
Hari ke-5 tanpa Anika, Kairi melakukan ritual hariannya seperti biasa: mengecek keberadaan Anika di layar monitornya, memuaskan diri secara seksual dengan pakaian dalam dan foto Anika, makan, tidur. Tapi akhir-akhir ini dia sudah tidak lagi rutin meminum obatnya.
Seperti biasa Kairi pun selalu ke halaman rumah dan bermain bersama para anjing penjaga.
"Ann!" Seorang pelayan muda memanggil pelayan lebih tua yang dari tadi memperhatikan Kairi dari balik jendela. "Kak Ann!"
Akhirnya wanita yang dipanggil itu tersadar dari lamunannya dan berbalik mencari pemilik suara. Dia mendapati dua orang pelayan anak laki-laki dan perempuan berusia sekitar dua belas tahun, sedang berdiri di bawah bingkai pintu kamar Kairi.
"Kak Ann, mau sampai kapan berdiri di situ?"
Pelayan sexy yang dipanggil Ann itu pun meninggalkan jendela mulai membereskan peralatan makan dari atas meja. Dia tak suka ditegur oleh orang yang usianya lebih muda darinya.
"Sana kalian kembali bekerja!" usirnya kesal.
Di rumah paman Kairi yang mesum ini, terdapat lima pelayan yang sering berganti sesuai suasana hatinya. Para pelayan diberi nama sesuai urut abjad, Ann adalah yang paling lama bekerja di antara mereka semua. Dia adalah yang tertua.
"Makanan Tuan belum diantarkan. Beliau bisa kelaparan." Anak perempuan bernama Rin adalah yang sedang jadi favorit majikannya. Dia sudah dicuci otak dan menjadi pelayan setia yang patuh pada majikannya itu. Meskipun keadaannya sekarang tak memungkinkan untuk bicara dan bergerak bebas, dia tetap setia.
"Sudah tahu!" Ann bergegas menuju kamar utama membawakan makanan untuk majikan lamanya. Dia memandang jijik pria gendut botak yang sekarang kelihatan menyedihkan ini.
Dengan kasar Ann memasukkan makanan yang sudah diblender lewat corong ke dalam mulut majikannya. Pria itu sekarang mengenakkan masker mulut yang terbuat dari besi dengan lubang di tengahnya. Setiap hari dia diberi makan dengan cara seperti itu.
"Dasar babi gendut! Selama ini aku hanya pura-pura patuh padamu! Bagiku sekarang majikanku hanya Tuan Kairi seorang!" serunya terus menumpahkan cairan coklat lewat corong. Dia tidak peduli cairan itu sudah penuh dan tumpah berserakan di lantai.
"Kamu pasti tidak sangka ponakanmu sendiri akan melakukan hal ini kepadamu! Hahahaa!" lanjutnya tertawa puas bisa balas menyiksa majikannya ini.
"Aku ingat jelas hari pertama kamu membawanya masuk ke rumah ini, memperlakukannya seperti pangeran. Aku tahu rencana busukmu untuk mendidiknya menjadi pria bejat seperti dirimu, dan mewariskan usaha sesatmu padanya." Ann menginjak punggung majikannya kuat-kuat dengan sepatu haknya, menusuk kulit punggungnya. Dengan mulut tertutup paman Kairi itu tak bisa teriak dan malah mengompol saking takutnya.
"Cowok bejat sepertimu pantas diperlakukan seperti babi!" Ann sekarang membuka kakinya, memperlihatkan bagian tubuhnya yang menggoda. "Gimana rasanya sekarang tanpa tongkat kecilmu, hahahaha!"
Dengan keadaan sekarang yang tanpa testis, paman Kairi masih bisa merasa terangsang, tapi akan sulit untuk menyalurkan hasrat dan kepuasan seksualnya. Keadaan ini akan menyiksanya secara mental.
"Tuan Muda Kairi memang pahlawanku. Aku akan terus setia padanya selamanya." Puas menyiksa majikan lamanya, Ann pergi meninggalkan kamarnya dalam keadaan kotor.
Tak lama Rin dan Quill masuk untuk membersihkan lantai dan tubuh majikannya itu. Quill masih takut padanya karena dulu sering disodomi oleh majikannya itu. Sementara Rin menganggap ini semua hanya bagian dari tugas. Dia bersyukur masih bisa hidup di rumah yang nyaman daripada jalanan.
__ADS_1
Di luar, Kairi sekarang sedang menggali lubang besar dengan cangkulnya, ketika dua buah mobil sedan berwarna hitam memasuki halaman rumah. Para anjing tampaknya sudah terbiasa dengan kedatangan mereka sehingga tidak menggonggong.
Mobil itu berhenti di depan rumah, dan tampak dua orang pria mencolok keluar dari mobil pertama. Mereka mengenakkan jas berwarna terang. Seorang di antara mereka memiliki tato besar yang terlihat di bagian kanan wajah, sementara seorang lagi tanpa rambut tapi dengan banyak tindik di wajahnya.
