Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 73 Kunjungan


__ADS_3

Dua polisi yang bertugas untuk mengintai pergerakan Yuri hanya saling berpandangan.


"Apa kamu tahu hobi kapten Dragunov seperti ini?" tanya seroang anak buah Yuri kepada rekannya.


"Aku pernah diajak mancing, tapi nggak pernah dengar beliau tertarik bermain dengan wanita."


Untuk privasi, alat penyadap telah dimatikan oleh Yuri setelah mendapat ijin. Hal ini membuat mereka yang mengintainya heran dengan tabiat atasannya.


"Apa kita perlu membuat laporan?" tanya salah satu dari mereka. "Ini mencurigakan."


"Hal pribadi seperti ini tak perlu dilaporkan!" Rekan sepangkatan Yuri, Arnold Brown, yang masih bertugas shift malam, datang untuk melihat keadaan polisi yang bertugas mengawasi pergerakan rekannya itu. "Sebenarnya wajar saja seorang pria tiba-tiba ke tempat seperti itu, apalagi dia sudah lama menduda." tambahnya membela Yuri.


Sang kapten diam-diam berusaha membantu rekannya itu untuk mencari tahu kebenaran atas kasus anak didiknya Kairi. Dia tahu risiko akan dikeluarkan secara tidak terhormat kalau sampai ketahuan campur tangan menolong seorang buron, tapi perasaan menjanggal di hatinya membuatnya ingin menolong dua bersaudara itu.


Kedua polisi muda yang tadi tampak curiga langsung setuju dengan atasan tak langsung mereka itu dan tak menulis laporan terkait hal ini.


Sementara itu di dalam kamar di distrik merah, Yuri sedang bergulat dengan enam pel*cur berpakaian minim yang terlihat sangat terangsang menginginkan dirinya. Ketampanan Yuri yang tak kalah dari kakaknya dan tubuh atletisnya tentu tak bisa membuat para wanita penghibur itu menahan diri.


"Ayolah tuan, mainlah bersama kami!"


"Tuan lebih tampan daripada Jack! Apa tuan juga lebih jago darinya di ranjang?"


Para wanita yang merayunya tak henti-henti, membuat Yuri pusing oleh udara pengap kamar tempat perbuatan maksiat dan sentuhan-sentuhan dari para wanita yang menginginkan dirinya seperti piala bergilir yang diperebutkan. Yuri berusaha konsentrasi menulis di memo yang telah dia siapkan untuk investigasi, tapi dia tak tahu bagaimana caranya membuat mereka bungkam.


"Ayolah tuan tampan."


"Namanya siapa tuan? Mau saya mulai untuk pijat dulu?"


"Bersantai lah dan tak usah kerja dulu, Tuan." Salah seorang dari mereka mengambil buku catatan Yuri dan menaruhnya di meja.


Pria yang tampak sakit itu mulai kesal. "Saya sudah bilang saya kemari untuk sesi tanya jawab!" serunya mulai terlihat jengkel oleh para wanita ganas yang tetap menggodanya.


"Biarkan kami melayanimu dulu tuan, nanti Anda bisa tanya sampai puas."

__ADS_1


Satu-persatu pakaian Yuri dilepas oleh mereka. Tubuh langsing dengan otot kekar mulai terlihat yang membuat para wanita histeris dan bersemangat. Mereka langsung menjilati dan mencium tiap ototnya. Walau tak menikmatinya, kali ini Yuri diam dan pasrah dengan perlakuan mereka. Dia menutup rapat matanya, bukan karena menikmatinya, tapi untuk memikirkan cara membuat mereka mendengarkan keinginannya.


Yuri paling tak suka dengan orang yang tak patuh. Salah satu alasannya karena dia pria yang terlalu sopan untuk menyuarakan keinginannya. Beberapa wanita berusaha melepas celana bahan dan **********, mereka bersemangat ingin mencicipi pusaka cowok tampan dan kekar seperti Yuri, tapi langsung kecewa dengan apa yang mereka lihat.


Para pel*cur itu sekarang hanya bisa bengong melihat sesuatu yang tak biasa.


"Sudah saya bilang kan, saya datang bukan untuk main. Bisakah kita mulai sesi tanya jawabnya?" tanya Yuri sekali lagi sambil memakai celananya kembali merasa tak nyaman dengan apa yang telah mereka seharusnya tak lihat. Terjawab sudah alasan kenapa libido Yuri sangat rendah.


Walau tak percaya dengan apa yang mereka lihat, akhirnya para wanita yang semula ganas itu mulai patuh dan duduk manis di atas kasur. Yuri kembali mengenakan pakaiannya dan mengambil catatannya yang tadi di lempar ke lantai.


"Tuan, paling tidak perlihatkan badan kekarnya selama tanya jawab," kata salah seorang dari mereka.


Yuri tak keberatan dengan permintaannya dan kembali membuka kemejanya. "Tapi pastikan kalian semua berpakaian lengkap!"


Mendengar itu beberapa wanita kembali mengenakan pakaian mereka, dan investasigasinya pun akhirnya bisa dimulai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa yang kamu dapat?" tanya kapten Brown lewat ponselnya.


