Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 43 Penyelesaian


__ADS_3

"Nggak mau Yang, aku nggak mau cerai denganmu." Yaslan berlutut di hadapan istrinya dan memegang tangannya erat-erat. "Kamu boleh hukum aku tapi tolong jangan itu, Aku mohon Yang."


Anika sebenarnya merasa kasihan dan tak tega melihat suaminya kelihatan putus asa seperti ini. Tapi dengan perselingkuhan yang terjadi di rumahnya sendiri di dalam kamarnya sendiri, membuatnya tak percaya diri lagi untuk melanjutkan pernikahan mereka.


"Bukan karena perbuatanmu ini yang membuatku ingin berpisah darimu, tapi aku tak ingin membuatmu lebih sengsara lagi karena aku." Anika masih menangis, hatinya pedih meratapi kehidupan pernikahannya harus berakhir seperti ini. Tapi dia sudah bertekad bulat.


"Jangan Yang, jangan tinggalkan aku." Yaslan mulai menangis. "Kamu sama sekali bukan beban, aku mencintaimu seorang."


Mungkin karena penghianatan yang baru saja dia lakukan itu, kata-katanya terdengar seperti omong kosong.


Anika menepis tangannya dan berkata sebelum pergi, "Berbahagialah tanpa diriku."


Yaslan mengejarnya sampai ke jalan aspal di luar rumah, tapi terus menerus ditepis oleh Anika hingga dia menemukan taxi dan pergi mengendarainya. Anika terus menangis di dalam mobil.


Saat kembali ke rumah, Yaslan mengambil baju depan Kairi dan menjorokkannya ke tembok, melampiaskan kemarahannya pada pria penuh luka itu. "Dasar bajingan brengsek! Gara-gara kamu aku harus mengalami semua ini!!" Dia meninju tembok di samping kepala Kairi.


Kairi hanya terdiam melihat Yaslan penuh emosi.


"Kalau saja kau nggak tinggal di sini!! Bukan, kalau nggak menculiknya dan membuatnya sengsara, dia tak akan punya trauma sebesar ini!!" lanjut Yaslan.


Kairi tertawa mendengus mendengar itu. "Kau memang nggak tahu apa-apa soal Anika."


Yaslan tambah mengamuk dan melemparnya ke lantai, menindih Kairi dari atas. "Kau sendiri jangan sok tahu tentang istri orang!!"


"Sebelum kamu menikahinya, aku sudah menikahinya duluan." jawab Kairi santai.


"Kamu sebut pernikahan paksamu itu layak dia dapatkan?!"


Awalnya Kairi yang memang dibesarkan secara tidak wajar, menikahi Anika dengan sangat tidak manusiawi. Tapi kenyataannya, hubungan mereka itu berjalan dengan baik sampai bisa menghilangkan trauma mereka berdua, walau Anika akhirnya meninggalkan Kairi setelah mengetahui kenyataan mengerikan yang belum bisa diterimanya saat itu.

__ADS_1


"Setidaknya dia benar-benar bahagia bersamaku, dia nggak harus berpura-pura baik hidup dengan cowok sempurna tanpa dosa seperti dirimu." Yaslan ingin sekali memukul wajah Kairi, tapi dia bingung dengan pernyataannya itu.


"Apa maksudmu berpura-pura baik?!"


Kairi tertawa kecil, "Memang kamu suami yang nggak tahu apa-apa tentang istrimu ya."


"APA YANG AKU NGGAK TAHU?!" Yaslan mengamuk mengguncang tubuh Kairi.


Kairi berpikir untuk menceritakan semuanya, toh mereka juga akan berpisah.


"Apa kamu tahu istrimu dulu waktu kecil berkali-kali diperkosa oleh ayahnya sendiri?"


Mata Yaslan membulat tak percaya. Dia melepaskan cengkramannya dari kerah baju Kairi, "Apa...?"


"Gara-gara ayah bejatnya itu dia sampai hamil dan harus menggugurkan kandungannya. Apa kamu tahu itu trauma terbesarnya?" Kairi mulai mengatakan apa yang selama ini Anika tak mampu katakan. Rahasia di masa lalu yang menjadi penyebab trauma terbesarnya.


Yaslan mematung.


Kairi melepaskan diri dari Yaslan dan berusaha berdiri dengan satu tangannya. "Setelah mengetahui ini, apa yang akan kamu lakukan padanya?" Dia kemudian keluar dari rumah itu dan tak pernah kembali lagi.


