Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 44 Terasing


__ADS_3

Setahun berlalu sejak Anika meminta cerai dan meninggalkan rumahnya. Sudah satu tahun tapi dia masih belum bisa meninggalkan masa lalu kehidupan pernikahannya dengan Yaslan.


Dulu dia juga harus pergi jauh setelah bisa kabur dari jeratan Kairi, sekarang dia lagi-lagi harus pergi jauh untuk bisa melupakan Yaslan. Anika sebenarnya sudah capek dengan apa yang telah menimpa dirinya selama ini.


Saat ini dia tinggal sangat jauh dari semua kenangannya di masa lalu. Anika memilih untuk tinggal di sebuah desa terpencil yang dingin. Tempat yang sama sekali tak dia sukai. Dia melakukan ini karena tak ingin hidup nyaman. Jadi bila dia tertimpa masalah lagi, dia tak akan merasa terjatuh terlalu dalam. Anika tak ingin hidup mewah, dia hanya mencari ketenangan di tempat yang sepi.


Pertama kali tiba di desa terpencil ini Anika kesusahan mencari pekerjaan. Setelah lama mencari akhirnya dia mendapat pekerjaan di sebuah panti asuhan. Dia bekerja sangat giat walau terkadang dia tak dibayar. Malam harinya dia bekerja di pabrik pengepakan barang. Dia hanya ada waktu tidur di pagi hari.


Akhir pekan Anika bekerja shift malam di satu-satunya rumah sakit di desa. Dia sebenarnya berharap bisa menjadi pegawai tetap di rumah sakit itu. Namun rumah sakit mengutamakan penduduk lokal daripada pendatang seperti dirinya walau dirinya memiliki sertifikat perawat, tak seperti pegawainya yang lain.


Anika sengaja mengambil banyak pekerjaan sekaligus untuk mengalihkan pikirannya dari kehidupannya dulu. Dia masih sering bermimpi melihat Yaslan suaminya bersetubuh dengan banyak wanita, karena itu dia menghindari tidur. Anika merasa tak akan bermimpi bila tertidur karena kecapekan.


Tapi dengan rutinitas yang menyiksanya secara fisik ini membuatnya terasa hampa. Di desa ini dia mulai merasa tujuan hidupnya hilang.


"Perkiraan cuaca untuk besok akan hujan mulai sore hari jam 6."


Anika menyalakan radio untuk mendengarkan berita mengenai perkembangan desa sambil berbaring di kasur murahnya. Dia ingin lebih mengenalnya agar bisa lebih menikmati hidup di desa terpencil yang asing ini.


"Banyak laporan wanita hilang di desa sebelah yang terus bermunculan sejak tahun lalu ...."


Akhir pekan dia berpikir untuk bisa bersantai, tapi lama-kelamaan Anika ketiduran.


"Sayang, aku mencintaimu." Di dalam mimpi Anika melihat Yaslan yang sedang terbaring di sampingnya. Yaslan mengambil tangannya dan menciumnya lama-lama. Anika ternyata masih merindukan mantan suaminya itu.


"Aku mencintaimu, tapi aku ingin menikmati tubuh wanita lain." Anika kemudian mendengar ******* nafas wanita lain dan melihat Ann yang sedang duduk di atas Yaslan, dengan posisi sedang bersetubuh dengan mantan suaminya.


Anika langsung terbangun dengan air mata.


Dia pikir sudah bisa memaafkan perbuatan mantan suaminya itu, apalagi dia pasti hanya dijebak dan tidak sungguh-sungguh berniat untuk menghianati dirinya. Tapi tetap saja, membayangkan suaminya dulu tega berselingkuh tubuh dengan wanita lain membuat dirinya jijik.

__ADS_1


Anika merasa dirinya tak sungguh-sungguh dicintai dan tidak percaya diri lagi. Dia selalu berusaha mempercayai Yaslan, tapi kepercayaannya telah dihianati.


Sudah setahun tapi Anika masih menangisi nasibnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ibu Anika sudah menikah ya?"


Anika jelas-jelas masih memakai cincin kawinnya agar tak digoda oleh pria lain, tapi tetap saja pria genit tak punya kerjaan berkeliaran di manapun. Di desa atau kota sama saja.


"Baru kali ini saya melihat wajah oriental, tak pernah ada penduduk secantik dirimu."


