Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 32 Pelayan


__ADS_3

"Dari tadi aku nggak melihatnya."


Bukan berarti Anika ingin bertemu dengan seorang produser video porno dan mucikari, tapi dia tetap penasaran belum bertemu dengan sosok pemilik rumah ini.


"Kamu ingin bertemu dengannya?" tanya Kairi sedikit menantang.


"Dia ada di rumah?"


"Paman sedang menikmati cuti panjang bersama rekan-rekan bisnisnya." jawab Kairi setengah jujur dan Anika percaya begitu saja.


Sekarang mereka sedang menikmati makan malam bersama di gazebo yang ada di atap rumah.


"Masakannya enak!" puji Anika tapi tak ada yang merespon. Ann yang telah memasaknya tetap diam dengan lebam di wajah, berdiri di dekat mereka. "Siapa yang masak?" tanya Anika lebih lanjut, tapi tetap tak ada respon.


Kairi tetap makan karena tak menaruh minat pada topik ini. Dia tetap makan dengan caranya yang liar.


Melihat itu, Anika mengambil garpu dan pisau, mengajarkan kepada Kairi cara makan yang benar. Di rumah sampah dulu memang hanya ada sendok, tapi Kairi selalu makan dengan tangan. Sejak kecil Kairi tak pernah diajarkan table manner yang benar oleh ibunya. Masak saja ibunya tak pernah, dia biasa makan dari sampah-sampah yang selalu dibawa pulang oleh ibu gilanya.


"Kalau makan steak, caranya seperti ini." Anika memotong dagingnya dengan rapi, mengajar Kairi cara makan yang benar. Seperti anak kecil yang baru diajar, Kairi mengikuti petunjuk yang diberikan Anika.


"Anak pintar." puji Anika tersenyum menepuk kepalanya.


Mereka bertatapan yang membuat Anika salah tingkah. Anika mulai mengingat masa lalunya dimana dia banyak mengajarkan kepada Kairi, seperti untuk tidak memukul, untuk tidak memaksakan kehendak, seperti seorang ibu yang mengajarkan kepada anaknya. Anika tidak sadar dia yang pelan-pelan mengajarkan cinta tulus kepada Kairi dan mengubahnya secara perlahan.


"Apa kerjamu sekarang?" tanyanya mengganti topik pada Kairi yang sudah bisa makan dengan peralatan makan walau masih kaku.


"Penjinak monster."


Anika bingung tapi Ann langsung tertawa mendengarnya. Ann suka dengan pernyataan tuan mudanya itu.


Bagaimana mungkin Ann tidak tertawa bahagia mendengarnya? Seumur hidup, ini lah pekerjaan terbaik yang pernah ia dapatkan. Ann lahir dan besar di wilayah prostitusi, lalu dibeli oleh pria gendut mesum yang adalah paman Kairi. Seumur hidup Ann tak lepas dari melayani pria-pria hidung belang yang mesum dan kasar.


Kairi pahlawannya memberinya tugas yang sebelumnya tidak dia bayangkan bisa ia dapatkan. Memberi makan sambil menyiksa para pria mesum brengsek yang dulu selalu melecehkan dan menyiksa dirinya, rasanya sangat menyenangkan. Selama ini dia hanya bisa patuh. Keinginannya untuk balas dendam seolah mustahil. Tapi berkat Kairi, harapannya itu menjadi kenyataan. Karena itu Ann sudah bersumpah dalam hati tak akan pernah meninggalkan majikan mudanya itu.

__ADS_1


"Seperti apa pekerjaannya?" Anika terus bertanya karena penasaran. Kairi sebenarnya tak keberatan memberi tahu padanya. Dengan kelainannya, dia justru senang Anika tertarik pada dirinya. Tapi seorang pelayan menghalangi niatnya itu.


"Tuan muda sedikit merombak bisnis Tuan besar." Nama pelayan itu Lia. Dari semua pelayan dia yang paling cerdik. Sebenarnya dia berasal dari keluarga berada yang diculik oleh gangster dan disekap untuk dilelang di pasar gelap. Kecantikan wajah Oriental yang langka dan kepatuhannya membuatnya berharga sangat mahal. Tentu saja paman Kairi membelinya dan merasa hebat berhasil melelangnya dengan harga tertinggi.


Berbeda dengan Ann yang sudah terobsesi dengan Kairi dan sedikit ceroboh, Lia menghormati Kairi dan berusaha patuh dengan harapan dibebaskan suatu hari nanti.


Anika sedikit curiga. Dia tahu bisnis terlarang milik pamannya itu, tapi apa yang dirombak oleh Kairi? Bukannya tadi dia diberi tahu bahwa bisnisnya ini sudah diberhentikan?


Sepertinya ada yang mencurigakan. Anika masih penasaran tapi memilih untuk tidak tahu lebih dari ini.


"Nyonya muda, kalau sudah selesai makan, biar saya antarkan ke kamar." kata Lia begitu melihat Anika selesai makan.


