Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Bab 59 Misi


__ADS_3

Kairi diperkenalkan ke tim barunya yang terdiri dari empat orang. Karena tak peduli dia tak sungguh-sungguh memperhatikan mereka. Kapten mereka juga ikut dalam misi pertama yang akan mereka jalankan. Dia lah orang yang telah melatih Kairi selama ini.


"Kuharap kalian bisa kerja sama dengan anggota baru kita!" seru sang kapten yang kurang disambut oleh anggotanya.


"Ketemu lagi, Tuan," sapa salah seorang anggota satu-satunya wanita yang kelihatan sexy dengan pakaian one piece ketat yang dikenakannya.


Kairi awalnya tak mengenali wanita itu karena perubahannya. Rambutnya yang dulu pendek sekarang panjang dan terkuncir ke atas. Dia pun tak mengenakkan riasan tebal seperti yang dulu selalu diakukannya.


"Kalian sudah saling kenal?!" tanya salah satu rekan timnya yang bertindik di bibir dan bertatto di seluruh tangannya. "Biasanya dia selalu cuek, tapi kenapa dia menyapamu?"


Wanita itu adalah wanita yang dulu telah menyelamatkan nyawa Kairi dan merawat luka parahnya akibat perang yang dulu telah terjadi di rumah pamannya. Wanita yang bahkan menghiraukan nyawanya sendiri dan membawa tuannya sampai ke pelukan Anika. Walau membenci wanita, Kairi tak mungkin melupakan Elle.


"Senang bisa bertemu dengan Anda lagi. Tuan tampak sehat." Elle mencium sisi pipi Kairi dengan bekas luka, bahkan menjilatinya. "Anda kelihatan tambah menggoda dengan luka di wajah."


Walau risih, Kairi tak bereaksi. Dia hanya tahu dari tatapan anggota timnya yang kelihatan cemburu, dia akan memiliki musuh dan bahwa Elle mungkin juga ancaman baginya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Misi pertama mereka adalah menyusup ke markas yang terletak di tengah pulau tak berpenghuni untuk menyelamatkan jurnalis dan polisi yang telah disandera oleh sebuah organisasi perkebunan ganja ilegal yang cukup besar.


Mereka berangkat mengendarai sebuah helikopter dan mendarat di salah satu pulau terdekat. Dari situ mereka diharuskan untuk menyusup dengan cara menyelam sampai ke pulau utama. Itu adalah satu-satunya cara teraman agar tak ketahuan oleh musuh. Elle akan berjaga di pulau itu sambil memberi tahu lokasi lewat alat bantu komunikasi yang terpasang di setiap anggota sambil melihat peta bangunan yang sudah mereka dapatkan.


Sesampainya di daratan pulau utama, tim Kairi merayap sampai memasuki wilayah perbatasan. Semua pergerakan telah mereka pelajari dari mata-mata yang sudah ditanamkan sebelumnya di dalam organisasi. Salah seorang dari mereka pergi ke menara tertinggi, bersiap untuk menjadi penembak jarak jauh. Mereka menunggu sampai sebuah mobil Jeep patroli yang melintas dan dengan serangan cepat membekukan seluruh penumpang.


Baju musuh diambil dan dikenakan oleh anggota tim sebagai bentuk penyamaran. Akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam gedung tanpa masalah dan mulai berpencar sesuai alur rencana yang sudah mereka diskusikan sebelumnya.


Dengan persenjataan lengkap, Kairi dan tim menyusuri setiap sudut lorong bangunan untuk mencari para sandera sesuai arahan Elle.


"Ini dengan Pierce," kata salah satu tim dengan banyak tindik ke anggota lain. "Aku telah menemukan para sandera dan menunggu tindakan selanjutnya, ganti!"

__ADS_1


"Bagus," jawab sang kapten. "Bawa mereka keluar dan jangan sampai ketahuan!"


"Sayangnya kondisi mereka tak memungkinkan untuk berjalan. Segera kirim bantuan." balas Pierce.


"Siapa anggota paling dekat, Elle?" tanya sang kapten.


Elle melihat lokasi mereka lewat layar yang dia bawa, dan mengatakan Kairi dekat darinya.


"Kai, segera beri bantuan ke Pierce dan segera keluar dari sini!"


Waktu mereka tak banyak karena pergantian shift sebentar lagi habis dan digantikan penjaga baru yang akan membuat mereka susah untuk keluar dengan aman tanpa ketahuan.


Kairi segera menuju ke lokasi sesuai perintah, tapi heran dengan keadaan korban tidak sesuai deskripsi sebelumnya. Pierce telah berbohong pada anggota timnya untuk menjebak Kairi. Dia mematikan alat komunikasinya dan langsung merebut senjata yang dibawa Kairi untuk diberikan kepada sandera.


"Ini sambutan dariku karena telah bergabung dengan tim," katanya enteng dan berbalik mulai menjauhi Kairi. Dia berniat untuk menjadikannya tumbal agar kemungkinannya untuk lolos lebih tinggi. Misinya untuk menyelamatkan sandera, Pierce tak peduli dengan keselamatan Kairi.


