
Karena kamar di rumahnya terbatas, terpaksa Kairi dibuat sekamar dengan Ann. Tentu saja Ann merasa bahagia bisa sekamar dengan pahlawan tuan muda tampannya. Pikiran lurus Yaslan sebenarnya kurang setuju karena pria dan wanita itu bukan pasangan legal. Tapi Anika memberi tahu bahwa Ann bisa membantu Kairi yang masih belum pulih sepenuhnya. Ditambah keadaan fisik Kairi sekarang yang lebih membutuhkan seseorang di sampingnya setiap saat, membuat Yaslan pun akhirnya setuju.
Malam hari di kamar, Kairi membiarkan Ann tidur di lantai. Kasurnya yang hanya berukuran single, dikuasai oleh dirinya seorang. Ann yang sudah sangat nafsu pada tuannya karena berduaan di kamar sempit, saat ini sedang menyentuh bagian privatnya untuk memuaskan hasrat seksualnya, sambil menjilati dan menghisap jari jempol kaki tuannya dengan penuh nafsu.
Kairi sebenarnya jijik disentuh apalagi dijadikan objek s*x oleh cewek selain Anika, tapi dia menjadi lebih lembut setelah insiden yang menewaskan pelayan setianya waktu itu dan membiarkannya.
Ann terus menikmati kaki tuannya seolah menjilati es krim lezat. Dia merasakan sensasi yang sudah hampir memuncak. "Ahhh , Tuan, Ahh!"
"Berisik!" teriak Kairi sekarang mengangkat kakinya dan mengelap air liurnya ke rambut Ann. Dia kemudian menyuruhnya mematikan lampu sebelum tertidur di kasur empuk.
Keesokan paginya Ann kelihatan sangat segar dan ceria, menghiraukan kenyataan tidur di lantai yang keras dan dingin.
Anika curiga terjadi sesuatu yang mesum semalam, sama halnya dengan Yaslan. Ketika suami istri itu berangkat kerja, mereka sebenarnya khawatir meninggalkan Ann berduaan dengan Kairi.
"Akhirnya tinggal kita berdua!" seru Ann langsung memeluk Kairi dari belakang. Kairi tak bereaksi maupun mengancam pelayan itu membuat Ann berharap lebih.
Dengan percaya diri Ann melepas seluruh pakaiannya dan dengan harapan bakal ditiduri oleh pujaan hatinya, melangkah ke hadapan Kairi dan menggodanya dengan tubuh moleknya.
"Jangan merusak pemandangan!" seru Kairi kesal. Dia masih membutuhkan kursi rodanya, yang membuat dirinya merasa gerakannya terbatas sementara Ann malah menghalangi dirinya
"Tuan tak ingin menyicipi tubuh sexy saya Tuan?" godanya mendekatkan buah dada besarnya ke wajah tuannya.
Kairi menatap malas dada putih mulusnya, kelihatan sangat terganggu. Dia hanya menginginkan Anika, tubuh wanita lain seolah daging basi baginya. Tiba-tiba terbersit ide gila di kepalanya.
"Kenapa kamu nggak coba goda saja suami setia Nyonya mudamu itu?" usulnya tersenyum licik.
Ann yang masih tahu diri menolak, "Saya tak tertarik dengan pria beristri. Apalagi saya telah berhutang budi banyak pada Anika."
"Sayang sekali, padahal aku pikir untuk memakaimu kalau kau sampai berhasil meniduri pria payah itu." dustanya hanya untuk memanfaatkan Ann.
"Benarkah Tuan? Anda nanti mau tidur dengan saya kalau saya berhasil melakukannya?" Bagi Ann yang sudah tak punya harga diri sebagai wanita, s*x itu sama seperti makan dan tidur. Sudah menjadi kebutuhan pokoknya. Walau begitu dia punya mimpi untuk bisa memasukkan milik tuannya itu kedalam dirinya. Perasaan ingin menyicipi Kairi sangat kuat, membuatnya menghalalkan segala cara.
Kairi hanya tersenyum dan pergi masuk ke dalam kamar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Menggoda Yaslan ternyata tak semudah itu. Berkali-kali memperlihatkan aset berharganya tanpa sepengetahuan Anika ternyata tak mempan. Setiap kali ada kesempatan berdua, dengan berbagai jurus sexynya, Ann tak henti-hentinya menggoda Yaslan.
Dia pernah masuk telanjang saat Yaslan mandi. Saat pria itu masih menonton TV ketika Anika sudah tidur, dia pernah menyentuh bagian privat Yaslan sampai mengeras. Tapi Yaslan selalu saja menghindar.
Lama-kelamaan Yaslan mulai merasa tak nyaman dengan keberadaan Ann.
"Yang, kayaknya temanmu itu bukan teman yang baik deh," ceritanya pada Anika suatu malam saat mereka hendak tidur.
Karena terlalu percaya suaminya dan yakin Ann menyukai Kairi, Anika tak tampak curiga sedikitpun. "Memang kenapa, Yang?" tanyanya polos.
Yaslan ingin terbuka pada istrinya dan menceritakan semuanya, tapi mengingat hal ini bisa melukai istrinya seperti waktu itu membuatnya tidak bisa bicara terus terang. "Dia itu, gimana ya, sepertinya kelainan seksual."
Anika mengedipkan matanya beberapa kali, berpikir untuk memilih jujur pada suaminya atau tidak. "Maaf, Yang, dia sebenarnya itu mantan PSK." ungkapnya memilih untuk jujur.
Yaslan tak percaya dengan apa yang dia dengar dari istrinya. "Dia apa?! Pantas saja!" Dia kemudian heran darimana istrinya bisa berteman dengan wanita murahan seperti Ann.
