Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 53 Penyesalan


__ADS_3

Gawat gawat gawat gawat!!!!


Pikiran Yaslan menjadi kacau melihat tubuh tak bernafas yang tergeletak di lantai kamarnya. Seumur hidup dia tak pernah berada dalam posisi sesulit ini.


Apa yang harus kulakukan? Menelpon polisi dan mengaku bahwa ini kecelakaan?! Tapi karirku bisa hancur!


Otaknya terus mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah yang telah dia timbulkan. Nafasnya sesak, seluruh tubuhnya gemetaran. Dia terus menerus mengacak-acak rambutnya merasa sangat tertekan.


Mungkin semua akan baik-baik saja bila tadi dia melakukannya dengan kepala dingin. Selama ini emosinya terus menguasai pikirannya membuatnya tak bisa berpikir jernih.


Akhirnya setelah berpikir lama, karena tak ingin diketahui oleh orang lain Yaslan memutuskan untuk menyembunyikan mayat Ann.


Dia mulai membalik tubuh wanita yang sudah tak bernyawa itu. Tangan Ann yang mulai kaku masih menggenggam erat hasil tes kehamilan. Melihat itu, Yaslan mulain menangis, "Maafkan aku Ann, maafkan aku, maafkan aku ... huhuhu ...."


Yaslan menyesali emosi sesatnya dan mulai nangis tersedu-sedu sambil memeluk erat tubuh yang telah berlumuran darah itu. Kalau saja dia mau membuka hatinya dan melepaskan istrinya, mungkin dia bisa punya keluarga kecil yang bahagia. Kalau saja dia tak egois memikirkan dirinya sendiri, mungkin Ann bisa membesarkan bayinya dan di masa depan bisa menjadi anak yang membanggakan. Kalau saja ....


Kalau saja ....


Penyesalan selalu datang terlambat.


Yaslan menutup kelopak matanya dan mencium kening Ann. Tangan dan pakaiannya telah tercemar oleh darah segar milik wanita malang itu. Lama dia hanya menatap kosong wajah cantiknya dan tak ingin percaya bahwa tubuh ini sudah tak bernyawa. Selama bercinta dengan wanita ini, Yaslan tak pernah sungguh-sungguh menatap wajahnya. Dia tak pernah memperlakukannya dengan layak dan selalu cuek, tapi Ann tetap ceria sampai di akhir ajalnya.


Dengan kejadian ini hidup Yaslan menjadi hancur sehancur-hancurnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Dok, ini resepnya kok salah sih yang dikasih?!"


Setelah kejadian itu Yaslan tak bisa konsentrasi kerja. Dia sering mendapat komplain dan akhirnya disarankan untuk mengambil cuti dan berobat ke psikiater oleh atasannya.


Sebelumnya Yaslan telah menggali lubang di halaman belakang rumahnya dan mengubur jasad Ann disana. Dia sempat membersihkan badannya dari darah dan membungkusnya dengan kain, memberinya pemakaman yang layak. Tapi sejak itu hatinya telah mati. Otaknya seolah berhenti bekerja dan hampir setiap hari dia mengalami mimpi buruk.

__ADS_1


Suatu malam Yaslan bermimpi Ann mendatangi dirinya. Wanita itu datang sambil menggendong bayi yang dibungkusnya dengan kain putih. Wajahnya tersenyum.


"Terima kasih Tuan, saya bisa hidup bahagia bersama anak saya."


Saat tersadar dari mimpi, air mata telah membasahi pipinya. Bertahun-tahun memperlakukannya dengan kejam tak membuat Ann dendam padanya. Padahal Yaslan terus menyalahkan Ann sebagai penyebab perginya Anika dari rumahnya. Wanita setulus Ann telah dia sia-siakan begitu saja, hanya karena pikirannya terpusat pada wanita yang sudah tak peduli pada dirinya.


Rumah yang dulu selalu diisi oleh keceriaan Ann terasa sepi dan hampa tanpa kehadirannya. Sebelumnya Yaslan telah kehilangan istrinya, dan sekarang dia kehilangan wanita dan calon bayinya. Kejadian ini membuatnya berpikir tak pantas untuk hidup lagi. Berkali-kali dia berpikir untuk bunuh diri.


Hidupnya yang dulu sering bersosialisasi dengan teman-teman atau rekan kerjanya mulai dia hindari. Yaslan telah menutup diri dari lingkungan sekitarnya. Kalau teringat perbuatannya dia bisa tiba-tiba menangis. Perasaannya tak tenang.


Apakah perbuatannya ini masih bisa dimaafkan?


Yaslan kemudian teringat pada Kairi yang memiliki masa lalu kelam dan pernah melakukan perbuatan kejam kepada istrinya. Tapi dia tak pernah mau memaafkan perbuatannya dan selalu memandang rendah orang-orang yang berdosa.


Sekarang dia mulai memahami perasaan tak dimaafkan.


Manusia tak akan pernah bisa paham atas dosa yang dilakukan oleh seseorang bila tak pernah mengalaminya sendiri.


Yaslan telah jatuh di kubangan lumpur yang sama dengan Kairi. Dia seorang pembunuh.


