Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Kembali


__ADS_3

beberapa hari yang lalu Nadya sudah kembali dari perjalanan ke luar negeri,hal yang pertama ia tanyakan adalah kabar pernikahan putra sulungnya. Nadya sangat mengkhawatirkan pernikahan keduanya, takut hal yang dulu ia alami akan terulang pada pernikahan anaknya.


Sebelum Nadya kembali, sebenarnya Kevan sudah lebih dulu mendatangi rumah Kirana,dia tidak mau jika mamanya curiga kalau kalau tidak menemukan Kevan saat berkunjung kerumah Kirana .


Kevan baru saja tiba dengan menggunakan mobilnya, tepatnya pukul 11 malam. Bi Mimin terkejut melihat kedatangan Kevan, bukankah sejak hari itu suami dari majikannya ini memutuskan untuk pergi,tapi kenapa dia kembali? rasa penasaran yang ada pada diri bi Mimin di urungkan,lalu dia bertanya mengenai maksud kedatangan Kevan.


"Mas,Kevan. Ada perlu apa malam-malam gini mas,neng Kirana nya sudah tidur?,"


Kevan merasa aneh dengan pertanyaan asisten rumah tangga istrinya, bagaimana mungkin seorang suami yang datang menemui istrinya ditanya ada perlu apa! sungguh pertanyaan yang menjengkelkan.


"Apa saya harus punya alasan untuk menemui istrinya saya?," tanya Kevan dengan wajah datarnya


"aneh! bukankah mas,Kevan tidak mau mengakui neng Kirana sebagai istrinya, sekarang malah bersikap seperti suami sungguhan," gumam Bu Mimin dalam hatinya


"Bu,ko bengong,apa saya boleh masuk?," tanya Kevan membuyarkan lamunan Bu Mimin.


"Si.... silahkan mas!,"


Kevan pun masuk kedalam rumah Kirana,lalu tanpa mengetuk pintu dia masuk ke kamar kirana. Gadis cantik itu sedang tertidur pulas,bahkan kedatangan Kevan pun tidak menggangu tidurnya. Kevan memandang wajah cantik istrinya,apa yang salah dalam dirinya,gadis ini tidak bersalah,kenapa Kevan tidak menyukai pernikahan mereka,kenapa Kevan harus bersikap acuh. Demikian lah pertanyaan yang kevan lemparkan dalam benaknya,sambil memandang wajah lembut nan penuh ketenangan,namun entahlah dengan hatinya.


Setelah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian yang ia bawa dengan kopernya,Kevan ikut membaringkan tubuhnya disebelah Kirana. Ada perasaan deg-degan yang seketika Kevan rasakan,namun ia menampiknya,Kevan beranggapan kalau itu adalah perasaan iba,bukan cinta .


Kevan akan mencoba menerima pernikahan seperti yang disarankan sahabatnya, meskipun tidak akan mudah namun Kevan ingin mencobanya. Waktu semakin malam,Kevan dan Kirana terlelap dengan mimpinya masing-masing. Pukul 3 pagi Kirana terbangun,memang kebiasaannya untuk melakukan ibadah malam,namun ia terkejut ada tangan yang melingkar di atas perut Kirana,dia mencoba membungkam mulutnya setelah melihat sosok yang memeluk tubuhnya.


Kirana mengangkat tangan Kevan perlahan, berharap laki-laki keras kepala itu tidak bangun dan membuat keributan,karena Kirana sudah tidak ingin terlibat dalam pernikahan yang hanya akan membuatnya sakit hati. Kirana bertanya-tanya kenapa dia kembali,apa dia meminum sesuatu yang membuatnya tidak sadarkan diri,apa dia amnesia dan hal lain yang masih menjadi misteri untuknya.


"Kenapa dia kembali,apa dia akan memberikan keputusan tentang pernikahan ini,apa dia sudah memikirkan caranya untuk berpisah?," gumam Kirana dalam hatinya

__ADS_1


Kirana menyelimuti tubuh Kevan sampai ke atas dadanya,lalu dia beralih ke kamar tamu yang ada disebelah kamar utama,kirana meyakini bahwa Kevan tidak menyadari saat tidur di kasur yang sama dengan Kirana.


