk kompos yang baru-baru ini dibuat oleh Tuan muda." Lia tahu majikan barunya ini sedikit abnormal, tapi entah kenapa dia merasa Kairi jauh lebih baik dari pada majikan lamanya yang mesum itu. Dia berusaha membantunya untuk menjaga image Kairi dari Anika.
Kalau sampai Anika tahu pupuk yang dibuat olehnya berasal dari tubuh manusia yang digiling, ekspresi apa yang bakal diberikan olehnya?
"Pantas saja bau." cetus Anika sedikit menutup hidungnya. "Memangnya apa yang kamu tanam?"
"Kepala ma ...."
__ADS_1
"Kepala biji bunga matahari, Nyonya muda."
Lagi-lagi Lia memotong Kairi yang sebenarnya dengan bangganya ingin menjawab.
"Bila sudah selesai dengan hidangannya, mari kami antarkan ke ruang tengah. Tuan muda telah menyiapkan kejutan untuk Anda, Nyonya muda." lanjut Lia berusaha mengganti topik.
Betapa terkejutnya Anika menemukan berbagai benda favoritnya tertata rapi di atas meja rang tengah. Jeans dan T-shirt kesukaannya, make up dan majalah-majalah favoritnya, dan ada gaun ungu yang sangat cantik bersama sepasang sepatu dan beberapa perhiasan di dekatnya.
"Ini kamu yang siapin?" tanya Anika tak percaya.
Tapi dia tidak heran, dulu Kairi pun sering memberinya kejutan sederhana untuk menyenangkan dirinya. Dia sangat menyukai sisi itu dari Kairi. Suaminya juga sering memberinya kejutan, tapi seiring berjalannya waktu, dia hanya memberi kejutan di hari ulang tahunnya saja.
Aku jahat sekali, kenapa aku membandingkan mereka?!
"Coba dipakai, Sayang." kata Kairi sambil mengalungkan salah satu kalung dengan liontin hati kecil ke leher Anika.
Anika sangat senang tapi dia merasa tidak pantas mendapat perlakuan seperti ini. "Maaf, aku tidak bisa menerima ini semua." katanya sedih kemudian pergi masuk ke kamar.
Kairi hanya terdiam di tempat.
Kairi membanting meja dan pertama kali Lia dan pelayan lain melihat Kairi yang biasanya sangat mengerikan dan tanpa emosi, kelihatan begitu kecewa. Mereka tak tega melihat butiran air mata yang keluar dari mata tuan muda mereka, yang sebelumnya selalu tersenyum karena kehadiran Anika.
Mereka belum tahu bahwa Kairi adalah pemuda yang memiliki masa lalu kelam, yang walau dia sering terlihat tanpa emosi, dan di luar selalu tersenyum, sebenarnya sangat rapuh di dalam.
Ann yang sangat mengagumi majikannya itu langsung menghentakkan kaki menuju ke arah Anika untuk memberinya pelajaran. Lia mengikutinya, takut dia akan melukai Anika.
"Seperti itu ya balasan Anda pada kekasih yang telah susah payah menyiapkan segalanya hanya untuk membuat Anda senang?!" seru Ann kesal begitu membuka pintu kamar.
Dia terkejut menemukan Anika yang duduk meringkuk di lantai, menangis hingga terisak-isak membenamkan kepalanya dalam-dalam.
Lia menyuruh Ann mundur. Dia kemudian mendekati Anika, berusaha memahami situasinya. "Apa yang Nyonya muda sebenarnya rasakan pada Tuan muda?"
__ADS_1
Anika masih terisak, dia sendiri tidak paham dengan dirinya. Dia sebenarnya sangat menyayangi Kairi, apalagi dia adalah orang yang bisa menghilangkan traumanya, dan cinta pertamanya. Tapi di lain sisi dia memiliki Yaslan, dia tidak ingin menghianati suami yang telah banyak berusaha demi dirinya.
Apakah dia sebenarnya tidak pantas berada di sini? Tapi kenapa dia merasa nyaman di rumah ini? Dia merasa tidak pantas menjadi istri Yaslan, dan tak pantas dicintai Kairi. Anika hanya bisa menangis.
Melihat Anika yang hanya menangis tanpa berkata, Lia mulai mengelus kepalanya. Baginya kebahagiaan majikannya adalah yang utama. Bila Anika membuatnya tidak bahagia, ini akan mengancam keselamatan mereka semua. "Nyonya tolong pikirkan baik-baik kenapa ada di sini? Kalau tidak suka Tuan muda pasti Nyonya sudah lari dari sini kan?"
Yang dikatakannya benar, pikir Anika. Aku memang ingin tinggal di sini karena merasa nyaman. Traumaku bisa hilang. Tapi tetap saja ....
"Tolong pikirkan lah perasaan Tuan muda juga, Nyonya. Tidak usah pikirkan dulu perasaan suami Nyonya, pikirkan perasaan Nyonya dan Tuan muda."
Lia hanya menerka melihat cincin pernikahan di tangan Anika. Dia yakin wanita berhati lembut seperti Anika pasti dilema karena perasaan yang tak ingin bercabang.
Dalam hati Ann merasa Anika sangat bodoh. Dia pasti akan membuang cincin kawinnya dan menikmati setiap cinta dari pujaan hatinya itu.
"Tapi .... Dia pembunuh ...." Anika mulai menyuarakan perasaannya. "Dia dulu pernah memperkosa dan membunuh orang!" Sisi ini juga yang membuat Anika tidak bisa menerima perasaan Kairi. Dia takut padanya.
Mendengar itu Lia tahu ternyata bukan hanya hati bercabang yang jadi masalah utamanya. Tapi perasaan yang belum bisa menerima Kairi seutuhnya.
Dalam hati sih Ann tidak peduli pujaan hatinya telah membunuh berapa ratus orang, selama dirinya selalu dimanjakan dan dicintai sepenuh hati. Dia menganggap Anika terlalu berpikiran sempit.
"Nyonya, setiap orang pasti memiliki kesalahan di masa lalu. Tapi yang terpenting itu usaha yang dilakukannya sekarang untuk perubahan di masa yang akan datang. Jangan terpaku pada masa lalu."
Mendengar itu Anika menjadi sadar. Sejak pertama bertemu, Kairi telah banyak berubah demi dirinya. Kairi bahkan menerima dirinya apa adanya, bahkan dengan masa lalunya yang menjijikkan.
Dia pun berhenti menangis dan berpikir tak ingin terlalu menghakimi Kairi, tapi lebih fokus pada kebaikannya. Apalagi Kairi adalah orang dengan gangguan jiwa. Dia tak mungkin bisa berpikir normal seperti orang pada umumnya.
Mereka bertiga pun kembali menuju ruang utama untuk menemui Kairi, tapi sepertinya sudah terlambat.
Ruang utama yang sebelumnya sangat indah dengan perapian dan perabot mahal serta banyak ornamen dan hiasan di sekitarnya, telah hancur semuanya. Dalam waktu yang singkat itu, seisi ruangan telah diporak porandakan oleh Kairi. Ketiga pelayan yang tadi masih tinggal bersamanya sudah tergeletak di lantai.
Kairi sekarang sedang berdiri di tengah memegang pisau di kedua tangannya dan bersimpah darah.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Susah ya menerima cinta seseorang dengan cacat mental, yang emosinya nggak stabil 😢