
Sebelum berangkat ke kepolisian bersama Yuri yang terlihat begitu antusias, Kairi memeluk erat Anika seolah tak mau berpisah. Dia mencium kening istrinya, kemudian membungkuk untuk mencium perutnya.
"Ayah akan segera kembali ya," bisiknya lembut di hadapan perut Anika yang mulai membuncit. "Janji harus jadi anak baik, jangan bikin ibumu sengsara, jangan pergi meninggalkan orang tuamu lagi ...."
Yuri mulai tak sabar, "Ayo cepat Kak! Kita bakal telat di pengarahan misi untuk pertemuan hari ini."
Kairi tak peduli dan menatap Anika lama-lama. "Janji jangan melibatkan dirimu dalam bahaya, janji harus berhenti kerja di toko sendirian, janji jangan keluar malam hari ..."
Dengan semua perlakuan manis suaminya, Anika mulai menangis tak rela melepas kepergiannya. "Yang akan terancam nyawanya itu kamu Sayang, Kenapa terus mengkhawatirkan aku?"
Kairi menyeka air matanya dan mulai ragu dengan keputusannya. Dia memiliki keluarga berharga di rumahnya, kenapa dia harus pergi meninggalkan mereka?
"Ingat pulau terpencil dan bikini Anika, Kak!" bisik Yuri yang sudah gemas melihat kakaknya masih saja pamitan dengan istrinya sampai berdiri depan pintu rumah lebih dari sejam. Tapi dia memakluminya karena misi kali ini akan sangatlah susah dan riskan.
"Aku akan menjaga Anika dan calon bayimu, jangan khawatir, Kak. Sebelumnya aku berhasil melakukannya kan?"
Saat ini Kairi hanya mempercayai Yuri. Dia tak ingin ada orang lain di dalam rumahnya selain adiknya itu. Dia yakin Yuri juga sayang pada Anika dan akan memperlakukannya dengan berharga. Dia juga percaya Anika tak mungkin akan mengkhianati dirinya, karena itu tak pernah terpikirkan sedikit pun bahwa mereka berdua akan selingkuh karena tinggal seatap.
"Kamu juga harus janji minum obat teratur dan pulang dalam keadaan utuh ya Sayang," seru Anika sebelum kakak adik itu semakin menjauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tujuan utama misi kali ini adalah untuk menangkap bos besar organisasi gelap yang selama ini telah menguasai pasar hitam dan sering melakukan perdagangan manusia." Kali ini kepala bagian divisi investigasi yang turun tangan dan secara langsung berbicara kepada para anggota tim.
Anggota tim yang sama dengan sebelumnya menambah dua anggota baru sehingga berjumlah total tujuh orang. Elle dari tadi terlihat melirik ke arah Kairi, khawatir dengan apa yang terakhir menimpa dirinya. Pierce sudah tak berani mengganggu Kairi yang dulu dia pikir adalah anggota baru yang culun, tapi dia tetap cemburu melihat Elle yang begitu tertarik pada pria cacat fisik dan mental itu.
Yuri dan beberapa anak buahnya yang akan siap di markas sebagai bantuan tambahan juga terlihat menghadiri pertemuan hari ini. Beberapa kepala unit divisi lain pun tampak hadir karena ini memang misi yang cukup penting dan besar.
Setelah mendiskusikan formasi dan strategi untuk menyusup ke dalam organisasi, para anggota inti yang akan bekerja di lapangan pun bersiap untuk menjalankan misi mereka.
Organisasi besar ini memiliki sub organisasi yang sering digunakan sebagai kambing hitam bila suatu saat tertangkap. Sub organisasi ini berjumlah ratusan dan berperan seperti kulit pisang yang siap dibuang kapan saja demi melindungi organisasi intinya.
Masing-masing tim akan berpencar dan menyusup ke dalam beberapa sub organisasi itu. Kairi dan seorang pria muda culun yang merupakan anggota baru dengan nama alias Jack akan menyamar untuk bergabung ke salah satu sub organisasi yang bernama PSJ yang terkenal di kalangan pria muda.
__ADS_1
"Organisasi besar ini salah satu bisnis milik ayah. Kita bisa menangkapnya kalau berhasil menyusup ke dalam organisasi utama ini." Yuri telah mempelajari organisasi besar ini selama bertahun-tahun sebelum hari ini akhirnya bisa direalisasikan.
Organisasi besar yang dikenal sebagai induk kriminal oleh anggota kepolisian ini tak pernah diketahui lokasinya. Kecerdikan mereka dalam mengecoh kepolisian dengan menyamar sebagai banyak organisasi kecil membuat anggota polisi tak bisa menyentuh inti organisasinya.
Kai sebagai nama alias Kairi dan Jack turun dari mobil mendekati tiga pria muda dengan penampilan yang biasa saja. Mereka berdua telah dilengkapi dengan alat penyadap rahasia untuk merekam segala percakapan. Kai pun mendapat tangan palsunya kembali sehingga tak terlihat cacat lagi.
"Kalian anggota baru yang mau gabung itu?" tanya salah seorang anggota PSJ dengan sebatang rokok di tangan.
"Jangan lupa syarat menjadi anggota harus membayar uang bulanan dan uang tahunan keanggotaan sebanyak tiga juta dan sepuluh juta. Setelah itu kalian bebas bersenang-senang bersama kami."
