Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 60 Terdampar


__ADS_3

Setelah berulang kali melakukan tindakan resusitasi jantung paru pada tubuh Kairi, akhirnya usahanya itu membuahkan hasil. Elle langsung bernafas lega melihat mantan majikannya mulai sadarkan diri dan memuntahkan air yang telah tertelan.


Namun saat ini mereka berdua terdampar di pulau tak berpenghuni.


Sudah dua hari sejak kejadian itu mereka lalui kehidupan bertahan hidup dengan saling bekerja sama sambil menunggu bala bantuan datang. Mereka telah berpindah ke pulau lain menjauhi pulau utama demi keamanan menggunakan perahu kayu yang telah mereka temukan.


Elle telah dua kali menyelamatkan dirinya, yang membuatnya tak bisa membenci wanita itu. Kairi menjadi heran mengapa para pelayannya begitu tergila-gila pada dirinya sampai-sampai mengutamakan nyawanya daripada nyawa mereka sendiri. Hal ini membuatnya kembali memikirkan Lia dan Quill, yang memberikan bekas sakit mendalam di hatinya.


"Tuan, saya telah menangkap banyak ikan." Selama ini Elle terus melayani Kairi padahal mereka sudah tak menyandang gelar tuan dan pelayan lagi.


"Berhenti panggil aku dengan sebutan itu," perintahnya sekarang fokus membakar ikannya dan mulai memakannya dengan kasar.


Elle hanya tersenyum. Dia tak menyangka bisa bertemu kembali dengan tuan yang dia kagumi ini. Setelah pergi meninggalkan Kairi di depan rumah Anika, Elle mendaftarkan diri untuk bergabung di pasukan rahasia kepolisian dan baru-baru ini dipindahkan ke markas tempat Kairi dilatih.


Sebelum diperkenalkan menjadi anggota satu tim, Elle sudah sering memperhatikan Kairi yang terlihat semakin menggoda dengan penampilan barunya dan ekspresi seriusnya ketika melakukan pelatihan. Dia sebenarnya telah berhubungan dengan Pierce, lebih ke teman main di ranjang dibanding pacar. Walau Pierce menganggap hubungan mereka serius, tidak dengan Elle. Begitu melihat Kairi, Elle kembali teringat masa lalunya. Saat itu tak mungkin ada pelayan yang tak menyukainya.


Selama terdampar di pulau ini, Elle sedikit menggoda pria idamannya itu dengan berpakaian minim yang memperlihatkan belahan dada dan bokong sexynya. Tapi melirik pun tidak, Kairi sama sekali tak menaruh minat dan memperlakukannya seperti pohon.


Elle tidak seperti Ann yang akan menggoda terang-terangan, dia lebih memilih menggoda dengan kemampuannya seperti menangkap ikan, membuat tempat berlindung dari daun pohon, dan sebagainya. Tapi Kairi biasa saja seolah memang itu pantas dia lakukan untuknya.


Tak putus asa, suatu malam di depan api unggun, Elle yang memang sudah tak tahan lagi, tiba-tiba merangkul dan mencium tuannya di bibir. Kairi mengangkat alisnya sedikit terkejut dengan aksinya, dan membiarkannya melakukannya. Karena merasa tak ditolak, Elle berpikir Kairi memperbolehkannya untuk menciumnya lebih lanjut. Dia pun memegang sisi wajah Kairi dan menciumnya semakin dalam dengan penuh nafsu.


Merasa tindakannya berlebihan, Kairi mendorongnya. "Maaf, aku nggak bisa," tolak Kairi secara halus tak ingin menyinggung perasaannya. Dia merasa telah mengkhianati istrinya.


Elle sadar akan hal itu dan langsung mengatakan apa yang dia pikirkan. "Tak ada wanita yang bisa mengalahkan Anika ya?"


Kairi terdiam.