Tentu saja Kairi tak terima dan langsung menyerangnya, mengakibatkan perkelahian yang tak perlu. Waktu dan tenaga telah mereka sia-siakan hingga penjaga shift baru mulai berdatangan. Karena merasa curiga, penjaga baru itu langsung bertindak.


Jauh dari sana, Elle melihat tanda alarm yang berlokasi di tempat Kairi dan mulai khawatir pada mantan tuanya itu. "Apa yang telah terjadi?"


Mendengar alarm berbunyi, dengan penyamarannya sang kapten bergegas menuju lokasi alarm berbunyi untuk memberi bantuan timnya. Dia melihat Pierce masih terus menyerang Kairi, dan langsung menarik kerah baju dan membantingnya ke lantai.


"Segera keluar dari sini!" perintahnya sebenarnya heran para penjaga telah tewas semua yang tentu saja berkat ulah Kairi yang menghabisi setiap penjaga sambil terus membalas serangan Pierce tim satu anggotanya sendiri. Para sandera hanya bisa diam menyaksikan itu kehebatannya.


Mereka semua pun bergegas keluar bangunan dengan formasi para sandera di tengah dan sang kapten berjaga di belakang. Saat hendak mencapai pintu keluar, pintu telah dikepung mengakibatkan mereka harus mencari jalan keluar lain.


"Lewat gorong-gorong di bawah! Masuk ke lubang di arah jam dua!" perintah Elle yang ikut menegang atas keselamatan anggota timnya.


Namun ketika terjun masuk ke dalam lubang besar, mereka semua dikejutkan dengan lantai yang empuk dan lengket, serta bau menyengat yang telah memenuhi seisi ruangan

__ADS_1


Ternyata mereka telah mendarat di tumpukan potongan-potongan tubuh manusia, yang akan dijadikan pupuk untuk tanaman ganja di perkebunan organisasi ini. Salah seorang sandera langsung mual dan muntah di tempat. Pierce dan seorang sandera lain berteriak histeris melihat kengerian organ-organ manusia yang berserakan keluar dari dalam perut.


"Apa yang sebenarnya mereka kerjakan?!" gumam sang kapten ngeri dengan pemandangannya.


Kairi yang sudah terbiasa dengan semua ini tak peduli dan segera menyelamatkan diri keluar dari bawah tanah menyusuri lorong penuh potongan tubuh manusia yang ternyata tersambung ke saluran pembuangan menuju laut.


Setibanya di tepi laut, mereka dibantu oleh rekan tim penembak jarak jauh yang telah membunuh para penjaga. Mereka semua pun dibantu oleh pelampung yang sudah disiapkan. Tak terima didahului oleh Kairi, Pierce menarik tubuhnya dan menekannya masuk ke dalam laut, menginjak Kairi keras-keras agar tenggelam ke dasar. Kairi tak menyangka dendam pria itu sebesar ini padanya, tapi sudah terlambat. Kepalanya terhantam batu di dasar laut dan dia tak sadarkan diri.


Elle telah menunggu mereka di tepi pantai. "Dimana Kai?" tanyanya tak melihat tuannya ketika semua anggota dan sandera telah menyelamatkan diri di tepi pantai.


Sang kapten yang terlalu fokus pada para sandera tak menyadari keabsenan salah satu timnya. Namun sudah tak ada waktu lagi karena para musuh telah datang dan bersiap-siap untuk menyerang mereka.


"Cepat masuk!" Teriak Pierce mendorong Elle dan yang lainnya agar segera memasuki helikopter dan meninggalkan tempat ini.


Ketika helikopter mulai terbang melintasi lautan, Elle melihat gelembung udara dan berpikir tuannya yang masih hidup ada di dasar laut.


"Hahaha, sayang sekali di misi pertamanya dia harus gugur," kata Pierce menertawai rekan yang dia benci.


Tanpa pikir panjang Elle meloncat masuk ke dalam laut untuk menyelamatkan Kairi. Dia menghiraukan rekan timnya yang menyuruhnya untuk merelakan kepergiannya. Tapi tak mungkin Elle yang sebelumnya telah bersusah payah menyelamatkan Kairi, rela melihatnya tewas di depan matanya.


Pierce kecewa Elle lebih memilih rekan baru yang sok tampan dari pada dirinya yang telah lama bekerja sama menjalani misi. Dia masih belum mengetahui hubungan Elle dengan Kairi. Helikopter terbang menjauh dan sang kapten berencana untuk mengirim bala bantuan mencari anak buahnya.


Hari menjadi lebih terang, malam panjang telah terlewati. Elle berhasil membawa tubuh tak bergerak tuannya ke tepi pulau dan sedang memberinya nafas buatan untuk membangunkannya, berharap Kairi masih bisa diselamatkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih kepada pembaca setia yang mengikuti setiap bab, dan pembaca baru...


Dukungan kalian berupa like, komentar, hadiah maupun vocher sangat dinantikan agar author tetap semangat menulis!!!

__ADS_1


Bagaimanakah kelanjutan cerita tokoh utama pria kita di pulau terpencil bersama penyelamatnya?


Nantikan bab selanjutnya ya😉


__ADS_2