
Sebulan sudah keasa tinggal di rumah orang tuanya, sedangkan Aldi tersiksa dengan perasaan yang dia sendiri tidak tahu penyebabnya. Dia melupakan kesedihan yang selalu dia pelihara dalam ruang kecil di hatinya, sehingga melupakan ada raga yang masih bernyawa yang membutuhkan cinta dan kasih sayang.
Kegelisahan yang setiap hari dia rasakan seolah membutuhkan obat,Aldi berpikir bahwa dia merindukan istrinya yang sudah tiada ,namun kenyataan itu terbantahkan mana kala Aldi menatap figura yang terpasang di kamarnya,seolah perasaan ikhlas itu telah hadir dan merelakan Keana pergi dengan damai.
Pukul 1 dini hari mata Aldi belum juga terpejam padahal ia sudah mengantuk, apalagi pekerjaan hari ini sangat melelahkan,namun matanya sangat sulit untuk tertidur. Aldi memutuskan untuk pergi ke dapur mengambil minum,namun di saat beberapa langkah lagi dia menuju dapur,sorot matanya melihat ke arah kamar tamu yang saat itu ditempati oleh Keasa.
Aldi membuka kamar itu,tidak ada yang spesial dari ruangan bernuansa putih tersebut,hanya ada tempat tidur dan lemari selebihnya hanya barang-barang pelengkap saja. Aldi mendekat ke arah tempat tidur dan membaringkan diri di kasur itu,ia memeluk guling itu cukup erat,dan lama kelamaan Aldi tertidur,seolah terhipnotis.
**
Saat azan subuh berkumandang Aldi terbangun dan menyadari bahwa ia tidak berada di dalam kamarnya. Aldi keluar dari kamar itu kemudian pergi menuju kamar miliknya. Setelah menyelesaikan Shalat subuh Aldi kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur,dengan tangan yang dijadikan sebagai bantal,Aldi menatap langit-langit kamarnya.
"Kenapa perasaanku menjadi tidak nyaman seperti ini, Perasaan kehilangan yang lebih besar dari sebelumnya,apa aku mulai menaruh rasa pada Dia? ah mana mungkin" ucap Aldi dalam hatinya seolah berbicara dan bertanya akan kegelisahan yang dia rasakan.
Hari demi hari perasaan kehilangan itu semakin besar,Aldi yang hampir setiap hari menemui anaknya di rumah utama seolah tak mengobati rindunya. Keasa tidak pernah menemui Aldi saat dia berkunjung untuk menemui anaknya,hanya keluarga inti saja.
Hari ini Aldi memutuskan untuk datang ke rumah utama,Aldi meliburkan diri dan berniat mengajak Maika pergi jalan-jalan. Saat sampai di halaman utama rumah itu, ternyata keasa sedang menggendong Maika,balita itu sedang rewel dan tidak mau di gendong siapapun selain Mamanya. Keasa tidak menyadari kedatangan Aldi karena dia sedang sibuk bernyanyi untuk putrinya.
"Assalamualaikum" ucap salam Aldi
"Wa'alaikumussalam " sahut Keasa
Keasa menoleh ke arah Aldi dan tatapan keduanya saling bertemu, jantung keasa berdetak kencang, sebelumnya ia hanya melihat Aldi di balik jendela kamarnya saja,dan sekarang dia berhadapan langsung dengan suaminya yang hampir beberapa minggu tidak ia temui. Tidak berbeda jauh dengan Aldi ,entah perasaan apa yang dia rasakan jantungnya pun berdegup kencang sekaligus mengobati perasaan aneh yang selama ini dia rasakan.
"Ma ...mas Aldi,tumben jam kerja datang kesini?" tanya Keasa gugup
"Aku meliburkan diri, sebenarnya aku ingin mengajak kalian berdua jalan-jalan" ucap Aldi begitu saja seolah keluar dari hati terdalamnya
Keasa sedikit terkejut mendengar apa yang di katakan Aldi ,dia merasa Aldi salah bicara mungkin yang dia maksud adalah Maika dan mbak Yuni.
"Oh mas mau membawa Maika? tapi sayang mas dia sedang rewel sejak semalam,jadi lain kali saja membawa Maika bermainnya,Maika tidak mau di gendong mbak Yuni" ucap keasa
"Tapi dia nyaman dalam gendongan kamu"
__ADS_1
"Iya,dia tidak mau di gendong siapapun, semalaman dia tidak mau lepas dari gendongan ku,bahkan pergi ke kamar mandi pun sangat sulit"
"Apa dia sakit?"