Kairi masih berusaha makan dengan cara yang benar, yang ternyata memakan waktu. Dia berpikir untuk berkebun selesai menyantap hidangan makan malamnya


Setelah mengantarnya ke kamar Kairi, Lia berpamitan pada Anika. "Selamat beristirahat Nyonya muda."


"Kenapa di kamar Kairi?"


"Anda akan aman di sini. Sebaiknya Nyonya jangan berkeliaran sendirian di rumah ini tanpa Tuan muda." Setelah mengamati mereka seharian, Lia tahu bahwa dia bisa jadi incaran pelayan lain, dan tahu kenyataan bahwa majikannya itu sangat menjaganya.


"Menurutku dia wanita yang sangat jelek dan bodoh."


Lia mendengar Ann sedang berdiskusi dengan para pelayan lain. Saat ini majikan mereka sedang tidak ada di sekitar membuat mereka bisa bicara bebas. Dia pun ikut bergabung dengan rekan seprofesinya.


"Bagaimana pun Nyonya Anika adalah kekasih Tuan Kairi, kita harus menghormatinya seperti menghormati Tuan muda." Lia memperingati mereka.


"Sudah menikah tapi masih aja menggoda cowok lain! Dasar cewek murahan." keluh Ann.


Lia membalas, "Kau lebih murahan darinya."


Kata-katanya itu langsung membungkamnya.


"Dengar, kalian semua ingin bebas kan? Tuan muda jauh lebih pengertian dari pada Tuan babi." Mereka sudah berani mengolok majikan lama mereka setelah dirantai oleh Kairi.

__ADS_1


"Nyonya Anika sangat berarti baginya, jadi jangan sampai kita membuatnya tidak betah di rumah ini. Berkat kehadiran Nyonya muda, mood Tuan muda pun lebih bagus. Kalian ingat sebelumnya Tuan muda sering emosi dan pergi membunuh semua anak buah gangster di luar itu kan?


"Tapi sejak kehadiran Nyonya, Tuan selalu tersenyum. Dia bahkan lebih sering keluar kamar dan makan di ruang makan. Kita seharusnya berterima kasih kepada Nyonya muda." Walau Ann masih tampak kesal dengan apa yang telah dikatakan Lia, tapi dia dan yang lain pun setuju.


"Bagi kami hanya Tuan Ken majikan kami." Rin masih keras kepala membela paman Kairi. Quill yang tak bisa bicara hanya mengikuti apa yang diinginkan Rin.


"Terserah kalau kamu masih mau melayani Tuan bejat itu, tapi cepat atau lambat dia akan mati dengan kondisinya yang mengenaskan seperti sekarang ini." ucap Lia.


"Hanya Tuan Ken yang menyayangi kami, Kairi bahkan menganggap kami ada pun tidak." Rin bersikeras.


Dari dulu Ann kesal pada Rin. Apalagi sekarang Rin lancang merendahkan pujaannya dan hanya menyebut namanya dengan tidak sopan. "Dasar bocah! Kalian baru beberapa bulan disini udah sok tahu! Babi guling itu hanya pura-pura baik! Mana ada pria baik yang melecehkan anak-anak seperti kalian?!"


"Jadi menurut kalian Psikopat gila yang sudah membunuh banyak orang itu lebih baik darinya?! Kita bisa saja dibunuh suatu hari!"


Mereka berdua memang tak cocok. Seperti anjing dan kucing, mereka selalu berdebat.


"Hei!" Tiba-tiba dengan pakaian kotor penuh tanah dan cipratan darah, Kairi memanggil salah satu dari mereka. "Ayo berangkat!"


Elle yang sebenarnya seorang mantan trainer mata-mata ternama, bersama Lia, sering menemani Kairi menyerang beberapa markas rahasia para gangster. Bos mereka ditangkap dan dijadikan peliharaan seperti pamannya oleh Kairi.


Bagi Kairi, semua yang terlihat bahaya untuk wanita, seperti yang pernah dilakukan Raymon pada Anika, harus dibasmi sampai ke akarnya. Dengan nama pamannya, dia bisa menyusup ke markas musuh dengan mudah.


Itu yang biasa dia lakukan bila keinginan untuk membunuhnya muncul.


"Siap Tuan, akan segera saya persiapkan." Elle yang sudah terbiasa langsung sigap.


Lia pikir setelah ada Anika, majikannya itu tak akan membunuh lagi. Dulu Kairi hanya pergi membunuh bila tak melihat Anika di layar komputernya. Lia pikir dengan kehadiran Anika di sisinya, seharusnya tak ada lagi keinginan untuk membunuh. Tapi sepertinya dugaannya salah.


"Kita akan kemana, Tuan?" tanya Lia hati-hati. Mereka sudah membasmi sekitar tiga organisasi berturut-turut. Dia sebenarnya takut bila membasmi terlalu banyak, mereka datang untuk balas dendam.


Tapi sepertinya Lia telah berpikir terlalu jauh.


"Temani beli make up."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seperti itulah kehidupan Anika bersama Kairi di hari pertamanya...


__ADS_2