Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 64 Kepedihan


__ADS_3

Akhir-akhir ini Kairi sering menghindarinya, yang membuat Anika heran. Dia mencoba untuk membujuk suaminya namun selalu ditepis olehnya dengan alasan ingin menyendiri.


Kairi sedang berada di posisi terpuruknya. Sudah hampir dua Minggu dia diskors, yang membuat hidupnya menjadi tak berguna karena hanya bisa terus berdiam diri di dalam rumah. Ada Anika pun tak lagi membuatnya semangat, malah membuatnya tambah bersalah dan minder dengan keadaannya.


"Sayang, kamu harus ingat, aku hanya mencintaimu, aku tak mungkin meninggalkanmu!"


Kata-kata yang diucapkan istrinya itu mulai terdengar kosong. Apa yang dia harapkan dari pria macam dia? Pria berbahaya yang mentalnya sudah rusak. Walau dia rajin minum obatnya, tak juga membuat keadaan lebih baik.


Yuri yang melihat keadaan kakaknya seperti orang depresi itu merasa bersalah. Di kantor dia berusaha mencari cara untuk meringankan hukumannya. Dia berpikir untuk pindah karena tak ingin menjadi pihak ketiga. Tapi dia masih harus berada di rumah yang sama dengan kakaknya itu selama dia diskors.


Sudah sebulan berlalu dan Anika merasa lebih capek dari biasanya. Dia selalu menutup toko dagingnya lebih awal karena tak sanggup mengurusnya seorang diri, walau terkadang dibantu oleh pekerja paruh waktu. Ketika bekerja bersama suaminya dia merasa pekerjaan lebih menyenangkan.


"Kenapa bekerja pun Kairi tak diperbolehkan?" tanya Anika protes pada Yuri yang baru pulang kerja.


"Mana Irina?"


Kalau pulang kerja selalu putrinya yang dicari duluan. "Sudah tidur," jawab Anika kesal pertanyaannya diacuhkan.


Akhir-akhir ini Yuri pun sering pulang larut. Anika merasa dia juga mulai menghindari dirinya.


Selama bekerja dia merasa lelah, tetapi pulang ke rumah pun dia merasa tambah lelah menghadapi dua pria yang suka seenaknya sendiri dan tak mempedulikan dirinya. Dia masih belum tahu apa yang menyebabkannya merasa begitu lelah akhir-akhir ini.


Karena Yuri tak kunjung keluar dari kamarnya, Anika pun menyerah dan merebahkan dirinya di atas sofa. Sudah beberapa hari ini dia tidur di ruang tamu karena tak tega melihat suaminya yang seolah tak ada semangat hidup lagi. Menyentuh dirinya saja tak pernah suaminya lakukan lagi. Dia yang biasanya mesum seperti orang yang berbeda.


Tinggal serumah tapi diperlakukan seolah tak ada, rasanya lebih tersiksa daripada dulu ketika ditinggal pergi pelatihan.


Baru merebahkan diri, Anika sudah langsung terlelap dalam tidurnya. Saat itu Kairi keluar kamar dan menutupi tubuh wanitanya itu dengan selimut. Dia ingin membelai istrinya tapi mengurungkan niatnya lagi. Entah kenapa Kairi merasa lebih nyaman melindunginya dari jauh. Mungkin dia memang lebih pantas menjadi pahlawan dibalik layar dari pada hidup bersamanya. Walau dia merasa hidupnya bergantung pada Anika, tapi dia juga merasa tak pantas hidup berdampingan dengan wanita semulia istrinya. Sifat narsistik nya telah hilang entah kemana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sudah lama saya tak melihat suami tampanmu yang sering tersenyum itu, Nak."


Pelanggan setianya ini sudah berkali-kali mengatakan hal yang sama. Kairi yang dibenci karena adalah seorang pembunuh, tapi dicari oleh para pelanggan di tokonya.

__ADS_1


"Dia harus banyak istirahat agar bisa cepat pulih." Anika selalu menghindar dengan menjawab tak lebih dari ini.


Dia membuka tokonya dari pagi hingga sore. Tiba-tiba dia merasa mual dan mulai muntah-muntah tak jelas. Padahal dia merasa selalu makan teratur tak seperti dulu. Karena itu, Anika merasa curiga dengan perubahan dirinya dan berpikir untuk pulang lebih cepat dari biasanya. Setelah mampir di apotik dan mencobanya di rumah, ternyata kecurigaannya benar.


Dia hamil lagi.


Anika tak percaya dirinya bisa hamil begitu cepat. Sudah hampir lima bulan karena pelatihan dan depresinya ini suaminya tak pernah menyentuh dirinya, selain ketika dia menjadi gila dan melepas hasrat di toilet berkali-kali. Apakah dirinya telah mengandung ketika Kairi kumat waktu itu?


Keadaan suami yang depresi dan dirinya yang baru keguguran, membuat Anika sebenarnya belum ingin memiliki anak dulu. Kenapa dia lalai tak meminum pil KB setelah kejadian itu?


Dibanding bahagia, Anika merasa takut dan tertekan. Traumanya ketika harus keguguran dan kehilangan anak mulai muncul kembali. Dia menangis sendirian di dalam kamar mandi, tak sadar dengan kehadiran Kairi yang berdiri dekat situ.