Walau dia seseorang dengan gangguan mental, tapi dia pria normal dan sering memikirkan s*x. Banyak hal yang telah terjadi akhir-akhir ini membuat hasratnya terus tertunda, sehingga melihat Elle yang menginginkan dirinya sebenarnya membuatnya sedikit terangsang.


Perlahan matanya menjalar memandangi tubuh Elle dengan sedikit menaruh minat. Wanita ini telah dua kali menyelamatkan hidupnya. Menurut standar kecantikan, dia sebenarnya lebih cantik dan lebih sexy daripada Anika. Elle wanita yang bisa diandalkan, lincah dan jago berkelahi.


Tapi tetap saja.

__ADS_1


Hanya Anika wanitanya dan semenarik apapun wanita lain begitu menginginkan dirinya, Kairi tak akan pernah bisa berpaling dari istrinya itu.


"Apakah sama sekali tak ada kesempatan untuk saya?" tanya Elle penuh harap mulai melepas pakaian dalamnya satu per satu dan memperlihatkan tubuh moleknya yang sekarang tak terhalang apapun.


Mantan PSK memiliki trik menggoda lebih baik dari pelakor manapun. Mereka pun memiliki libido yang lebih tinggi, seolah tercipta untuk melakukan hubungan badan setiap saat. Dan sekarang ini setelah terjebak tiga hari bersama pria idamannya, Elle sungguh-sungguh ingin berhubungan intim dengan seseorang, tak peduli dengan pria bersuami.


"Tak akan ada yang tahu, Tuanku." lanjutnya mulai mendekati pria itu dengan gerakan menggoda dan membuka resleting celananya.


Kairi membiarkannya, ingin lihat sampai mana usahanya. Dia pikir Elle sama saja seperti Ann yang dulu tiada hari tanpa menggoda dirinya, bahkan berani melakukannya di rumah wanita yang dia cintai.


Elle berhasil membuka resleting celananya dan terkejut melihat milik Kairi yang tak mengeras padahal dia sudah menggoda dan memperlihatkan tubuh indahnya. Saat hendak menyentuhnya untuk membangunkan pusaka pria di hadapannya itu, Kairi langsung menahan tangannya.


Dia menatap Elle dalam-dalam sebelum menceritakan kisahnya. "Karena ibuku, aku sangat membenci wanita. Aku bahkan tega memperkosa mereka dan menyiksa mereka sampai berteriak kesakitan, membuat mereka sebagai peliharaanku, memotong habis lengan dan kaki mereka yang tak berguna. Kalau sudah mati aku suka memutilasi tiap bagian tubuh mereka, dan menyimpan potongan-potongan tubuh itu sebagai kenang-kenangan."


Elle tahu kesadisan apa yang dulu pernah dibuat oleh tuannya di rumah majikannya dulu. Tapi dia tidak menyangka pria ini pernah melakukan perbuatan sesadis itu pada wanita tak bersalah.


"Satu-satunya wanita yang berhasil membuatku tobat hanya Anika. Hanya Anika yang berhasil mengubahku, membuatku cinta mati padanya. Apa kau pikir ada wanita lain yang sanggup melakukan hal lebih mulia daripada dirinya?" tanya Kairi dengan senyuman psikopatnya.


Bukannya tersinggung, Elle malah merinding melihat keposesifan Kairi pada Anika. Dia mulai paham ketergantungan gila yang ada pada Kairi membuatnya bisa setia pada satu wanita, bahkan dipaksa sekalipun sepertinya tuannya ini akan memilih mati daripada menghianati Dewinya.


Kairi tersenyum seolah mencemooh dirinya. "Kalau begitu menginginkanku, kau bisa memakai ini." Dia melepas tangan palsunya dan melemparnya ke hadapan Elle seolah menyodorkan alat s*x yang bisa dipakai olehnya. "Jangan lupa cuci bersih setelah kau pakai."