"Aku harus segera pindah kamar,jika kamu Kevan menyadari telah satu kasur denganku mungkin dia akan menyesalinya bahkan memakiku," ucap Kirana yang langsung meninggalkan kamarnya.


Saat sudah berada di kamar tamu,Kirana menjalankan aktivitas ibadah malamnya,dia berdoa banyak hal,entah untuk kemajuan usahanya, kebahagiaan hidupnya dan juga meminta kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.


Bu Mimin bertugas membangunkan Kevan saat azan subuh sudah terlewat, sedangkan pak Maman dan Kirana pergi ke pasar setelah shalat subuh. Hari ini Kirana memang yang menginginkan untuk pergi ke pasar, sebelumnya selalu bi Mimin , entahlah mungkin Kirana ingin menghindari suami yang tidak pernah menginginkannya.


"Mas,ini kopinya, sarapannya belum siap jadi ditunggu ya," ucap Bi Mimin sambil menyerahkan secangkir kopi.


Kevan seolah sedang mencari seseorang,namun yang dicari tak juga terlihat.


"kemana gadis itu, bukannya semalam aku tidur satu kamar dengan dia,bahkan satu kasur lagi. Apa dia benar-benar pergi karena membenciku?," gumam kevan dengan segala jenis pertanyaan pernyataannya


"Mas,sedang mencari seseorang ya?," tanya bi Mimin seolah mengetahui maksud Kevan.


"Halahhhh mas, ini kenapa harus gengsi si,bilang aja lagi nyari neng Kirana," ucap Bi Mimin membuat Kevan memerah


"Terserah bibi saja,"


"neng, Kirana sedang pergi ke pasar bersama mang maman." ucap Bi Mimin singkat


"Kenapa harus Kirana yang pergi ke pasar, bukannya itu tugas bibi ya?,"


"Neng,Kirana yang memaksa,jadi saya tidak


bisa membantahnya,lagi pula neng Kirana sudah biasa pergi ke pasar,"

__ADS_1


Kevan merasa tertarik dengan apa yang dia dengar hari ini,yang mana sosok sederhana kirana menjadi kekaguman tersendiri yang mana gadis atau istri seperti dirinya sedang asyik-asyiknya menikmati hidup, menghabiskan waktu di mall dan di salon hanya untuk sekedar perawatan kulit,namun hal itu tidak Kirana lakukan,ya dia sudah cantik alami .


Pukul setengah 7 Kirana kembali dari pasar, begitu banyak barang belanjaan yang ia beli,bahkan ditangan pak Maman terdapat beberapa kantong lagi.


"Apa dia akan membuka kafenya dirumahnya juga,kenapa belanjanya banyak sekali?," tanya Kevan pada dirinya sendiri


Kirana hanya membungkukkan badannya ketika melihat Kevan,tanpa berbicara sepatah kata pun.


"Bu, tolong rapikan belanjaannya,biar aku yang buat sarapan. Apa bibi sudah masak nasi?,"


"Iya neng,akan bibi rapikan. Apa tidak apa-apa jika,neng Kirana yang masak, sebelumnya neng,sudah ke pasar untuk menggantikan tugas bibi,jadi biarkan bibi yang membuatkan sarapannya,"


"Sudah bi,tidak apa-apa,aku yang akan membuat sarapan,kan bibi juga harus mengerjakan pekerjaan yang lainnya,jadi biarkan aku memasak hari ini,"


"Baiklah jika,neng Kirana memaksa,"


Setengah jam kemudian sarapan yang di buat Kirana sudah siap,Kirana meletakkan satu piring nasi goreng sosis dan air putih di atas meja makan, sedangkan Kirana menyantap sarapan paginya beserta bisa Mimin dan pak Maman, ketiganya memang lebih sering makan bertiga di belakang rumah yang terdapat taman kecil dan juga ada kolam kecil,ah damainya.


"Mas, sarapannya sudah siap, sebelum berangkat ke kantor jangan lupa sarapan dulu," ucap Bi Mimin yang sudah berlalu untuk melanjutkan sarapan.


Pandangan Kevan lagi-lagi mengudara mencari sosok Kirana, yang tidak terlihat kembali setelah kepulangan dari pasar.


"Apa dia menghindari ku?." Gumamnya dalam hati yang langsung duduk dan menikmati sarapannya.


***


Like,komen,dan vote ❤️

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca ❤️😉


__ADS_2