Merasa Anika menangis akibat kelakuannya, Kairi langsung berlari keluar, mengacuhkan alarm gelang kaki yang berbunyi-bunyi karena melanggar peraturan. Dia berlari memasuki hutan di belakang rumahnya dan berteriak sekencang-kencangnya hingga burung-burung terbang menjauh.


Kairi terus berteriak dan menangisi nasibnya yang cacat mental dan tak bisa hidup normal seperti orang lain. Tak ada keahliannya selain membunuh. Minum obat pun tak bisa membuatnya sembuh sepenuhnya. Selama ini dia tak pernah merasakan cinta yang nyata seperti yang dia dapatkan dari Anika, tapi apapun usaha yang dia lakukan ternyata tak ada hasilnya.


Kairi takut kehilangan istrinya.


Dalam keadaan tak stabil seperti ini, pikiran gilanya mulai merasuki dirinya. Mungkin dia harus merantai istrinya seperti anjing agar tak mungkin bisa meninggalkan dirinya? Atau memotong lengan dan kakinya agar hidupnya bergantung pada dirinya seorang? Mungkin Yuri bisa membantunya membuat ruang bawah tanah untuk menyekapnya di sana?


Apa artinya dia hidup kalau hanya membuat cinta satu-satunya menderita?


Lama berdiam diri tiba-tiba Kairi mendengar suara dari balik semak-semak yang sedang mendekati dirinya. Tak mungkin ada orang yang ke hutan, jadi kemungkinan sosok bayangan besar di hadapannya sekarang ini adalah hewan buas yang siap menerkamnya.


Kairi berpikir antara lari atau menyerangnya. Dia sekarang hanya bertangan satu jadi tak berpikir bisa lolos bila menyerangnya. Tapi adrenalin psikopatnya ingin mencoba untuk melawan hewan buas yang tingginya hingga dua meter itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Dimana kakak?"


Biasanya kalau pulang Yuri selalu menanyakan putrinya, tapi hari ini dia pulang lebih cepat dari biasanya dan menanyakan Kairi.


"Mungkin di kamar. Maaf aku lupa menjemput Irina di rumah ibumu," jawab Anika masih bermata sembab habis menangis lama di kamar mandi tadi.

__ADS_1


"Biarkan dia menginap di sana malam ini," ucapnya mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan tertulis dengan cepat.


"Ini untukmu," katanya kemudian menyerahkan sekotak kue dan rangkaian bunga.


Awalnya Anika merasa heran, lalu dia teringat hari ini ternyata hari ulang tahunnya.


"Kenapa kamu tahu?"


"Maaf saya tak sengaja mengintip data penduduk di komputer saya."


Anika yakin Yuri tak mungkin tak sengaja mengetahuinya dan bisa menyiapkan kejutan seperti ini. Walau tadi dia merasa sedih dan terus menangis, tapi Yuri bisa membuatnya tersenyum.


"Terima kasih," ucapnya pelan sambil melihat kue stroberi yang dia suka dan mulai menatanya di meja makan bersama bunga yang dimasukkan ke dalam vas.


Suaminya pun dulu sering memberinya kejutan, bahkan bukan di hari ulang tahunnya. Tapi hari ini dia belum melihatnya. Anika merindukan suaminya yang dulu.


"Kakak tak di kamar," seru Yuri setelah mengetuk pintu kamar berkali-kali dan membukanya karena tak kunjung mendapat jawaban.


Mereka berdua mulai mencari Kairi di seluruh sudut rumah, tapi karena tak juga menemukannya Anika mengambil payung dan mulai keluar rumah. Untuk jaga-jaga Yuri mengambil senapannya dan mereka pun mulai mencarinya di luar rumah.


"Kairiiii!!!" Anika terus meneriakkan namanya. Perasaan khawatir dan bersalah karena akhir-akhir ini kurang memperhatikannya mulai menyelimuti dirinya.


Yuri menemukan bekas jejak kaki dari jendela kamar menuju hutan. Dia mulai menelusurinya dan perlahan mendengar alarm dari gelang kaki Kairi walau derasnya hujan menyamarkannya.


"Kembali ke rumah dan kunci semua pintu!" perintahnya pada Anika karena yakin mencium bau amis dari darah yang terbawa oleh hujan.


Walau ingin ikut mencari, Anika mengikuti perintahnya dan segera kembali ke rumah. Firasat Yuri tak enak. Semakin dalam dia memasuki hutan, semakin keras bau amis yang tercium bercampur dengan bau tanah dari hujan. Dia mengokang senapannya sehingga peluru masuk ke ruang peluru dan siap ditembakkan.


Ketika Yuri mengintip dengan satu mata lewat lubang keker pada senapannya, dia terkejut menemukan sosok kakaknya yang tertindih tubuh beruang raksasa yang dua kali lebih besar darinya.


"Apa lagi yang dia lakukan?" gumamnya ngeri sambil berpikir manusia mana yang mau melawan hewan buas dengan tangan kosong.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sebentar-sebentar lagi kita akan memasuki bab tegang, semoga tak membosankan ya 😊


Jangan lupa yang masih punya vote untuk memvoting novel ini, terima kasih 🙏🤗


__ADS_2