Elle tersenyum sekaligus kagum dengan kegilaan tuannya. Hal inilah yang membuatnya begitu menarik daripada pria manapun. Selain ketampanannya dia sangat percaya diri dan sangat setia. Anika sangat beruntung dicintai oleh pria mengerikan ini, beruntung ataukah terkutuk?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apakah sudah ada kabar?" tanya Anika pada Yuri mengkhawatirkan keadaan suaminya yang telah hilang lima hari.


Yuri menggelengkan kepalanya. Dia menyesal hal ini bisa sampai ketahuan Anika yang membuatnya tak tenang dan tiap saat terus menanyakan kabarnya.


"Jangan khawatir. Dia pasti baik-baik saja. Kapten mereka mengatakan bahwa ada anggota lain yang menemaninya."


Tetap saja berita itu tak membuat Anika tenang. Dia telah kehilangan bayinya. Dia tak mau sampai kehilangan suaminya juga.

__ADS_1


"Apakah aku boleh ikut mencarinya?" Pertanyaan tak masuk akal ini membuat Yuri heran. Apa yang membuatnya begitu mencintai abang psikopatnya itu? Sampai pada taraf ingin membahayakan dirinya sendiri?


Anika merasa ingin mengetahui keselamatan Kairi secepatnya, karena itu dia berpikir untuk ikut dalam pencarian.


"Itu daerah musuh. Kakakku akan membunuhku kalau sampai membawa istrinya ke tempat berbahaya seperti itu." jawab Yuri yang membuat Anika merenung sedih.


"Kenapa kau begitu mencintainya?" tanya Yuri lebih lanjut karena penasaran.


Anika menatapnya sebelum menjawab, "Aku nggak tahu apakah ini cinta, tapi dia orang yang telah menghilangkan trauma terburuk dalam hidupku. Hanya dia yang bisa sungguh-sungguh memahami penderitaanku, dan membuatku merasa tenang."


Yuri terus memandang Anika yang sekarang tersenyum pedih mengingat kenangan mereka dulu di rumah sampah. Awal pertemuan mereka yang tak wajar, bisa menjadi sejauh sekarang ini.


"Kalian berdua memiliki ketergantungan yang gila," ucapnya sebelum mendapat telepon dari markas pusat kepolisian.


Dari raut wajahnya, Anika bisa menebak itu telepon dari tempat kerjanya.


"Apa?! Dia telah ditemukan?!" tanyanya penuh semangat langsung berbalik menghadap Anika yang kelihatan sangat lega dan bahagia.


"Apa maksudmu dia yang mengontak markas pusat untuk datang menjemputnya?"


Yuri tak percaya dengan apa yang dia dengar. Menurut penjelasan kapten yang menelponnya, Kairi masuk ke wilayah musuh dan menghubungi kepolisian untuk menjemput dirinya. Tapi bagaimana dia yang tak bersenjata bisa masuk ke markas organisasi dengan penjagaan ketat dan persenjataan lengkap? Apa dirinya telah ditangkap dan disandera oleh musuh?


"Dia mengaku dalam keadaan baik-baik saja dan tak ditangkap oleh siapapun."


Penjelasan yang tak masuk akal ini membuat Yuri ngeri sekaligus kagum.


Sepertinya misi ini tak memerlukan anggota yang banyak. Dengan bantuan Elle, Kairi telah membantai habis setiap manusia yang berada di pulau utama markas organisasi itu seorang diri.


"Gila juga kamu kak!" gumam Yuri senang dan mulai tertawa merasa ada harapan untuk menghabisi organisasi induk yang dikepalai oleh ayah mereka.


Anika bingung melihat Yuri yang begitu senang atas kabar telah ditemukan suaminya.


"Hahaha, dia bukan ditemukan. Tapi dia yang menemukan kita! Dasar psikopat gila!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai terima kasih telah mengikuti novel saya sampai sejauh ini. Jangan lupa dukungannya ya agar author tetap semangat melanjutkan ceritanya sampai tamat🤗


__ADS_2