Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Kehilangan


__ADS_3

Saat pintu sudah terbuka ,keasa terkejut melihat siapa yang datang. Aldi dan keasa sama-sama saling mematung,sampai akhirnya keasa mempersilahkan suaminya untuk masuk.


"Silahkan masuk mas,maaf kamarnya berantakan" ucap keasa


Aldi pun berjalan ke arah keasa dan duduk di salah satu sofa kamar keasa.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Aldi


"Hmmh sudah lebih baik mas,"


"Sebenarnya apa yang terjadi bisa sampai kamu jatuh pingsan di rumah sakit,dan aku dengar kamu selalu pulang larut?"


"Aku cuma kelelahan saja ,pasien melahirkan di rumah sakit cukup banyak,dan aku senang melakukannya"


"Kamu harus bisa jaga kesehatan,karena Maika masih butuh perhatian kamu"


Keasa tersenyum miris.


"Mas kesini pasti ingin menemui Maika,mas langsung ke kamarnya saja di sana ada mbak Yuni yang menjaganya"


Aldi menggelengkan kepalanya.


"Tidak,aku sudah menemui Maika di bawah,tadinya aku akan membawa dia kesini tapi dia sedang mengganti popoknya"


"Ohh baiklah,mas tunggu saja sebentar lagi juga dia selesai nanti aku suruh mbak Yuni bawa Maika kesini,"


"Saya keni ingin melihat keadaan kamu bukan hanya Maika saja,karena bagaimanapun kamu adalah istriku"


"Terima kasih sudah menyempatkan waktu di sela kesibukan mas Aldi,"


"Kenapa harus pulang kesini,kenapa tidak pulang ke rumah kita?"


"Rumah kita?" gumam keasa yang masih di dengar Aldi


"Iya,rumah kita"


"Itu rumah kamu dan mbak Keana ,rumah ku disini mas. Nanti setelah pulih, aku kembali kesana, bagaimana pun aku masih punya tanggung jawab untuk merawat Maika."

__ADS_1


"Maaf karena hubungan pernikahan kita sangatlah rumit,aku merasa bersalah karena kamu sudah terlibat dalam hubungan ini"


"Sudahlah mas, mungkin ini takdir yang harus aku jalani."


***


Hari demi hari keadaan keasa sudah kembali pulih,bahkan dia sudah bisa kembali mengurus anak sambungnya yaitu Maika,bayi lucu itu sudah bisa berjalan dengan lancar dan dia pun bisa memanggil keasa dengan sebutan "Mama" , sejujurnya keasa aga tidak enak hati, inginnya bayi itu memanggilnya dengan sebutan Aunty saja,namun hal itu tidak mungkin karena sekarang dirinya adalah ibu bagi Maika.


"Kee,apa kamu tidak merindukan suamimu?" tanya Kevan pada keasa.


Keasa hanya tersenyum sambil menyuapi Maika.


"Ayah bukan mau mengusir kamu,apa tidak sebaiknya kamu pulang ke rumah Aldi,dia pasti sangat membutuhkan kamu"


"Mas,Al sudah terbiasa tanpa keasa yah,jadi menurutku dia akan baik-baik saja meskipun tanpa aku"


"Apa maksud kamu kee?"


Keasa memutuskan ingin membicarakannya dengan Kevan,dia tidak mau menutupi semuanya lagi,karena bagaimanapun Kevan harus tahu bahwa keasa tidak pernah di terima Aldi sebagai istrinya.


"Mbak Yuni tolong bawa Maika bermain" ucap keasa pada pengasuh Maika .


Setelah keadaan cukup sepi,kini tinggal ada Kevan dan keasa di sana,keasa akan menceritakan semuanya senyaman mungkin dan berusaha untuk kuat.


"Yah,mungkin ayah akan terkejut atau memaklumi semuanya,tapi percayalah tidak ada penyesalan sedikitpun ketika harus menjalani wasiat dari kak Keana. Yah,papi dan mami mungkin sudah mengetahui yang sebenarnya terjadi, namun keduanya tidak pernah mau membahas hal itu,namun aku selalu melihat tatapan iba dari mami dan papi untuk ku.."


"Kee,ayah semakin tidak mengerti apa yang kamu katakan,tolong jangan buat ayah bingung!"


Keasa tersenyum.


