Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 37 Pulang


__ADS_3

Rumah besar dengan halaman luas dan dikelilingi tembok tinggi, yang letaknya jauh di tengah hutan di atas bukit, telah dikepung oleh hampir seratus orang bersenjata lengkap.


Bukan polisi yang mengepung, tapi gangster kelas atas.


Gangster yang mengepung rumah kemungkinan besar merupakan gangster lain yang beraliansi dengan organisasi yang telah dihabisi oleh Kairi. Mereka datang untuk balas dendam karena merasa terancam, dan untuk merebut kembali bos mereka.


Anika yang tak tahu apapun ketakutan melihat senjata api berukuran besar tampak dari balik tembok. Banyak mobil yang terlihat memblokir satu-satunya jalan aspal, dan puluhan orang berjas dan bersenjata mengelilingi tembok bagian luar. Semua kelihatan jelas dari jendela lantai dua.


Dia pikir bisa hidup damai di rumah ini, tapi melihat situasi sekarang sepertinya hal itu mustahil.


"Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan?" tanya Anika dengan raut wajah khawatir.


Kairi tampak tetap tenang melihat situasi yang mencekamkan itu. "Tenang Sayang, mereka hanya datang untuk menjemput paman dan kawan-kawan mereka."


"Tuan muda, apa yang harus kita lakukan?" Elle dan pelayan yang lain kelihatan siap dengan senjata di tangan.


Anika pusing melihat begitu banyak senjata bertebaran dimana-mana. Dia merasa seolah berada dalam lokasi film mafia.


"Tenang bagaimana?! Apa mereka akan meledakkan rumah ini?!"


"Itu tak mungkin. Yang pasti kamu akan selamat, Sayangku." Kairi mengambil dagu Anika dan mendekatkan wajahnya. Kali ini Anika membiarkan dirinya dicium oleh psikopat itu.


Anika merasakan firasat yang kurang menyenangkan. Antara tegang karena banyaknya musuh di depan rumah, atau cemas mengkhawatirkan Kairi. Dulu saat dirinya diculik oleh Raymon, Kairi pun hendak menciumnya tapi ditolak oleh Anika karena saat itu ia tak ingin bertemu dengan pria berdarah dingin itu lagi.


Tapi kali ini berbeda, Anika takut tak bisa lagi bertemu dengannya.


"Kita akan bertemu lagi kan? Kamu harus janji jangan melakukan hal yang membuat dirimu dalam bahaya!"


Setelah mengatakan sesuatu ke para pelayan, Kairi bersiap untuk turun ke bawah. Ann memegang tangan Anika dan mengajaknya ke arah yang berlawanan.


"Kairi! Kita akan bertemu lagi kan?" teriak Anika dari tangga ingin memastikan.


"Tentu saja, aku akan datang lagi untuk mendapatkan ciumanmu." adalah kalimat terakhir yang Anika dengar sebelum berpisah dengannya.

__ADS_1


Dia dibawa oleh Ann ke sebuah ruang bawah tanah yang gelap gulita. Di ruangan itu terdapat pintu yang setelah dibuka terhubung ke lorong gelap dan panjang. Ann sudah membawa persiapan, dan menyalakan senter kecil untuk menelusuri lorong panjang bersama Anika.


"Jangan jauh-jauh dari saya, Nyonya."


"Kita mau kemana?" Ann tak menjawab pertanyaan Anika dan terus menulusuri lorong panjang.


Dari atas terdengar ledakan dan seluruh tanah bergetar. Anika menjadi khawatir dengan nasib Kairi dan yang lainnya.


"Apa dia akan berhasil? Mereka berjumlah banyak, dan Kairi, dia hanya bersama dua wanita dan dua anak kecil."


Ann sebenarnya juga khawatir, tapi dia ingin percaya majikannya. "Jangan khawatir Nyonya, Tuan Kairi pasti akan menang!"


Walau dia tak pernah ikut mendampingi Kairi membasmi kejahatan seperti yang dilakukan Lia dan Elle, tapi selama ini mereka selalu pulang dalam keadaan selamat yang membuat Ann percaya pada mereka.


Karena terlalu mencemaskan kemungkinan terburuk, Anika mulai menangis. Walau Kairi seorang pembunuh berdarah dingin, tapi dia pria yang baik dengan masa lalu yang kelam. Di pertemuan kedua mereka ini, Kairi telah banyak berubah. Tak seperti dulu, kali ini Anika khawatir bila suatu hari tak bisa bertemu dengannya lagi.


Melihat Anika menangis, Ann ikut sedih tak bisa membayangkan bila pahlawan tampannya itu akan beneran meninggalkan mereka untuk selamanya. Dia pun menangis dalam diam.