Dia langsung memeluk anaknya itu dan seperti seorang anak kecil, Yaslan kembali menangis di pelukan ibunya, menceritakan semua yang dia alami kepadanya. Bahwa dia telah tergoda pada wanita lain, bahwa istrinya telah pergi dan menceraikannya, bahwa setelah kepergian istrinya dia menjadi rusak dan memelihara wanita di rumah sampai hamil, bahwa dia tak sengaja membunuh mereka.


Yaslan belum tahu bahwa keretakan hubungannya dengan istrinya sebenarnya sudah dimulai dari hari pertama mereka menikah.


Ibunya yang tak tega mendengar semua yang telah dialami Yaslan memeluknya erat-erat dan ikut menangis tersedu-sedu. Dia memohon ampun atas dosa anaknya dan memohon untuk mengembalikan kebahagiaan kepadanya. Anaknya yang telah dia besarkan dengan baik tanpa kekurangan cinta, kenapa harus mengalami semua ini? Seumur hidup dia tak pernah melihat anaknya menangis dan itu membuat hati seorang ibu sakit. Kehilangan ayah yang dia sayang ketika masih sekolah pun membuat Yaslan tetap tegar demi kakak dan adiknya. Tanggung jawabnya yang tinggi, sebagai putra sulung tanpa disuruh membuatnya berusaha menggantikan peran ayahnya.


Anaknya yang lembut sekarang menangis dan sengsara karena wanita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa minggu kemudian ibunya terus mendampingi dan merawat anaknya. Dia juga membantunya merapikan rumahnya yang berantakan. Banyak foto-foto Anika dia temukan lecet karena bekas digenggam dan noda air mata.

__ADS_1


Untungnya keadaan Yaslan semakin membaik dengan kehadiran ibunya. Dia sudah mulai tertawa melihat acara televisi favoritnya dan sudah mau makan. Di akhir pekan adiknya yang masih kuliah dan keluarga kakaknya sering datang berkunjung. Yaslan yang menyukai anak-anak mulai terlihat lebih ceria menghabiskan waktu bersama ponakannya.


Mental Yaslan mungkin memang tak sekuat Anika, yang bertahun-tahun telah berjuang sendiri menanggung beban pelecehan yang dia dapat dari ayahnya dan pembiaran dari ibunya.


Tidak juga sekuat Kairi yang bertahun-tahun menanggung beban kekerasan mental dan fisik serta pelecehan dari ibunya sendiri.


Tapi Yaslan memiliki keluarga yang mendukungnya, yang tak dimiliki oleh Anika maupun Kairi. Itu adalah kekuatan terbesarnya.


Setelah beberapa bulan berlalu, mentalnya mulai stabil dan dia diterima bekerja di rumah sakit yang lebih besar di tengah kota. Yaslan memilih untuk pindah rumah dan meninggalkan semua masa lalu yang ada di rumah itu. Dia melepas cincinnya dan meletakkannya di atas meja di samping foto pernikahannya dengan istri tercintanya. Dia juga telah menaruh bunga dan boneka kecil di makam Ann dan janinnya. Yaslan tak akan menjual rumah itu.


Begitu melangkah keluar rumah dengan kopernya, dia berharap bisa melangkah maju meninggalkan masa lalunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jauh dari lokasi Yaslan, Anika sedang menikmati teh yang diseduh oleh Kairi. Walau telah berpisah dua tahun dia tak berhenti memikirkan mantan suaminya itu. Dia adalah suami yang baik, tapi dia selalu merasa dirinya tak pantas bersamanya.


Trauma yang tidak diketahui oleh mantan suaminya itu membuatnya tak pernah bisa hidup tenang dengannya. Setiap hari Anika berusaha melawan tekanan dari traumanya itu dan berusaha mencintai Yaslan dengan sepenuh hati tapi tak bisa.


"Kenapa bengong, Sayang?" tanya Kairi khawatir melihat istrinya.


"Hanya berpikir," jawabnya sebelum menyeruput teh herbal dari cangkirnya.


Walau pernah sakit hati karena dihianati mantan suaminya dulu sempat membuatnya trauma dan tak percaya diri, tapi dia tak pernah bisa membenci dokter muda itu. Anika sebenarnya memilih berpisah darinya karena merasa dirinya dengan mental tak stabil hanya akan menjadi beban untuk Yaslan. Sebenarnya sudah lama Anika berpikir untuk berpisah darinya, dan akhirnya menemukan kesempatan itu saat perselingkuhannya terjadi.


Tapi dalam hati Anika selalu berterima kasih pada mantan suaminya yang selalu mau berjuang demi dirinya, dan akan selalu mengingatnya.


"Jangan bengong terlalu lama, Sayangku." Kairi tersenyum sedikit mengusiknya, menyadarkan Anika dari lamunannya sambil terus mengelus perut istrinya yang mulai membesar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello! Rasanya harus ada penyelesaian antara Anika dan Yaslan, karena itu bab ini dibuat!

__ADS_1


Bab berikutnya bakal mulai menegang lagi, karena itu sekarang saat yang tepat untuk tarik nafas dalam-dalam...


Jangan lupa dukungannya ya agar saya bisa terus semangat untuk up!🤗


__ADS_2