"Yah,mami dan papi sudah membawa semua barang-barang milikku dari rumah mas Aldi"


Kevan sedikit terkejut.


"Hah kapan mereka melakukan itu dan kenapa?" ucap Kevan penasaran


"Mungkin mereka sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,namun mereka mencoba menutupinya karena takut ayah bersedih"

__ADS_1


Kevan semakin kebingungan dengan penjelasan yang diberikan oleh keasa.


"Yah,mungkin setelah ini ayah akan mengetahui semuanya,dan aku juga tidak ingin membuat papi dan mami sedih dengan apa yang aku alami,maka saat mami atau papi marah dan kecewa serta melampiaskan semuanya aku harap ayah mengerti perasaan mereka."


"Bicara yang jelas kee!" ucap Kevan yang sudah merasa kesal.


"Selama setahun pernikahan kami,mas Aldi tidak pernah bersikap layaknya sebagai seorang suami,bahkan kami tidur secara terpisah,mas Aldi dengan segala kenangannya bersama kak Keana dan aku hanya menjadi penghuni kamar tamu disana. Dan selamanya aku akan jadi tamu di rumah itu,apa ayah akan mengabulkan keinginan orang tuaku jika mereka meminta ku berhenti menjadi istri mas Aldi?"


Kevan begitu terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Keasa,dia baru menyadari bahwa hubungan keponakannya dan menantunya cukup rumit,ada rasa bersalah yang membuat Kevan tak bisa berkata-kata,karena bagaimanapun Kevan terlibat di dalamnya.


Kevan masih terdiam, dia bingung harus berkata apa. Kevan pikir semuanya sudah baik-baik saja, Aldi menerima pernikahan ini dan bisa melupakan Keana,tapi kenyataannya dia sudah mengorbankan keasa. Keasa menangkap perasaan bersalah dari sorot matanya,dia pun tidak bermaksud ingin membuat Kevan sedih,namun Kevan harus tau agar saat keasa membuat keputusan nanti ayahnya tersebut sudah menerima.


"Ayah tidak perlu bersedih,aku akan berusaha mempertahankan rumah tangga ku setidaknya demi Maika"


Kevan menatap wajah keasa lekat lekat.


"Kee, kenapa kamu baru membicarakan semuanya sekarang,ayah tidak tahu kalau kamu tidak pernah bahagia dengan pernikahan ini, seharusnya kamu katakan sejak awal," ucap Kevan dengan mata berkaca-kaca.


"Ikatan rumah tangga itu tidak sepenuhnya salah yah,karena aku mencintai suamiku jauh sebelum kak Keana bertemu dengan mas Aldi,namun takdir berkata lain. Dan saat takdir menyatukan aku dan mas Aldi semuanya terasa aneh seperti sebuah kejutan,bahkan sampai saat ini aku masih terkejut dengan hubungan yang ku jalani bersama mas Aldi "


Kevan semakin terkejut dengan pernyataan keasa, ternyata keasa sudah mencintai Aldi lebih dulu bahkan sebelum putrinya.


Kevan menatap wajah keasa dengan penuh rasa bersalah.


"Maafkan ayah kee,maafkan takdir yang sedikit mempermainkan mu. Ayah merasa bersalah karena baru mengetahui hal ini,maafkan ayah kee"


Keasa tersenyum.


"Ayah,ini bukan salah ayah atau siapapun,semua orang punya takdirnya masing-masing, ini bagianku dan aku harus menjalaninya,doakan saja semuanya agar baik-baik saja, untuk saat ini hanya doa yang aku butuhkan"


Kevan memeluk keasa penuh haru,dia tidak menyangka bahwa keponakannya yang manja dan cerewet ini akan bersikap dewasa.


***


Di kediaman Aldi semuanya nampak sepi tanpa keberadaan keasa dan Maika,setiap hari Aldi merasakan kegelisahan dan rasa kehilangan melebihi kehilangan Keana. Aldi mencoba menampik bahwa dia hanya merindukan anaknya,namun Aldi masih bisa menemui Maika setiap hari ,tapi perasaannya masih saja gelisah.


***

__ADS_1


Maafkan aku baru up, kehilangan ide buat lanjut padahal tinggal beberapa bab lagi.


Semoga kalian suka ..


__ADS_2