Yuri sebenarnya tak ingin membayar lebih, tetapi informasi yang dia dapatkan ternyata cukup untuk bisa melanjutkan investigasinya.


"Saya membawa salah seorang yang bisa memberi lebih banyak informasi mengenai Jack," jawabnya sedikit menyeringai senang seperti mendapat tangkapan ikan yang besar di laut.


"Kau mau membawanya kemana?" tanya Brown sedikit heran.


"Ke tempatmu." jawab Yuri tanpa ada rasa bersalah. "Sekarang aku sedang menuju ke rumahmu bersamanya."


"Apa?! Kenapa mendadak sekali di pagi buta?!" Brown baru selesai shift malam jam 6 pagi. Di rumah ada istri dan putrinya. Dia tak bisa membayangkan Yuri ke rumahnya jam 4 subuh membawa seorang pel*cur.


"Kau tahu sendiri sebentar lagi aku harus memakai kembali alat penyadapku. Kapten Brown, saya mohon tolong bantulah kami, bantulah kakakku."


Brown bisa merasakan keputus asaan dari suara Yuri yang tak pernah dia dengar sebelumnya. Dia pun menyetujui permintaan rekannya itu setelah menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Baiklah, kepala bagian investigasi Dragunov." Sebenarnya selain demi kedua bersaudara itu, Brown juga melakukan ini untuk dirinya sendiri. Sang kapten merasa ingin membalas dendam anak didiknya yang telah tewas semuanya. Anak-anak didik yang telah dia latih bertahun-tahun dan ikut menjalankan misi bersama. "Aku harap kita benar-benar bisa menangkap pelaku sesungguhnya."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kairi yang terus bersembunyi di loteng atap tokonya mulai merasa jenuh dan bermimpi tentang hal yang dulu telah menyebabkan trauma terbesarnya.


Dia mimpi tentang Ibunya yang gila yang terus menyiksa dan melecehkannya seperti hewan. Ayahnya yang dia lupa wajahnya karena telah meninggalkannya bersama ibu gilanya ketika dia masih kecil. Paman yang dia harap bisa diminta tolong tapi ternyata mensodomi dirinya. Semua kenangan buruk itu terus menerus berputar di otaknya yang membuat Kairi keringat dingin dan mulai berhalusinasi.


"Sayang?! Badanmu sangat panas!" Anika yang baru tiba di toko langsung merasa curiga dengan perubahan Kairi yang tak biasa karena tidur terus.


Dia mengambil kain yang telah dicelupkan dan diperas air dinginnya. Di dalam laci meja kasir dia juga menemukan obat penurun panas dan langsung membawanya bersama segelas air putih.


"Minumlah Sayang," bujuk Anika memberinya obat dan air minum.


Walau merasa tersiksa secara mental dan fisik, Kairi masih bisa mengontrol dirinya dan mengikuti perintah istrinya untuk meminum obatnya. Anika merasa tak berdaya untuk menolong suaminya. Walau suaminya itu telah berkali-kali menolong dirinya, tapi Anika tak bisa melakukan apapun selain merawat dan memberinya makan. Dia tak tega melihat suaminya yang telah tiga minggu bersembunyi di atas loteng yang pengap dan sempit ini.


Sampai kapan dia harus tersiksa begini?! batinnya terus-menerus.


Tersiksa atas hal yang bukan disebabkan oleh dirinya, Kairi tetap bertahan demi bisa hidup lebih lama lagi di samping istri tercintanya. Anika tak mengetahui apapun. Kalau istrinya itu sampai tahu, markas polisi mungkin sudah dia datangi dengan berdemo di depannya.


"Sayang bertahanlah sebentar lagi," ucap Anika terus menyeka keringat dingin dan mengganti kain kompres yang cepat sekali memanas begitu ditaruh di atas dahi suaminya. "Yuri berjanji untuk membantumu, sebentar lagi kamu bisa bebas."


Tiba-tiba dari luar terdengar suara ketukan pintu, padahal Anika sudah jelas-jelas mengganti papan tokonya dengan tulisan 'TUTUP'.


"Apa mereka tak bisa baca?!" serunya jengkel menuruni tangga ramping yang dulu biasanya digunakan Kairi untuk memperbaiki lampu toko yang rusak.


Perutnya yang mulai terlihat membesar membuat Anika lebih cepat capek dari biasanya. Dia menuju pintu depan dan membukanya tanpa curiga. Ekspresinya langsung berubah dari jengkel menjadi heran melihat seorang pria berwibawa dan berpakaian rapi bersama beberapa anak buah atau bodyguard berdiri di belakangnya. Kenapa orang elit seperti mereka ingin membeli daging murah di tokonya?


Sapaan dari pria setengah baya itu membuat Anika merinding tanpa sebab.


"Anda tampak sehat, Nyonya Evans."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Apakah ada yang tahu penyebab libido rendah Yuri? Dan siapakah yang sebenarnya datang??


Author akan berusaha melanjutkan secepatnya ya... 🤗❤️


__ADS_2