
Anika berusaha melepaskan diri dari jeratan orang di belakangnya, tapi jeratan di tangannya bertambah kencang. Mulutnya dibungkam agar tak bisa teriak.
Siapa?! Anika bertanya-tanya siapa yang melakukan ini padanya, dan mengapa?
Sekilas dia melihat bayangan di cermin kamar mandi yang ternyata milik seorang wanita.
Wanita itu membenamkan secara paksa wajah Anika ke dalam air bak mandi, berusaha membuatnya kehabisan nafas.
"Tolong...!" blup blup blup ....
Anika merasa sesak nafas dan pikir dirinya akan mati. Namun tiba-tiba jeratannya melonggar dan dia langsung jatuh ke lantai sambil terbatuk-batuk.
Sekarang dia melihat Kairi yang sedang mencekik wanita tadi dengan seutas tali. Anika bisa merasakan hawa pembunuh keluar darinya.
"Hentikan! Dia bisa mati!" katanya berusaha menghentikan perbuatannya.
Kairi tak peduli. Dengan tatapan dingin dan ekspresi mengerikan, dia memperkuat jeratannya.
Anika berusaha mengalihkan perhatiannya dengan memegang wajah Kairi dan mengarahkannya ke wajahnya sendiri. "Lihat aku! Aku masih hidup! Cepat lepaskan talinya!"
Kairi tersadar dan melepaskan jeratannya.
Wanita tadi yang ternyata adalah Ann, mulai terbatuk-batuk karena kehabisan nafas. Dia tak menyangka majikannya tega melakukan ini.
Ann langsung berlutut ketakutan.
"Ampun tuan, hamba telah lancang ...."
Kairi menendang wajahnya sampai Ann terjatuh ke lantai.
"Kamu nggak perlu sekasar itu!" Anika membentengi Ann agar tak disiksa lebih jauh oleh Kairi.
"Dia mau membunuhmu, dan kamu masih membelanya?" tanya Kairi tak percaya.
"Aku tahu, tapi kamu nggak perlu sampai ikut membunuhnya! Membunuh itu bukan solusi!"
Walau masih kesal, Kairi mencoba untuk mengontrol emosinya. Dia paling benci ada yang menyakiti Anika. Bahkan Yaslan yang telah membuat Anika menderita sebenarnya ingin dia bunuh.
"Minta maaf padanya!" perintah Kairi kepada Ann. "Berlutut dan cium kakinya!"
Walau tidak mau, Ann mengikuti perintah tuannya dan mulai berlutut dalam-dalam untuk mencium kaki Anika. "Maafkan saya Nyonya muda."
Anika merasa bersalah, tapi ini lebih baik daripada Kairi membunuhnya.
"Ikut aku!" Kairi menarik tangan Anika yang masih telanjang bulat dan segera pergi meraih handuknya.
"Tunggu, mau kemana?"
__ADS_1
Di kamar Kairi, dia mengeringkan rambut Anika seperti yang dulu selalu dia lakukan. Anika memperhatikan kamarnya yang penuh dengan foto dirinya tertempel di tembok sampai ke langit-langit kamar. Kalau dia belum mengenalnya mungkin dia sudah merinding berpikir Kairi seorang maniak.
"Kamu pernah membobol masuk k rumahku ya?" tuduhnya sangat yakin.
Kairi tersenyum. "Kadang-kadang."
Keamanan yang dipasang Yaslan ternyata percuma! batin Anika kecewa.
"Setiap hari aku menjaga 'istriku' tercinta." lanjutnya bangga sekarang mulai menyisir rambut panjang Anika.
Anika masih belum paham dengan arti 'menjaga dirinya'.
"Bahkan saat kamu bercinta dengan suamimu, aku tahu kalau kamu selalu kelihatan nggak bersemangat ...."
"Kamu apa?!" Anika bangkit berdiri terkejut mendengarnya. Dari mana dia tahu?!
"Anika yang aku kenal nggak berdiam diri seperti itu. Cowok sok baik itu kalau bercinta denganmu, memperlakukanmu seolah kamu hanya pemuas nafsunya. Dia melakukan itu hanya karena terpaksa ...."
"Diam!" Anika tak mau dikritik masalah ranjang dengan suaminya oleh orang lain. "Kamu nggak tahu apa-apa!"
"Aku tahu, aku selalu menjagamu."
Sekarang Anika mulai paham dengan arti menjaga yang dimaksud oleh Kairi. "Kamu memasang kamera pengintai di rumahku?" tanyanya tak percaya.