Keasa menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah memeriksanya berkali-kali,bahkan dia baik-baik saja,hanya saja Maika menjadi lebih manja"
"Mungkin dia sangat menyayangi mu"
"Setidaknya dia menyayangi ku" gumam keasa yang masih bisa di dengar Aldi.
"Maafkan aku" ucap Aldi menyesal
"Untuk apa?"
"Untuk semuanya"
"Kee?"
Keasa yang merasa di panggil pun menolehkan kepalanya.
"Hmmh" sahutnya singkat dan kembali melihat ke arah Maika yang berada dalam gendongannya
"Apa kita bisa memulai semuanya dari awal" ucap Aldi tulus
Aldi sudah bertekad untuk memulai hubungan baru dengan keasa dan ia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan,karena bagaimanapun kehidupan harus terus berlanjut,dan Aldi tidak ingin menyia-nyiakan keasa dan merasakan penyesalan yang semakin besar lagi.
Saat Aldi mengucapkan hal itu,mata keasa seolah meminta penjelasan karena takut apa yang dia dengar adalah salah.
"Apa yang kamu katakan mas?"
"Aku bilang apa kita bisa memulai semuanya dari awal?" sahut Aldi mengulang ucapan sebelumnya.
__ADS_1
Keasa seolah masih tidak mempercayai ucapan Aldi,keasa merasa Aldi sedang mempermainkan dirinya.
"Jangan bercanda mas" ucap keasa dan pergi meninggalkan Aldi.
Saat baru beberapa langkah lagi akan masuk ke dalam rumah,Aldi memeluknya dari belakang.
"Tolong beri aku kesempatan sekali lagi,aku berjanji akan memperbaiki semuanya. Aku mohon biarkan aku menjadi suami dan ayah untuk kamu dan anak kita" ucap Aldi penuh permohonan dan menitikkan air mata penyesalannya
Keasa mematung mendengar apa yang di katakan oleh Aldi, campur aduk perasaannya saat ini, antara bahagia,haru dan juga ragu. Keasa takut kalau Aldi hanya mempermainkan dirinya saja. Keasa yang sedang menggendong Maika membalikkan badannya ke arah Aldi,ia menatap mata sendu suaminya seolah mencari kebohongan disana,namun sayangnya mata itu berkata sebaliknya.
"Apa kamu serius dengan ucapan mu mas,apa kamu tidak sedang mempermainkan aku?" tanya Keasa kembali meyakinkan
Aldi menggelengkan kepalanya.
"Aku bersungguh-sungguh kee,aku baru menyadari perasaan ini saat kamu tidak ada ada,perasaan kehilangan ku semakin besar saat aku membayangkan kamu benar-benar meninggalkan aku,dan aku tidak mau merasakan kehilangan untuk yang kedua kalinya,jadi aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya" ucap Aldi penuh ketulusan.
Keasa tersenyum,dan membenamkan kepalanya di dada bidang Aldi, sementara tangannya masih fokus menggendong Maika. Mendapatkan hak itu Aldi sangat bahagia,dan dia langsung memeluk istri dan anaknya erat.
"Aku mencintaimu mas" ucap keasa tulus.
Aldi begitu bahagia mendengar pernyataan cinta dari keasa ,dan spontan ia pun membalas.
"Aku juga mencintaimu istriku," sahut Aldi yang langsung mencium kening Keasa.
Di dalam rumah Larisa menyaksikan semuanya dari awal, sebelumnya dia ingin melarang Aldi untuk menemui putrinya,namun percakapan demi percakapan yang dia dengar seolah menghentikan langkahnya. Dia melihat kebahagiaan yang terpancar di mata Keasa, kebahagiaan yang begitu besar,wajah murung dan pendiam itu seolah hilang. Larisa menyadari bahwa kebahagiaan putrinya adalah keluarga kecilnya,Larisa tidak akan merusak kebahagiaan itu,selama keasa bahagia maka dia akan mendukungnya.
***
Menuju akhir ya..
Ada giveaway Pulsa dan lainnya, setelah SP2 tamat.
Jangan lupa dukungannya ❤️
__ADS_1