Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2
Manjanya Larisa


__ADS_3

Larisa saat ini tengah duduk di meja makan dengan piring dan sendok ditangannya,apa yang terjadi jika Kenan tidak berhasil membawa pesanannya,mungkin dia akan membanting piring itu hingga hancur berkeping-keping. Kali ini Larisa sudah tidak menahan laparnya lagi, apalagi di kepalanya terbayang nasi goreng yang dipenuhi Suiran ayam dan acar ayang asam manis ah begitu nikmat.


lebih dari setengah jam menunggu akhirnya Kenan kembali dengan bungkusan plastik ditangannya,Larisa yang mengetahui kedatangan suaminya apalagi dengan bungkusan ditangannya nampak tersenyum,dia tidak mengambil bungkusan itu melainkan memeluk suaminya dan minta di gendong seperti anak kecil.


"Sayang ini nasi goreng mu,"


"Terima kasih sayang,tapi gendong aku dulu sampai kemeja makan itu,"


"Hah ... kamu tidak salah,"


Larisa mengangguk.


"Baiklah, apapun yang kamu inginkan mas akan turuti,demi sayang dan juga anak kita,"


Larisa sudah berada di gendongan suaminya,Larisa masih menciumi tengkuk suaminya,hal itu membuat Kenan kegelian.


"Sayang,hentikan apa kamu sedang menggoda ku?,"


"Tidak mas,aku hanya menyukai aroma tubuhmu saja, sepertinya anak kita menyukainya juga,"


"Tapi geli sayang,"


"Tahan saja mas hehe,"


"Sayang,kita sudah sampai di meja makan,ini piring yang kamu sediakan bukan?,"


",Benar mas,"


"Wahhh kamu benar-benar menginginkannya, bagaimana kalau aku tidak mendapatkan nya?,"


"Hhmhhh aku acak acak seisi rumah ini,"


"Haha, semenjak hamil istriku jadi brutal seperti ini. Sebaiknya kamu makan nasi gorengnya mumpung masih anget, semuanya sesuai pesanan kamu,"


"Mas,suapi," ucap Larisa manja


"Baiklah sini,mas suapi,"


"Tunggu,"


"Apalagi sayang?,"


"Aku mau makan diatas pangkuan mu,"


"Hah yang benar saja sayang,"


"Jadi mas tidak mau? yasudah aku tidak mau makan nasi gorengnya."


"Jangan dong sayang,mas sudah berusaha mencarinya, kemarilah mas akan menyuapi mu sambil memangku istri cantik mas ini,"


Larisa tersenyum dan kini ia sudah berada dipangkuan Kenan,dengan sabar Kenan menyuapi istrinya,nasi goreng dengan porsi yang banyak itu kini tinggal beberapa suap lagi,Larisa benar-benar menghabiskannya,Kenan merasa tidak sia-sia bangun dan mencarinya di tengah malam.


"euuuuuuuuu" Suara sendawa Larisa


"Wahhh istri mas,sudah kenyang nampaknya,"


"Sudah mas, Sekarang aku mau kembali ke kamar,anakmu sudah kenyang,"

__ADS_1


"Baiklah sayang, sebelumnya kita shalat tahajud dulu ya,kamu habis makan jangan langsung tidur nanti perutmu sakit, alangkah baiknya kita shalat agar nasi goreng yang kamu makan makan benar-benar turun dulu setelah itu baru kita tidur."


"Baiklah suamiku"


Keduanya kini sedang menjalankan shalat tahajud di kamarnya,mereka berdoa dengan khusyuk,meminta banyak hal terutama keselamatan anak yang dikandung Larisa berserta semua orang yang menyayangi keduanya.


Kini keduanya sudah berada ditempat tidur, sedangkan waktu menunjukkan pukul 4 subuh, sebentar lagi azan subuh Kenan takut kesiangan jika ia tidur kembali.


"Mas,"


"Iya sayang,"


"Aku mau __"


Kenan menarik napasnya dengan kencang, apalagi yang diinginkan istrinya.


"Mas ih ko tarik napasnya sampai kencang gitu si," ucap Larisa cemberut


"Tidak sayang,kan biar plong dan ga sesak nantinya," kilah Kenan agar Larisa tidak marah


"Alasan saja!,"


"Baik ,maafkan mas ya, sekarang kamu mau apa?,"


"Hmmmh,aku mau tidur dipangkuan mas,sambil kamu usap usap punggung aku," ucap Larisa manja.


Kenan tersenyum ..