Kairi menarik Anika ke dalam pangkuannya. "Anika Sayang, yang tahu tentang masa lalumu dan menerima dirimu seutuhnya hanya aku. Yang sungguh-sungguh memahami penderitaanmu hanya aku."
Kairi ingin menciumnya tapi Anika menghindarinya. Dia bangkit berdiri lagi.
Kairi malah tersenyum. "Memang."
"Anika hidupku. Aku nggak bisa hidup tanpa melihatmu sedetik pun." lanjutnya.
Cowok gila! Anika mulai merinding. Sejak kapan dia jadi posesif berlebihan seperti ini?!
Kairi ikut berdiri mulai memeluk Anika lagi. "Tenang saja sayang. Aku tak akan melukaimu lagi. Aku tak akan membunuh wanita lagi ...."
"Tapi pelayanmu tadi?!"
"Dia berani melukaimu! Aku nggak akan maafin orang yang berani melukaimu segores pun!"
Anika menjadi bingung. Dulu Kairi terobsesi untuk menyiksa wanita, bahkan dirinya pernah disiksa. Sekarang dia bisa mengontrol diri sampai sejauh mana? Apakah kalau Anika melakukan kesalahan, dia bakal disiksa lagi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Kairi? Apa yang membuatnya berubah?
"Sayang kalau nggak cepat pakai baju, aku nggak bisa menahan diriku lebih lama lagi."
Anika langsung mengusir Kairi keluar untuk ganti baju. Ada seorang pelayan wanita lain yang mengantarnya ke kamar penuh dengan baju wanita.
"Nama saya Elle, saya bertugas untuk kebutuhan sehari-hari. Silahkan memilih pakaian wanita yang ada disini." Dari semua pelayan, Elle terlihat paling pendiam dengan pakaian yang masih terbilang normal.
__ADS_1
Pakaian-pakaian yang tergantung di dalam walk in closet semuanya berkelap-kelip dan terlalu sexy untuk Anika. Ada bikini rumbai-rumbai, ada lingerie sexy, pakaian transparan dan pakaian hanya tali pun ada. Anika tak menemukan satu pun baju yang normal.
"Kenapa bajunya seperti ini semua?" tanyanya mengambil satu pakaian dengan belahan sangat rendah dan bahan hampir tembus pandang.
"Ini untuk keperluan bisnis milik Tuan, Nyonya muda."
Bisnis Tuan? Memang apa bisnis milik paman Kairi?
Anika mulai curiga. Bisnis yang menggunakan pakaian sexy biasanya seperti SPG sexy untuk event mobil, atau bisnis pemandu Karaoke, atau Cabaret (Penari atau menemani tamu di clubhouse).
"Bisnis prostitusi dan rumah produksi video dewasa, Nyonya muda."
Anika langsung shok mendengar itu.
Apa?! Pantas saja.
Badannya mulai gemetaran. Terjawab sudah penampilan pelayan yang kelewat sexy itu. Apakah dirinya juga akan dijadikan model porno? Apa maksud Kairi dengan mewarisi rumah ini berarti dia juga akan melanjutkan bisnis haram ini?!
Anika masih diam di tempat.
"Nyonya muda, Anda tak perlu khawatir. Bisnis ini sudah tidak beroperasi sejak beberapa minggu yang lalu."
"Kenapa?" Anika masih belum bisa bernafas lega.
"Tuan muda yang menghentikannya."
Tok tok
Terdengar ketukan dari luar.
"Kamu masih hidup Sayangku?" Kairi membuka pintunya dan mengintip ke dalam.
Anika segera memakai pakaian yang menurutnya paling normal, dress sederhana yang tetap terlalu ketat dan pendek.
Kairi menatap Anika dengan penampilan barunya lekat-lekat.
"Nggak cocok ya?" tanya Anika malu-malu.
"Sayangku paling cocok kalau nggak pakai apapun."
"Dasar mesum!" Memang salah mengharapkan jawaban normal yang keluar dari mulut seseorang dengan gangguan jiwa.
Hari berganti malam. Sudah seharian Anika di rumah asing ini. Banyak hal baru yang belum diketahui oleh dirinya. Tapi dengan suasana baru ini, traumanya tak muncul lagi. Walau begitu ada satu yang mengganggu pikirannya.
"Dimana pamanmu?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Masih akan ada banyak adegan Anika x Kairi!
Mohon sarannya ya kalau ada...