
"Apa kamu bilang?!" tanya Anika tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar keluar dari mulut adik iparnya itu. "Aku baru tahu ada seorang pria dewasa minta ijin untuk pergi ke pelacuran kepada wanita yang sedang hamil!"
Yuri sedikit menyesal mengatakan secara jujur kepada Anika. Tapi dia kesana untuk tujuan investigasi bukan untuk bersenang-senang, jadi dia pikir istri kakaknya ini akan lebih tenang bila mengetahui keberadaannya dan tak menuduhnya melarikan diri di tengah malam.
"Ini bukan pelacuran, tapi distrik merah ...."
"Sama aja kan! Memangnya bisnis malam di distrik merah apa?"
"Ehm .... teansaksi jual beli?"
"Transaksi jual beli apa? Memangnya transaksi jual beli ikan?"
Yuri merindukan sosok kakak iparnya dulu yang lebih kalem dan tak banyak mengomel. Apalagi omelannya ini sering tak masuk akal dan menggunakan kata-kata yang menusuk.
"Dengar ya, saya bukan suamimu, apa salah seorang pria ingin pergi bersenang-senang?" dustanya.
Setiap keluar kantor Yuri harus menggunakan alat pelacak dan penyadap agar pergerakannya bisa diawasi oleh kepolisian. Hal ini membuatnya selalu hati-hati dalam berkata-kata. Bila kepolisian tahu dia akan pergi investasigasi di luar jam kerja, apalagi yang berkaitan dengan kakaknya, kemungkinan dia akan kena tegur lagi atau parahnya sangsi yang lebih serius.
"Lalu kenapa kamu minta ijin diriku yang bukan istrimu? Kamu hanya membuatku tambah jijik pada pria sepertimu, yang punya hobi main cewek!" Anika sebenarnya tahu dulu ketika dia bertemu Yuri di klub malam, dia tampak kaku dan sama sekali tak tertarik pada wanita. Tapi kenapa sekarang malah ingin ke tempat macam itu? Apa karena tak bisa lagi menyalurkan hasratnya karena istrinya telah tiada?
Yuri sebenarnya sakit hati dibilang jijik oleh kakak ipar yang dia sayangi. "Apa boleh buat, kau tak mungkin mengijinkanku menyentuhmu kan?" tanyanya setengah bercanda.
Anika terdiam tak bisa membalas perkataannya itu. Dia ingin bilang bahwa Kairi bisa membunuhnya kalau sampai melakukannya, tapi Anika tak bisa melupakan kenyataan bahwa polisi sedang mendengar percakapan mereka yang bisa mengancam nyawa suaminya.
Langkah demi langkah Yuri mendekati Anika yang mematung. Dia mengulurkan tangannya dan mengelus pipinya. "Lupakan kakak yang entah ada dimana, hiduplah bersamaku sebagai pasanganku."
Walau mengatakan ini untuk mengalihkan polisi agar tak mencurigai mereka telah menyembunyikan Kairi, ada keseriusan yang terkandung dalam kalimatnya itu.
Sesaat Anika memikirkan kemungkinan hidup bersama pria normal tanpa memiliki gangguan mental pasti akan lebih damai. Tapi dia tak bisa melupakan kenangan dan pengorbanan yang selama ini telah dilakukan oleh suaminya itu. Dia tak mungkin menghianati suami yang mencintai dirinya lebih dari nyawanya sendiri.
"Aku lebih baik hidup sendiri daripada harus menikah lagi dengan orang lain," jawabnya ketika bibir Yuri hampir menyentuh milik Anika.
"Karena itu ijinkan saya pergi bersenang-senang untuk mengalihkan pikiran," bisiknya datar sedikit kecewa.
__ADS_1
"Asal jangan bawa penyakit ya!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seumur hidup Yuri tak pernah ke distrik merah. Dia pria normal, dia tertarik pada lawan jenis, tapi libidonya yang rendah membuatnya tak pernah berpikir untuk menjadikan wanita sebagai objek pemuas nafsu. Dia tertarik dengan tubuh wanita, tapi tak terangsang melihatnya.
Karena ketampanannya dan keluarganya yang berasal dari kalangan elit, dia sudah biasa dikagumi oleh kaum hawa. Masuk kepolisian pun membuatnya sering jadi bahan pembicaraan dan membuatnya populer di kalangan polwan. Tak jarang dia mendapat ajakan pergi kencan, yang hanya dia terima sebagai formalitas. Selama ini dia tak pernah sungguh-sungguh tertarik pada wanita, dan lebih memilih menyelesaikan kasus sulit atau pergi memancing. Kehadiran wanita baginya tak lebih dari sekedar gangguan konsentrasi.
Untungnya semua siksaan itu berakhir ketika dia menikahi Jane. Dia tak menyangka dampaknya begitu kuat antara pria bujang dan pria beristri. Hal ini membuatnya ingin berdedikasi kepada istrinya yang secara tak langsung telah mengusir lalat-lalat pengganggu.
