Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 25 Abnormal


__ADS_3

Yaslan dan Anika sedang menikmati ulang tahun pernikahan ke-3 mereka di pegunungan dengan banyak salju.


Awalnya mereka berencana untuk pergi ke pantai sekalian menikmati bulan madu mereka. Pantai di daerah tropis adalah tujuan utama para pengantin baru untuk bulan madu. Katanya hasrat seksual akan bertambah bila berada di udara yang panas.


Dengan alasan itu lah Anika mengubah tujuan awal mereka dari pantai yang hangat menjadi pegunungan es yang dingin.


Akhir-akhir ini Anika merasa tak ingin terlalu intim bersama suaminya. Dia takut bila pasangannya itu mengangkat topik tentang anak lagi.


Yaslan tak curiga dan setuju begitu saja. Dia pikir mereka sudah terlalu sering berlibur di pantai yang membuat Anika bosan dan ingin mencoba hal baru.


Mereka berdua pun bisa menikmati liburan mereka dengan santai, melupakan masa lalu menyakitkan yang mereka tinggalkan di rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Suamiku..."


"Kairi sayang..."


"Aku sayang kamu..."


"..."


"Maaf, aku telah menjadi istri orang lain."


Kairi terbangun dari tidurnya. Dia tidak tersentak, tetapi pipinya telah basah dengan air mata.


Dia merindukan Anika.


Ruangan yang dia tempati sekarang bukan lagi rumah sempit penuh sampah, melainkan bangunan tua bergaya Eropa kuno.


Kairi segera menuju meja dengan layar komputernya. Dia menyalakannya dan tampak kamar Anika yang masih kosong. Sudah tiga hari pasangan suami-istri itu tidak di rumah, berarti tiga hari dia tidak bisa memandang wajah Anika. Hal ini membuatnya sedikit frustasi.


Layar komputer menampilkan banyak sudut ruangan, seperti layar di ruang monitor CCTV. Dia telah memasang kamera tersembunyi secara ilegal di setiap sudut rumah mereka, hanya untuk melihat Anika, obsesinya.


Karena tak banyak yang bisa dilakukan, Kairi turun ke bawah menuju dapur.


"Selamat pagi, Tuan Muda." Seorang pelayan wanita muda berpakaian mencolok dengan kurang bahan menyambutnya di ujung tangga. Bagian tubuh yang seharusnya ditutupi malah terekspos, yang sebenarnya membuat kaum Adam pasti terangsang melihat pemandangan menakjubkan itu.


Kairi melewatinya begitu saja tak menghiraukannya.

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan Muda. Apa yang ingin Anda konsumsi pagi ini?" Terdapat lagi seorang wanita cantik dengan pakaian sexy di dapur. Dia bertugas untuk menyiapkan makanan bagi penghuni rumah ini.


Seolah tak merasakan kehadiran orang lain, Kairi membuka kulkas, mengambil susu dan langsung kembali ke kamarnya.


Tak ada yang menarik perhatiannya sekarang selain Anika. Cintanya terlalu besar sampai melebihi batas wajar. Kelainan seksual fetisisme yang memenuhi kebutuhan seksualnya dengan menggunakan pakaian dalam Anika semakin menguat. Tembok kamarnya pun hampir semuanya tertutup oleh foto Anika.


Hanya Anika.


Cinta yang sudah tak bisa ia gapai menjadi obsesi.


Setiap kali perasaanya begitu kuat untuk menculik dan memaksa Anika menjadikannya miliknya lagi seperti dulu, Kairi langsung meminum obatnya.


Hampir setiap hari siksaan itu harus dia hadapi.


Tok tok


"Tuan muda, makan siang sudah siap dihidangkan." Pelayan yang tadi ada di dapur membawakannya makan siang dengan troli makanan.


Pelayan itu seorang wanita cantik dengan tubuh molek yang terlihat tambah menggoda dengan pakaian ketat dan terbuka yang dikenakan. Dia bertugas di dapur, melakukan segala hal dari memasak sampai mencuci piring. Usianya mungkin sama dengan Anika, walau wajahnya kelihatan lebih boros dengan make up tebalnya.


Dia sudah tertarik pada ponakan majikannya itu sejak pertama kali melihatnya memasuki rumah tua ini. Hampir setiap malam dia harus melayani majikannya yang merupakan seorang pria tua gendut berbulu di atas kasur. Kehadiran pria muda tampan seperti Kairi merupakan angin segar baginya.


Pelayan cantik itu selalu menunggu kesempatan untuk berduaan dengan majikan barunya itu, selalu siap untuk menggodanya.


Pemandangan indah di hadapannya ini tidak ingin dia lewatkan. Wajah tampan dengan paras cantik. Rambut hitam lurus yang kontras dengan kulit putih mulus. Bulu mata yang lentik dan bibir mungil merah muda.