"Sayang apa tidak sebaiknya kita melakukan ibadah saja,sambil menunggu aja azan subuh ," senyum Kenan menyembunyikan maksud


"Tapi mas, kandungan ku masih rentan,apa tidak apa-apa kalau kita melakukannya?,"


"Aku akan melakukannya dengan perlahan,"


"Hmmmh,aku tidak percaya,"


Saat Larisa akan membaringkan tubuhnya,Kenan menarik Larisa kedalam pelukannya. Larisa tidak bisa menghindar lagi apalagi Kenan sudah dikuasai oleh hasratnya. Kenan menepati janjinya untuk bermain dengan halus, perlakuannya membuat Larisa terbang melayang,ditambah kehamilan pertamanya selalu membuat Larisa menginginkan sentuhan Kenan.


Saat azan subuh keduanya menghentikan pergumulan,Kenan yang masih memeluk Larisa dan mengelus punggung sesuai permintaannya tadi,begitu merasakan kenyamanan meskipun lelah dan peluh yang masih membasahi tubuh.


"Sayang sudah azan subuh,kita mandi besar ya, setelah itu kita shalat berjamaah."


Larisa mengangguk.


"Mas,aku lemas jika harus berjalan ke kamar mandi,gendong aku ya?,"


"Iya sayang,mas gendong kamu,"


Kenan menggendong Larisa dengan kedua tangannya,bahkan ia pun memandikan sang istri dengan penuh kelembutan,tidak ada yang terjadi disana karena Kenan tau jika ia melakukan kembali maka akan membuat istrinya kelelahan.


Setelah menyelesaikan mandi dan shalat subuh,Kenan merasakan kantuk begitu pun dengan Larisa dan keduanya memutuskan untuk tidur kembali. Larisa sudah berada dalam dekapan Kenan,keduanya tertidur dengan pulas, setelah drama nasi goreng dan hasrat subuh keduanya.


Pukul 8 pagi keduanya dibangunkan oleh ketukan pintu dari luar,suara yang tidak asing siapa lagi kalau bukan Kirana dan Kevan.


"Tok...tok...tok,hey kalian bangun ini sudah siang," ucap Kirana dari luar


"Mas kok mereka lama sekali,"

__ADS_1


"Sabar sayang,biar aku yang mengetuk,tumben mereka jam segini belum bangun habis ronda apa hhm,"


"Dek bangun apa kamu lupa hari ini ada rapat besar perusahaan kita,kenapa kamu belum bangun,apa istri kamu yang menyebalkan itu meminta banyak hal hah,"


"Mas ih ngomong nya,"


Saat keduanya sedang berdebat,Larisa membuka pintu kamarnya dengan raut wajah yang seolah akan menerkam.


"Kalian berisikkkkkkkkkkkk! Apa tidak ada kerjaan lain pagi pagi seperti ini berdebat didepan kamar orang lain," ucap Larisa mengomel


Kevan dan Kiran terdiam mematung mendengar ucapan Larisa, bagaimana wanita anggun ini kini menjadi sangat cerewet.


Kevan membekap mulut Larisa yang masih mengomel.


"Berisik kau,dimana suamimu,apa yang kalian lakukan sampai jam segini baru bangun?," ucap Kevan penuh selidik


"hemmh le..pas,.kan," ucap Larisa yang masih dalam bekapan Kevan.


"Mas ih lepaskan,kasihan dia," ucap Kirana pada suaminya


"Biarkan saja,jika dilepaskan dia akan kembali berisik,"


Mendengar kehebohan didepan kamarnya Kenan merasa terusik dan akhirnya terbangun. Kenan terkejut karena Larisa dalam bekapan Kevan hal itu membuat sikap manja Larisa semakin menjadi.


"Mas,mba.," ucap Kenan menyapa keduanya


"hhmhhh, akhirnya kau bangun juga,"


"Mas,kenapa kau membekap istriku?,"


"Dia berisik,"


"Lepaskan mas,bisa kehabisan napas dia,"


"Tau tuh padahal sudah aku ingatkan,"


"Kalian berdua kenapa jadi ikutan bawel,lagi pula aku membakap mulutnya tidak sungguh-sungguh,"


"Yasudah lepaskan,"


Kevan pun melepaskan bekapannya dan Larisa langsung berhamburan kepelukan suaminya.


"Sayang,maa Kevan jahat,dia menyandra aku dan anak mu," ucap Kirana berlebihan membuat Kevan bergidik ngeri


"Sudah ... sudah nanti kita balas,"


"Benarkah," ucap Larisa menantap kearah suaminya


Kenan mengangguk dan tersenyum,demi menenangkan sang istri Kenan rela bersikap kekanak-kanakan.


"Kalian berdua sama saja, menyebalkan!," ucap Kevan memicingkan matanya


Kirana hanya tersenyum melihat tingkah ketiganya yang seperti anak kecil, padahal mereka bertiga seumuran.


***


Jangan lupa like komen dan vote ❤️😉

__ADS_1


__ADS_2