
Dengan sisa uang dari tabungannya sendiri, Kairi membeli rumah baru yang cukup besar dengan halaman yang luas. Anika sebenarnya berharap untuk bisa keluar dari desa ini, tapi Kairi malah membeli rumah yang letaknya di antara desa dan kota.
Sebenarnya Kairi bisa saja membeli seisi desa dengan uang peninggalan pamannya, tapi dia tak mau menyentuh uang haram itu.
"Selama ada aku kamu aman," katanya santai membuat Anika mengikuti rencananya.
Saat ini Anika menatap kosong pegunungan yang kelihatan kering seolah mempersiapkan diri untuk musim salju dari teras rumahnya. Rumah sederhana yang terbuat dari kayu mulai ia tempati bersama Kairi. Letaknya cukup terpencil dan jarak antar tetangga cukup jauh. Kairi juga membeli mobil bekas untuk mereka gunakan karena tak banyak kendaraan umum.
"Sayangku, nanti kedinginan lho." Kairi memeluk Anika dari belakang dengan sebelah tangannya. Sudah sekitar sebulan mereka menempati rumah ini dan hidup bersama.
Awalnya Anika berpikir untuk hidup seorang diri, tapi kenyataannya hidup kesepian malah membuatnya hampa dan tak tahu arti hidup. Di luar dugaan, bertemu dengan Kairi justru membuatnya tenang. Selalu Kairi yang datang menolongnya disaat dirinya berada dalam keadaan terpuruk. Selalu Kairi, seolah dia tahu segalanya tentang dirinya.
Anika yang dulu biasa merawat ODGJ sekarang malah dirawat oleh salah satu dari mereka. Mantan penculiknya itu selalu menemaninya hingga Anika mulai menemukan kembali makna hidup.
Kairi membuatnya merasa dicintai lagi.
Tapi kenapa dia masih belum bisa merasa benar-benar bahagia? Sebenarnya apa bahagia itu? Apakah hidup bersama Kairi adalah keputusan yang tepat?
"Dari awal memang aku yang menikahimu duluan." Kairi menjawab pertanyaan Anika yang bingung dengan hubungan mereka ini. "Kita dari dulu adalah suami istri." Jawabannya itu terdengar seolah Anika selama ini telah selingkuh darinya dengan menikahi pria lain.
Apakah tidak apa-apa seperti ini? Anika sebenarnya takut untuk menikah lagi, tapi dia ternyata tak bisa hidup sendiri.
"Mungkin aku egois. Aku terlalu manja dan sebenarnya tak pantas hidup dengan pria manapun."
Kairi mencium keningnya. "Jadilah egois kalau itu membuatmu bahagia."
Kata-kata Kairi selalu menguatkannya. Keraguannya menjalani hidup selalu dibuat jelas oleh Kairi. Apakah kali ini dia boleh sungguh-sungguh mencurahkan perasaannya pada pria ini? Apakah dia boleh mempercayainya? Anika takut dihianati lagi, tapi dia ingin memepercayai Kairi.
Sudah sebulan mereka tinggal bersama tapi Anika masih takut untuk melakukan hubungan yang lebih intim. Kairi selalu menunggunya dengan sabar dan mengalihkan nafsunya dengan bermasturbasi seperti yang selama ini selalu dia lakukan .
"Kali ini apa yang membuatmu ragu?" tanya Kairi suatu malam. Dia memang puas dengan kegiatan solonya, tapi dia tetap ingin merasakan tubuh wanita yang dia cintai.
Anika tak bisa menjawab. Dia sudah resmi bercerai dari Yaslan dan telah menjanda. Dia tidak lagi harus setia pada suaminya bukan? Tapi perasaan bersalah dan tak pantas dicintai selalu menghalangi keinginannya.
Tidak apakah dia merasakan cinta dari Kairi?
"Kalau gitu, malam ini .... Kamu boleh ...." Suara Anika mengecil karena malu.
Kairi tersenyum lebar, "Benarkah Sayang? Aku boleh s*x denganmu lagi?" tanyanya gamblang kelihatan bersemangat.
Sudah lebih dari lima tahun Kairi menantikan ini. Lima tahun dia bertahan tanpa wanita lain. Ternyata penantiannya tidak sia-sia.
"Aku boleh merekamnya?" tanya Kairi merasa tak ada yang aneh dari dirinya yang membuat Anika tambah malu.
__ADS_1
"Untuk apa?!"
"Aku ingin menontonnya kalau lagi nggak bisa bertemu denganmu."
"Kan ada banyak video porno."
"Aku nggak akan semangat kalau itu bukan dirimu."
Dia selalu berhasil membuat Anika salah tingkah. Dasar cowok mesum posesif!! batin Anika sedikit senang. Dia bahkan tak percaya akan senang dengan hal semesum ini.
Di otak Kairi hanya ada Anika yang sudah melebihi batas wajar. Sepertinya itu tak akan berubah darinya meski dia minum obat mana pun.
Kairi bahkan keluar untuk membeli video kamera baru demi bisa merekam adegan panas dirinya bersama cintanya dengan kualitas yang bagus. Anika hanya bisa heran dengan tingkah cinta pertamanya ini.
Setelah lima tahun lebih, kedua pasangan ini akhirnya bersatu lagi. Kairi menikmati setiap senti tubuh Anika, merasa tak tega untuk mencumbunya. Dulu dia memang memperkosa wanita yang sekarang tidur di bawahnya ini, tapi itu saat dia belum paham bagaimana caranya menyalurkan cinta dengan benar.
Lama sekali merasakan setiap sudut tubuhnya, Kairi meminta ijin untuk memasukkan miliknya ke dalam Anika. Wanita itu mengangguk dan dengan perlahan Kairi memulai persetubuhan mereka. Gerakannya yang semula pelan dan lembut menjadi tambah cepat. "Kamu sangat cantik Sayang."
