Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Keasa Mahaika Fadila


__ADS_3

Hari hari Kevan dan Kirana dipenuhi dengan kebahagiaan,Kea menjadi sumber terbesar dalam kebahagiaan mereka. Kirana tidak menggunakan jasa pengasuh dia lebih memilih merawat Kea sendiri,dengan bantuan bi Mimin jika Kirana sedang mandi atau makan. Kirana pun ingin melihat tumbuh kembang anaknya secara langsung,dia sudah menyerahkan segala urusan kafe pada Haikal dan Dwi, Kirana hanya menerima laporan saja dan keputusan Kirana sangat didukung oleh Kevan.


Kevan selalu pulang lebih awal jika pun ia terlambat itu karena urusannya tidak bisa ditinggalkan,Kevan selalu bermain dengan putrinya meskipun bayi mungil itu belum mengerti,namun dengan interaksi yang intens membuat ikatan keduanya cukup erat,bahkan kea sudah mengenal sosok ayahnya karena seringnya Kevan mengajak putrinya berbicara.


"Anak ayah yang cantik kalo sudah besar nanti ingin jadi apa?," celoteh Kevan yang mengajak kea bicara dengan suara seperti anak kecil


"Hemmmh apa kamu ingin jadi dokter seperti Kakek ,atau pengusaha seperti nenek,atau jadi ibu rumah tangga yang baik seperti bunda?," pertanyaan demi pertanyaan yang kevan tanyakan pada bayi mungil itu membuat Kirana menggelengkan kepalanya.


"Mas,anakmu belum mengerti, mana paham dia dia ditanya seperti itu,biarkan anak kita memilih sendiri ingin jadi apa,yang terpenting dia tidak melupakan Sang Pencipta dan juga keluarganya,itu sudah cukup bagiku,"


"Tapi sayang, kea harus diarahkan siapa tahu saja dia satu aliran dengan keluarga ini yang memiliki darah pengusaha. Kenapa anak kita secantik ini ya,aku khawatir jika sudah besar nanti banyak laki-laki yang menggodanya,apa sebaiknya kamu jangan besar dulu nak,tetaplah jadi bayi ayah yang lucu," ucap Kevan sambil mencium wajah kea.


"Mas ih kalau ngomong suka enggak disaring, bagaimana pun manusia akan mengalami tumbuh kembang,termasuk anak kita. Bukankah alami jika seorang wanita disukai laki-laki begitu juga sebaliknya,aku selalu berdoa agar anak kita dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan dijauhkan dari mereka yang berniat jahat."


"Aamiin,dia yang sama dariku untuk putri kita,terima kasih sayang sudah memutuskan untuk merawat putri kita tanpa bantuan pengasuh,jika kamu nanti merasa lelah tak apa jika kita menggunakan jasa pengasuh,"


"Aku tidak mengatakan tidak membutuhkannya,namun untuk saat ini aku masih sanggup dan ingin mengurusnya sendiri,aku ingin menyaksikan tumbuh kembang secara langsung,"


Kevan tersenyum penuh cinta,rasa cintanya pada Kirana semakin besar terlebih dengan kehadiran anak ditengah keduanya,Kevan berjanji akan selalu membahagiakan mereka.


"Terima kasih sayang,aku sangat bangga padamu😘,"


***


5 bulan kemudian.


Keana kini berusia 5 bulan bayi mungil itu sudah mengenali ayah dan bundanya bahkan dia sudah mengoceh dengan suara yang cukup nyaring,bayi yang aktif Kirana sampai kewalahan mengajaknya bermain.


Pertumbuhan keana terbilang sangat cepat, badannya yang berisi meskipun hanya meminum ASI Kirana ,namun itu sudah lebih dari cukup. Kirana selalu menjaga asupan makanan agar ASI yang dihasilkan berkualitas,Kirana tidak mau mengambil resiko,karena baginya Kea harus mendapatkan yang terbaik termasuk ASI.

__ADS_1


Tepat hari ini juga Larisa akan melahirkan anak pertamanya yang diprediksi berjenis kelamin perempuan,dan satu bukan kembar. Berharap Larisa akan mengandung anak kembar,namun kali ini belum rejeki mereka. Kenan dan orang tua Larisa mendampingi termasuk Nadya dan Kevin,mereka juga ingin menyambut kelahiran cucu selanjutnya dari keluarga Fadila, sedangkan untuk keluarga Larisa ini adalah cucu pertama.


Kirana dan Kevan sengaja akan datang saat bayi mereka sudah lahir,Kevan tidak ingin membawa putrinya dan berlama-lama di rumah sakit,itu tidak baik untuk keana.