Kaki Anika mulai sakit setelah menelusuri lorong panjang selama berjam-jam. Akhirnya Ann menemukan pintu keluar di atas mereka, dan mereka pun memanjat naik tangga untuk keluar ke permukaan.


Mereka tiba di pinggir danau yang cukup besar. Dekat mereka terdapat sebuah mobil yang terparkir. "Ini mobil milik para gangster brengsek itu sih. Ayo kita naik mobil mewah ini!"


Anika mengikuti semua rencana Ann. Sepertinya mereka telah menyiapkan rencana melarikan diri jauh-jauh hari untuk antisipasi bila keadaan darurat.


"Kenapa kita semua nggak kabur sama-sama?" tanya Anika memasuki sedan hitamnya.


"Tuan Kairi pasti berpikir untuk menghabisi mereka semua. Kalau tidak kita bisa dikejar kemana pun kita pergi."


Anika merasa tambah tidak enak. Kairi dan yang lain bertarung demi dirinya, dan dia lari begitu saja.


"Apa kita nggak bisa membantu mereka?"


Ann mulai kesal dengan Anika. Memang dia bisa bantu apa?! marahnya dalam hati. "Dengar Nyonya, prioritas Tuan Kairi itu keselamatan Anda! Jadi ikuti saja perintahnya!"

__ADS_1


Cara menyetir Ann kelihatan sangat ugal-ugalan, yang ternyata dia memang tak punya SIM mobil. Karena itu Anika mengambil alih kemudi.


"Kita mau kemana, Nyonya?"


Anika pun tak tahu ingin pergi kemana. Apakah sebaiknya dia pulang saja? Atau pergi jauh dan memulai hidup baru, tanpa melibatkan Yaslan?


Untuk beberapa hari ke depan mereka keluar masuk hotel dan ganti mobil agar tak terlacak. Kehidupan tak menentu ini membuat Anika jenuh. Dia memutuskan untuk pulang saja, tapi dia memikirkan Ann. Masa dia harus membawanya masuk ke rumahnya? Apa yang akan dikatakan Yaslan nanti?


"Saya bisa mengurus rumah Nyonya. Saya juga percaya diri dalam hal memasak!"


Anika tak ingin menceritakan mengenai keadaannya di rumah paman Kairi kepada suaminya, apalagi mengenai rumah produksi video porno, bisnis mucikari dan perdagangan manusia, berkebun kepala manusia, pelayan sexy PSK. Ini pasti akan membuat pikiran Yaslan yang normal menjadi kacau.


Terlalu banyak yang aku sembunyikan darinya. batin Anika dalam perjalanan pulang. Ini hanya akan membuat hidupnya bersama Yaslan semakin tertekan. Tapi untuk saat ini tak ada pilihan lain.


Setiba di rumahnya siang hari, Anika membuka pintu rumahnya dengan sidik jari dan kata sandi 8 angka. Hari itu hari Senin, Yaslan tidak akan pulang sampai malam hari.


"Nyonya tinggal di perumahan yang elit ya?" ucap Ann melihat sekeliling perumahan yang setiap rumahnya kelihatan sama semua: rumah modern minimalis.


"Tolong jangan panggil saya Nyonya. Cukup nama saja." Anika telah memutuskan untuk mengarang cerita kepada suaminya, bahwa Ann adalah sahabatnya yang telah membantunya menenangkan diri di salah satu vilanya, dan untuk sementara ini akan tinggal bersama karena ada masalah keluarga.


Dia berharap suaminya akan percaya bualannya ini.


Rumah yang semula kelihatan berantakan mulai dibersihkan oleh Ann. Dia meminta Anika untuk istirahat. Awalnya Anika membantu, tapi karena capek menyetir setengah hari, Anika pun pergi tidur.


Ketika Yaslan pulang sekitar jam 7 malam dari kerjanya yang panjang, dia kaget melihat lampu rumah yang menyala.


Karena yakin istrinya telah pulang, dia menjadi sangat bersemangat dan segera memarkirkan mobilnya kemudian langsung lari memasuki rumah.


"Sayang? Kamu sudah pulang?!" panggilnya dengan perasaan penuh harap dan kerinduan yang tak terbendung. Yaslan bahkan tersandung tanjakan depan rumah dan nyaris jatuh saking semangatnya untuk bertemu istri tercintanya.


Tapi betapa terkejutnya dia malah menemukan wanita lain sedang mengatur meja makan, dan dalam keadaan setengah telanjang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hai! Jangan lupa like dan komennya ya! Hanya itu yang membuat saya semangat untuk up 😊❤️


__ADS_2