Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 35 Yaslan


__ADS_3

Sudah dua hari istrinya telah menghilang.


Yaslan telah mencarinya kemana-mana tapi tak menemukannya. Selama bekerja dia pun tak bisa konsentrasi memikirkan keberadaan istrinya. Dia berpikir Anika telah melarikan diri karena tak menemukan hal yang aneh dari CCTV di rumahnya.


Yaslan menyalahkan dirinya yang tak peka dan penyebab dari trauma Anika yang semakin parah. Dia tak menghubungi polisi karena tahu tak mungkin mereka menemukan istrinya mengingat kejadian terakhir atas usahanya sendiri dia yang berhasil menemukan Anika.


Ketika sedang menulis resep obat untuk pasiennya, dia seolah diingatkan oleh kejadian di masa lalu.


"Kenapa dengan tangannya dok?" tanya seorang pasien.


Yaslan memperhatikan tangan kirinya dengan bekas luka bulat. Bayangan atas kejadian ketika dirinya diikat dan tangannya dipaku di kursi, dan dipaksa melihat istrinya yang diperkosa di depan matanya membuat dirinya mual.


"Maaf pak," serunya langsung menyerbu kamar mandi.


Di kamar mandi, Yaslan mencuci mukanya beharap untuk mencuci pikirannya dari trauma yang dulu menghantui dirinya. Dia mendingankan kepalanya dan kembali bekerja.


Tanpa Anika di sisinya, pola makannya jadi tak teratur. Dia bahkan harus mengkonsumsi obat lagi untuk membantunya terlelap saat tidur. Semua yang telah dia lakukan demi istrinya sekarang tak ada lagi artinya tanpa kehadirannya. Tidak ada gunanya perjuangannya selama ini untuk membuat istrinya bahagia.


Studinya yang tinggal membuat thesis bab terakhir terbengkalai. Dia pun tak ada semangat untuk bangun dan berangkat kerja. Dirinya terasa hampa tanpa Anika.


Yaslan memang merasa capek dengan trauma yang diderita Anika, tapi dia sungguh-sungguh dalam merawat istrinya itu. Andai saja dia tahu apa yang bisa dia lakukan untuk membantu meringankan beban yang diderita Anika.


Dia seorang dokter yang telah menolong banyak nyawa pasien, tapi dia tak bisa menolong istrinya sendiri.


"Dasar pria brengsek!" umpatnya memukul stir mobilnya. Dia telah meminta cuti dan sedang dalam perjalanan ke rumah Kairi. Tapi entah mengapa akses menuju rumahnya itu terpotong.


Alamat rumah Ken Charlie A. yang adalah paman Kairi terletak di daerah terpencil di atas bukit. Perlu melewati hutan untuk sampai ke sana.


Yaslan turun dari mobilnya dan mengamati GPS dari ponselnya. Masih ada sekitar 40 kilometer yang harus dia tempuh. Kalau pun dia berjalan kaki membutuhkan sekitar setengah hari untuk sampai ke sana. Belum signal di atas gunung kurang bagus, dia bisa saja kehilangan arah dan hilang entah kemana.


Rasanya ingin sekali dia pergi saja mencari istrinya dengan mengambil risiko apapun itu. Tapi pikiran rasionalnya menolaknya untuk bertindak sendirian lebih jauh, mengingat pengalamannya dulu mencari istrinya sendirian malah menyebabkan mereka berdua dalam bahaya. Dia pun menyetir pulang kembali ke rumah, berharap Kairi tak membuat istrinya tambah trauma.

__ADS_1


Yaslan sebenarnya belum tahu bahwa Kairi lah yang selama ini telah menyembuhkan trauma Anika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Gimana hubunganmu dengan istrimu?" Salah seorang temannya telah mengajak Yaslan untuk pergi makan malam bersama sepulang kerja. Yaslan tampak berantakan dengan kumis dan jenggot yang mulai memenuhi wajahnya. Dia sudah tak memikirkan penampilannya lagi.


"Seperti biasa." jawabnya tak berani memandang temannya itu. Dia tak mau kelihatan telah kehilangan istri selama lima hari.


"Sepertinya aku bakal menceraikan istriku." ungkap temannya yang sesungguhnya di luar dugaan Yaslan.


Mereka baru menikah setahun dan berpikir untuk cerai?! Yaslan mendelikkan matanya, meremehkan temannya itu. "Memang apa yang membuatmu berpikir untuk cerai?"


"Dia nggak ada enaknya di ranjang. Lihat mukanya aja bikin kesel sendiri. Belum sifatnya yang terlalu banyak menuntut!" mulainya curhat panjang lebar.