Dari mobil kedua keluar empat pria bertubuh kekar dengan jas berwarna hitam. Mereka berbaris di belakang kedua orang yang tadi keluar duluan.
Kairi tak terlalu peduli dengan mereka dan terus menggali lubang lebih dalam.
"Bos punya tukang kebun baru?" tanya pria dengan banyak tindik di wajah ketika melihat Kairi dari kejauhan.
Pria bertato kelihatan kurang tertarik pada sosok yang tidak terlihat jelas itu. "Jangan pedulikan, ayo cepat beresin masalah lalu pulang."
Pintu terbuka dengan sambutan kelima pelayan yang ada di rumah. Melihat pemandangan yang menggoda itu tentu saja membuat semua pria normal tak bisa menahan diri.
"Bos mengganti pelayanannya lagi." ucap pria bertindik mendekati seorang remaja baru, sudah berniat untuk mencumbunya.
"Mana bos?" tanya pria bertato dengan wajah dingin pada Ann.
"Beliau sedang tidur di kamar. Silahkan duduk di meja makan, saya hidangkan makanan dulu." dustanya kelihatan meyakinkan. Ann juga memiliki dendam pada sebagian besar rekan kerja majikannya, termasuk kedua pria bejat ini yang dulu juga sering melecehkan dirinya.
Mereka belum tahu keadaan menyedihkan bos mereka saat ini.
Ann kembali mendorong troli dengan hidangan hangat yang masih tertutup. Dia juga menuangkan minuman alkohol termahal untuk kedua tamunya.
"Silahkan tuan, hari ini saya sudah menyiapkan menu spesial." katanya sambil menggoda mereka. Pria bertato sebenarnya dari tadi sudah ingin melepaskan hasratnya, apalagi ketika dia melihat Ann. Tapi dia berusaha menahan diri.
Ketika Ann membuka tutup makanannya, betapa terkejutnya kedua pria itu melihat makanan di hadapannya berupa potongan tangan dan kaki manusia, serta rebusan daging panjang seperti bagian kelamin pria.
Mereka berdua berdiri karena terkejut, merasa mual dan memegang celana mereka memastikan miliknya masih ada.
Ann sudah lama ingin melakukan ini. Begitu majikannya sudah tak berdaya, dia berencana menghabisi semua rekan kerjanya yang selalu merendahkan para wanita.
"Penjaga!!" teriak pria bertindik sambil meraih ponselnya untuk menelpon bodyguard mereka yang masih berdiri di luar.
Pria bertato menjambak rambut Ann dan menindih kepalanya di atas meja. "Di mana bos?!"
__ADS_1
Ann terdiam, dia memang tidak berdaya kalau harus melawan tenaga pria.
"Di mana dia?!!" tanyanya lagi menjambak rambutnya.
Ann melihat Kairi memasuki ruangan, dan menunjuk ke arahnya. Kedua pria itu heran. Pemuda yang mereka kira adalah tukang kebun tadi sepertinya adalah ponakan bos mereka.
"Dimana pamanmu?" Mereka sebenarnya sedikit takut melihat Kairi yang kotor penuh tanah dan percikan darah. Tapi mereka berusaha menghiraukannya.
Kairi tersenyum. "Kenapa nggak mendatangi saja kamarnya?"
Kedua pria itu sebenarnya ketakutan karena tak membawa senjata bersama mereka yang adalah peraturan begitu memasuki rumah ini. Bodyguard mereka pun tak kunjung muncul.
Tapi dalam ingatan mereka, Kairi adalah ponakan kebanggan bos mereka. Bahkan dia sendiri bilang harus memperlakukan Kairi seperti bos mereka sendiri, sehingga mereka mempercayainya.
Ketika kedua pria itu menuju kamar utama untuk menemuinya, mereka tambah terkejut melihat keadaan naas bos mereka yang telanjang tanpa lengan dan kaki, terikat dengan rantai seperti hewan.
Belum sempat melarikan diri, salah seorang telah dipukul sampai pingsan oleh Kairi.
"Dasar ponakan gila!" teriak pria bertindik langsung kabur keluar untuk memanggil bodyguardnya.
Begitu membuka pintu utama, pria itu terjatuh ketakutan mendapati bodyguard mereka sudah bersimbah darah dengan potongan tubuh sudah dikoyak oleh para anjing penjaga.
"Maaf," kata Kairi dari belakang, "mereka tadi kelaparan."
Kairi memukulnya hingga terjatuh tak sadarkan diri. Karena sudah lama tak meminum obat dan frustasi ingin melihat Anika, mengetahui keadaanya, dia menjadi haus darah dan ingin menyiksa dan membunuh.
Namun berkat pengaruh kata-kata Anika dulu, dan cinta berlebihannya kepadanya, dia sudah tidak tertarik lagi untuk menyiksa dan memperkosa wanita. Dia sudah merubah motif hidupnya.
Kairi sekarang lebih puas untuk membunuh manusia yang bisa membahayakan obsesi cintanya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf episodenya menjadi lebih kelam.
Apakah ingin lebih banyak melihat Kairi atau Anika?
__ADS_1