Ann yang dari tadi hanya diam mendengarkan, terus menangis sendirian. Dia membenci dirinya yang tak memikirkan perasaan Anika dan malah mengutamakan keinginannya sendiri. Karena sering melayani pria-pria beristri di ranjang demi uang atau nafsu sesaat, dia tak tahu bahwa selingkuh tubuh bisa membuat hidup istri mereka begitu menderita.


Seorang Anika dengan masa lalu kelam bukan sebuah rahasia lagi. Yaslan sekarang mengetahuinya dan perasaannya mulai kacau. Malam itu adalah malam terkelam dalam hidupnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kamar hotel Anika hanya bisa menangis. Lengkap sudah derita yang dia pikul. Penculikan, pemerkosaan, pelecehan, penghianatan sudah dia cicipi semua. Apa artinya hidup kalau harus terus menderita seperti ini?


"Hidup itu milik kita sendiri. Jangan biarkan orang lain menyetir hidupmu."

__ADS_1


"Berbahagialah demi dirimu sendiri."


Anika mengingat kata-kata yang telah menjadi motivasi hidupnya dan menghapus air matanya. Dia memutuskan untuk hidup sendiri dan melakukan apa yang dia sukai. Dia tak ingin penghianatan seperti ini menjadi penghalang baginya.


Keesokan harinya dengan mata sembab Anika bekerja seperti biasa. Kesibukannya sesaat membuatnya lupa akan pengalaman pahit yang baru saja terjadi kemarin. Tapi ketika dia sendirian dan pikirannya kosong, dia akan kembali mengingat des*han mesra dari suaminya dan membayangkan hubungan panasnya dengan Ann.


Anika kembali menangis. Hatinya sangat sakit. Mempercayai orang yang kita cintai dan berusaha setia demi orang itu, namun dibalas dengan penghianatan, membuat dirinya hancur berkeping-keping. Apa yang salah darinya sampai bisa terjadi hal seperti itu? Apakah dia salah menolong Ann yang tidak mempunyai tujuan hidup? Apakah dia salah menolong Kairi yang sedang terluka parah? Apakah dia salah terlalu mempercayai suaminya yang tak akan menyakiti dirinya?


Pulang kerja Anika mengundurkan diri dari pekerjaannya dengan alasan kesehatan. Dia kemudian pulang ke rumah dan segera memasukkan pakaiannya ke dalam koper sebelum suaminya pulang.


Ann yang masih tinggal di situ melihat Anika dan meminta maaf dengan air mata berlinang. Anika sangat kecewa padanya tapi dia tidak bisa marah.


"Dari awal aku dan Yaslan tidak cocok. Kamu malah membantuku mengambil keputusan yang seharusnya dari dulu aku lakukan." kata Anika seperti pada dirinya sendiri. "Mungkin kamu bisa mendampinginya menggantikanku." tambahnya pahit atas deritanya sendiri.


Ann tambah menangis merasa bersalah, "Saya sebenarnya hanya menginginkan Tuan Kairi, Nyonya! Tolong jangan berpisah dengan suami berharga Anda. Tolong ampuni dia, saya akan keluar dari rumah ini!"


Dari awal memang bukan perselingkuhan yang menjadi alasan utama Anika untuk bercerai. "Jangan pikirkan aku. Hiduplah sesuai dengan hidup yang kamu inginkan."


"Setelah tidur dengan Kairi kamu bisa tidur dengan Yaslan, kalau hal itu bisa membuatmu bahagia." lanjut Anika dengan sarkasme sebelum pergi meninggalkan rumah itu selamanya.


Kesetiaannya kepada Kairi membuat Ann merasa tersinggung. "Nyonya, asal Anda tahu, Kairi bahkan membiarkanku menyentuhnya saja tidak. Dia berbeda dengan pria mesum manapun."


Anika sudah tak peduli lagi dengan Kairi maupun Yaslan. Dia sudah tak ingin mempercayai siapapun selain dirinya.


Begitu mendatangi kantor walikota untuk mengambil surat cerai, Anika menanda tanganinya dan mengirimnya ke alamat rumahnya sendiri yang sudah tak menjadi rumahnya.


Dengan sisa tabungannya dia pergi ke tempat yang jauh dan terpencil untuk menjalani hidup batu seorang diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Beginilah akhirnya,


Apakah ini yang terbaik untuk Anika?


__ADS_2