Hanya dengan melihatnya saja rasanya dia bisa orgasme.


Dengan sangat perlahan dan hati-hati, pelayan wanita itu mengulurkan tangannya, tak tahan untuk menyentuh maha karya indah ciptaan Tuhan itu.


"Kalau sentuh akan ku bunuh."


Kurang satu centimeter tangannya terhenti.


"Maafkan saya, Tuan Muda. Makan siang sudah saya hidangkan di atas meja."


Hanya mendengar majikannya bicara dengan tatapan mematikan saja membuatnya merinding. Tetapi anehnya sensasi ini justru memacu adrenalinnya untuk berfantasi lebih. Dia baru sadar dirinya menjadi masokis di hadapan pria tampan ini.


Kairi bangun dari posisi tidurnya menuju meja makan. Kebetulan dia sudah lapar dan berencana untuk keluar rumah, jalan-jalan bersama para anjing penjaga.

__ADS_1


Pelayan itu terus memperhatikan majikan mudanya makan dengan penuh minat.


Karena kebiasaan di gubuknya yang dulu, Kairi makan dengan tangannya, kasar seperti hewan liar. Paha ayam diambil dan dirobek dengan giginya. Sayuran pun dia genggam dan jatuhkan ke dalam mulutnya, menjilati sisa saus yang bercucuran di pergelangan tangannya.


Tapi pelayan itu melihatnya berbeda. Dia memperhatikan tangan lentiknya yang besar dan berfantasi dirinya sedang disentuh dan diremat dengan tangannya itu. Dirinya yang digigit dan dijilati dengan lidah panjang dan mulut sexy itu.


Selesai makan, Kairi minum segelas air dan langsung keluar begitu saja.


Melihat majikannya pergi dan sudah tidak tampak dalam pandangannya, wanita itu mendatangi meja untuk membersihkan peralatan makannya. Alih-alih membereskannya dengan cara yang normal, dia mulai menjilati piring dan gelas bekas milik pemuda tadi dengan wajah penuh nafsu. Makanan sisa dimakannya sampai habis. Wanita malang itu menginginkan Kairi.


Rumah ini memang berisi orang gila. Orang-orang dengan penyimpangan seksual dan otak rusak. Hal seperti ini nyata adanya. Orang normal tak mungkin bisa membayangkannya.


Di halaman rumah yang luas, Kairi sedang menikmati berlari bersama para anjing penjaga. Sejak hari pertama anjing-anjing galak yang sudah dilatih untuk membunuh itu langsung menjadi jinak begitu melihat Kairi. Seolah ada koneksi di antara mereka, para anjing itu menganggapnya sebagai majikannya sendiri.


Kairi memang selalu bermimpi untuk menjadi anjing. Dia ingin membebaskan pikirannya dari dunia yang kelam. Anjing jauh lebih manusiawi daripada manusia biadab tak berakhlak.


Baginya hidup menjadi seekor anjing lebih mudah. Tempat tinggal dan makanan disediakan. Tiap hari hanya hidup mengikuti perintah majikan. Kehidupan yang sangat praktis, tak perlu berpikir.


Kebahagiaan sesatnya mulai disadarkan oleh gonggongan seekor anjing yang melihat kawanannya menggali sesuatu di tanah belakang halaman rumah.


Kairi menghampiri mereka dengan anjingnya yang lain. Hasil galiannya mulai menampakkan diri, memperlihatkan tangan manusia yang masih berdaging tapi mulai membusuk. Kairi yang melihat itu sama sekali tidak berekspresi. Dia ikut menggali dengan tangannya dan menemukan tubuh seorang wanita telanjang yang masih utuh.


Tidak hanya satu, tapi lebih.


Dia tidak heran menemukan mayat ini ada di pekarangan rumah pamannya yang pernah mensodomi dirinya.


Setelah merasa puas bermain di luar, dia berbalik ke dalam rumah. Kairi memasuki ruang utama rumah yang terletak di tengah rumah.


"Paman, barusan aku menemukan peliharanmu!" serunya santai seperti membicarakan cuaca yang indah.


Pamannya diam tak menjawab.


Bagaimana bisa, mulutnya telah ditutup dengan masker mulut dari besi. Lehernya telah diikat dengan rantai seperti seekor anjing ke tiang ranjangnya.


Pamannya yang memiliki bisnis produksi video porno dengan genre khusus anak di bawah umur untuk para pedofil dan pecinta sodomi, serta bisnis perdagangan anak dan wanita, telah dikebiri dan diamputasi tangan dan kakinya...


... oleh Kairi, ponakannya sendirian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Dukungan berupa like dan komen sangat dinanti!


Apakah kalian suka kehidupan Kairi?


__ADS_2