
Pukul 3 sore Kirana sudah pulang lebih awal,2 jam lebih cepat dari kepulangan suaminya. Kiran pulang dengan diantar oleh supir kantor Kevan, laki-laki itu tidak mengizinkan Ana pulang sendiriri.
Kehidupan rumah tangga keduanya berjalan dengan baik,tidak ada pertengkaran atau pun kesalah pahaman yang membuat rumah tangga mereka bermasalah,jika pun ada mereka akan menyelesaikannya dengan kepala dingin.
Kevan tidak ingin mengulang apa yang Kevin lakukan pada Nadya dulu, setelah mendengar perjalanan rumah tangga kedua orang tuanya membuat Kevan menyesal karena telah berbuat jahat pada Kirana .
Akhir-akhir ini Kevan lebih protektif mengingat usia kandungan Kirana sudah bertambah begitu juga dengan kondisi perut Kirana yang semakin hari semakin besar. Segala asupan dan aktivitas Kirana dikontrol langsung oleh Kevan, sejujurnya Kirana merasa ini terlalu berlebihan,namun akhirnya dia pun mengerti bahwa Kevan sangat mengasihi keduanya.
Pukul 5 sore Kevan sudah kembali dari kantor,Kirana menyambut suaminya didepan pintu masuk,senyum keduanya mengembang dan Kevan merentangkan tangannya untuk memeluk Kirana.
"Assalamualaikum sayang,"
"Wa'alaykumussalam Mas sayang," sahut salam Kirana yang langsung mencium tangan suaminya
"Sini peluk mas,"
"Didalam saja ya,aku juga rindu bau asemnya mas,"
"Dasar kamu ya," sahut Kevan menggoda Kirana
Sesampainya di dalam rumah, keduanya menduduki sofa yang berada di ruang keluarga.
"Mas,bukan jas dan dasi mu," ucap Kirana pada suaminya
"Sebentar sayang,"
Kevan pun membuka satu demi satu apa yang ia kenakan termasuk kemeja biru muda yang ia kenakan,yang tersisa tinggal baju dalaman Kevan.
"Nih sudah mas buka, sekarang kamu mau apa?,"
Tanpa aba-aba Kirana langsung berhamburan memeluk suaminya bahkan dia mengangkat baju kevan dan terlihat polos, lalu kemudian Kirana menyusupkan wajahnya ke bagian dada Kevan hal itu membuat kevan memejamkan matanya karena merasa geli dengan apa yang Kirana lakukan, entah kenapa akhir-akhir ini Kirana merasa nyaman melakukan hal itu, sehingga membuat kevan harus kuat menahan hasratnya karena dia takut membahayakan anaknya.
Kevan terus saja memejamkan matanya karena apa yang Kirana lakukan membuat satu bagian lain bereaksi, sesekali Kevan menggigit bibirnya agar tidak menimbulkan suara atau desahan yang akan membuatnya malu sendiri.
Kirana masih anteng menjelajah tubuh suaminya,bahkan tak segan Kirana menjilat keringat yang ada di tubuh Kevan,ah seharusnya hal itu menjijikkan namun tidak untuk Kirana. Kevan mulai kewalahan dan hasratnya semakin tak bisa dibendung lagi.
"Sayang apa sudah selesai?," ucap Kevan terbata
"Sebentar lagi mas,bau keringatnya masih enak," sahut Kirana yang masih pada posisinya
"Sayang,mas tidak sanggup lagi tolong sudahi ya?," ucap Kevan seolah memohon agar Kirana menghentikan kegiatannya
"Memangnya kenapa mas,apa kamu tidak suka jika aku melakukan hal ini? ucap Kirana yang menghentikan ritualnya
__ADS_1
"Bukan begitu sayang,bagian tubuh mas yang lain bereaksi, lihatlah apa kamu tidak kasih melihat mas tersiksa begini," ucap Kevan yang membuat Kirana melihat kearah tubuh Kevan yang lain
Kirana baru menyadarinya, ternyata selama ini suaminya cukup kewalahan dengan apa yang kirana lakukan hampir setiap hari.
"Mas,apa kamu setiap hari menahannya?," ucap Kirana merasa bersalah
Kevan hanya mengangguk.