Karena tak ingin lagi menyembunyikan rahasia dari suaminya, Anika mulai jujur menceritakan tentang keadaan sebenarnya. Dia cerita telah menenangkan diri di rumah paman Kairi, yang memiliki bisnis gelap tapi telah dimusnahkan oleh Kairi. Bahwa Ann dan beberapa pelayan lain bekerja sebagai pelayan di sana dan merupakan pelacur. Anika juga cerita kemungkinan luka yang didapat oleh Kairi adalah bekas pertarungannya dengan gangster dari pasar gelap.
Tentu saja Anika tak menceritakan mengenai hobi berkebun abnormal milik Kairi.
"Jadi selama menghilang kamu ternyata bersembunyi di rumah penjahat itu?" tanya Yaslan curiga.
Anika merasa bersalah. "Maafkan aku, Yang. Tapi dia sama sekali tak menyakiti atau menyentuhku sedikitpun!"
Yaslan mulai kesal telah dihianati istrinya. "Apa yang membuat dia begitu spesial di matamu? Dia itu telah menculikmu dan melakukan hal-hal bejat lainnya padamu, Yang!"
Istrinya pun mulai cerita bahwa Kairi telah membantunya menghilangkan traumanya yang justru membuat Yaslan semakin kesal.
"Kamu bisa terbuka padanya dan tidak padaku? Suamimu sendiri?"
Anika merasa dipojokkan. "Kamu tak akan mengerti," katanya sebelum membelakangi suaminya bersiap untuk tidur. Anika tak ingin bicara lebih lanjut. Dia tak ingin mengingat traumanya lagi, yang sudah berhasil dia buang jauh berkat Kairi.
Di lain sisi Yaslan tak terima dirinya diperlukan lebih rendah daripada Kairi dan menuntut penjelasan lebih. Dia yang berstatus suami tak ingin kalah dari seorang penjahat. Tapi dia berusaha menghargai keputusan istrinya untuk tak bicara lebih lanjut.
Hari-hari berikutnya pasangan suami-istri itu kelihatan lebih dingin dari biasanya. Mereka tak bicara selama beberapa hari. Kehadiran Kairi dan Ann pun hanya membuat Yaslan kesal. Anika sedikit kecewa suaminya tak percaya padanya dan tak bisa memaafkan perbuatan buruk seseorang di masa lalu.
__ADS_1
Suatu malam, Anika memberi kabar akan lembur, membuat Yaslan pulang sendirian. Dia makan malam ditemani oleh Ann. Sulit dipercaya wanita cantik yang ceria dan pintar masak seperti wanita di sampingnya ini seorang mantan PSK.
Ann mulai memijit pundaknya, "Capek Tuan? Mau saya hilangkan rasa lelahnya?"
Sudah tiga hari dia tak bicara dengan Anika. Ego mereka membuat suami istri itu tak ingin mengalah. Di saat seperti ini ada Ann yang memperlakukannya dengan ramah.
Ann terus memijat Yaslan membuatnya semakin relax. Istrinya saja tak pernah memijatnya. Pijatannya menurun hingga menyentuh bagian privatnya. Yaslan langsung sadar dan bangkit berdiri. "Apa yang kamu lakukan?!" katanya marah.
"Memijat Anda Tuan. Akan saya pijat dengan lembut." Ann menjawab dengan senyuman, tak merasa takut dimarahi. "Tenang saja Tuan, anggap saja saya hanya tukang pijat."
Karena merasa lelah terutama capek dengan keadaannya bersama istrinya, Yaslan menerima tawaran Ann. Dia tidak tahu bahwa semakin menjeremuskan diri pada wanita itu, cobaan akan semakin besar. Mereka berdua pun memasuki kamarnya.
"Silahkan buka pakaiannya Tuan, dan rebahkan diri di atas kasur."
"Begini saja," jawab Yaslan langsung merebahkan diri.
Pijatan Ann sangat enak membuat Yaslan ketiduran. Ann membuka pakaiannya sendiri dan mulai memijat dengan tubuhnya. Dia kemudian membalik tubuh Yaslan dan membuka kancing baju dan celananya.
"Silahkan terus tidur Tuan, akan saya buat perasan Anda seperti di surga."
Dengan kelihaiannya sebagai seorang mantan PSK yang telah melayani banyak pria, Ann mulai memijat pusaka pria itu dengan buah dadanya.
Mata Yaslan sudah sangat berat memasrahkan dirinya pada Ann, sampai dia merasa enak di bagian bawah perutnya.
Dia langsung tersentak bangun melihat Ann telah memperkosa dirinya. "Apa-apaan kamu! Keluar sana!" usirnya geram.
Ann justru mempercepat pijatannya membuat Yaslan menahan raungan nikmatnya. Sialan kenapa dia jago sekali.
"Gimana enak Tuan? Tak usah menahan diri, lepaskan hasrat tertahanmu Tuan." Tak hanya jago bermain, Ann pun pandai berkata-kata. Sangat berbeda dengan PSK yang pernah dibayar oleh Yaslan.
Kenikmatannya membuat akal sehatnya mulai hilang. Yaslan tetap menahan diri tak ingin memuncak bersama wanita selain istrinya. "Jangan ditahan Tuan. Keluarkan semua di wajah saya. Saya ingin merasakan cairan kenikmatan Anda, Tuan."
Kata-kata Ann itu membuat Yaslan hilang kendali. Dia membanting wanita itu ke kasur, ingin menyicipinya secara benar. Tapi pada saat itu pintu kamar terbuka lebar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sebenarnya saya malu menceritakan adegan vulgar secara detail, tapi saya ingin memberitahu pergulatan Yaslan yang berusaha tetap setia, tapi akhirnya memilih yang sesat😋