Tak hanya tubuhnya yang sibuk, mulutnya pun sibuk mendesah nama cintanya itu, memuji dan mengagumi setiap bagian dirinya.
Perasaan baru ini menggelitik perut Anika. Dia tak pernah merasa begitu diinginkan seperti ini. Walau tak ingin melakukannya, tapi dia jadi membandingkan perlakuan Kairi dengan mantan suaminya yang berbeda.
"Sayangku .... Cintaku ...."
Setelah sama-sama mencapai puncaknya, Kairi melepas seluruh cairan cintanya ke dalam rahim Anika. Mereka tidur bersebelahan, lelah dengan olah raga intim mereka. Kairi masih terus mencium dan memuji wanitanya membuat Anika tak nyaman.
"Nggak usah norak gitu dong Sayang."
Akhirnya dipanggil sayang lagi membuat Kairi tambah bahagia. "Lama sekali aku menahan diri untuk bisa memelukmu lagi, Sayang. Aku nggak peduli kamu bilang norak."
Perasaan Anika menjadi pedih. Dulu dia memiliki Yaslan sementara Kairi selalu sendirian. Bagaimana caranya Kairi bisa terus mencintai wanita macam dia? Wanita pujaannya menikahi pria lain pun tak mengubah kadar cintanya. Bahkan pelayan lain seperti Ann saja tidak pernah dia sentuh.
Kali ini Anika berharap dia bisa benar-benar bahagia dengan pilihan hidupnya ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kairi selalu lembut kalau bercinta dengan Anika. Dia selalu memujinya dan mengagumi dirinya yang membuat perasaan Anika semakin senang karena merasa dihargai.
"Kamu sangat sexy, Sayangku."
Anika meledeknya. "Baju tidurku yang sexy atau aku?" Baru pertama kali dia dipuji seperti ini padahal sedang mengenakkan piyama --pakaian yang menurutnya paling norak--.
"Kamu sexy pakai apapun. Cuma kamu yang bisa bikin aku menginginkanmu seperti ini."
__ADS_1
Terkadang Anika masih meragukan perkataannya. Sejak dihianati dia kurang bisa mempercayai orang lain, terutama bila itu menyangkut tentang dirinya.
"Bagaimana dengan haremmu dulu? Kamu pernah tinggal dengan banyak pelayan sexy yang tubuhnya jauh lebih indah dariku."
Kairi tak tertarik dengan pertanyaannya dan terus sibuk mencium seluruh tubuhnya yang masih berpakaian lengkap.
"Apalagi Ann, dia sangat cantik dan sexy dan ceria, dan ...." Walau sudah memaafkan perbuatan mereka dulu, Anika masih belum bisa melupakan hari itu. Kejadian yang membuatnya merasa tak percaya diri dengan tubuhnya.
"Aku nggak peduli wanita lain selain kamu." jawab Kairi mulai membuka pakaian bawah Anika dan menjilati bagian sensitifnya dengan sangat nafsu.
Bersama Kairi perlahan Anika menjadi lebih percaya diri. Setiap pujian yang dilontarkan oleh suaminya sekarang membuatnya bisa lebih mencintai dirinya sendiri. Lagi-lagi Kairi lah yang telah membantunya keluar dari trauma patah hati perceraiannya dengan Yaslan.
"Cintaku, masakanmu sangat enak hari ini."
Dia juga selalu memuji setiap usaha yang dilakukan oleh Anika. Hubungan mereka melebihi cinta antara kekasih. Mereka berdua memiliki pemahaman kepada pasangan melebihi diri sendiri.
"Kai Sayang! Sudah minum obat belum?" Anika mulai memanggilnya dengan panggilan sayang, berusaha hidup melangkah maju tanpa memandang masa lalu lagi. Dia merasa bahagia seperti saat di rumah sampah dulu. Apalagi dia sudah bisa menerima sisi psikopat Kairi, membuatnya bisa lebih mencurahkan perasaannya.
Kairi pun benar-benar berusaha berubah demi Anika. Dia mulai minum obat lagi dengan teratur atas sarannya dan mulai makan dan tidur teratur untuk membangun gaya hidup sehat yang akan membantu mentalnya.
Anika telah keluar dari pekerjaannya dan berdua dengan Kairi membuka toko daging dan ikan.
"Aku baru tahu kalau dulu kamu kerja di pabrik pemotongan hewan." kata Anika kagum dengan keahlian memotongnya.
Ternyata itu yang membuat Kairi mahir memotong dan menguliti tubuh manusia, walau itu sebenarnya kenyataan yang mengerikan.
Sedikit demi sedikit, Anika mulai lebih mengenal pria di sampingnya ini. Kairi pun menjadi lebih terbuka kepada Anika yang sudah mau menerima dirinya. Mereka seolah membuka lembaran baru dalam hidup mereka dan merasa bahagia.
Suatu malam bersalju yang tenang, ketika Kairi sedang memangku Anika dan mereka membaca buku bersama, keheningan isi rumah yang sesekali dihiasi oleh bunyi percikan api yang berasal dari perapian, dipecahkan oleh suara bel rumah.
Ping pong ping pong ping pong
Suara itu terdengar semakin tak sabaran, tak ingin dibiarkan menunggu lama.
"Biar aku saja," kata Kairi saat Anika beranjak dari sofa.
Ketika membuka pintunya, tangan Kairi langsung diborgol oleh pria yang tak asing.
"Anda ditahan!" kata pria itu yang dikenal sebagai polisi kaku yang telah beristri oleh Anika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya mereka bisa hidup bahagia, tapi....
__ADS_1
Kira-kira seperti apa lanjutnya ya?