1 jam kemudian anak Kenan dan Larisa lahir wajahnya mewarisi kecantikan ibunya,Kenan menangis sesaat bayi itu berhasil keluar dari rahim Larisa tak habis-habisnya Kenan mencium kening Larisa.


"Terima kasih sayang,terima kasih sudah melahirkan anak kita kedunia,aku bersyukur memiliki kalian terima kasih sudah sayang terima kasih,"


Satu tangan Larisa membelai rambut Kenan, sedangkan tangan yang satunya sedang memegangi tubuh mungil bayi mereka.


"Mas, untuk apa berterima kasih ini anak kita sayang ,sudah kodrat wanita melahirkan dan aku bahagia bisa mengandung anak kita,bahkan jika kamu ingin memiliki banyak anak dari ku ,aku akan bersedia. Asalkan kau tetap bersamaku dan mencintai ku selamanya."


Kenan semakin terharu dan menitikkan air matanya mendengar penuturan Larisa yang sedikit konyol, bagaimana ia ingin memiliki banyak anak sedangkan anak mereka pun. masih berlumuran darah.


"Sayang,aku akan menagih janji ini tapi nanti setelah kamu pulih dan anak kita sedikit lebih besar ok,"


Larisa tersenyum dan mengangguk.


"Hey IKEA kamu sudah datang,sini gendong aunty kangen rasanya hampir satu Minggu kita tidak bertemu,"


"Sayang jangan berteriak terlalu kencang,nanti perutmu akan sakit,pelankan suaramu sayang kamu kan belum lama habis mengeluarkan anak kita," ucap Kenan lembut .


"Hehe maaf sayang,"


Kevan yang mendengar nama anaknya di buat plesetan sedikit geram.


"Jangan sembarangan memanggil nama anakku dengan IKEA memangnya dia perabotan apa," sinis Kevan


"Itu panggilan kesayangan ku untuk Keana,mas ini tidak gaul,"

__ADS_1


"Gaul macam apa yang main ganti nama orang,awas kau aku akan mencari nama yang sama menyebalkannya untuk anakmu,"


"Tua tua pendendam hhmmhhhh,"


"Kau juga tua," sahut kevan kembali


"Sudah sudah kalian ini tidak mengenal tempat untuk bertengkar,apa kalian tidak bosan?," ucap Nadya melerai keduanya


"Tidak!!," sahut Kevan dan larisa bersamaan,semua keluarga menggelengkan kepala untuk keduanya.


Larisa menggendong bayi keana,anak itu nampak nyaman dalam gendongan Larisa.


"Sayang jika sudah besar nanti tolong bantu mamih menjaga adek mu ya,kamu kakaknya yang bisa mamih andalkan," ucap Larisa mencium bayi gembul itu


"Mami?,hey itu anakku kenapa kau menyebutkan panggilan mami untuk putriku ?," tanya Kevan pada Larisa.


"Berisik ih mas,aku juga ibunya jadi dia berhak memanggil aku mamih,dan anakku juga boleh memanggil mbak Kirana bunda,kenapa dipermasalahkan si menyebalkan,"


"Kau yang menyebalkan,"


"Sudah sudah Kevan,Larisa ini rumah sakit bukan hutan," ucap Nadya kembali melerai keduanya


Saat semua sudah menggendong bayi mungil Larisa dan Kenan kini saatnya Kevan yang menggendongnya, terlihat dia menyayangi keponakan kecilnya,sama seperti Kevan menyayangi keana ,hal itu terlihat dari tatapan dan juga perlakuan Kevan pada bayi mungil Kenan dan Larisa. Semua menyadari hal itu,sampai Kevan membuat nama untuk anak Larisa.


"Hhmmhhhh Ayah akan memberikan nama Keasa Mahaika Fadila," ucap Kevan dengan suara nyaring menyebutkan anak Kenan dan Larisa


"Apa kalian berdua setuju?," tanya Kevan pada Kenan dan Larisa. Keduanya pun mengangguk dan tersenyum karena menyukai nama yang kevan buat.


Sejujurnya Kevan berharap kalau anaknya nanti akan kembar,namun sayang belum rejeki jadi nama yang Kevan buat,ia berikan pada keponakannya,dan hal itu sudah dibicarakan sebelumnya dengan Larisa dan Kenan,namun mereka tidak diberi tahu nama seperti apa yang akan diberikan pada anak mereka. Setelah mendengar nama itu Kenan dan Larisa pun menyetujuinya.

__ADS_1


***


Jangan lupa LIKE KOMEN DAN VOTE ❤️😊


__ADS_2