Dari yang telah dipelajari oleh Kairi dan Jack, sub organisasi yang bernama PSJ ini ditujukan untuk pria muda culun yang ingin menjadi populer dan bersenang-senang di masa mudanya. Banyak mahasiswa dan pekerja pria muda yang telah tergabung dalam organisasi ini, sukses mengembalikan kepercayaan diri mereka yang mereka sebut 'kejantanan' dengan entah apa kegiatan yang mereka lakukan.
Setelah membayar uang keanggotaan, Kai dan Jack pun diajak masuk ke dalam sebuah kamar VIP di puncak menara hotel top bintang lima yang ada di kota itu. Di dalam ruangan mewah duduk seorang pria muda berkaca mata yang terlihat tampan dan berkarisma di atas sofa panjang.
"Mereka sudah bayar?" tanya pria berkacamata itu yang tampaknya merupakan ketua organisasi PSJ.
Setelah menyerahkan uangnya, mereka membawa masuk seorang gadis yang terlihat lemas dan setengah sadar ke dalam ruangan. Gadis malang itu didudukkan di atas sofa di samping bos muda mereka. Salah satu anggotanya mulai menyalakan video kameranya untuk merekam adegan mereka.
"Ayo senyum ke kamera dong cantik," mulai bos mereka sambil menggerakkan tangan dan membuat senyuman di bibirnya. "Senang ya malam ini bisa bercumbu dengan pria-pria populer yang ada di sini?"
"Kita nggak ada maksud perkosa kamu lho, karena kita sudah sama-sama setuju kan?" tanya bos mereka pada gadis lemas tak berdaya itu.
Gadis itu adalah seorang mahasiswi satu kampus yang telah mereka beri obat yang bisa membius seluruh tubuhnya. Walau begitu kesadarannya masih ada. Gadis itu bisa mendengar dan melihat samar-samar apa yang telah terjadi.
"Sebagai upacara kedatangan anggota baru, kita mau memperkenalkan sebuah permainan yang biasa kita mainkan," jelasnya lebih lanjut kepada Kai dan Jack.
"Kalau kalian ingin gaul, kalian harus menggauli cewek dulu. Berterima kasihlah padaku karena sudah menyiapkan gadis cantik yang bersedia untuk dipakai oleh kalian secara cuma-cuma."
Jack yang memiliki rasa kemanusiaan tinggi tampak mual. Dia tak percaya harus melakukan hal yang dia anggap tak benar itu. Mencumbui cewek tak berdaya sama saja dengan pemerkosaan.
"Kalau kalian masih malu-malu karena tak pernah bercinta dengan wanita, biar kamu beri contoh ke mereka!" perintahnya ke salah satu anggota.
"Aturannya gampang. Tinggal hitung aja berapa piston yang kamu perlukan untuk bisa mengeluarkan kejantananmu pada lubang surgawinya."
__ADS_1
GILA!!
Jack langsung lari ke kamar mandi sambil memikirkan adiknya yang bisa saja menjadi korban pencabulan dari organisasi PSJ ini. Hanya merupakan sub-organisasi tapi bisa melakukan hal tak manusiawi sesantai ini tanpa merasa bersalah, segila apa organisasi intinya?
"Hahaha dasar culun!" tawa seorang anggota mulai melepas ****** ***** gadis malang di hadapannya itu. "Wah gila bos. Dia lagi mens nih, jijik banget!"
Bosnya malah tersenyum licik. "Artinya kita bebas keluarin sepuasnya di dalam, karena dia tak akan hamil!"
"Wah asik nih! Ayo cepat mulai!" seru anggota yang lain.
"Lihat yang benar ya!" serunya memberi contoh kepada Kairi. "Satu, dua, nikmat banget bos! Tiga, empat, ahhh!!"
"Payah amat hitungan keempat udah keluar!"
Bos mereka menyuruh Kairi untuk memulai permainan cabul 'menghitung' mereka. "Ayo giliranmu, jadilah Pria SeJati! PSJ!!"
Kairi yang dari tadi diam mematung telah mengepal erat-erat tangannya, geram dengan perbuatan cabul yang harus dari tadi dia saksikan. Jack kembali dari kamar mandi dan menjadi kesal dengan pemerkosaan yang dilakukan tanpa adanya rasa bersalah, malah dijadikan permainan tanpa memikirkan perasaan korbannya.
Mereka berdua saling bertatapan sebelum membantai habis tiap anggotanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai, maaf ya lama menunggu. Tapi dengan semangat dari para pembaca setia, author akan tetap up dan berusaha memberi cerita terbaik!!
Author juga ingin mengucapkan banyak terima kasih secara khusus kepada fan no. 1 Minggu lalu kak KAIRA CLARA!!
Terima kasih banyak atas dukungannya yang melimpah❤️
Terima kasih juga untuk yang selalu setia memberi komentar di setiap episode,
kak RIZKI ANIS, kak WIN, kak VITA ZHAO, kak RISKA DIAH, dan yang lain.
Komentar kalian setiap hari kunantikan seperti vitamin penyemangatku❤️
__ADS_1
Terima kasih juga kepada adikku sayang, As Cempreng😘