
"Si... siapa kamu ...?!"
Pemuda berkacamata yang merupakan bos mereka terduduk lemas di lantai dengan tangan yang sudah hilang sebelah. Dia berteriak kesakitan tapi tak berdaya untuk melarikan diri dengan intimidasi dari Kairi.
Jack tampak ngeri dengan apa yang telah dilakukan oleh rekannya dalam hitungan detik itu. Mereka memang diperbolehkan untuk membunuh bila mengancam nyawa, tapi Kairi telah membunuh mereka semua tanpa ampun tanpa pikir panjang.
"Kau tak seharusnya kelewatan seperti ini," ucapnya memegang pundak Kairi yang hendak membunuh bos muda di hadapannya itu.
Kairi menoleh dengan senyuman psikopat khasnya, "Kau pikir penjahat kelamin seperti mereka ini pantas hidup?"
Menurut Kairi pria bejat seperti mereka bila dibiarkan hidup, dipenjara sekali pun belum tentu membuat mereka tobat dan suatu saat bisa membahayakan istri tercinta atau putrinya di masa depan. Jack terdiam tak berani bicara lebih lanjut karena terlalu takut padanya.
"Jadi?" lanjutnya kembali menghadap pria berkacamata itu. "Namamu Ryu Andrews, usia 23 tahun, mahasiswa fakultas hukum."
Ryu tercengang karena Kairi mengetahui identitas dirinya dengan lengkap. "Siapa kamu sebenarnya?!" tanyanya panik takut dibunuh.
Sebenarnya Kairi dan Jack telah mengetahui identitasnya dari kepolisian. Sudah lama kepolisian mengincar pemuda ini, namun orang tuanya yang merupakan konglomerat dan orang terpandang selalu berhasil menutup mulut para aparat keadilan dengan uang atas tindakan kriminal anaknya. Hal ini membuat Ryu semakin semena-mena hingga organisasi kecilnya ini bisa tumbuh subur dalam beberapa tahun ini.
"Senang ya bisa s*x bebas dengan wanita manapun yang kamu suka? Senang bisa mengajak kawan-kawan mengikuti jejakmu? Tapi apa kamu pernah memikirkan perasaan para wanita setelah mencabuli mereka semua?"
Sudah banyak korban gadis malang yang akhirnya bunuh diri karena tak sanggup dengan pemerkosaan ramai-ramai yang mereka alami. Gadis-gadis yang melapor ke polisi biasanya akan disogok sebagai uang tutup mulut agar mencabut laporan mereka.
Keadilan akan kalah dengan uang. Pihak lemah akan ditindas oleh yang kaya. Miris tapi seperti inilah 'hukum' dunia sebenarnya.
"Kau ... kau perlu uang berapa? Akan kuberikan berapa pun yang kamu mau!" serunya putus asa.
Bagi Kairi uang itu tak penting. Dia bisa mendapatkan uang sebanyak yang dia mau tapi dia tak pernah peduli. Hidup damai bersama istrinya adalah prioritas hidup satu-satunya.
"Mana mungkin kamu pikirin perasaan mereka. Di otak dangkalmu hanya ada uang dan keegoisan." Kairi membuka celananya hendak memotong *********** seperti yang telah dia lakukan pada semua teman-temannya yang lain.
"GYAAAA!!!!" Pria itu pun pingsan karena kesakitan dan shok yang terlalu berat melihat kelaminnya dipotong di depannya sendiri tanpa dibius.
__ADS_1
Jack pun cepat memanggil ambulans berniat menolong mereka yang hidupnya kemungkinan masih bisa tertolong. Polisi di markas utama yang telah mendengar itu semua tak tahu harus berkata apa. Risiko memasukkan Kairi ke dalam tim adalah dia akan menghukum para penjahat dengan caranya sendiri. Mereka sadar akan hal itu jadi mereka membiarkannya.
"Kehilangan peni* mereka nggak akan membuat mereka mati," kata Kairi pada Jack yang terlihat khawatir dan sedang menghubungi kepolisian untuk menanyakan langkah selanjutnya.
"Markas kepolisian bisa menginterogasi mereka begitu mereka siuman," lanjutnya santai mulai menyeka darah yang menempel pada senjatanya dengan baju korban. "Yang harus kamu tolong duluan itu gadis yang menjadi korban mereka."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ayo sekali lagi babe!"
