
"Wah Anda dokter yang tampan sekali Tuan!" goda Ann ketika mereka sedang makan malam bersama. "Pantas saja istri Anda tak mau berpisah darimu."
Yaslan hanya terdiam. Dia masih malu dan merasa bersalah telah melihat sesuatu yang seharusnya tak pantas dia lihat.
Sementara itu Anika merasa rumah menjadi lebih ceria dengan kehadiran Ann yang suka bicara blak-blakan dan tak tahu malu.
"Ini enak juga." puji Yaslan setelah hening cukup lama, sambil mengunyah masakan Ann.
"Benarkah Tuan? Akan saya buatkan setiap hari khusus untuk Anda!" katanya senang menaruh lebih banyak potongan daging ke atas piringnya.
Anika hanya tersenyum melihat mereka. Dia telah memperkenalkan Ann dan menjelaskan mengenai situasi karangannya. Dia tak pandai berbohong, tapi untung saja suaminya percaya begitu saja. Yang terpenting bagi Yaslan adalah bisa melihat istrinya lagi dalam keadaan sehat.
"Cukup panggil nama saja Ann! Kamu nggak sedang bekerja di sini." kata Anika memperingatinya.
"Baik Anika, dan Yaslan." jawabnya ceria. Kehidupan di rumah tangga normal seperti ini membuatnya semangat. Di rumahnya yang dulu dia selalu dikelilingi cowok-cowok mesum dan selalu dilecehkan, karena itu suasana baru seperti ini membuatnya tambah senang tanpa beban.
"Sebenarnya usiamu berapa ya?" tanya Anika tiba-tiba, dari dulu penasaran.
"Tiga bulan lalu saya genap 23 tahun!"
Anika tak menyangka usianya lebih muda dua tahun darinya. Awalnya dia pikir Ann seumuran dengan suaminya.
"Masih muda ya. Dulu kuliah dimana?"
Pertanyaan Yaslan seketika membuat Ann bengong tak bisa menjawab. Wajah cerianya tergantikan ekspresi tertekan.
Anika membantu Ann dengan menjawab pertanyaannya. "Ann dulu masuk sekolah kejuruan, Yang. Dia langsung bekerja di hotel begitu lulus. Karena itu dia juga terbiasa memanggil orang dengan sebutan nyonya dan tuan." Anika merasa dirinya semakin pandai mengarang cerita, dan dia tidak suka itu.
"Benar sekali!" seru Ann kembali ceria.
Setelah memberikan kamar kosong untuk Ann, Yaslan pergi mandi sebelum bersiap untuk tidur. Anika memperingati Ann agar jangan terlalu bebas di sini seperti di rumah paman Kairi dulu, karena suaminya adalah pria yang normal dan telanjang di rumah orang adalah hal yang tabu.
"Maaf Anika, saya terbiasa tak berbusana kalau sedang sendirian. Saya tak bermaksud untuk menggoda suamimu."
__ADS_1
Anika tahu Ann adalah cewek yang jujur, karena itu dia tak marah. "Kamu nggak salah. Cobalah untuk berpakaian normal mulai dari sekarang. Lama kelamaan kamu akan terbiasa."
"Anika sangat baik!" serunya memeluk Anika. "Maaf saya dulu jahat. Saya dulu sering menggoda Kairi tanpa busana, sayangnya tak mempan."
Baru sekarang dia mengakuinya, tapi Anika tak heran Kairi yang sudah terlanjur posesif pada dirinya tak akan mempan dengan wanita manapun.
"Ya sudah, selamat istirahat ya. Sampai besok."
Anika pun memasuki kamar tidurnya dan menemukan Yaslan sedang duduk di atas ranjang mereka. Selama dirinya sedang ada di kamar Ann, sepertinya suaminya telah selesai mandi.
Akhirnya mereka memiliki waktu berduaan. Awalnya mereka saling diam dan kaku, tapi ketika Anika hendak ke atas kasur untuk tidur, Yaslan tiba-tiba memeluknya sangat erat.
"Sayangku, istriku. Akhirnya aku bisa memelukmu seperti ini. Aku sangat merindukanmu."
Yaslan mulai mencium lehernya, keningnya, pipinya, bibirnya, lama kelamaan Anika merasa tak nyaman dan pelan-pelan mendorongnya.
"Maaf sudah membuatmu khawatir, Yang." ucapnya meminta maaf. Entah kenapa ciuman dari suaminya itu terasa asing.
