Salahkah Mencintai Psikopat

Salahkah Mencintai Psikopat
Terkait Jarang Up


__ADS_3


Kisah Dibalik Foto


Kalau lihat gambar di atas apa yang terpikirkan? Keluarga bahagia? Keluarga biasa sama seperti keluarga lainnya? Senang karena memiliki dua anak yang sehat, suami orang Jepang?


Tetapi sesungguhnya dibalik itu tersimpan banyak masalah.


Sebenarnya sih semua rumah tangga memiliki masalahnya masing-masing. Tapi beda kalau salah satu anggota mengidap gangguan mental. Kamu tak akan merasa aman.


Di atas adalah foto keluarga author dengan nuansa tradisional budaya suami yang disebut dengan Omiamairi (Membawa bayi yang baru lahir ke kuil untuk didoakan). Budaya menarik dan kimono khas yang bagus. Namun siapa sangka semua kebahagiaan dan rasa syukur yang seharusnya dipanjatkan malah terkubur dalam-dalam oleh karena satu masalah.


Suami adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa. Dia didiagnosis mengidap 5 macam gangguan mental dan bahkan mendapat sertifikat disabilitas dari pemerintah.


Orang dengan cacat fisik bisa terlihat dengan mata, tapi orang dengan cacat mental, siapa yang tahu?

__ADS_1


...****************...


Kaitan Kehidupan Nyata dengan Novel


Karena penyakit suami yang serius, tahun lalu author pulang ke Indonesia bersama kedua anak. Meninggalkan pekerjaan, sekolah anak, kehidupan nyaman yang sudah dibangun enam tahun menuju kehidupan tak pasti di kampung halaman.


Author sempat tertular penyakit mental suami karena tak kuat. Sempat depresi sampai tak ada semangat hidup. Disitu lah author mengenal Noveltoon dan mulai menulis novel untuk pengalih perhatian, bahkan bisa dikatakan untuk penyembuhan diri.


Ketika menulis tokoh Kairi, author banyak terinspirasi dari suami yang terkadang memiliki pemikiran tak seperti manusia normal pada umumnya.


Ketika menulis tokoh Anika, author merasa harus bisa sepertinya yang mentalnya kuat luar biasa melewati banyak trauma dan siksaan psikis.


Tentu suami bukan psikopat bucin seperti tokoh Kairi dalam cerita, tapi orang dengan gangguan mental itu nyata dan sungguh sangatlah sulit untuk hidup sambil merawat mereka. Hidup bersama mereka itu seperti hidup bersama bom waktu. Kita tak tahu kapan mereka akan meledak, dan kalau sudah kumat akan susah mengontrol mereka. Yang ada hanya kita ikut rusak kalau tak kuat.


Suami pernah tiba-tiba kumat dan membeli tas bermerek seharga 30juta (Gaji sebulan aja tak segitu) untuk author dengan ancaman bila tak menginginkannya akan dia berikan ke teman kantornya.

__ADS_1


Memakai uang dalam jumlah besar tanpa alasan adalah salah satu ciri ODGJ.


Masih banyak hal lain yang author tak bisa cerita karena privasi dan terlalu parah unttuk diceritakan. ODGJ terkadang suka menghapus sendiri atau mengganti sendiri ingatan yang mereka tidak suka, menjadi ingatan yang mereka inginkan. Dia hanya akan menyerangmu secara mental dan emosi dengan kata-kata tak masuk akal, dan besoknya kadang akan lupa, atau parahnya mengganti ingatan mereka dengan yang lebih menyakitkan.


...****************...


Perubahan Frekuensi Upload Novel


Dulu author bisa UP cerita setiap hari karena selama di tanah air merupakan seorang pengangguran dan mengurus anak saja diambil alih oleh orang tua. Ketika kembali ke negeri Sakura tak bisa bertahan lama sehingga harus kembali ke Indonesia. Bolak-balik seperti itu, tak jelas harus mempertahankan rumah tangga atau menyelamatkan mental diri.


Kali ini author kembali ke Jepang tanpa anak-anak dan hidup di rumah terpisah dari suami. Fokus untuk kerja dan menata hidup.


Terkadang author mengunjungi suami, tapi tetap saja susah. Dia minum obat pun tak banyak yang berubah. Kalau kumat obat tak bisa mengendalikannya, apalagi orang biasa.


Mohon maaf kepada pembaca setia, hari ini author hanya curhat, tetapi author mohon pengertiannya mengenai kenapa tak bisa UP setiap hari lagi seperti dulu.

__ADS_1


Tenang saja, author akan lanjut sampai tamat ya jadi jangan khawatir.


Terima kasih banyak telah mengikuti kisah Kairi dan Anika sampai sejauh ini🤗❤️


__ADS_2