Anika tetap cuek membiarkan burung berkicau. Dia pura-pura sibuk menulis sesuatu yang tidak penting di buku catatannya.


"Tulisanmu pun sangat cantik."


Saat ini Anika sedang menjaga shift malam di rumah sakit. Biasanya memang tak banyak yang bisa dilakukan. Dia biasanya hanya duduk di resepsionis dan mengikuti perintah pegawai tetap yang biasanya tak pernah memberi perintah.


Pria gemuk tadi adalah security yang baru-baru ini bertugas shift malam di akhir pekan. Kerjanya tak lain hanya untuk menggoda perawat wanita.


Tak lama kemudian terdengar sirene ambulans yang baru saja memasuki halaman rumah sakit. Seorang pasien bersimbah darah dibawa masuk ke ruang UGD. Anika menyaksikannya lewat ketika baru keluar dari kamar mandi.


Melihat jam yang menunjukkan pukul tiga dini hari, dia berpikir tak bisa pulang cepat karena ada pasien dadakan.


Hanya duduk di ruang resepsionis dan tak melakukan apa-apa selain melihat orang-orang lewat membuat Anika merasa dirinya seperti patung yang diacuhkan.


Beberapa polisi dengan seragam lengkap biru Dongker dan topi khasnya mulai memasuki gedung melewati meja resepsionis. Salah satu di antara mereka terlihat paling mencolok dengan tubuh tinggi tegap dan wajah tampannya. Anika belum pernah melihat pria berwibawa seperti pria tadi.


Karena terlalu sibuk memperhatikan topi polisi yang sudah jarang dia lihat di kota, Anika tak sadar dirinya dilirik dan terus ditatap oleh pria tadi sampai hilang dari pandangan.

__ADS_1


"Tolong salin data ini ke dalam komputer!" Akhirnya setelah lima bulan bekerja di rumah sakit ini, Anika mendapatkan perintah pertamanya.


Dia kemudian mengetik data yang sepertinya merupakan data pasien yang tadi dibawa masuk. Seorang wanita muda seumur dirinya dengan wajah oriental. Selama tinggal di sini dia tak pernah bertemu seseorang dengan wajah seperti ini. Anika berpikir mungkin wanita ini hanya wisatawan atau seperti dirinya pendatang baru.


Anika belum tahu dia telah salah memilih lokasi tempat tinggal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang harinya Anika mulai mencuci selimut dan seprei dari kasur di panti asuhan. Desa ini sangat kuno sekali, pikir Anika, mencuci baju saja harus dengan tangan.


"Apakah Ibu Anika kerasan tinggal di desa ini?" Mungkin dari semua orang yang dia kenal di tempat kerjanya, pendeta ini yang paling ramah padanya.


"Desa ini sangat indah," jawab Anika berusaha melupakan kesepiannya.


Pendeta paruh baya dengan dua biarawati tua telah mengolah panti asuhan ini sejak sepuluh tahun yang lalu. Anak-anak di panti asuhan ini tak berjumlah banyak. Hanya sekitar 8 anak saja.


"Akhir-akhir ini banyak wanita yang menghilang dan terkadang ditemukan terbunuh. Ibu Anika harus hati-hati bila berjalan sendirian di malam hari." kata pendeta itu menasehatinya.


Anika selalu semangat melihat anak-anak yang bermain dengan ceria, walau terkadang perutnya tiba-tiba menjadi sakit dan mual. Ini reaksi wajar bagi orang yang memiliki trauma. Anika sebenarnya ingin sekali memiliki anak walau tak percaya diri bisa merawatnya. Tapi sekarang setelah dirinya menjanda, dia berpikir untuk mengadopsi salah satu dari mereka.


Terkadang ada pasangan yang datang berkunjung untuk mengadopsi anak. Pasangan yang kelihatan mesra dan akur, pemandangan ini selalu membuatnya sedih dan sakit hati.


Walau ingin sendiri, Anika terkadang merindukan kasih sayang. Dia mudah sekali menjadi kesepian. Tapi dia tak mau berharap banyak, karena orang yang dia sayangi sudah jauh sekali darinya.


Hingga suatu hari ketika Anika sedang membereskan lemari pakaiannya di rumahnya yang sempit, Anika mendapati pakaian dalamnya yang hilang. Bukannya ngeri, Anika justru berharap akan sesuatu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Apakah kalian bisa menebak siapa yang akan mengisi kesendirian Anika?

__ADS_1


__ADS_2