Suaminya itu mengambil tangan Anika dan menciumnya lama-lama. "Memang hanya istriku wanita paling sempurna dan tiada bandingnya dengan wanita lain."
Karena berpikir untuk terbuka, Yaslan justru menceritakan hal yang seharusnya dia tutup rapat. "Maaf, Yang. Aku sempat ke tempat hiburan untuk melepas stress...."
Mendengar itu Anika sedikit curiga. "Maksudnya tempat hiburan apa?"
"Aku nggak lakuin yang aneh-aneh kok! Kebetulan temanku ajakin ke sana, tapi yah, aku sadar aku hanya menginginkanmu, Yang."
"Kamu ke PSK?"
Yaslan memeluk Anika erat-erat. "Cuma karena diajak, Yang! Aku nggak lakuin kok! Percayalah!"
Walau Anika mencoba untuk percaya suaminya, dia tidak menyangka Yaslan memiliki niat untuk melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain. Dia selama ini mempercayai Yaslan, bahkan dirinya pun berusaha tetap menjaga tubuhnya demi janji suci pernikahan mereka itu.
Anika menuju kasur tak ingin bicara lebih lanjut.
__ADS_1
"Sayang, maafkan aku. Aku hanya mencintaimu seorang." Yaslan ikut merebahkan dirinya di samping Anika dan memeluknya dari belakang.
Perasaan kecewa dan sedih menyelimuti dirinya. Anika ingin marah tapi dia tak ingin bertengkar hari ini. "Nggak apa, ayo tidur."
Dia tak sadar ini awal dari keretakan hubungannya dengan Yaslan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari ke depan mereka menjalani kehidupan seperti biasa. Anika diperbolehkan kerja lagi tapi gajinya sedikit dipotong atas ketidak hadirannya selama lebih dari seminggu.
Ann tetap ceria melayani sepasang suami istri itu, tapi Anika mulai ragu atas kesetiaan Yaslan dan sering mendapati suaminya melirik Ann yang bertubuh lebih sexy dari dirinya. Traumanya mungkin tak muncul lagi, tapi kecemasan dan perasaan insecure mulai merasuki dirinya. Karena tak ingin berdebat, Anika hanya diam memendam semua itu.
Setiap malam Yaslan berusaha membujuk istrinya untuk bercinta. Karena kerinduannya tak tertahankan, dia menjadi sedikit lebih agresif. Anika yang awalnya bersikap dingin akhirnya luluh karena merasa diinginkan oleh suaminya.
Mereka pun menghabiskan malam yang panas dan saling melepaskan rindu setelah berbulan-bulan tak bisa melampiaskannya akibat cobaan yang datang bertubi-tubi. Akhirnya suami istri itu bisa mengungkapkan cinta mereka dengan bahasa tubuh.
"Aku mencintaimu, Yang," ungkap Yaslan masih bernafas berat akibat aktivitas liar mereka.
Anika tersenyum mengelus wajah suaminya. Keraguannya di hari-hari sebelumnya seolah tak pernah ada.
"Mau pergi bulan madu lagi, Yang? Aku akan lakukan apapun untukmu untuk menebus kesalahanku. Jangan pernah lari dariku lagi ya?" Tangan Anika diambil dan diciumnya dalam-dalam.
Keesokan paginya Ann sedikit curiga dengan keceriaan suami istri yang sebelumnya terlihat dingin dan kaku.
"Semalam habis melewati malam yang panas ya? ******* mesranya kedengaran sampai sebelah lho."
Kata-katanya itu membuat Anika dan Yaslan merah padam. Yaslan merasa Ann wanita yang sangat vulgar dan tak sopan, sementara Anika berpikir untuk menasehatinya nanti agar bisa menjaga bicaranya.
Keseharian barunya yang bahagia membuat Anika tetap tak melupakan Kairi. Saat dia punya waktu untuk melamun, dia pasti akan mencemaskan cinta pertamanya itu. Apakah dia baik-baik saja? Di mana dia sekarang? Bagaimana dengan yang lainnya?
Suatu malam ketika hujan deras mengguyur bumi, Anika tak menyangka bisa bertemu lagi dengan Kairi.
Ketika dia pulang kerja bersama suaminya, jantungnya hampir berhenti melihat Kairi yang terbaring tak sadarkan diri di depan pintu rumahnya dengan tubuh bersimbah darah.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bagaimanakah nasib Kairi y**a? Jangan lupa like dan komentarnya, agar author tetap semangat untuk up di novel yang tidak populer ini😊**