Bukannya menjalankan misi, sejoli Pierce dan Elle malah tampak berhubungan intim di dalam markas musuh.
"Ahhh, mulutmu jago banget babe. Kemarikan bok*ngmu sekarang!"
Elle sebenarnya malas melayani 'pacar' mesumnya itu, tapi dia menikmati hubungan badan dengannya.
Ketika tubuh setengah telanjangnya menempel di kaca jendela, dia tiba-tiba melihat Kairi yang sedang lewat bersama rekan satu timnya.
Elle mulai mendesah penuh gairah sambil membayangkan adegan ini dia lakukan bersama Kairi yang membuat Pierce semakin terangsang.
"Suaramu sexy juga sayang, kamu harus lebih sering mendesah." Dia tak tahu bahwa Elle fokus pada Kairi yang sekarang sedang berjalan mendekati jendela pos satpam tempat mereka sedang bercumbu.
Tanpa pikir panjang Kairi mengambil batu bata dan memecahkan kaca jendelanya dengan sekali hantaman.
PRANG!!!
"Brengsek! Siapa yang berani ganggu hah?!" umpat Pierce langsung menghindari pecahan kaca yang berterbangan dan kembali mengenakkan celananya.
Elle yang sudah menduga akan terjadi sesuatu langsung menghindarinya dan menutup tubuh setengah telanjangnya. Sementara itu Pierce hendak memaki orang gila yang menurutnya berani mengganggu privasinya, namun menghentikan niatnya begitu melihat Kairi.
"Maaf, kupikir suara berisik apa tadi," kata Kairi tersenyum merasa tak bersalah.
__ADS_1
Ingin rasanya Pierce membunuh pria arogan yang selalu tersenyum seperti orang gila itu, tapi mengingat kejadian di masa lalu dia menjadi tak berani menghadapinya sendiri.
"Kenapa kalian kemari?" tanya Elle yang kembali mengenakkan pakaian ketatnya.
"Kapten meminta kami untuk membantu misi kalian." Jack yang masih perjaka dari tadi tak berani menatap tubuh Elle dan malu sempat melihat adegan tak senonoh tadi.
"Hahaha, bantu apaan? Sudah dua hari kita mengintai daerah ini tapi nggak ada pergerakan sama sekali!" cemooh Pierce yang menurutnya bantuan mereka kemari hanya sia-sia.
Transaksi pengedaran narkoba seharusnya sering dilakukan di pabrik tua ini, tapi tak pernah terdengar suara mobil maupun terlihat orang memasuki gedung ini. Karena punya banyak waktu senggang dia lebih sering mencumbui pacarnya.
"Sudah mengecek isi pabrik?" tanya Jack setelah memberi laporan ke markas.
"Anak bau kencur kayak kamu pikir kita ini bodoh hah?!"
"Semua sudah ditelusuri tapi tak ada tanda-tanda kehadiran orang." Elle bantu menjelaskan.
Kairi telah hilang entah ke mana ketika mereka sedang bicara. Dia menemukan cermin yang yang ketika disentuh dengan jari menyisakan jarak dengan pantulan jarinya, yang berarti ada ruangan di balik jendela yang mirip kaca itu. Ketika dia memecahkan jendelanya, benar saja terdapat tangga menuju ke ruang rahasia di bawah tanah yang tampak sangat bersih dan modern.
Semua tim mendekati arah suara pecahan kaca yang ditimbulkan oleh Kairi dan heran melihat ada tangga turun di baliknya. Mereka sempat mendengar suara gaduh dan ketika tiba di lantai dasar sudah melihat Kairi yang bersimbah darah menghabisi sekitar lima pria yang sedang melakukan transaksi narkoba.
Jack langsung melaporkan situasi saat ini, sementara Pierce masih tercengang dengan aksi sadis rekannya. Elle merasa Kairi telah kembali menjadi Psikopat berdarah dingin dan mulai melangkah mundur untuk menjaga jarak darinya.
"Sepertinya tadi ada yang bilang kalau nggak ada pergerakan?" tanya Kairi menjilati luka gores di tangannya sambil tersenyum sinis memandang Pierce seolah ingin membunuhnya.
Kairi merasa tak puas dan ingin membantai orang lebih banyak lagi, tak peduli itu rekannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih atas dukungannya selalu ya....
Terus ikuti sampai tamat kisah Kairi sang psikopat...
__ADS_1