Mendengar hal sepele seperti itu membuat Yaslan tambah kesal. Dia membandingkan dirinya yang akhir-akhir ini diperbolehkan sentuh pun tidak. Belum harus mengurus rumah, masak, dan melakukan segalanya untuk istrinya. Tapi tak pernah terbersit di kepalanya untuk menceraikan Anika.


"Istrimu tak pantas mendapatkanmu." ucap Yaslan keluar dari mulutnya begitu saja.


Yaslan terdiam yang membuat temannya tambah geram. "Kamu sih enak. Istrimu juga kerja, di ranjang pun aktif, coba kita tukeran istri biar bisa bandingin siapa yang lebih pantas mendapat siapa!"


Tanpa sadar Yaslan memukul meja. Akhir-akhir ini dia memang kurang bisa mengendalikan emosinya. Orang-orang di sekitar resto kaget berpikir akan ada perkelahian.


"Kamu nggak tahu apapun!" katanya kesal pergi meninggalkan temannya.


"Sorry bro, udah ngomong sembarangan." Sahabatnya itu menyusulnya, meminta maaf padanya. Dia pun menunjukkan niat sebenarnya. "Sepertinya kita sama-sama punya masalah dengan istri. Gimana kalau kita menikmati sebentar rasanya bisa mendominasi mereka?"


Dan di sinilah Yaslan, di dalam sebuah kamar hotel yang remang-remang, dengan seorang wanita telanjang bulat di hadapannya.


Awalnya dia menolak ajakan temannya itu, tapi panggilan biologisnya yang sudah beberapa bulan ini belum bisa ia salurkan, membuatnya tergoda.


"Silahkan melepaskan pakaiannya dan rebahan di kasur tuan tampan."

__ADS_1


Dengan wanita muda di hadapannya yang telah dia bayar, jiwa liarnya muncul dan meraung untuk bisa mendominasi mereka kaum hawa. Tapi akal sehatnya membuatnya mematung di tempat.


"Tuan tak usah malu-malu," Pelacur itu mendekati Yaslan dengan senyuman yang menggoda, mulai menyentuh kemeja birunya dan perlahan membuka kancing-kancingnya.


Yaslan menutup matanya, berusaha membayangkan Anika untuk meningkatkan moodnya.


"Tuan badannya cukup berotot, sering pergi fitness ya?" tanyanya telah membuka kemeja dan kaos dalam pelanggan barunya itu sepenuhnya.


Yaslan memang rutin melatih otot di rumah, tapi dia merasa tak perlu menjawabnya.


Wanita bayaran itu menuntunnya ke atas ranjang, kemudian memanjati dokter tampan di hadapannya itu. Yaslan melepas kacamatanya agar pandangannya menjadi buram dan dia bisa lebih fokus membayangkan istrinya.


"Tuan sudah cukup keras disini, ahh ...." ucap wanita itu nakal mulai memegang benda yang selama ini hanya disentuh oleh istrinya seorang. Gerakannya yang lihai perlahan memasukkan tangannya ke dalam celana Yaslan, tak sabar untuk mencicipinya langsung. "Akan ku buat lebih keras lagi ya, tuan."


"Nggak usah banyak ngomong!" perintah Yaslan tak ingin mendengar suara sexy menggoda yang sangat berbeda dengan suara indah istrinya.


Perasaan nikmat yang sekarang mulai dia rasakan tak bisa membuat Yaslan berpikir jernih lagi. Perasaan bersalah pada istrinya yang tadi terus menjaganya telah terkubur dalam-dalam tergantikan oleh hasrat seksual yang selama ini ingin dia lampiaskan.


Namun ketika wanita di hadapannya itu memasang ****** dan hendak memasukkan milik Yaslan ke dalam dirinya, bayangan Anika yang diperkosa di depannya dan membuatnya mual, kembali merasuki dirinya. Yaslan benci istrinya melakukan aktifitas intim bersama pria lain, karena itu dia mendorong wanita di hadapannya kuat-kuat, mengambil pakaiannya dan lari ke dalam kamar mandi.


Ya Tuhan!! duduknya penuh perasaan menyesal, membenamkan wajahnya dengan kedua tangannya. "Apa yang ku lakukan disini?!"


Istrinya menghilang dan dia malah berpikir untuk melepaskan stress dengan lari ke hal duniawi. Yaslan merutuki dirinya sendiri dan menampar pipinya berkali-kali, merasa dirinya sangat bodoh.


Kenikmatan duniawi seperti ini hanya sesaat, tapi dia akan menyesal seumur hidup. Hanya akan ada kehampaan kalau sampai dia menghianati istrinya.


Yaslan pun pulang kembali ke rumahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seperti itu kira-kira keadaan dokter muda kita.

__ADS_1


Jangan lupa komen like dan dukungan lainnya ya! Author usahain up yang banyak kalau dapat banyak dukungan 😊


__ADS_2