Distrik merah di daerah ini menampilkan banyak wanita menarik yang dipajang di depan etalase seperti bahan dagangan sebagai ciri khas masing-masing toko. Ada toko yang menampilkan khusus wanita usia remaja, ada yang menampilkan wanita-wanita montok, bahkan wanita bersuami ternyata juga menjadi daya tarik tersendiri.
Seperti yang dikatakan oleh rekannya, Arnold, tempat ini sama sekali bukan tempat yang diminati oleh seorang Yuri Dragunov. Yuri akui, dia lebih suka melihat jenis-jenis ikan di pasar daripada wanita-wanita molek yang dipajang di etalase. Untuk memasuki distrik merah saja dikenakan tarif, tidak seperti di pelelangan ikan dimana semua ikannya segar dan murah.
Seperti itu kira-kira pikiran seorang maniak pancing.
Yuri kemudian memasuki sebuah toko yang disebut oleh Arnold dulu sering dikunjungi oleh Jack. Toko yang tak menampilkan wanita di etalase seperti toko lainnya, yang membuat Yuri penasaran toko seperti apa ini sebenarnya. Di dalam ada seorang wanita tua yang bertugas sebagai mucikari. Dia mengeluarkan katalog yang sepertinya merupakan 'menu' wanita yang ingin 'dipakai'.
"Seperti apa tipe wanita yang tuan inginkan?" tanya wanita tua itu terlihat sangat tertarik dengan ketampanan pelanggan yang tak biasa.
"Yang ini," tunjuknya asal yang penting rambutnya hitam.
"Baik tuan. Tambahannya ingin wanita yang seperti apa?" tanyanya lagi membalik halaman berikut dari katalognya.
Yuri mulai bingung.
Seumur hidup dia tak tertarik dengan wanita dan tempat hiburan dewasa semacam ini. Pertama kali mengunjungi tempat ini dia malah ditawari untuk main dengan dua wanita? Bagaimana cara menghadapi mereka sekaligus?
"Kalau tuan tak memilih, kita akan pilihkan secara acak. Harganya akan lebih murah."
Setiap kali memancing di atas kapal di tengah laut, Yuri selalu penasaran ikan seperti apa yang akan dia tangkap. Ternyata cara acak seperti ini ada juga di hiburan malam pikirnya.
"Tuan tinggal bilang ingin ditemani oleh berapa wanita?"
__ADS_1
Tak hanya dua, ternyata dia bisa memilih lebih dari itu. Ketika membalik katalognya, Yuri baru tahu bahwa ciri khas toko ini adalah tipe Harem yang bisa 'bermain' dengan dua wanita atau lebih.
Kenyataan ini sebenarnya membuat Yuri tak bisa membayangkan secapek apa tubuhnya harus menghadapi banyak wanita. Rasanya dia ingin sekali segera meninggalkan tempat ini dan tak pernah ingin kembali untuk kedua kalinya.
Dia lebih suka ke pasar ikan dan menghirup aroma amis dari laut.
"Tuan? Anda tak bermaksud untuk membatalkannya kan?"
Pertanyaannya itu membuatnya sadar bahwa dia kemari untuk tujuan investasigasi, bukan untuk sungguhan bermain dengan para wanita.
"Sebenarnya saya kemari atas rekomendasi seorang teman," jelasnya sambil menunjukkan foto Jack dengan rambut merahnya. "Apakah Anda bisa memberikan wanita yang sama dengan yang digunakan oleh teman saya ini?"
"Ohh jadi begitu ya ...."
Dia merasa lega bahwa sang mucikari sepertinya mengenali Jack.
"Jarang ada pria tampan seperti kalian yang mengunjungi tempat ini. Dia cukup terkenal di sini." jelasnya mulai mencari namanya di rekaman data yang tersimpan dalam komputer. "Apa temanmu itu sehat?"
"Sangat sehat!" dusta Yuri menutupi kenyataan bahwa kakaknya telah membunuhnya.
"Apakah Beliau sibuk? Sudah lama dia tak mengunjungi kami." tanya wanita tua itu sekarang mulai menulis nama-nama wanita yang selalu dipakai oleh Jack.
Mata Yuri melotot melihat lima wanita yang ditulis oleh sang mucikari. Segila apa dulu Jack bisa bermain dengan lima wanita sekaligus?
"Bagaimana dengan wanita oriental ini?" tanya sang mucikari setelah memanaggil para wanita lewat telepon internal. "Temanmu itu tak pernah memakainya, mungkin karena harganya yang mahal."
Tapi karena itu satu-satunya wanita yang menaruh minatnya, Yuri ingin bertemu dengannya secara langsung. "Tolong tambahkan."
"Bailkah, ini total biayanya."
Kali ini dompet Yuri yang menangis harus merogoh uang yang terbilang cukup fantastis. Dalam hati dia sungguh menyesal telah kemari dan lebih memilih membeli ikan tuna utuh yang harganya mungkin sama banyaknya dengan para wanita sewaan ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Masih bersama Yuri, semoga dia bisa menemukan informasi untuk membantu kakaknya itu ya!
Jangan lupa dukungannya selalu author nantikan!!!🤗🤗🤗❤️