"Setiap kamu selesai melakukannya mas langsung mandi air dingin,mas tidak ingin menyakiti kamu dan anak kita jika melakukannya setiap hari,"
"Mas,maafkan aku ,terlalu asik dengan mencium aroma tubuhmu,aku tidak tahu kalau itu membuatmu tersiksa," sahut Kirana seolah menyesal
"Sayang,kenapa harus minta maaf justru mas senang memenuhi keinginan kamu, apapun yang kamu inginkan selama mas mampu,maka akan mas penuhi," ucap Kevan tulus
Kirana kembali memeluk Kevan namun dengan sewajarnya.
"Apa mas mau?," tanya Kirana malu-malu
Kevan mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Kirana.
"Mau apa sayang?,"
"Mau nengok anak kita," sahut Kirana malu-malu
"Apa boleh sayang?," tanya Kevan meyakinkan
Kirana mengangguk tanda menyetujui. Kevan tersenyum bahagia seolah mendapat hadiah. Keduanya kini berjalan kearah kamar utama, meskipun lelah karena pekerjaan kantor namun dengan melakukan ini kevan merasa lebih segar dan bertenaga.
Didalam kamar,Kevan dan Kirana sudah mulai kegiatannya, sepertinya Kevan melakukan dengan hati-hati,karena suara yang keluar dari kamar itu seolah menikmati. Kirana selalu mengerti apa yang diinginkan suaminya begitu sebaliknya.
Sebelum azan magrib berkumandang keduanya sudah menyelesaikan aktivitasnya,Kirana nampak kelelahan sedangkan Kevan tak habisnya mencium wajah Kirana,Kevan sangat bahagia sore ini.
"Sayang terima kasih," ucap Kevan sambil memeluk dan mencium tubuh istrinya
"Sama-sama mas,aku bahagia melakukannya,"
***
Keesokan harinya Kirana muntah-muntah,hal itu membuat kevan khawatir,Kirana mengeluarkan cairan putih kental, mungkin sisa makan malam semalam. Kevan mengambil air hangat dan memijat tengkuk istrinya, terlihat wajah khawatir dan panik.
"Sayang,apa aku panggilkan dokter saja,aku tidak mau terjadi apapun dengan mu dan anak kita," ucap Kevan setelah keluar dari kamar mandi.
"Tidak perlu mas,aku baik-baik saja,"
__ADS_1
"Baik apanya,kamu memuntahkan semua isi perutmu,"
"Kamu berlebihan mas,tidak masalah ini hanya morning sicknes lanjutan sepertinya hehe," ucap Kirana mencoba menenangkan suaminya
"Lanjutan,apa maksudmu?,"
"Usia kandungan ku sudah 5 bulan,biasanya morning sicknes ku diawal trimester tapi ternyata masih ada,aku engga ngerti si, mungkin karena ini awal kehamilan ku,"
"Sayang maafkan mas ya, karena mas kamu harus mengalami semuanya,"
"Maaf untuk apa mas,ini sudah kewajiban seorang istri untuk mengandung dan melahirkan,yang terpenting mas menyayangi kami berdua," sahut Kirana tulus
Kevan tertunduk bagaimana pun dia tidak tega melihat kirana yang masih muntah-muntah dan membawa-bawa anaknya di dalam perut yang mu
lain membesar.
"Sudah ya,kamu tidak perlu sedih seperti itu, sekarang sebaiknya kamu bersiap untuk pergi bekerja,"
"Kamu beneran tidak apaapa sayang?," tanya Kevan yang masih mengkhawatirkan istrinya
"Aku tidak apaapa mas, percayalah," saut Kirana meyakinkan suaminya.
***
Di kediaman Kenan sang istri sedang merayu Kenan agar diantarkan kerumah Kirana pagi-pagi, sedangkan Kenan merasa tidak enak jika harus mengganggu kakaknya pagi-pagi.
"Mas ayo anter aku kerumah mas Kevan dan mbak Kirana," ucap Larisa yang masih merayu suaminya
"Untuk apa pagi-pagi kita kesana?,"
"Aku kangen sarapan dirumah mbak Kirana mas,"
"Sayang ini masih pagi tidak enak jika mengganggu mereka ,"
"Ah mas Kenan jahat! mereka engga akan ngusir kita,lagian aku cuma mau sarapan bareng aja,habisnya disini kita cuma berdua, pokoknya pagi ini aku nggak mau sarapan kalau tidak dirumah mereka," ucap Larisa mengancam suaminya.
Kenan menarik napasnya dalam-dalam,dia tidak bisa menolak keinginan istrinya, terlebih Larisa tidak akan sarapan jika tidak kerumah kakaknya.
***
Jangan lupa like, komentar dan vote..
Minimal kalian harus LIKE hehe❤️😬
__ADS_1